NovelToon NovelToon
Perfect Wife

Perfect Wife

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / CEO / Selingkuh / Pelakor / Tamat
Popularitas:222.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Irma

Kisah ini berawal dari pernikahan Gisella Aurora Prastowo, seorang manager accounting di sebuah perusahaan multinasional dengan Sekala Langit Nalendra, seorang CEO perusahaan konstruksi. Kehidupan pernikahan keduanya sangat harmonis dan romantis sampai akhirnya mantan pacar Sekala yang bernama Syeira hadir kembali di kehidupan Sekala, sehingga membuat keharmonisan rumah tangganya terganggu.

Syeira bukan hanya ingin merebut Sekala kembali, namun ia juga ingin menyingkirkan Aurora dari jabatannya di kantor.


Bagaimana kelanjutan kisah Gisella Aurora Prastowo? Kelanjutan kisahnya ada di Novel Perfect Wife

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB - 21

"Mas Sekala"

Sekala terdiam mendengar halusinasi bisikan suara Aurora dalam benaknya, padahal saat itu ia tengah menikmati makan malam romantisnya bersama kekasihnya, menyusuri sungai Seine dengan kapal pesiar pribadi yang ia sewa.

Suasana yang nyaris sempurna, dengan gemerlap lampu-lampu perahu yang hilir mudik, serta di kejauhan tampak Metro menyeberang di atas sungai.

Di tambah malam itu Syeira benar-benar terlihat sangat sexy dan menggoda, ia mengenakan short dress berwarna hitam dengan belahan dada rendah yang menapakan sebagian ranumnya payudar*nya yang tak mengunakan b*a sehingga bagian put*ng terlihat menonjol di balik dress tipis yang ia kenakan. Namun entah mengapa di tengah kesempurnaan itu terselip bayangan Aurora di benak Sekala.

"Je t'aime" Syeira membisikan kata cinta di telinga Sekala.

Sentuhan ringan dari dari gadis seksi yang duduk di hadapannya terasa sangat lembut membelai telapak tangannya.

"Apa ada masalah, sayang?" tanya Syeira yang menyadari perubahan raut wajah Sekala.

“Tidak ada,” tukas Sekala sembari dengan tak acuh mengibaskan tangan, ia mengambil segelas champagnenya kemudian meneguknya hingga habis.

Sebenarnya memang ada masalah tentang bayangan istrinya yang terus menghatuinya, namun ia enggan mengungapkannya. Ia ingin membiarkannya menguap di bawah suasana romantis yang kini ia nikmati bersama Syeira, lagi pula jika Sekala mengungapkannya tentu akan membuat Syeira emosi.

Syeira kembali menggoda Sekala dengan menyentuh lengan tangan Sekala, kemudian berjalan ke titik denyut nadi di pergelangan tangannya, tapi Sekala tidak bereaksi apa-apa.

Bukan berarti malam itu Syeira tidak menarik, sebenarnya Syeira sudah sangat membuat Sekala terpesona dengan tubuh sexynya yang siap kapanpun di bawa ke ranjang, hanya saja setiap kali ia ingin membalas sentuhan Syeira, bayangan Aurora kembali muncul dalam benaknya, Sekala tidak bisa menghilangkan bayangan mata bening dan rona wajah Aurora.

Apakah ia sedang bahagia di sana? Atau ia tengah bersedih? Atau sakit?

"Syei, sepertinya aku harus kembali ke Jakarta." Sekala menyingkirkan serbet makannya.

"Kembali? Bukankah habis ini kita akan pergi ke London dan Amsterdam?"

Sekala tahu ini tidak mudah, Syeira sudah pasti akan menolak untuk kembali ke Jakarta atau bahkan mungkin ia dan Syeira akan bertengkar, tapi bagaimana dengan Aurora? Sekala tak ingin wanita itu bersedih karena mengetahui uang tabungannya sudah ia habiskan, Sekala ingin meminta maaf padanya dan mengembalikan uang yang masih tersisa.

"Maaf Syei, banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan!"

Sekala beranjak dari tempat duduknya untuk menghampiri Nakhoda, memintanya untuk bersandar di dermaga terdekat.

"No, no Sir. We still want to sail."

Syeira mencegah sang Nakhoda untuk bersandar, ia beralih menatap Sekala "Kamu ini apa-apan sih Sekala, seenaknya saja merubah jadwal liburan kita." protes Syeira.

Sekala menatap tajam ke arah Syeira, "Aku tidak memaksamu untuk ikut pulang ke Jakarta, silahkan lanjutkan liburanmu. Aku benar-benar harus pulang sekarang!!" ucap Sekala dengan tegas. "Please Sir, put the boat at the pier" pinta Sekala kembali kepada sang Nakhoda, kemudian ia pergi meninggalkan Syeira dan bersiap untuk keluar dari kapal pesiar tersbut.

"Sekala, kamu tidak bisa membatalkan rencana liburan kita seenaknya...!" teriak Syeira, ia berlari mengejar Sekala. "Sekala..." Sembari terus mengoceh Syeira tetap mengikuti Sekala keluar dari kapal pesiar dan keduanya kembali ke hotel.

Sesampainya di hotel Syeira masih terus mengoceh."Sekala, aku masih ingin berlibur bersamamu."

Sekala mendekat ke arah Syeira, ia menyentuh pipi Syeira dengan lembut, dengan punggung telapak tangannya. "Tolong mengertilah, aku harus menyelesaikan tanggung jawabku." Sekala menarik tubuh Syeira mendekatkan wajahnya, kemudian mencium bibir Syeira.

