Dijuluki sosok yang ditakuti bahkan oleh para dewa, ia menghabisi segalanya tanpa emosi selama masa hidupnya yang panjang. Tapi setelah pembantaian besar terakhirnya, sesuatu berubah emosinya yang lama terkubur akhirnya bangkit. Detik berikutnya, ia membuka mata di bumi, dalam tubuh baru, memulai kehidupan yang benar-benar berbeda dari masa lalunya yang kelam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Not men, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29 : SANG PENGUASA
[0________0]
Di universitas Vonix
Seorang gadis kini sedang berdiri dengan tenang sambil mendengar celotehan seorang wanita paruh baya yang tampak sangat marah
"kamu hanya gadis yang miskin namun berani nya kamu menolak menjadi pacar putra ku.." ucap wanita paruh baya itu dengan marah
"Bu anda terlalu berbuat semena mena, jangan membuat masalah semakin besar dan lagi pula kami tidak suka dengan anak anda.." Vivian yang merasa kesal pun langsung berbicara
"Dasar gadis yang gak tahu sopan santun, jika putra ku tidak menyukaimu aku pasti sudah mencabik cabik mu karena tidak sopan.." ucap wanita paruh baya itu dengan keras
Semua guru yang berada di ruangan itu pun terlihat hanya diam dan sama sekali tidak berani untuk berbicara
saat itu juga tiba tiba seorang pria dengan tenang pun berjalan ke arah ruangan guru itu
"Maaf nyonya Nelson namun bukankah anda terlalu berlebihan membuat masalah sebesar ini..?" pria dewasa dengan temperamen gagah pun berbicara dengan tenang
Saat mendengar itu semua orang pun langsung melirik ke arah pria yang berbicara itu dan seketika mereka pun langsung menghela nafas dengan ringan
Dia adalah Dinto, seorang guru seni beladiri yang mengincar ibu nya Friska dan Vivian
"Guru Dinto jangan ikut campur dengan urusan ku, hanya karna mereka menolak putra ku yang mengharuskan putra ku sakit hati dan berada di rumah sakit.." ucap wanita paruh baya itu dengan dingin
saat mendengar itu semua orang pun sama sekali tidak tahu apa yang harus dilakukan, tentu saja mereka tahu jika putra wanita paru baya itu beberapa hari yang lalu mengalami penyakit demam dan setelah beberapa saat tiba tiba saja ada rumor yang mengatakan bahwa karna dia ditolak oleh Vivian
"Nyonya Nelson sudah lah apa anda tidak bisa melihat wajah saya..?," ucap Dinto dengan tegas
saat mendengar itu, nyonya pun langsung menghela nafas karena faktanya Dinto adalah seorang ahli beladiri yang cukup di hormati bahkan suami nya dari kepolisian
“Huh baiklah, karena memikirkan wajah Dinto aku akan melepaskanmu gadis.." ucap wanita paruh baya itu dengan sinis, saat itu juga di halaman gerbang universitas Vonix
Mahendra yang sudah memasuki universitas pun langsung berjalan ke arah ruang guru dengan ekspresi yang dingin di wajah nya, Jalan kelas yang sepi karena para murid sedang melakukan pelajaran dan Darius terus berjalan
Cklek..
