NovelToon NovelToon
Suami Khayalan

Suami Khayalan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Fantasi / Romansa Fantasi
Popularitas:145.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Marimar

Kisah Jerry, Eza dan Nilo seorang wanita 21 tahun yang sangat suka sekali berdiam diri di Rumah dan memiliki ilusi yang sangat kuat.
Bahkan Nilo bisa menceritakan bagaimana rupa suaminya itu, bagaimana mereka menikah, bagaimana mereka melewati malam pertama dengan begitu detail. Namun itu semua hanyalah khayalan Nilo.

Nilo tersesat antara kehidupan nyata dan imajinasinya.

Akankah Nilo tersadar dan bagaimana Nilo menemukan cinta sejatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marimar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps. 21

Matahari bersinar terang dengan terik panas luarbiasa dapat di rasakan hanya dengan melihatnya dari dalam ruangan. Gara,Divine dan Ben tengah duduk bersama di sofa dalam ruangan bernuansa pastel pink, belum ada suara yang terdengar, namun tampak kepala mereka di penuhi oleh suatu hal yang sulit di uraikan.

“Apa Eza dan Nilo akan mengalami cerita cinta seperti kalian?” suara Ben memecahkan hening.

Gara dan Divine saling memandang, cuplikan cerita mereka terlintas dalam ingatan mereka masing-masing.

“Apa Nilo takut petir?”

“Apa Eza takut gelap?”

Gara dan Divine berbicara bersamaan, menyamakan pada keadaan mereka kala itu.

“Haha... kalian tidak perlu menanyakan hal receh seperti itu.” Ben menertawakan pertanyaan yang keluar dari Divine dan Gara.

Namun itulah awal mula kedekatan Gara dan Divine hingga bisa berbicara satu sama lain layaknya manusia.

Divine kembali diam, mencoba terus mencerna kondisi Jerry,Eza dan Nilo.

“Sebenarnya tidak sulit, jika mau mengalah.” suara Gara seraya menyeruput kopi hangat miliknya.

Namun kalimat terakhirnya itu lah yang sulit. Semua orang selalu ingin memperjuangkan cinta mereka.

Heh ucapan macam apa lagi itu. Batin Divine menolak ucapan Gara.

“Apa kau mengalah, saat aku ingin berpisah?” sinis Divine menanyai suaminya itu.

Apa! apa aku tertinggal suatu bagian yang penting. Telinga Ben membesar mendengar kalimat yang keluar dari Divine. Ben tidak mengetahui kejadian Tuannya yang hampir saja menjadi duda muda. Gara menyimpan rapat rahasia itu seorang diri demi harga dirinya.

Saat itu Ben hanya kebingungan karena tiba-tiba Gara menjadi ayah Divine, nyatanya saat itu Gara sedang mengalihkan kesedihan Divine dan berhenti untuk meminta berpisah darinya.

“Ah sayang, siang begini kau menggoda ku, ya sayang aku mencintaimu juga.” Gara mendekap Divine ke dalam tubuhnya sembari mengoyang-goyangkan tubuhnya bersama Divine.

Ben, pasti terkecoh, dia tidak mungkin mendengar jelas apa yang di ucapkan Divine. Gara ingin mengecoh Ben dengan kalimatnya membuat Ben bingung dengan 2 kalimat yang saling tidak berhubungan.

Gara yang sangat menjaga harga dirinya di depan Ben, tidak akan memberi celah pada Ben untuk menang.

Benar saja setelah mendengar kalimat Gara, Ben meragukan apa yang ia dengar.

“Apaan sih, siapa yang bilang mencintaimu?” kicau Divine dari dalam dekapan Gara.

Seketika Ben terbahak-bahak, akhirnya Ben mendapatkan kemenangannya setelah sekian lama selalu kalah di depan Tuannya itu.

“Aku pergi dulu, bye sayang Divi.” ucap Ben seraya berjalan keluar dari ruangan itu.

