Roxy pria yang nyaris sempurna. Tampan, berkarisma, berbadan atletis dan kaya raya. Semua ada dalam genggaman nya. Tak ada satupun wanita yang bisa menolak pesona seorang Roxy.
Hanya satu hal yang tidak ia punya, ketertarikan pada wanita. Selebriti, model, pemain bahkan seluruh wanita sudah pernah ia coba, namun tak kunjung membuatnya tertarik. Lebih tepatnya membuat juniornya berdiri.
Dan suatu ketika, segalanya berubah. Roxy terpikat pada sosok wanita berjilbab yang ia temui saat sang sopir menjalankan kewajibannya di masjid Jamal.
Wanita yang membuat debaran di dada Roxy meningkat tajam,membuat tubuhnya tak mampu bergerak sesuai kehendaknya. Membuat akalnya tak bekerja.
Namun, kenyataan memukul keras wajahnya. Wanita itu sudah bersuami.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danie A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 21
Siang ini setelah menemani Agya berbelanja, Alfa bermaksud untuk pulang ke kontrakan. Uang nya sudah habis hanya untuk menyenangkan Agya. Saat ini jalan satu-satunya, hanyalah pulang.
"Mas Alfa mau pulang ke rumah Ayla?" Tanya Agya cemberut sembari berdiri diambang pintu kamar. Tak rela jika Alfa kembali pada Ayla.
"Iya, Gy. Mas mau ketemu sama Uwais. Dia pasti kangen." Jawab Alfa tanpa menoleh, dan memasukkan baju kotor nya kedalam tas, agar nanti begitu sampai di kontrakan bisa Ayla cuci.
Agya mendessaah berat. Alfa menoleh padanya.
"Kenapa, Gy?"
"Aku hanya cemas, jika mas berhubungan intim dengan Ayla nanti?" Ungkap Agya gundah.
Alfa memangkas jarak, menangkup wajah Agya agar menatap wajahnya.
"Enggak akan. Mas janji. Lagi pula, mas sudah mentalaknya. Haram bagi mas untuk menyentuh Ayla, walau ada kesempatan buat kami rujuk. Percaya sama mas." Terang Alfa menyakinkan, perlahan mengecup bibir Agya.
Gadis itu membalas kecupan dari Alfa, dan kecupan ringan itu berubah menjadi ciuman penuh nafsu. Keduanya gelap, tak mampu menahan hasrat dalam diri, hingga berakhir di atas ranjang sampai sore menjelang.
Alfa bangun berjalan dengan sangat hati-hati agar tak membangunkan Agya yang sudah kelelahan. Alfa pun membawa motornya kembali ke kontrakannya bersama Ayla. Sebelum itu, untuk menutupi rasa bersalahnya pada Uwais, Alfa menyempatkan diri membeli mobil-mobilan murah seharga 50rb agar anaknya senang.
"Uwais pasti senang, ini adalah mainan termahal yang pernah aku berikan untuknya." Gumam Alfa bangga dan senang, teringat selama ini sekalipun bahkan, Alfa tak pernah membelikan Uwais mainan. Ia terlalu ibuk memberi Agya kesenangan hingga lupa pada anaknya.
Setelah memarkirkan motornya di garasi samping rumah, Alfa masuk melalui pintu samping depan garasi. Tak seperti biasa, rumah itu kosong.
"Kemana Ayla dan Uwais? Ini libur, nggak mungkin Ayla berjualan." Gumam Alfa pada dirinya sendiri melongok pada setiap sudut rumah kecuali ruang tamu.
Alfa meletakkan mainan dalam kantong plastik itu di atas meja makan. Lalu ia membersihkan diri di kamar mandi. Seusai membersihkan diri, Alfa membuat kopi lalu membawa cangkir kopi ke ruang depan untuk menonton tivi sembari menunggu Ayla dan Uwais pulang.
Langkah kaki Alfa terhenti di ambang pembatas ruang tengah dan ruang tamu. Matanya tertuju pada sebuket bunga besar yang teronggok di atas meja. Wanginya bahkan memenuhi ruangan itu.
Detak jantung Alfa semakin cepat, seluruh tubuhnya tiba-tiba seperti mendapat getaran yang luar biasa.
"Bunga dari siapa ini?" Gumam Alfa dengan jantung yang berdetak hebat tangannya yang gemetar terulur mengambil bunga itu.
"Ayla.... Apa dia... Membalas perselingkuhan ku dengan berselingkuh juga?"
Seketika tubuh Alfa menegang, marah, dan takut. Takut jika benar Ayla berselingkuh darinya. Marah karena merasa kecolongan, padahal Alfa sangat yakin jika Ayla wanita baik-baik yang akan menjaga dirinya dari hal yang di larang agama.
"Ayla.... Apa kau pergi dengan laki-laki... Aku baru saja menalakmu, Berani sekali kamu sudah pergi dengan laki-laki lain." Geram Alfa sangat marah terbakar cemburu.
Tiba-tiba terdengar suara desir mobil yang berhenti di halaman kontrakannya yang memang tak berpagar. Dengan penuh rasa penasaran, Alfa meletakan bunga dan kopi ke atas meja. Lalu mengintip dari balik gorden jendela samping pintu.
Mata Alfa melebar sempurna, mulutnya pun terbuka tak kalah lebar.
"Tuan Roxy...." Bisiknya tak percaya. "Ada hubungan apa Ayla dengan tuan Roxy?" Lanjutnya lagi dengan dada yang berdebar kencang.
Begitu memastikan Roxy pergi dan Ayla hendak masuk, Alfa dengan cepat membuka pintu lebar-lebar. Wajah Ayla yang terkejut melihat Alfa sudah kembali membuat suaminya itu yakin, jika memang Ayla dan Roxy memiliki hubungan yang tak biasa.
Sementara itu,
Roxy yang masih berada dalam mobil dari mengantar Ayla pulang mengulas senyum liciknya.
"Selamat menikmati keterkejutan mu, Alfa." Gumam Roxy. Karena sebelum kembali, Roxy sudah memastikan Alfa pulang.
"Jangan salahkan aku merebut Istrimu. Kau sendiri yang menggali lubang kuburan mu."
lanjut aah