Tangan Sekala mulai bergerak turun ke tubuh Syeira, melewati payudar*nya, kemudian pinggangnya, dan menyelinap masuk ke ****** Syeira yang ternyata tak menggunakan celan* dal*m, melalui belahan short dress yang membuka sebagian pah* mulusnya.

"Mas Sekala."

Seketika Sekala melepaskan tubuh Syeira, ia kembali mendengar bisikan suara Aurora.

"Are you okay?" tanya Syeira.

Sekala menganggukan kepalanya, "Jadi apa kamu mau pulang bersamaku?"

"Ya, tapi kamu harus janji kita akan liburan lagi." Syeira melingkarkan tangannya di leher Sekala.

"Ya, setelah pekerjaanku selesai." Perlahan Sekala melepaskan tangan Syeira "Kita harus berkemas!!"

Jakarta

Setelah dua hari di rawat di rumah sakit, di hari ke tiga Aurora sudah di perbolehkan untuk pulang. Namun sayangnya hari itu Sky tak dapat menemani Aurora pulang, sehingga ia hanya di temani oleh Aksara dan Kara.

"Sky sudah melunasi semua administrasi rumah sakitnya" Kara menyerahkan semua bukti pelunasannya kepada Aurora. "Sebenaranya kamu ada hubungan apa dengan Sky?" tanya Kara penasaran.

"Bukankah dari dulu kau sudah tahu, jika aku dan dia hanya berteman." ucap Aurora.

Kara tersenyum, sungguh ia tak mempercayai omong kosong itu, dari sorot mata Sky saja sudah jelas jika ia menyukai Aurora. "Aku tidak keberatan jika kau melepaskan Kakak sepupuku dan kembali berhubungan dengan Sky." ucap Kara sembari mendorong kursi roda Aurora menuju lobby rumah sakit di mana suaminya telah menunggu mereka di dalam mobil.

Aurora menggelengkan kepalanya sambil mengelus perutnya, ia masih menganggap bahwa apa yang ia alami saat ini adalah ujian rumah tangganya, ia juga berharap jika dirinya dan Sekala mampu melewati ujian ini bersama-sama.

Empat puluh menit berkendara, Aksara menepikan kendaraany di depan kediaman Aurora. "Ra, kita langsung balik ya. Ibuku dari Padang baru saja datang, tak enak jika kita tinggal lama-lama." ucap Aksara.

"Iya tidak apa-apa kok Mas, Insyaallah aku sudah pulih. Terima kasih ya Mas, Kar." Aurora merasa bersyukur di kelilingi oleh sahabat sekaligu saudara yang menyanyanginya "Oh iya Mas, aku mohon jangan bawa masalah Mas Sekala ke ranah hukum sebelum kita mendengar penjelasan Mas Sekala. Bukankah Mas Aksara sangat mengenal Mas Kala? Rasanya tidak mungkin jika Mas Kala ingin menghancurkan perusahaan yang di bangunnya dengan susah payah. Tapi jika Mas Aksara masih tetap tidak bisa mempercayai Mas Kala, aku masih punya sertifikat rumah ini sebagai jaminan sampai Mas Sekala mengembalikan dana itu."

Aksara menghela nafas beratnya, sebenarnya ia pun tak ingin melaporkan Sekala ke pihak berwajib hingga ia sendiri yang menemukan Sekala dan berbicara dengan Sekala, namun ia sendiri tak bisa berbuat banyak ketika para investor perusahaannya mendesaknya "Nanti aku meetingin lagi ya,Ra."

"Sekali lagi terima kasih ya Mas, Kar. Assalamualaikum." Aurora turun dari mobil Aksara dan masuk ke dalam kediamannya.

Berharap Aksara mengabulkan permintaanya, Aurora pun langsung mencari sertifikat rumahnya yang ia simpan di dalam brangkasnya.

1
RithaMartinE
luar biasa
Wahidah Husni
Luar biasa
it's me oca -off
up
Sriza Juniarti
luaaar biasa,ceritanya keren bingit,penggalan katanya serta alur ceritanya baguuussss 👍🥰💕💕
Elvi
waduh, dajjal laknat nih si sekala😱
Evelyne
Kecewa
Irma: Loh kenapa kak? Kalau kakak enggak suka sama ceritanya jangan rate bintang 1 dong, cukup di skip saja.
total 1 replies
YK
salah paham apaan. jelas2 elu selingkuh!!!
YK
berat badan 2 kilo utk bayi prematur itu sudah sangat lumayan...
YK
udah digadein neng...
YK
pengin nimpuk pake cobek... gemes akunya... 😤
YK
sakit lho diremehin orang, apalagi orang yg terdekat, yg seharusnya support... 😔
YK
lha elu ngasih duit belanja gak???
YK
huekkk, pengin muntah liatnya...
YK
innalillahi wa innailaihi rojiuun... Ya Allah semoga hamba tidak menjadi mertua yg seperti ini...
YK
kurang ajar banget sih skala sama keluarga nya... 😤
YK
wong kok goblok... lah jelas udah ditinggal kok mau balikan lagi. harga diri sebagai lelakimu mana???
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
Ummi Na Ssya
gila.....gila...
astaghfirulloh
Rika Rahayu
kok kalinatnya sama dengan episode akhir novel othor yg " sebelum berpisah"..
Irma: Loh kenapa kak? itu kalimat kan saya yang buat, jadi tidak ada unsur plagiat. Memakai kalimat yang sama selagi buntu atau di kejar deadline sah2 saja asalkan tidak menggunakan kalimat punya author lain. Lagi pula jalannya ceritanya juga berbeda.

Tapi btw, terima kasih sudah membaca😊
total 1 replies
Patrish
Sky sakit apa ya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!