NovelToon NovelToon
Terjerat Kontrak Pernikahan

Terjerat Kontrak Pernikahan

Status: tamat
Genre:CEO / Romansa / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:251k
Nilai: 4.9
Nama Author: bucin fi sabilillah

Kaina Chandrina terpaksa harus menikah dengan seorang CEO perusahaan besar. Ia harus menjadi tumbal akibat perbuatan orang tua, yang tega menukar dirinya dengan saham perusahaan.

Kini ia harus terjebak dalam sebuah pernikahan kontrak dengan Haikal Kusumanegara, CEO yang begitu berkuasa dan juga kejam.

Keluar dari kandang singa, masuk ke kandang harimau. Bagitulah ungkapan kata yang cocok untuk gadis malang itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bucin fi sabilillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membawanya Kembali

Kaina berjalan terseok keluar dari gedung. Berusaha untuk segera bpergi dengan sisa tenaga yang ia miliki.

Semua orang memandangnya penuh tanda tanya, melihat penampilan Kaina yang lusuh dan juga berantakan keluar dari gedung apartemen mewah itu.

Ia segera pergi dan menyusuri sepanjang jalan sambil mengusap air matanya yang terus menetes.

Hanya ada satu tempat yang bisa ia kunjungi, yaitu makam Kiara. Cukup jauh jarak yang harus ditempuh hingga sampai ke tempat pemakaman umum, dimana sang ibunda telah disemayamkan.

Hiks, bunda. Jemput aku! Aku sudah tidak tahan menghadapi ini semua. Dunia begitu kejam untukku!. Batinnya

Sebentar ia berjalan dan sesekali ia juga berhenti untuk beristirahat. Kakinya semakin gemetaran, merasa tidak sanggup untuk melanjutkan perjalanan kali ini.

Tidak ada orang baik di dunia ini. Bahkan ayah pun menjualku kepada mereka. Batin Kaina bersandar di sebuah dinding pagar rumah orang.

Perlahan tubuhnya semakin terasa lemas, tidak tidur semalaman di tambah dengan perut kosong yang belum terisi apapun sedari kemarin malam.

Aku merasa tidak kuat lagi, tapi tidak ada yang aku bawa. Apa yang harus aku lakukan?. Batinnya.

Ia berjalan sambil memegangi apapun yang bisa menopang tubuhnya. Lebih dari setengah jam ia berusaha untuk berjalan, hingga kakinya berhenti di sebuah makam yang terlihat bersih dan penuh dengan bunga.

Terlihat di sana bertuliskan Kiara Chandrina yang meninggal 14 tahun yang lalu.

Kaina langsung terduduk lemas dan memeluk makam itu dengan lelehan air mata yang semakin deras. Tidak ada satu katapun yang terucap dari bibir kecilnya.

Bunda, aku datang. Aku sudah sangat tidak kuat lagi kali ini. Aku pasrah dengan apa yang terjadi denganku setelah ini. Batinnya

Tanpa terasa ia tidak sadarkan diri masih dengan memeluk gundukan tanah itu. Terik matahari yang begitu panas tidak ia hiraukan, sebab setiap kali berada di sini, ia merasa begitu tenang apalagi bercerita di hadapan sang ibunda.

Sementara di perusahaan, Haikal mengernyit ketika melihat berkas-berkas yang sudah dikumpulkan oleh Along. Masih banyak lagi penderitaan yang ditanggung oleh gadis itu.

Haikal mengeraskan rahangnya, menahan emosi yang begitu membuncah membaca semua perlakuan keluarga Kaina yang semena-mena.

"Apa yang harus kita lakukan? Saya sudah berjanji untuk tidak menimbukan masalah lagi,," ucap Haikal.

"Saya pikir, dengan mengancam mereka sepertinya cukup, Tuan. Tapi, harus anda yang turun tangan langsung," ucap Along.

"Saya yang memberikan mereka peringatan langsung? Itu sudah jelas membuat mereka takut dan menuruti semua perkataan Saya," ucap Haikal malas.

"Nanti akan saya coba, Tuan. Hmm, Nyonya besar baru saja menelfon dan menunggu anda di apartemen sekarang juga," ucap Along.

Haikal terperanjat dengan mata yang melotot tajam. Ia segera pergi keluar dari ruangan dan memilih untuk segera pulang ke apartemen.

Bayangan Kaina berada dalam bahaya mulai menghantuinya. "Cepat ke apartemen sekarang!" peliknya dengan tidak sabar kepada sang supir.

Jantung pria tampan itu berdetak kencang. Membayangkan jika Kaina di usir oleh sang ibunda, apalagi jika gadis itu mendapatkan kekerasan yang mungkin lebih kejam dari sebelumnya.

Tak berapa lama, Haikal tiba di loby gedung apartemen. Ia segera naik ke atas dengan tergesa-gesa menuju unit yang ia tempati.

Brak!

Haikal membanting pintu dan menatap Ibu dan Adiknya tengah bersantai di depan televisi.

