Follow ig: ayasakaryn24
Season 1
Kisah seorang wanita yang selalu kehilangan orang-orang yang terkasih dalam hidupnya.
Saat ia mencoba memulai kehidupan barunya, ia pun dihadapkan dengan pilihan, bertahan atau melepaskan.
"Aku adalah kopi, yang selamanya akan menjadi kopi. Bukan segelas teh yang selalu digemarinya" Alea
"Maaf, aku tak bisa mencintaimu. Bukan tak ingin, namun ada amanah yang harus ku jaga" Alviro.
〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️
Season 2 ( Sentuh Hatiku 1)
Pernahkah anda mencintai seseorang yang usianya terpaut dari anda?
Aurelia Cassandra Dirgantara, gadis dengan sejuta warna mencintai Reyhan yang umurnya terpaut cukup jauh.
Kisah ini pun diwarnai dengan cinta segitiga, dimana Rasya yang merupakan saudara sekandung Reyhan juga menaruh hati pada Aurel.
〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️
Season 3 (Sentuh Hatiku 2)
Berharap lebih pada seseorang memanglah tidak terlalu baik. Apalagi harapan tersebut nyatanya tak sesuai dengan apa yang diimpikan.
Irene Dinanti, gadis yang dicampakkan oleh kekasihnya perkara salah berkirim pesan singkat. Tak hanya disitu saja, kesialan pun bertubi-tubi menimpanya di hari yang sama.
Namun pertemuannya dengan si tampan membuat gadis itu sedikit menemukan jalan keluar atas kesulitan yang menimpanya. Hingga akhirnya keduanya pun terjebak akan permainan mereka sendiri.
Siapakah si tampan itu?
Ikuti terus ya kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ririn Puspitasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 21
maafkan typo yang bertebaran dimana-mana🙏🙏🙏
happy reading 😊
.
.
.
Alea mondar-mandir sedari tadi menunggu kepulangan suaminya. dan sosok yang sedari tadi pun telah menunjukkan batang hidungnya.
Alea menyambut kepulangan suaminya itu.
"mas. ." ujar Alea sambil tersenyum.
namun Alviro mengacuhkan Alea dan kembali memasang wajah tanpa ekspresi.
berbeda dengan yang kemarin.
"mas. . ini tehnya diminum dulu" ujar Alea menyodorkan teh yang dibuatnya.
Alviro menepisnya dan. .
PRANGGG. . .
gelas teh tersebut pecah berserakan. .
"gak usah sok baik kamu" ujar Alviro sarkasme.
"apa maksud mas?" balas Alea
"ternyata selain sok baik kamu juga sangat pintar berpura-pura bodoh hahh. . ." bentak Alviro
"aku benar-benar gak ngerti mas"
"kenapa kamu menampar Clara tadi siang" ujar Alviro.
"karena dia. ."
"karena dia anak dari wanita murahan maksud kamu, ibunya perebut suami orang begitu maksudnya hahh.!! jawab saya Alea" Alviro meninggikan suaranya.
"aku tidak berbicara seperti itu mas, justru kata-kata tersebut ia lontarkan untuk aku. maka dari itu aku menamparnya" jawab Alea
"ohh. . jadi sekarang udah pinter berkilah ya. aku sangat mengenal Clara. dia tidak akan berkata seperti itu" balas Alviro yang tak mau kalah.
"sungguh mas, dia yang bilang seperti itu ke aku." tukas Alea.
"aku gak nyangka dibalik wajah polos kamu, ternyata kamu mempunyai hati yang busuk" ujar Alviro menunjuk Alea kemudian melangkah pergi.
Alea yang sedari tadi menahan air matanya tidak jatuh namun sekarang tertumpah setelah ia melihat suaminya berlalu dari hadapannya.
Alea memunguti pecahan gelas yang berhamburan.
tanpa sadar ia menggenggam pecahan gelas tadi.
dengan darah yang mulai menetes di lantai dan dengan perasaan hancur.
baginya perih yang disebabkan oleh pecahan gelas tersebut belum seberapa. lebih perih lagi disaat suaminya lebih mempercayai wanita lain dari pada istrinya sendiri.
kini rumah tangga yang ia pertahankan sejak lama diambang kehancuran.
"ya ampun nyonya. ."teriak bik ijah langsung menghampiri Alea dan melepaskan pecahan gelas yang ada di tangan Alea.
"tolong nyonya jangan seperti ini, biar bibik saja yang membersihkan semuanya" ujar bik ijah sambil mendudukan Alea ke kursi.
Alea menuruti kata bik Ijah. tatapan Alea kosong.
bik Ijah dengan sigap memngobati luka Alea. bik Ijah memberi obat tetes ditangan Alea namun Alea hanya diam saja. bik Ijah heran bagaimana bisa Alea hanya terdiam dengan luka yang lumayan lebar itu.
"apa gak perih nyonya?" tanya bik Ijah
Alea hanya menggelengkan kepalanya.
"lebih perih luka dihati saya" ucap Alea dalam hati.
Alviro POV :
Aku memarkirkan mobilku. dan kulihat tampaknya Alea sedang menungguku.
Aku mencoba untuk tidak menghiraukannya. namun ia menyuguhi aku secangkir teh. sungguh luar biasa topeng yang ia perlihatkan kepadaku.
aku yang tersulut emosi pun menepis minuman yang disuguhkannya.
deban polosnya ia berpura-pura tidak tau apa yang membuatku marah.
dan aku semakin naik darah ketika dia sudah pintar bersilat lidah seolah-olah Clara lah yang menjadi tersangka.
sungguh tak bisa kupercaya lagi istriku. ia fikir aku bisa dibodohi olehnya ? oh tidak.! aku lebih lama mengenal Clara dari pada dia. dan aku tau Clara tidak akan berkata seperti itu.
aku yang sudah muak melihat wajah istriku langsung melangkahkan kakiku ke kamar.
aku yang hendak melepaskan pakaianku tiba-tiba saja terdengar suara bik Ijah.
aku kaget dengan apa yang ku lihat. wanita itu tampak menggenggam pecahan gelas tadi. tatapannya tampak kosong.
ingin aku menghampirinya. namun ego ku bekata lain.
aku hanya melihatnya dari kejauhan.
.
.
Author POV :
Alea masuk ke kamarnya, ia menghampiri foto keluarganya yang berada di nakas dekat tempat tidurnya.
"kenapa semuanya tampak begitu berat untuk ku lalui."ujar Alea sambil mengusap foto yang dipegangnya.
Alea kemudian luruh ke lantai. kakinya terasa begitu berat untuk menahan beban hidupnya.kemudian ia memeluk lututnya.
air matanya kembali tertumpah, entah sampai kapan semuanya akan berakhir indah.
.
.
.
terimakasih sudah berkenan mampir dan menjadi pembaca setia.
ikuti terus yah di next apisodenya.
dab jangan lupa tinngalkan jejak kalian.
like dan komen
salam manis RPS😊