NovelToon NovelToon
[Horror] Ghost In A Flower

[Horror] Ghost In A Flower

Status: tamat
Genre:Misteri / Fanfic / Horor / Tamat
Popularitas:43.3k
Nilai: 4.2
Nama Author: zahroni nurhafid

*KHUSUS PEMBACA UMUR 17+*

Pertemuan mereka berdua membuat roda takdir berputar.
Hari – hari indahnya bermula saat Dion bersama dengannya, mengawali dan menutup hari dengan mengucap namanya yang sudah terukir didalam hati. Tak ada yang bisa memisahkan mereka berdua dari kebahagian itu, hingga suatu saat....
“Lebih baik aku tidak pernah bertemu denganmu.” Gumam Dion
Di malam hari, gelap, tanpa cahaya aku berdiri dan kembali menyesali perbuatanku. Awan besar menutupi rembulan, aku tak dapat berkata – kata lagi tanpa kusadari air mata telah mengalir.
“maafkan aku teman – teman....”
Disini, dikelas ini, diantara jasad seluruh sahabat2ku, aku menangis.
Dengan tatapan kosong dan tubuh bermandikan darah.
“anak iblis”
“Pembunuh”
“Penjahat”
Satu persatu sebutan itu terdengar ditelingaku hingga sampai membuatku lupa akan identitasku sendiri. 1 minggu kemudian Aku terbangun disebuah rumah sakit jiwa tanpa mengingat apapun dan langsung pindah ke kota Lando dan berseklah di SMA Violet

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zahroni nurhafid, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20 - Kembalinya Si anak Iblis

“apakah benar

yang dikatakan dion itu,Rui?” Jay melempar pisau dari Dion dang memegang kedua

pundak Rui, namun Rui hanya tetap diam dan menutup kedua matanya.

“orang itu Dion

menunjuk Rui terlihat kesakitan dimataku.”

“Tentu saja

tidak, kau salah Dion. Aku baik – baik saja.”

“kau mungkin bisa

menipu orang lain\, tapi tidak untuk mataku ini.......*Dion menatap langit* mata

yang sudah terbiasa melihat kematian ini.”

Seketika Rui dan

Jay memandang Dion dengan serius,

“Kau......siapa

sebenarnya?” tanya jay

*Kring.......Kring....

HP Jay berbunyi,

saat dilihat ternyata ada panggilan dari Ibo.

“siapa?” tanya

Rui

“dari Ibo,

mungkin dia masih mencari Dion.”

Jay menjawab

telpon dari Ibo,

Ibo :”Akhirnya

terhubung jg, jay lu tau dimna yang lain enggk? Gue cari g ketemu – ketemu gue

telpon gak bisa.”

Jay :”aku juga

tidak tau dimana yang lainnya.”

Dion :”aku tadi

bertemu dengan mereka semua ditaman.” Jawab dion

Jay :”kau dengar

sendiri kan?”

Ibo :”loh?eh?

Dion? Kenapa lu bisa bareng sama dion jay? Dan lu gak lapor ke gue?!”

Jay :”sudahlah,

yang terpenting sekarang adalah menemukan teman –teman dulu.”

Ibo :”ok gue otw

dulu ke taman, nanti aku telpon lagi kalau sudah sampai.”

Ibo mengakhiri

telponnya,

Dion :”maaf,

sepertinya mustahil menemukan mereka.”

Rui :”apa

maksudmu?”

Dion menunjuk

kearah langit,

Diantara air

hujan dan awan hitam terlihat sesuatu yang jatuh dari langit, titik – titik hitam

yang cukup banyak dan semakin membesar.

Jay dan Rui terus

fokus memandang langit mencari tau benda itu, sedangkan Dion sudah sangat kenal

akan benda tersebut dan tau apa maksud dari benda tersbut.

“Sepertinya kau

tidak bisa lari, diriku.” Gumam kecil Dion lalu mengambil kembali pisau yang

dibuang jay tadi.

“sepertinya aku

harus mengakhiri sendiri.” Dion bergumam lagi sambil menatap pisaunya

“Benda apa itu?

melayang – layang dan jatuh dengan perlahan....hmm.......sebuah kertas hitam?”