"Akhirnya kamu pulang juga, Mas!" Ucap Meidina mendelik.

Haikal tidak menghiraukan mereka dan langsung mencari keberadaan Kaina.

Kamar, dapur hingga kamar mandi tidak luput dari pencarian pria tampan itu.

"Gadis itu sudah pergi!" ucap Muzi menatap Haikal dengan malas.

"Apa Mommy mengusirnya?" tanya Haikal dengan wajah yang penuh amarah.

"Dia yang memilih untuk pergi sendiri. Kenapa kamu menikahi perempuan yang seperti itu? Dia sangat tidak pantas untuk masuk dan bergabung dengan keluarga kita!" ucap Muzi ketus.

"Karena dia lebih berharga dari apapun! Jika aku tau kalau Mommy mengusir dia, semua kartu kredit kalian akan aku bekukan!" ucap Haikal tegas.

Ia berjalan keluar dan memilih untuk mencari keberadaan Kaina yang entah dimana sekarang.

"Haikal! Haikal berhenti!" ucap Muzi memanggil.

Namun pria tampan itu tidak mengindahkan panggilan sang ibu. Rasa khawatirnya lebih besar kepada Kaina. Mengingat, gadis itu masih kelelahan melayaninya semalam suntuk.

"Ck, dimana kau gadis kecil?" ucap Haikal menaiki mobil dan mencari keberadaan Kaina.

"Along, Kaina pergi! Cepat kerahkan orang untuk mencari keberadaan gadis itu!" ucap Haikal tegas dan mematikan panggilan.

"Jalan dengan perlahan, Pak!" ucap Haikal menatap jalanan dengan teliti.

Ia takut jika melewatkan keberadaan Kaina nantinya. Rasa khawatir begitu menyeruak, dan membuat Haikal kesal dengan sang ibu dan adiknya.

"Kau dimana gadis kecil?" ucap Haikal cemas.

Ia masih menatap jalanan tanpa tau kemana harus mencari keberadaan Kaina. Berulang kali ia menelfon Along, berharap bisa mendapatkan kabar baik dari bawahannya.

Belum lagi aku mengajaknya kerumah utama, tapi Mommy sudah lebih dulu bertemu dengan gadis itu. Ah, dimana dia akan aku sembunyikan setelah ini. Batin Haikal.

Hingga sore menjelang, Haikal masih saja mencari keberadaan Kaina dan melupakan makan siangnya.

Ia semakin merasa emosi dengan apa yang telah diperbuat oleh ibu dan adiknya. Bahkan sesekali ia mengumpat kesal dengan keadaan saat ini.

"Ke rumah gadis itu, Pak!" ucap Haikal dengan emosi.

"Baik, Tuan!" ucap Supir pribadi itu dengan sigap.

Semoga kau ada di sana, gadis kecil. Batin Haikal yang sudah hilang akal.

Mobil segera mengarah ke kediaman Leo. Dengan rasa tidak sabar, ingin memaki semua orang yang menghambat perjalanannya.

Hingga mobil berhenti di depan gerbang rumah mewah itu. Haikal langsung saja turun namun dering ponsel menghentikan langkahnya.

"Saya menemukan Nyonya, Tuan!" ucap Along.

Haikal bernafas lega, ia kembali memasuki mobil dan menuju lokasi dimana Kaina berada.

Di kuburan? Dia berada di kuburan saat ini. Ah, semoga kau baik-baik saja. Batin Haikal.

Hingga mobil tiba di tempat pemakaman umum itu. Ia melihat Along berdiri bersama dengan beberapa orang lainnya.

"Dimana dia, Long?" tanya Haikal tidak sabar.

"Maaf, Tuan. Nyonya berada di sana, dari tadi saya hanya melihat jika nyonya menangis dan saya tidak berani untuk mengganggunya," ucap Along menunjuk dimana Kaina berada.

Haikal menatap iba sang istri yang masih duduk sambil memeluk kakinya. Rambut yang berantakan dan baju yang sudah kumuh, ia terlihat seperti gelandangan.

"Siapkan mobil dan minta Rasya untuk menunggu di IGD. Aku akan membawanya ke sana, dan berangkat ke kotak B untuk menenangkannya gadis ini," ucap Haikal berjalan mendekat ke arah Kaina.

Along mengangguk dan menjalankan apa yang diperintahkan oleh Haikal.

Perlahan pria tampan itu berjalan mendekati Kaina. Isak tangis lirih mulai terdengar ditelinganya. Haikal merasa teriris, baru kali ini ia begitu menaruh simpati kepada orang, selain keluarganya.

"Kaina?" panggilnya lembut sambil menyentuh bahu Kaina.

Gadis itu hanya terdiam tanpa merespon panggilan Haikal. Sehingga membuat pria tampan itu langsung menggendongnya dan membuat Kaina terkejut.

"Lepaskan saya!" ucap Kaina begitu lirih.

