Follow IG : cerita_ajeng Kirana
"Yah... Sya bisa jelasin, ini gak seperti yang ayah Lihat..."
"Tidak seperti yang ayah lihat?? Kamu sudah merusak kepercayaan ayah Sya"
Syafeera Hadibah Putri -seorang mahasiswa jurusan Manajemen.. dengan karakter keras kepala tapi juga cerdas. mengharuskan menikah dengan seorang Pria bernama Aydan Atthallah. Seorang Dosen yang cukup jadi idola di kampus nya.
Akankah pernikah itu berjalan seperti Pernikahan pada umum nya??
Akankah peterpaksaa ini membuat mereka saling mencintai??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ajeng Kirana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menagih janji sang dosen
Syafeera dan yang lain sudah kembali ke Jogjakarta, sebelum pulang mereka menyempatkan berkunjung ke Dufan, dan itu semua karna ulah Syafeera,.baru kali ini dosen di kerjain sama mahasiswa nya. sebenarnya mengajak mereka ke Dufan bukan hal yang sulit untuk seorang Aydan Atthallah, hanya agak sedikit jengkel karna ulang Syafeera.
Kepulangan mereka di sambut dengan suka cita, bangga itu sudah pasti, Syafeera juga mengabadikan setiap momen, bahkan dalam galerinya tersimpan momen mereka berlibur bersama dosen datar nya.
Syafeera memposting sambutan kepulauan mereka, ayah dan bunda bangga sudah pasti, keputusan mereka memberikan kepercayaan kepada Syafeera adalah tepat. Syafeera juga memposting kebersamaan bersama Indra dan Aditya, Adrian yang melihat merasa tidak nyaman, cemburu?? apa hak nya untuk cemburu??
tok...tok..tok
"masuk..." ujar Aydan saat pintu nya di ketuk
"Pak maaf Sya ganggu.."
"ada apa Sya?? duduk lah"
"seperti nya ini buku bapak" sambil menyodorkan buku agenda berwarna Navy "tenang pak saya gak membukanya" ujar nya cepat saat Melihat tatapan sang dosen.
"kok bisa di kamu...??"
"saya juga gak tahu dan gak ingat pak..."
"ya sudah terima kasih, ada perlu lagi?? saya banyak kerjaan soal nya??" lagi-lagi hanya expresi datar
"ada sebenarnya pak.."
"apa...??"
"bapak bisa gak senyum, dikit aja biar nampak ikhlas, saya udah bawa buku bapak loh, bahkan aman, gak terbuka sedikitpun"
"udah itu aja??"
"ingat bapak punya hutang satu senyum saat saya menang" Syafeera mengingat kan
Aydan pun melipat kedua tangannya di atas meja,.menatap Syafeera "bapak ngapain lihatin saya kayak gitu??" tanya Syafeera antara gugup dan heran, dan itu semua membuat Aydan tertawa, melihat Aydan tertawa di depan nya, bahkan Aydan menepuk kening nya, membuat Syafeera terpaku
"ini pak Aydan...??"
"kenapa kamu...??". Syafeera masih diam terpaku "Syafeera kamu kenapa??" tanya nya ulang
"hah... gak papa pak, kaget aja.. melihat bapak bisa tertawa seperti tadi"
Aydan mengukir senyuman.. "hutang saya lunas, dan Selamat atas prestasi kalian, saya bangga Dengan kalian bertiga" ujar nya "oh ya tinggal saya nanti yang nagih hutang ke kamu" tambahnya dan segera kembali dengan ekspresi datang nya
"iih bapak jadi jelek loh kalau kembali seperti ini"
"kalau sudah, silahkan keluar" ujar Aydan datar
"ya deh pak saya keluar, permisi pak,.oh ya pak Terimakasih traktirannya udah bawa kami ke Dufan"
Syafeera pun keluar ruangan dan kembali menutup pintu ruangan Aydan.. sedangkan Aydan hanya mampu geleng-geleng dengan tingkah mahasiswi itu.
🌠🌠🌠
Seperti biasa jam kuliah pertama selesai maka kantin adalah pilihan mereka, setelah menjalankan Ibadah sholat Dzuhur pastikan.
"buk mie goreng nya satu ya" pesan Syafeera
"Saya juga deh Bu mie goreng satu" ujar Hanum ngikut"
Setelah mie goreng di tangan mereka pun mencari kursi.. seperti hari ini kantin cukup ramai, rata-rata kursi sudah berpenghuni
"Sya..." panggil boy sambil melambaikan tangan nya "sini..."
merekapun menghampiri Boy yang hanya berdua dengan Doni
"mana kak Adrian nya kak Don..??" tanya Hanum
"belum nyusul, lagi ada kerjaan di kelas" jawab Boy
"oh ya Sya, selamat ya" ujar Doni
"makasih kak....gak lepas dari doa kalian semua"
"itu karna kamu memang cerdas.." balas Boy
"kami bertiga yang berjuang, bukan Sya seorang"
"Oh ya Sya cowok yang nge-tag foto ke kamu itu siapa.." tanya Doni
"yang mana kak??"
