NovelToon NovelToon
Jadi Janda Karena Berondong

Jadi Janda Karena Berondong

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Berondong / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 5
Nama Author: Poel Story27

Kehidupan rumah tangga Riana baik-baik saja, sampai suatu malam dia tak sengaja bertemu dengan Almeer. Seorang pemuda yang hadir ke dalam hidupnya dan membuat biduk rumah tangganya menjadi kacau.

Rumah tangga Riana tak dapat lagi diselamatkan, setelah suaminya mengetahui Riana sedang mengandung anak dari pria lain.

Bagaimana lika-liku percintaan Riana dan Almeer?
Akankah mereka menemukan kebahagiaan?
Salahkah apa yang Riana lakukan?

Ikuti kisah selengkapnya.

Follow IG : @poel_story27

Cover By : @wnc_design_didesc

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poel Story27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Buru-buru!

Entah karena syok atau apa, Riana merasa pandangannya mulai gelap, ia pun terkulai lemas dan nyaris jatuh andai Almeer tidak cepat menyambar tubuhnya.

"An, Ana, bangun, An," ujar Almeer sambil menepuk pipi Riana yang kini ada dalam dekapannya, tapi wanita itu tidak menyahut sama sekali.

Merasa tidak ada jawaban, Almeer pun langsung menggendong tubuh Riana, karena saking cemasnya akan terjadi hal buruk pada wanitanya itu.

"Nia, di mana kamar Riana?" teriak Almeer sambil melangkah membawa Riana dalam gendongannya.

Kurnia yang mendengar teriakan itu, bergegas keluar dari kamarnya. Dia pun terperanjat melihat Riana yang sudah tidak sadarkan diri dalam gendongan Almeer.

"Kakak, apa yang terjadi pada tanteku?" tanya Kurnia menelisik.

Almeer mennggelengkan kepala. "Tidak tahu, sekarang bawa aku ke kamarnya ...."

Kurnia segera memandu Almeer untuk membawa Riana menuju kamar. Setibanya di sana Almeer langsung merebahkan tubuh Riana di atas ranjang dengan sangat hati-hati.

Setelahnya Kurnia langsung naik ke atas ranjang untuk memeriksa keadaan tantenya. Sedangkan Almeer segera menelpon dokter pribadinya untuk segera datang.

Kurnia turun dari ranjang lalu menghampiri Almeer. "Memangnya apa yang tadi Kakak bicarakan dengan tanteku?" tanyanya.

"Aku hanya mengungkapkan kebenarannya dan mengajaknya menikah, lalu tiba-tiba saja dia pingsan," jawab Almeer sambil mendesah cemas.

Kurnia menggelengkan kepala, lalu menepuk dahi sendiri. "Kakak mengajaknya menikah?"

"Iya."

"Astaga mengapa kakak sembrono sekali, itu sama saja dengan memberikan syok terapi kepada tannte Riana," keluh Kurnia lalu menghela napas berat. "Harusnya Kakak lebih bersabar dan memberi tahu tante Riana secara pelan-pelan," imbuhnya.

''Mau tunggu sampai kapan? Kandungan Riana saat ini sudah menginjak trimester ke dua. Apa aku harus menunggu sampai anak itu lahir, baru akan mengatakan padanya? Tidak, aku tidak akan membiarkan Riana menjalani masa kehamilannya seorang diri!"

"Maksudku, Kakak itu tidak perlu langsung mengajaknya menikah. Apalagi saat ini tante Riana masih menganggap Kakak sebagai orang asing. Lagi pula kalian itu tidak bisa buru-buru, dokumentasi perceraian tante Riana belum ada, dan pengadilan juga tidak bisa mengesahkan percaraian saat si istri tengah mengandung!"

"Tanpa kalian buru-buru menikah pun, Kakak tetap bisa menemani dan memberikan perhatian kepada tante Riana. Sekalian bisa memanfaatkan waktu itu untuk saling mengenal lebih jauh. Tante Riana pernah gagal menjalani rumah tangga, jadi sudah pasti dia tidak akan menerima Kakak begitu saja, pasti dia akan menimbang berbagai hal terlebih dulu," imbuh Kurnia.

Almeer terdiam, dia juga paham dengan penjelasan Kurnia. Tapi apakah dia memang harus menunggu sampai Riana melahirkan, baru bisa menikahinya? Lalu bagaimana dengan perjodohannya denga Fenny, tentu saja ini semakin rumit jika dia tidak buru-buru menikah.

Setelahnya mereka sama-sama bungkam, terdiam dengan pikiran masing-masing sembari menunggu kedatangan dokter yang dipanggil Almeer.

