Zhou Tian, remaja berusia 12 tahun harus mengalami nasib naas saat dia terlahir sebagai seorang iblis, yang sejak kecil telah diperbudak oleh manusia.
Tidak tahu siapa kedua orangtuanya, Zhou Tian sejak kecil menjalani hidup penuh penderitaan sebagai seorang budak.
Suatu hari setelah dipukuli oleh tiga putra manusia yang telah memperbudak dirinya sedari kecil, Zhou Tian yang telah kehilangan kesadaran dibuang di tengah hutan siluman.
Tepat di siang hari di tengah cuaca panas, tubuh Zhou Tian yang tak berdaya tersambar petir tanpa wujud, dan karena sambaran petir itulah dia mendapatkan kekuatan sistem yang akan merubah takdir hidupnya.
Mampukah Zhou Tian merubah takdirnya yang selama ini hanyalah budak manusia? Dan mampukah dia mengungkap identitas kedua orangtuanya?
Ikuti kisah Novel ini sampai tamat untuk mendapatkan jawabannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menerobos Ranah Mortal
Begitu sampai di hutan siluman tepatnya di tempat yang kini terlihat tak ubahnya seperti sebuah desa kecil, pada saat ini Zhou Tian sedang melakukan penghitungan jumlah budak yang berhasil diselamatkan.
Senyum cerah terlihat di wajahnya begitu selesai melakukan penghitungan. “Jumlah mereka semua lebih dari cukup untuk memenuhi persyaratan misi sistem.”
Ada lebih dari lima ratus budak berhasil di selamatkan, dan jumlah itu jauh melampaui persyaratan misi sistem.
“Bangunan rumah sudah banyak berdiri, dan dalam beberapa hari ke depan mungkin akan genap menjadi seratus bangunan. Begitu sistem selesai dengan peningkatannya, aku yakin seluruh persyaratan misi telah terselesaikan.”
Setelah berbicara sendiri tanpa sepengetahuan orang lain, Zhou Tian pergi ke tempat yang lainnya. “Kakak Lin, sepertinya aku masih membutuhkan bantuan kakak untuk menempatkan mereka di rumah-rumah yang belum ada penghuninya!”
Dengan jumlah penghuni yang semakin banyak, setidaknya dibutuhkan banyak rumah untuk tempat tinggal, dan besok pembangunan besar-besaran akan kembali di lakukan.
Untuk hari ini, mereka yang baru saja sampai diberikan waktu lebih untuk beristirahat, sebelum di keesokan harinya mereka bergabung dengan yang lainnya untuk pembangunan tempat tinggal baru.
“Semakin banyak penghuni tempat ini, semakin besar kemungkinan keberadaan kita di tempat ini diketahui oleh mereka yang tak menyukai keberadaan ras iblis,” ungkap Zhou Tian dengan rasa khawatir.
Zhu Ying yang masih berada di dekat Zhou Tian, dia dapat memahami kekhawatiran Zhou Tian.
“Kita hanya perlu terus tumbuh semakin kuat. Dengan semakin kuatnya kita, kecil kemungkinan ada yang berani mengusik keberadaan kita di tempat ini,” ucap Zhu Ying.
Mendengarnya, Zhou Tian menganggukkan kepala. “Kakak benar, kita harus menjadi semakin kuat, dan kita tunjukkan pada mereka kalau ras iblis tidak lemah!”
Ras iblis sebenarnya tidak lemah, bahkan dalam kultivasi kualitas tubuh yang dimiliki ras iblis jauh lebih baik dibandingkan milik ras lainnya.
Kalau saja tidak terus-terusan diperbudak ras lain dan mendapatkan sumberdaya berharga, dalam satu juta tahun ras iblis bisa kembali ras terkuat di Alam Fana. Namun, untuk kembali berjaya seperti di masa lalu, ras iblis membutuhkan banyak keajaiban karena saat ini ras iblis tak memiliki sosok Dewa tertinggi, berbeda dengan ras lain yang bahkan memiliki lebih dari satu Dewa tertinggi.