"itu loh yang pas di Jakarta.."
"owh..itu temen dan kakak kelas di PKU..."
Merekapun menikmati menu pesanan mereka, dan di selingi obrolan kecil... tak lama kemudian Adrian bergabung.
"Udah selesai tugas nya??" tanya Doni kepada Adrian yang baru saja datang
"Udah.. siap-siap besok terima materi yang numpuk, karna Bu Ratih gak datang"
"enak Donk..jam kosong besok" balas Boy
"jam kosong dari mana, tugas nya banyak"
"Bu Ratih kalau gak datang pasti selalu seperti itu.. tugas dan tugas"
"Kalau gak ada tugas, kapan mau kejar SKS dan lulus ..." kali ini Syafeera yang angkat bicara setelah memasukan suapan terakhir.
"Gini nih kalau temennya orang jenius..." balas Boy....entah keberuntungan apa yang ada padanya, bisa masuk ke universitas ternama ini sedangkan dari segi IQ...sungguh dipertanyakan...🤭
"bukan soal jenius atau tidak kak....tapi niat dan tujuan...tapi kak boy mah santai, gak lulus juga gak bakal takut miskin..hehehe" ledek Syafeera karna tahu bahwa boy dari keluarga yang bergelimang harta
"gak miskin Sya, cuma kalah pamor..." balas Doni
"eh loh kenapa dari tadi diem, sariawan..??" tanya Boy kepada Adrian yang dari tadi hanya diam saja
"Lo gak lihat gue lagi makan...".jawab nya sambil di mengangkat sendok nya
"lagi patah hati dia.." ujar Doni
"Sya...obat patah hati apa??" tanya Hanum
"tunggu aku telfon Azzam dulu..." sambil mengeluarkan handphone nya
"kok Azzam, Sya..." tanya Boy
"ia..kan dia calon dokter jelas dia tahu jenis-jenis obat..hehehe"
"ah Syafeera mah gak peka...atau pura-pura gak peka...?? tanya Doni sambil menaikkan alis nya
"besok deh kalau ilmu ke dukunan Sya udah bagus, Sya belajar Baca isi hari orang, disini kursus dukun dimana??" canda nya
"jangan Sya.. kalau kamu jadi dukun bakal berabe..." balas Boy
"kenapa kak??" tanya Hanum
"dijamin bakal banyak yang makin klepek-klepek sama Syafeera, soal nya pada di peletin" jawab Boy sambil tertawa
"weeekk..." menjulurkan lidah nya "kayak gini...???"
"itu melet Sya bukan Pelet.." balas mereka bertiga bersamaan
"kompak ah..." ujar Adrian
"kalian tahu gak beda melet sama pelet??"
"beda Huruf.. satu pakai M satu pakai P" jawab Adrian
"salah..."
"trus...??"
"kalau melet pakai lidah, kalau pelet pakai ludah..hahaha" tawa Boy terbahak-bahak
tapi yang lain malah diam...dan menatap Boy Malas
"krik...krik..krik...." ujar Syafeera menirukan suara jangkrik
"Jangkreekk..." sorak tiga laki-laki itu bersamaan "hahahah"
"udah Ah...Kami mau balik ke kelas... udah kenyang" ujar Syafeera sambil berlalu, diikuti dengan Hanum
"loh udah utarakan perasaan sama Syafeera??" tanya Doni
"Dia gak mau pacaran Dulu..." jawab nya malas
"hahaha.... Adrian di tolak guys" tawa Boy puasa
"bahagia ya Lo di atas penderita temen" balas Adrian
"harusnya Lo seneng, karna dia nolak bukan gak suka, tapi karna memang belum mau" balas Doni
"dan yang foto sama dia itu teman dan kakak kelas nya di PKU" ujar Boy
Adrian mengangguk kan kepala paham..dan pertanyaan sosok pria yang berfoto dengan Syafeera pun terjawab
"Biasa aja,.tunjukan dengan dukungan, buat nyaman..." tambah Doni memberikan masukan
🌠🌠🌠
Makasih yang udah mampir di karya receh author... jangan lupa dukungan nya ya...
Jazaakumullah khairon..
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an
bnyk ilmu agama yg di dapat dan dmengerti....matur nuwun kakak..
sehat selalu nggeh💝💝🙏🙏
matur nuwun🙏🙏🙏
selalu mengingatkan...bahwa Alquranlah yg terbaik💝💝🙏🙏
nggak cuma menceritakan tentang kisah cinta,tapi ilmu agama kita dapat
banyak nilai positifnya,jd tau artinya adzan untuk bayi baru lahir artinya kek gitu makasih kak, ilmunya sangat bermanfaat
sukses selalu kak Ajeng kirana 🤭🥰