Jay memfokuskan pandangan kelangit bersama Jay

“Keras hitam? Tidak!

itu bukan sekedar kertas, Itu amplop hitam.....sebuah amplop hitam turun dari

langit....dari mana amplop itu muncul......”

Setelah beberapa

saat akhirnya amplop itu sampai ke bawah dan menghujani mereka bertiga hingga

tanah tertutup oleh tumpukan amplop hitam.

Jika dilihat –

lihat mungkin sekitar 15 – 20 amplop hitam turun dari langit, mungkin ini

adalah sesuatu yang baru bagi Jay dan Rui namun bagiku ini.....

Setelah tertidur

cukup lama aku terbangun ditempat yang asing dan bersama kedua orang asing ini,

namun anehnya aku tau nama mereka berdua.  Terakhir kuingat harusnya aku berada di sebuah

rumah sakit jiwa setelah kejadian itu.

Kupikir aku sudah

mati, namun sayangnya tidak. aku masih belum bisa bertemu teman –temanku,

tapi.....mungkin ini adalah yang terbaik, mana bisa aku menatap mereka disurga

kalau belum membalaskan dendam mereka.

Itu benar,

Itu mungkin

adalah alasanku kembali kesini lagi,

Aku harus

mengakhiri cinta ini,

Aku harus

menghentikannya,

meski nyawa harus

melayang,

aku harus

menghentikannya

.

.

.

“astaga! banyak

sekali amplop turun dari langit.” Jay bergerak dan mencoba mengambil salah

satunya,

“Kusarankan

jangan menyentuh amplop itu dan lupakan teman – temanmu. Biar aku yang

menyelesaikan semua ini.”

Dion langsung

pergi,

“Apa maksudmu?!

Apa kau tau pelaku dari semua ini?” teriak jay

“Padahal

pelakunya selalu berada disamping kalian.” Gumam Dion

Tiba – tiba langkah

Dion terhenti,

Rui memegang

tangan Dion,

“Kau harus

jelaskan semua ini pada kami, kami berhak untuk mengetahuinya.”

“lepaskan aku.”

“tidak akan

sampai kau menjelaskannya.”

“AKU BILANG

LEPASKAN!” ku ayunkan pisau ditanganku dengan sekuat tenaga kearah Rui,

(BERHENTI!)

Tiba – tiba pisau

itu terlepas dari tanganku,

“Ugh! Ada apa

ini?! Kepalaku terasa mau meledak!”

Sakit,

Sakit,

Sakit,

Kuhantamkan kepalaku

ketanah berkali – kali sampai mengeluarkan darah,

“TU-Tunggu! Dion!

Hentikan!” Rui mencoba menghentikanku

“Hey! Apa yang kau

lakukan Dion!” Jay berlali dan menghentikan pergerakanku

“Ug!

AAAAAA!Argggg!”

Rasa sakit terus

memenuhi kepalaku sampai membuatku tak bisa berpikir apapun lagi sampai tak

menyadari bahwa kepalaku sudah berlinang darah, tanganku terus mencakar – cakar

bagian tubuhku yang lain namun terus dihentikan oleh Jay.

Pandangan ku

mulai kabur, rasa sakit ini tak kunjung mengilang.

“Dion, Maaf.” Kata

Rui lalu ia memukul bagian belakang leherku sampai membuatku pingsan

“Kenapa kau

lakukan itu Rui!”

“Itu satu –

satunya cara! Apa kau tega melihat temanku kesakitan seperti itu terus?!”

“I-itu...”

“Sudahlah, lebih

baik kita bawa Dion ke tempat yang teduh dulu.”

*Kriing....Kriinggg

Jay mengangkat

panggilan dari Ibo

Ibo :”Jay, gue

mungkin salah lihat atau gue mungkin sudah gila.”

Jay :”Ada apa,

Ibo! Apa kau sudah menemukan teman – teman?!”

Ibo :”lenyap....”

Jay :”Apa? Kau bilang

apa? Apa maksudmu?”

Ibo :”mereka semua,

tepat didepan gue. Mereka semua lenyap.”