Saat telah tiba di depan ruang kantor guru dia pun langsung membuka nya dan saat itu juga semua orang pun langsung menatap ke arah Mahendra
“siapa kau..?" tanya beberapa guru dengan penasaran
“maaf semua nya saya adalah ayah dari gadis ini.." Mahendra pun berjalan ke arah Vivian yang sedang berdiri tidak jauh dari sana
saat mendengar itu semua orang pun langsung terdiam bahkan wanita paruh baya dan Dinto pun sama
"kak kamu sangat cantik seperti yang dikatakan oleh ayah.." Nana yang berada di samping Vivian pun langsung memecah keheningan
"Vi, apa yang terjadi di sini..?" Tanya Mahendra dengan tenang
Vivian yang baru pertama kali melihat ayah nya pun sedikit tertegun dan ternyata ayah nya lebih tampan dan mempesona daripada yang terlihat di ponsel Friska saat itu
Saat setelah menenangkan diri nya dia pun langsung menghela nafas dan perihal gadis kecil yang memanggil nya kakak ini pun akan di tanyakan saat waktu nya telah tiba
Mahendra yang mendengar perkataan Vivian pun langsung mengerutkan keningnya dan menatap wanita paruh baya itu dengan tatapan yang jijik
“anda terlalu besar kepala hanya karena anda adalah adalah investor di universitas vonix dan memiliki suami yang bekerja di pihak kepolisian.." ucap Mahendra dengan dingin
Saat mendengar itu wanita itu pun langsung menatap ke arah Mahendra dan hendak marah namun belum sempat dia marah Mahendra pun langsung menarik tangan Putri nya
"Vi, ayo jangan biarkan orang orang Bodoh ini mengganggu kesehatan mental mu.." ucap Mahendra dengan dingin
"kau hei..!!" wanita paruh baya itu pun langsung berteriak dari ruangan yang sebelum nya
saat itu juga Mahendra pun sedang berjalan dengan tenang di jalan kelas dan dia berbicara kepada Vivian
"Vi, apa ayah perlu membeli universitas ini agar tidak ada lagi yang menggertak mu..?" tanya Mahendra dengan tenang kepada putri nya
"Ay...ayah apa kau tahu harga dari universitas ini..?," tanya Vivian dengan tanpa daya
Mahendra yang mendengar pun mengangkat bahu nya dan awal nya Vivian menghela nafas karena ayah nya tidak bisa membeli universitas Vonix
"apa ratusan juta, milyaran, atau triliunan..?" tanya Mahendra yang berhasil membuat Vivian terdiam
"Ya, ayah sangat hebat bisa membeli apapun, kakak Vivian apa kau mau ayah membeli sekolahmu ini..?" tanya Nana yang berada di gendongan Mahendra
Vivian yang kembali sadar kepada gadis kecil itu pun langsung menatap ayah nya dengan tatapan yang penuh tanya, Mahendra yang melihat tatapan putri nya itu pun tersenyum dan mengelus kepala Nana dengan lembut
"Nana sudah ayah jadikan anak angkat, di jual oleh orang tua nya kepada berbagai orang dan setelah itu dia bertemu dengan ayah dalam insiden kecelakaan sebelumnya.." ucap Mahendra yang mempersingkat cerita
saat mendengar itu Vivian pun merasa terenyuh, walaupun saat kecil dia tidak memiliki ayah dan baru beberapa saat yang lalu muncul kembali namun ibu nya sama sekali tidak pernah membuat mereka serba kekurangan dan hidup penuh dengan kasih sayang dari sang ibu
"Oh ya, Ayah aku tidak bisa menerima Showroom super yang ayah belikan untuk ku itu.." ucap Vivian dengan dengan lembut
saat mendengar itu Mahendra pun langsung melirik ke arah putri nya dan kemudian dia pun mendekat dan mengelus rambut gadis itu
"Apa gadis ayah ini marah kepada ayah karena tidak ada di samping kalian selama ini, sehingga putri ayah ini tidak ingin menerima hadiah dari ayah..?," Tanya Mahendra dengan lembut
saat mendengar itu Vivian pun langsung menjadi panik, jujur saja setelah bertemu dengan ayah nya entah kenapa keluhan yang berada di dalam hati nya semua nya menghilang
"ayah tidak seperti itu, aku hanya tidak bisa menerima nya karena harganya yang sangat luar biasa..." ucap Vivian dengan cepat
Mahendra yang mendengar itu pun langsung tersenyum dengan, lembut dan kemudian berbalik dan berjalan lagi
"Vi, itu hanya empat puluh lima miliar dan sama sekali tidak banyak untuk ayah mu ini.." ucap Darius dengan lembut
saat mendengar apa yang dikatakan oleh sang ayah tiba tiba wajah Vivian pun langsung menjadi lemah karena dia tahu bahwa ayah nya memiliki uang begitu besar walaupun tidak tahu sebesar apa, tapi menurut Friska yang sering bercerita dengan nya bahwa uang ayah nya lebih dari triliunan, sungguh orang yang sangat kaya