“Beeeeeen.... terus saja jika kau tidak ingin bekerja dengan ku lagi!” pekik Gara, kini ancaman Gara bukan perihal memotong gaji Ben lagi, namun langsung memgancam menjadikan Ben pengangguran.

Dengan sombongnya Ben tidak bergeming seolah tidak peduli pada ucapan Gara ia terus saja keluar dan menutup pintu kembali.

“Kau juga kenapa berkata begitu?” Gara menggesekkan hidungnya di pipi Divine gemas dengan istrinya itu.

“Lagian, kenapa sejak tadi kau tidak sedikit pun memposisikan dirimu pada posisi Jerry.” Divine mencubit hidung Gara.

Kenapa, kan aku bukan Jerry.

Sementara itu Ben melihat Jerry baru saja masuk ke dalam ruangannya.

Ben menimbang-nimbang apakah ia harus menemui Jerry atau tidak.

Sasya yang sejak tadi memperhatikan Ben tanpa sepengetahuan Ben.

Ah..ah.. apa dia melihatku, kenapa dia kemari, tarik napas sya, tenang, ah jantung dan paru-paru ku jangan lah kalian bertengkar sekarang. Syasa beradu dengan dirinya sendiri.

“Sya, tolong buatkan coffe latte, aku tunggu di sini.”

Seketika Sasya mangut, seakan tersihir dengan Ben, ia begitu saja langsung menuruti permintaan Pria yang ia sukai itu.

Setelah beberapa saat Sasya datang membawakan 1

gelas kopi di atas nampan kecil terlihat bahagia namun ada tanda tanya di wajahnya.

“Ben, tidak biasanya kau minum latte?” tanya Sasya yang mengetahui kopi yang Ben sukai dengan menyembunyikan debaran jantung di dalam dirinya.

“Ini untuk Jerry, terimakasih ya.” tutur Ben sopan pada Sasya sembari mengambil kopi di tangan Sasya dan berlalu menuju ruangan Jerry.

Ben mengetuk pintu ruangan Jerry lalu masuk walau belum ada suara jawaban dari dalam.

Terlihat Jerry sedang bersandar di kursinya dengan kepala menengadah ke atas.

“Aku membawakan kopi untuk mu, apa yang ingin kau lakukan sekarang?”

maksud Ben adalah perihal hubungan 2 orang sekawan mencintai 1 wanita.

Aku menyesal telah jatuh cinta, bahkan ini lebih buruk dari kisah cintaku di bangku sekolah, kali ini jauh lebih parah, dia merenggut semuanya dariku, kesucianku pun direnggutnya, lalu begitu saja meninggalkan ku.

kesal Jerry dalam hati meratapi nasibnya.

Ba**hkan saat itu dia pun sedang menstruasi, aarghh kenapa bisa aku menyukai wanita seperti itu.

Jerry memegang kepalanya yang terasa sudah ingin meledak.

“Jerry...apa kau mendengar ku?” panggil Ben.

Jerry tidak menyadari kehadiran Ben.

Oh, apakah aku mulai seperti udara lagi, ada namun tidak terlihat. Gumam Ben kesal.

Ada sepasang mata yang selalu melihatmu Ben, namun kau juga tidak pernah menganggap keberadaanya.

“Jerrryyyyyyy......” Ben berteriak keras. Hingga Jerry terperanjat dari kursinya.

“Ben apa yang kau lakukan, kenapa berteriak?" ketus Jerry geram dengan apa yang Ben lakukan.

“Aku sudah sejak tadi di sini, dan kau tidak melihat ku.” suara Ben tidak kalah tegas.

“Sudahlah, aku sudah tidak ingin berbicara dengan mu.” Suasana hati Ben berubah, ia menjadi kesal dan tidak ingin melanjutkan urusannya dengan Jerry. Ben keluar dari ruangan Jerry meninggalkan Jerry sendiri.