Haikal tidak menghiraukannya. Ia masih berjalan menuju mobil dengan tergesa-gesa.

"Turunkan saya! Hiks, Bunda tolong aku," ucap Kaina lirih dengan air mata yang menetes.

Haikal mendudukkan Kaina dan memeluk gadis itu sembali memakaikannya Jas.

"Aku di sini, Sayang! Tenanglah!" ucap Haikal mengelus punggung Kaina.

"Hiks, lepaskan saya! Jangan bawa saya, Tuan. Saya mau ikut bunda saja!" ucap Kaina semakin lirih.

Haikal memberikan gadis itu air minum, namun Kaina menolak dan malah hampir saja menjatuhkannya.

Haikal hanya terdiam dan memeluk gadis itu, walaupun Kaina berusaha untuk melawan.

Tak lama, mobil segera tiba di lobby rumah sakit. Rasya terlihat sudah menunggu dengan cemas di depan pintu IGD.

"Kau apakan lagi gadis ini, ha? Baru lebih satu minggu kau menikah dengannya, sudah tiga kali dia masuk ke rumah sakit!" ucap Rasya marah dan ia segera memberikan penanganan kepada Kaina tanpa mendengar ucapan Haikal.

1
Linda Liddia
Ini kok gak dilanjut lg ceritanya kk..
Sayang bgt lho gak dilanjutin mana ceritanya bagus bgt..
Ayo kk semangat buat lanjutin lg ceritanya
Linda Liddia
Ya mati aja lo selena emang org kayak lo pantasnya mati aja gak ada gunanya org berhati busuk & jahat utk hidup lebih baik mati aja
Linda Liddia
Udah tau bokap lo mau dibunuh sama emak tiri lo bukan lo ajak bokap lo tinggal bareng buat keamanan bokap lo kaina katanya lo pinter
Hari Saktiawan
ini cerita nya bersambung ya
Adel Sahara
👍
Ana Natalia
lanjut baca.❤️
🎤K_Fris🎧: Hai kak, terimakasih sudah mampir ya🥰🥰
semoga suka😚
total 1 replies
Derma S
Luar biasa
🎤K_Fris🎧: terimakasih sudah mampir kakak😍
total 1 replies
kagome
gini klo punya suami sengklek🤣🤣🤣
b
Kecewa
🎤K_Fris🎧: ditinggal aja kak!! gak usah kasih rate rendah kalau jelek!! kakak kalau bikin krya belum tentu bagus juga😌
total 1 replies
b
Buruk
🎤K_Fris🎧: semoga nama kak di kabulkan allah ya, 'Ain
total 1 replies
Alifah Azzahra💙💙
Ayo semangat 💪💪 Kaina
Alifah Azzahra💙💙
Kayaknya tingkat kebucinan sudah mulai muncul nihh 🤣🤣🤣
Alifah Azzahra💙💙
Kita lihat sja nanti tuan arrogant siapa yang akan bucin duluan 🤣🤣
Alifah Azzahra💙💙
Izin hadir yah Thor 🥰
🎤K_Fris🎧: semangat baca ya kak😍
total 1 replies
𝓐𝔂⃝❥🍁●⑅⃝ᷟ◌ͩṠᷦụᷴfᷞi ⍣⃝కꫝ🎸❣️
Kenapa harus ke rumah utama lagi adeh, bukan ngak tahu sana ibu n adekmu memusuhi kaina jadi apa2 gmna haikal.
𝓐𝔂⃝❥🍁●⑅⃝ᷟ◌ͩṠᷦụᷴfᷞi ⍣⃝కꫝ🎸❣️
dengar kaina akhirnya haikal mengucapkan apa yg bermain difikiranmu, skg kau lah yang haikal cinta bukan "DIA"
𝓐𝔂⃝❥🍁●⑅⃝ᷟ◌ͩṠᷦụᷴfᷞi ⍣⃝కꫝ🎸❣️
kaina harus pandai bela diri dan jgn lemah harus kuat biarr ngak ada yg menindas lagi.
𝓐𝔂⃝❥🍁●⑅⃝ᷟ◌ͩṠᷦụᷴfᷞi ⍣⃝కꫝ🎸❣️
ku kira mertuanya baik ternyata 11/12 dgn ibu tirinya huh haikal liatlah kelakuan ibumu kasian kaina.
𝓐𝔂⃝❥🍁●⑅⃝ᷟ◌ͩṠᷦụᷴfᷞi ⍣⃝కꫝ🎸❣️
orang sabar lama2 jeenuh juga diancam gitu, kaina terlalu polos wkwk dikerjain tuan, semoga mertua dia baik yaa haish khawatir aku.
🎤K_Fris🎧: semangat baca kakak😍😍😍😍
total 1 replies
𝓐𝔂⃝❥🍁●⑅⃝ᷟ◌ͩṠᷦụᷴfᷞi ⍣⃝కꫝ🎸❣️
awas saja kau sisca berani buat berani tanggung ntar hurmm.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!