Dengan memiliki Dewa tertinggi, sosok itu dapat melindungi keberadaan ras nya. Sebaliknya, jika tidak memiliki sosok Dewa tertinggi, suatu ras bisa diperbudak ras lain, seperti yang terjadi pada ras iblis.
“Adik, sebentar lagi pagi, sebaiknya kamu segera istirahat!” ucap Zhu Ying sembari melihat wajah Zhou Tian yang jelas terlihat sangat kelelahan.
Zhou Tian hanya mengangguk, lalu dia segera pergi ke rumahnya.
Di sepanjang jalan menuju rumahnya, Zhou Tian meyakinkan dirinya untuk segera meningkatkan kekuatan dengan menerobos ke ranah yang lebih tinggi.
Semakin kuat dirinya, semakin besar kemungkinan dia bisa melindungi mereka yang pantas untuk dilindungi.
“Untuk beberapa hari ke depan aku akan mencoba menerobos ranah Mortal!” ucapnya sangat bersemangat.
...----------------...
Hari-hari berlalu dengan cepat di hutan siluman.
Tempat yang semula merupakan tanah kosong, sekarang telah berdiri lebih dari seratus bangunan di tanah ini, dan terdapat benteng kokoh dari kayu yang mengelilingi seluruh bangunan. Dengan masing-masing sisi benteng dijaga sepuluh orang dari ras iblis dengan kekuatan rata di ranah Alam Raja tingkat Puncak, kekuatan tempat ini jauh melampaui kekuatan beberapa kota di sekitaran hutan siluman.
Selain mereka yang berjaga diatas benteng kayu, masih ada dua ratus orang lainnya yang memiliki kekuatan di ranah Alam Raja, bahkan ada belasan orang yang telah mencapai Alam Kaisar tingkat Awal sampai tingkat Puncak.
Perkembangan yang sangat mengerikan, dan semua itu mereka dapatkan dengan cara berkultivasi sambil menyerap manfaat kristal inti kehidupan siluman.
Namun, semakin tinggi ranah kultivasi mereka, semakin lambat peningkatan kekuatan mereka.
Pagi ini saat semua orang mulai beraktivitas bahkan sudah ada yang membuka lahan perkebunan di luar desa tapi masih berada di dekat benteng, tiba-tiba semua orang tanpa terkecuali, mereka merasakan aura kuat yang begitu agung dari rumah terbesar di desa yang selama beberapa hari ini tertutup rapat.
Merasakan aura yang sebelumnya tak pernah mereka rasakan, semua orang mulai menebak kalau sosok di dalam rumah akan menerobos ke ranah baru, ranah yang tidak pernah terpikirkan oleh mereka semua kalau ada sosok dari ras iblis yang dapat mencapai ranah itu.
“Swush... Swush... Swush...”
Lima sosok muncul di halaman rumah asal dari aura yang tak seorangpun dari mereka pernah merasakannya. Rumah itu adalah milik Zhou Tian, sedangkan lima sosok yang muncul adalah Zhu Ying, Zhou Lin, Zhu Rong, Zhou Gang, dan Zhu Ning.
“Kakak Ying, apa mungkin adik Tian akan menerobos ranah itu?” tanya Zhu Ning pada Zhu Ying.
“Dari apa yang kita rasakan, kemungkinan dia memang akan menerobos ranah itu,” jawab Zhu Ying.
Mendengar jawaban Zhu Ying empat orang lainnya tersenyum bersamaan.
“Kalau adik Tian berhasil menerobos ranah itu, kita punya kesempatan membebaskan seluruh budak di Kota Teratai Emas yang berasal dari ras iblis,” ungkap Zhou Lin yang dalam dua hari terakhir telah banyak mengumpulkan informasi tentang Kota Teratai Emas, termasuk kekuatan yang dimiliki Kota itu.
