Araya seorang gadis cantik terpaksa menikahi seorang Ceo buta dan Arrogant yang terkenal sangat dingin dan angkuh.
Akan kah Araya bertahan dengan sikap Evan yang sangat buruk?
yuk simak novel author 🤗🤗
Maaf yah novel ini terpaksa tamat karena masalah tapi kalau kalian suka, aku bakal lanjut cerita ini di akun yang berbeda. Yuk mampir ke novel author yang lain nya. Cari aja Author SENJA atau judul novel baru author "Dinikahi Ketua Geng Motor" jangan lupa like komen yahh😌
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 21
"Yaa aku memang bodoh! Bodoh karena ingin menikah dengan pria arrogant seperti anda! Bodoh karena setuju tinggal di mansion yang mirip dengan mansion hantu!" ucap Araya menepis tangan Evan.
"Mengapa tidak bercerai saja" kata Evan dengan santai membuat Araya seketika bungkam.
Entah mengapa saat Evan mengatakan ini, hati Araya seakan di tusuk ribuan tombak yang runcing. Araya bungkam dengan mata yang berkaca-kaca menatap Evan.
Evan yang Arrogant pergi begitu saja tanpa peduli pada Araya namun suara Araya menghentikan langkah Evan.
Araya menghampiri Evan dan mendongak dengan angkuh di hadapan Evan. "Aku tidak ingin bercerai" Araya berbicara dengan lantang. "Faham" dengan berani Araya meninju kecil dada Evan dan berlalu pergi meninggalkan Evan yang diam menatap kepergian Araya.
Entah mengapa seketika ada perasaan aneh pada diri Evan saat Araya berkata dengan lantang tidak ingin bercerai dengan nya. "Gadis bodoh" gumam Evan sembari mengelus dada yang tadi di tinju oleh Araya.
Rasa nya baru saja Araya merasakan bagaimana rasa nya jatuh cinta namun dengan santai nya Evan menghancurkan rasa yang baru saja tumbuh di hati Araya.
Araya berlari menaiki anak tangga menuju kamar nya dengan air mata yang terus mengalir deras.
Bruukk..
"Tuan Muda"
Araya yang masih berada di anak tangga menoleh dengan cepat saat mendengar semua orang berteriak.
Araya kembali menuruni anak tangga lalu menghampiri Evan yang sedang di angkat oleh June dan di bantu oleh beberapa pengawal.
June mengantar Evan kembali ke dalam kamar nya. "Maaf Nona, penyakit Tuan Muda sedang kambuh. Lebih baik anda kembali ke kamar saja". June berdiri di ambang pintu, menahan Araya untuk masuk.
"Tidak! Aku ingin melihat nya terlebih dahulu, biar kan aku masuk" Araya ingin menerobos masuk namun tubuh nya yang kecil tidak mampu mengalahkan pertahanan June.
"Maaf Nona, anda tidak bisa masuk" June melirik asisten Araya dan Lili yang mengerti kode dari June dengan cepat menghampiri Araya.
"Nona, mari kita kembali ke kamar" Lili menarik pergelangan tangan Araya.
"Tapi.." Araya tanpak tidak ingin pergi tapi mau tidak mau Araya harus pergi dan mengikuti langkah Lili.
*****
Pagi pun berganti senja, setelah kejadian tadi entah mengapa perasaan Araya menjadi tidak tenang karena terus memikirkan Evan.
Araya yang sedang berdiri di balkon kamar dengan pandangan mata nya yang terus melihat jendela kamar Evan yang sangat gelap.
"Nona"
Araya yang merasa di panggil hanya menoleh melirik Lili sebentar lalu kembali fokus pada jendela kamar Evan.
"Nona, mulai malam ini anda akan tinggal di mansion utama bersama keluarga besar Tuan Muda" Araya yang tadi nya fokus menatap jendela kamar Evan pun sontak menoleh dengan melihat Lili dengan tatapan tidak suka.
"Buat apa aku kesana?" Araya menggeleng. "Aku tidak ingin ke sana" lanjut Araya.
"Tapi ini perintah dari Tuan Abraham, Nona" Lili menghampiri Araya. "Hanya satu minggu saja setelah Nona Vina kembali ke Prancis maka anda akan juga kembali ke mansion ini" Lili berusaha membujuk Araya.
Ini semua permintaan dari Vina Abraham yang menginginkan Evan dan Araya tinggal di mansion utama selama Vina berada di indonesia.
Bukan tanpa alasan Vina meminta mereka tinggal di mansion utama. Tuan Abraham juga setuju karena banyak orang yang manaruh simpati pada Evan.
Hanya Nyonya Lusy yang tidak setuju jika Araya dan Evan tinggal di mansion utama tapi karena merasa terpojokan akhir nya mau tidak mau Nyonya setuju.
Araya hanya diam tanpa ingin mengatakan apapun karena Araya tidak bisa menolak perintah dari Tuan Abraham.
.
.
ni udah lama gak up
hmm ngomong² tuh ank deg deg kn knp lg