***

Begitu datang, dokter pribadi Almeer langsung memeriksa kondisi Riana. Setelah selesai melakukan tugasnya, dan yakin Riana baik-baik saja. Dokter itu pun membuatkan resep vitamin untuk dikonsumsi Riana.

"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Nyonya Riana hanya mengalami sedikit syok, dia akan segera siuman beberapa saat lagi. Tolong berikan vitamin ini padanya, katakan kepada nyonya Riana untuk mengkonsumsinya secara rutin," jelas doker tersebut seraya menyerahkan plastik klip berisi vitamin kepada kurnia.

"Terimakasih, Dokter," sahut Kurnia.

Dokter itu mengangguk, lalu menghampiri Almeer. "Tuan, saya pamit pulang."

"Silakan."

Setelah dokter itu pulang, Almeer masih terdiam di kamar tersebut. tanpa ada niatan sama sekali untuk beranjak dari tempat duduknya, sampai akhirnya Kurnia datang menghampirinya.

"Kakak belum mau pulang?"

Almeer menggelengkan kepala. "Nanti saja, tunggu Riana siuman dulu."

"Ini sudah terlalu malam, Kak. Nggak enak juga sama tetangga, lebih baik kakak pulang saja, ya. Biar aku yang jagain tante Riana."

Karena memikirkan baik dan buruknya, Almeer pun menurut. Dia pamit pulang meski dengan berat hati, padahal ingin sekali rasanya menunggu Riana siuman terlebih dulu, agar hatinya menjadi tenang.

Kurnia mengunci pintu rumahnya, selajutnya dia kembali ke kamar Riana untuk menemani tantenya itu. Lalu rebahan di samping Riana ditemani buku bacaan, sampai akhirnya dia pun ikut terlelap.

Riana terbangun tengah malam. Perlahan dia menoleh, ada Kurnia yang terlelap di sampingnya. Riana mendudukkan diri dengan bersandar pada headboard ranjang.

Kini pikirannya mulai mengingat apa yang terjadi sebelum dia jatuh pingsan. Ada perasaan berkecamuk di dalam dirinya mengingat Almeer mengaku sebagai ayah dari anak yang dikandungnya. Sekarang Riana tidak perlu khawatir lagi anaknya nanti akan menjadi ejekan teman-temannya karena tidak memiliki ayah.

Tapi ajakan Almeer untuk menikah membuat Riana menjadi pusing sendiri. dia pernah gagal membina rumah tangga dengan pria yang lebih dewasa darinya, lalu sekarang ada pria yang lebih muda darinya mengajak nikah, semesta sepertinya sedang bercanda.

membayangkan hal ini membuat Riana mengelus perutnya sendiri. Ada seulas senyum yang melengkung di bibirnya mengingat kejadian malam itu. Merasakan indahnya bercinta, diperlakukan dengan lembut, meski semua itu hanyalah ketidak-sengajaan.

"Tuhan, aku tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Tapi apa pun itu, aku hanya berharap yang terbaik untukku dan anakku nanti," gumam Riana, lalu kembali merebahkan tubuhnya karena rasa kantuk yang kembali menyerangnya.

Bersambung.

1
Sri Puryani
buat keajaiban thor, stlh almeer tdk sibuk jd punya anak thor
Sri Puryani
kau nanti akan menyesal orang tua
Sri Puryani
ortu yg kejam....
Sri Puryani
meskipun zian mengundurkan diri, dia kan sdh punya tab.byk hidup di luar msk naik bus?
Sri Puryani
ortu al kok gt ya, anak perempuannya melahirkan gk bsk , gk lht cucunya jg.....kok ada ya ortu spt itu....parah .
Sri Puryani
tanya kbr dl jg gpp kali riana
Sri Puryani
yg diusir kan almeer kenapa dino jg dipecat? kshan dino kan
Sri Puryani
ambil uang tab.buat usaha sdr lg
Sri Puryani
bagus almeer, pertahankan wanitamu & anakmu
Sri Puryani
pancing seolah" tau ansk dr riana
Sri Puryani
tega ya taslim sama istrinya ..
Sri Puryani
kenapa dino gk deketin nia utk tanya tentang riana
Sri Puryani
klo gk slh sblmnya dikasih tau umur almeer 28 ya ...kok jd 25,
Safa Almira
jangan keneraka dong bang almer
Safa Almira
bagus banget
nuning 29
saya hamil umur 42 tahun. selama tidak ada apa2, in syaa Allah aman.
semangaaaat semua perempuan
Sri Indayani Indah
semoga cepat sehat ya thoor tetep semangat ya
Sri Indayani Indah
thoor kayanya Kurnia cocok tuh sama si asisten Dino
Nurdiwa Ainun
Taslim seharusnya kamu senang. karena kekuranganmu tidak di umbar Riana.
@shiha putri inayyah 3107
Al gercep banget...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!