“Ditambah dengan kekuatan yang kita miliki, bukan sesuatu yang sulit melakukan itu semua, tapi setelah melakukan itu di Kota Teratai Emas, aku yakin ancaman dari luar akan segera sampai di tempat ini, yang artinya kita akan mengalami peperangan besar melawan kekuatan ras manusia yang tidak menginginkan kebangkitan ras iblis!” ungkap Zhu Ying.
“Sebelum hari itu datang, aku yakin kita sudah memiliki kekuatan besar untuk melawan balik mereka!” ucap Zhou Lin.
Saat mereka masih terus membicarakan kemungkinan yang terjadi di masa depan, mereka dipaksa tunduk oleh aura kuat yang sangat menindas dan begitu agung.
Dalam keadaan berlutut sorot mata kelimanya dipenuhi dengan cahaya harapan akan kebangkitan ras iblis setelah sekian lama diperbudak ras lain.
Mereka tahu Zhou Tian baru saja menerobos ranah Mortal, tapi aura yang mereka rasakan bukanlah aura seseorang yang baru saja menerobos ranah Mortal.
“Aura yang begitu tenang tapi dipenuhi penindasan dan keagungan. Sepertinya selain mendapatkan terobosan adik Tian juga telah menyempurnakan pondasi kekuatannya,” ucap Zhu Ying yang dengan mudahnya kembali berdiri tegak setelah menyelimuti tubuhnya dengan aura miliknya.
Merasakan aura Zhu Ying, empat orang lainnya baru tahu kalau kekuatan Zhu Ying sudah berada di tingkat Sempurna ranah Alam Kaisar, dan mungkin tak lama lagi dia dapat menerobos ranah Mortal.
‘Kekuatan mereka berdua sangatlah mengejutkan. Entah kenapa aku merasa pencapaian mereka di masa depan bukanlah sesuatu yang dapat aku bayangkan,’ ucap Zhou Lin dalam hati.
“Swush...”
Pintu rumah Zhou Tian terbuka bersama dengan menghilangnya aura kuat yang semula dirasakan semua orang. Dengan menghilangnya aura itu, semua orang kembali dapat bergerak bebas termasuk Zhou Lin Dan tiga orang lainnya.
Kembali bangkit berdiri, mereka segera mengarahkan pandangan ke arah pintu yang terbuka, menanti siapa yang akan keluar dari dalam rumah.
Dari dalam rumah muncul seekor rubah putih dengan empat ekor yang selama beberapa hari ini terus mendampingi tuannya, dan tepat di belakang rubah ekor empat sosok Zhou Tian terlihat melangkahkan kakinya keluar rumah.
Langkah kakinya begitu tegas, dan senyuman terlihat di wajahnya saat dia melihat keberadaan Zhu Ying dan yang lainnya.
Tak banyak yang berubah dari penampilan Zhou Tian setelah menerobos ranah Mortal. Akan tetapi, sekarang dia memiliki aura agung yang hanya dapat dimiliki oleh mereka yang telah berhasil menerobos ranah Mortal.
“Sepertinya terobosan yang aku dapatkan telah membuat kehebohan,” ucap Zhou Tian sembari mengarahkan pandangan pada Zhu Ying dan empat orang lainnya, lalu dia mengarahkan pandangan ke arah orang-orang yang berbondong-bondong pergi ke tempatnya.
Melihat apa yang dilihat Zhou Tian, Zhu Ying dan empat orang lainnya segera berpindah ke belakang Zhou Tian.
Semua orang telah menetapkan mereka berlima sebagai wakil pemimpin, dan sudah seharusnya mereka mengambil tempat di dekat Zhou Tian.
Orang-orang yang baru datang memberi penghormatan pada Zhou Tian dan lima orang lainnya dengan cara menundukkan kepala sesaat lalu mereka kembali berdiri tegak.
Zhou Tian tersenyum tipis melihat semua orang memahami keinginannya untuk tidak berlutut padanya.
“Karena kalian telah datang, aku akan menunjukkan sesuatu pada kalian,” ucap Zhou Tian bersamaan dengan terdengarnya suara di kepalanya.
...----------------...
Bersambung.