Sehari kemudian, Nilo jatuh sakit, suhu tubuhnya meningkat ke 38,5°c, tubuhnya terasa tidak enak,kepalanya berat dan matanya perih.

Saat mengangkat kepala, otak di dalam kepalanya terasa ikut bergerak hingga terasa sangat sakit.

Kini ia hanya berbaring di tempat tidur, setelah apa yang Eza lakukan kemarin terhadapnya, membuat Nilo tidak menyukai suaminya itu.

Eza menemaninya sepanjang hari di tempat tidur hanya main game di samping Nilo, saat Eza hendak memijat lembut kepala Nilo dan mencoba beberapa kali memeluk istrinya itu, Nilo selalu menjauhkan tangan Eza darinya.

“Jangan menyentuh ku.” ketus Nilo.

Eza memanglah romantis namun ia tak pandai dalam urusan rumah, beruntunglah dia orang ternama di Asia, dia bisa mendapatkan apa saja yang ia inginkan, apalagi hanya pengurus rumah tangga.

Sedangkan Nilo teringat ketika Jerry bersamanya saat dirinya sedang sakit, Jerry menyediakan makanan yang ia buat sendiri khusus untuknya, membuat teh hangat di campur dengan jahe agar Nilo merasa enakan, membereskan kamar tidur Nilo jika berantakan.

Nilo yakin saat itu yang bersamanya adalah Jerry.

Nilo menangis meratapi kondisinya saat ini, merasa kotor untuk melanjutkan hidupnya. Sungguh Nilo tak menyangka Khayalannya membawa dirinya pada keadaan seperti ini.

1
Yasmin Risno
cerita author bkin aku pusing......
olle
kak up nya jangan tersendat2 dong penasaran bgt sm ceritanya sy sih lebih like nilo jerry
Fabro Os
makasih kak dah up lagi....
Fabro Os
Evan kembar g, sih kak?
💜⃞⃟𝓛ㅤ ᴀʀᴜɴᴀ
ya Allah Thorrrrr
kangen banget aku Ama Nilo
penasaran aku gak ilang² lho Thor Ama novelmu ini
setiap up adaaaa aja misterinya😁
Jan lama² ya Thor up nya aku setia nunggu lho😚
Olle Riu Olle
penasaran happy ending nya thor, jangan lama2 dong up nya
Shalwa Sabil
lanjut thour
💜⃞⃟𝓛ㅤ ᴀʀᴜɴᴀ
ampun dah Thor...
kelakuan Evan... jadi suka akunya sama doi🤭
Jerry kemana Thor? kangen juga ama cerita si Deddy satu ini😁
Iniaku: Follback kak
total 1 replies
Shalwa Sabil
lanjut thour
Fabro Os
makasih kak dah up lagi.....
Irsa Arini
lha langsung aja tidak pakai trik dulu kamu evan
D'wie author
Waduh,siapa tuh cewek? Jgn khayalan jg kyk J dulu ya! Trs Gou itu siapa ya? Jgn2 anak Gara sama Divine.Hmmm...🤔
D'wie author
Eza, itu Nilo putrimu yg kau abaikan. Kau tak tahu Nilo hamil Krn perbuatanmu, dasar lelaki menyebalkan.
D'wie author
Kasian ya Jerry, hatinya mati sepeninggal Nilo. Tempo hr jg aq gk rela Nilo mati,kasian Jerry soalnya.
D'wie author
Baru tw kisah anak Nilo dilanjutin.😌
Nouna Jumie
🤣🤣🤣🤣 Evan berguru dlu sama papah mertua wkwwk
Gitaemutz
hahaha
Shalwa Sabil
waduh evan2..lanjut kak...penasaran kpn evan bisa nembus nilo...hhhh
Shalwa Sabil
lanjut thour
Marfuad Namlia
jangan d bikin pusah thoor nilo ama evan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!