Jay dan Rui

teringat akan perkataan Dion,

Ibo :”hey,

Jay....sebenarnya apa sih yang sedang kita lawan ini?” Suara Ibo mulai berat

seakan ingin menangis dan ketakutan

Ibo :”Apa kau

pikir manusia bisa melakukan hal seperti ini? Tidak! tidak! tidak! kalau begini

terus selanjutnya pasti gue yang menghilang! TIDAK! hey, jay kalau aku mati

apakah lu mau mengangis buat gue?”

Jay :”IBO!

tenang! Kita pasti akan mengakhiri semua ini! Kita pasti bisa mengembalikan

mereka semua!”

Ibo :”Tapi

gimana?! Lu ada ide? Informasi? Bahkan kita tidak tau apa yang sedang kita

lawan gimana mau menang?!”

Jay :”kalau soal

itu, aku sudah punya jalan keluarnya.”

15 menit

kemudian,

Kami berkumpul

dirumah Lina karena usulan dari Ibo.

Setelah kami

mengeringkan diri dan kami meminjam beberapa pakaian dari Lina, anehnya Lina

memilki koleksi pakaian untuk laki – laki,

“Padahal aku

menyiapkannya hanya untuk kak Dion saja.” kata Lina sambil cemberut melihat

Jay, Rui dan Ibo memakai pakaian simpanannya

“Maaf, dan juga

terima kasih sudah menginjinkan kami datang bahkan sampai mau meminjami kami

pakaian, kami benar – benar tertolong.” Kata Jay

“Sudahlah, mana

mungkin aku membiarkan kak Dion kehujanan diluar bisa – bisa dia kena flu. Semua

ini hanya demi kak Dion.”

Setelah itu jay

dan Rui menceritakan tentang tingkah Dion yang aneh dan juga amplop hitam yang

jatuh dari langit.

“intinya lu ingin

mengatakan kalau Dion taui semua dibalik masalah ini, begitu?” tanya Ibo

“Tunggu – tunggu dulu!”

tiba – tiba Lina yang memotong pembicaraan kami,

“tadi apa kau

bilang? Kak Dion terlihat menakutkan?” tanya Lina dengan wajah serius

“iy-iya....matanya

terlihat sangat sinis dan dingin tapi pandangannya kosong.” Jawab Jay

“dia kembali.” Gumam

kecil Lina

“dia siapa?”

Rui,Jay dan Ibo seketika langsung melihat Lina

“Kak dion yang

asli. Lebih tepatnya kak Dion dengan ingatannya yang dulu, anak yang membantai

seluruh teman sekelasnya dengan sadis.”

1
Park Kyung Na
💪💪
Park Kyung Na
mampir
Author yang kece dong
Aku mampir kakak 🤗
demit bahagia
uuuhhh mantaaap kak, feedback ya. jangan lupa mampir
ISTRI MUDAKU MAFIA
Santai Dyah
dah tamat semua nih
Zahroni Nur Hafid: hooh kk, dh tamat. lgi kerjain proyek baru
total 1 replies
Ryoka2
Queen System hadir lagi Thor 👍
Aris Pujiono
semangat kak
Aris Pujiono
lanjut terus kak
Aris Pujiono
semangat kak
Aris Pujiono
bikin penasran...makin gimana gitu
~🌹eveliniq🌹~
hadir membawa support selalu
Zahroni Nur Hafid: makasih evelin
total 1 replies
Aris Pujiono
bikin senyum2
Aris Pujiono
bikin sdih
Aris Pujiono
seru sekali
Aris Pujiono
keren
senja
yg ini hiatus?
Love You
Mantap kakak.
Ella
aku mampir karya mu Thor.
Zahroni Nur Hafid: Welkom2 kk bella.... sampe novel lama ku jg di datangi kk bella, makasih kk
total 1 replies
FCK131404W
seru atau enga saya baca
kalo seru saya supor
kalo enda seru saya like
FCK131404W
seru atau enga saya baca
kalo seru saya supor
kalo enda saya like
Zahroni Nur Hafid: waw serba support ya...wkwk makasih KK bot, btw sekarang aku lgi fokusin ke novel sebelah [One Of Us]....... tpi makasih supportnya bikin makin smangat nih mantap
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!