NovelToon NovelToon
Sang Penggali Makam

Sang Penggali Makam

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Hantu / Romansa Fantasi
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: D.P. Auzora.

Bejo Mulyorejo pemuda berusia 18 tahun, dia hidup sendirian di Desa Krajan jauh dari hiruk-pikuk kota. Dia mendapatkan warisan dari leluhurnya menjadi Penggali Makam melanjutkan peninggalan sang kakek buyut.

Kehidupan sehari-hari Bejo terbilang cukup, dia selalu hemat dalam pengeluarannya. Walaupun sesekali dapat bantuan dari orang tak terduga tapi dia berusaha membuka usaha kecil-kecilan, akan tetapi perjalan panjang Bejo sedikit sulit.

Bukan kesulitan tentang kebutuhan tapi kesulitan dalam menghadapi segala penampakan setelah menggali makam, dia yang memiliki mata peka dan terbiasa dengan makhluk gaib namun dia juga memiliki rasa takut tersendiri.

Bagaimana kehidupan Sang Penggali Makam ini, kita lanjutkan dalam perjalanan panjangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D.P. Auzora., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kematian Tak Wajar

   Derau angin sore itu terdengar seperti kepakaan sayap ribuan gagak di atas rumah. Setiap kali angin bertiup lebih kencang, pohon-pohon di samping rumah berderit serempak, di susul hantaman keras yang membuat langit-langit berdebu. Bejo merasakan hawa yang tidak baik sekaligus tidak nyaman.

Daun berayun-ayun melawan arah angin, seakan-akan ada tubuh tak kasat mata yang sedang duduk di atas sana, seperti menatap lurus ke arah semua orang.

Kraaa....

Kraaa....

Kraaa....

Cuaca sore itu tiba-tiba berubah ketika kabar kematian seseorang yang di kenal sebagai dukun sakti, banyak warga Desa Krajan merasakan suasana yang mencekam.

"Jo, mau hujan kayaknya ini!!," seru Pendi.

"Pasang aja terpalnya keburu hujan lagi," imbuh Jarot.

Kemudian Bejo, membentangkan terpal di atas jika hujan nanti bisa melanjutkan menggali makam.

Bunyi burung gagak terus menerus terdengar sayu.

Membuat suasana makam yang gelap hanya ada lampu redup menerangi Bejo dan teman-temannya sedang menggali makam untuk Ki Kusumo.

Tanah basah terasa kering kerontang, ujung cangkul yang tajam seperti menghantam tanah berupa besi kuat. Begitu kerasnya tanah membuat proses penggalian akhir cukup lama, Bejo menyadari apa yang terjadi.

"Keras ya tanahnya?," tanya Bejo.

"Iya Jo, tumben keras banget nih tanah," jawab Jarot.

"Naik dulu, biar aku yang turun,"

Pendi naik di gantikan Bejo.

Bejo berdoa memohon kelancaran pada tuhan dengan petir menyambar kuat pohon kelapa di kejauhan.

KRAKKKK..... JEDIARRRR........

Bejo, Jarot dan Pendi terasa tersengat listrik mereka tersentak kaget bersamaan.

"Kalian berdoa jangan diem saja," seru Bejo.

Jarot dan Pendi seketika berdoa dengan memejamkan matanya.

Bisik-bisik lirih suara entah dari mana, tangis wanita tersedu-sedu terdengar sayu di telinga mereka. Bejo mendengar Geraman kuat tidak jauh dari di rasakannya.

GRGGGGHHHHHH..........

Semakin mereka berdua semakin mencekamnya suasana makam, tubuh basah kuyup karena hujan lebat yang sudah turun. Mereka berhenti bukan karena tanpa alasan, rasa takut terus menjalar keseluruh tubuh mereka.

Sedangkan Bejo tercekat kuat di lehernya, seperti ada sosok mahluk tak kasat mata memasaknya untuk diam tidak melakukan doa turun temurun dari kakek buyutnya.

"A..aa...aaa...a..a..aastaghfirullah...aallzimm...."

Bejo terdiam, membuka matanya.

Seketika hujan sedikit reda, petir menyambar keras kini mulai hilang tanpa arah. Jarot dan Pendi pucat pasi, mereka mematung berdiri ketakutan dalam pelukannya.

"Oii.. lu.. kenapa apa pelukan!!," seru Bejo.

Bejo melemparkan tanah basah dari kuburan.

"Ehhh.. iya Jo. Kita takut Jo, baru kali gali kuburan kek menghadapi raja genderuwo saja," ucap Pendi.

"Sudah. Lanjutkan ini aja, bentar lagi selesai."

Bejo melanjutkan bergantian dengan temannya, setelah selesai mereka duduk di kejauhan menunggu proses pemakaman Ki Kusumo.

Kemudian mereka ke sungai samping pemakaman tidak tau terlalu jauh, Bejo membersihkan cangkulnya bersama dua teman yang selalu ada saat seperti ini.

"Malam ini ke warung pojok Jo, katanya ada pekerja baru cantik," ucap Jarot.

"Kalau begini lu berani, coba tadi pucat seperti mau terbang tuh rohmu," balas Pendi.

"Lu juga gitu," ucap Jarot.

"Ahhsudahalah kalian ini, jangan lupa besok pagi kita sekolah," ujar Bejo.

"Iya lagi," dengan kompak Jarot dan Pendi berkata.

Setelah membersihkan cangkul mereka kembali kerumah Bejo meletakkan cangkul dan gerobaknya di belakang rumah.

Jarot dan Pendi kembali pulang untuk membersihkan diri, sama seperti mereka Bejo juga membersihkan dirinya.

Setelah selesai Bejo duduk di teras dengan rokok dan singkong rebusnya.

Tidak berselang lama tetangga Bejo menghampirinya.

"Tumben kamu duduk sini Jo?," tanya Mala.

"Bosen di dalam terus. Mbak juga tumben kesini?," balas bertanya Bejo.

"Baru juga pulang Jo," jawab Mala.

"Kuliah libur ya Mbak?,"

"Iya libur dua minggu,"

Bejo makan singkong nya, dia duduk bersama Mala tetangga samping rumahnya. Mala melirik Bejo sekali dua kali, seperti mau berbicara sesuatu tapi di tahannya.

"Jo?," panggil pelan Mala.

"Apa mbak," jawab Bejo.

"Kamu bisa gak temenin mbak?,"

"Kemana?,"

"Hmmm.. mbak mau kondangan malam ini tapi gak temen,"

Bejo memandang mbak Mala, terasa bingung bagi Bejo yang tau Mbak Mala memiliki kekasih tapi kenapa meminta tolong padanya.

"Kenapa gak sama cowok mbak aja," ucap Bejo.

"Dah putus Jo," balas Mala.

"Sejak kapan?,"

"Kamu malah nanyak sih Jo, mbak minta tolong ini bukan minta di interogasi."

Bejo cekikikan mendengarnya, dia benar-benar iseng pada mbak Mala.

"Ya udah buru, aku tinggal ganti baju aja ini," ujar Bejo.

"Oke tunggu bentar,"

Mala kembali pulang, sedangkan Bejo masuk kedalam ganti pakaian buat kondangan. Setelah selesai dia duduk kembali di depan rumah menunggu Mbak Mala selesai.

Tidak berselang lama Mala keluar, membuat Bejo terdiam melihatnya.

Sangat cantik ketika Mala memakai dress cream, dengan make up tipis di wajahnya. Rambut terurai panjang semakin menambah daya pesona, lipstik tipis memberikan nuansa hidup dalam kecantikan sempurna.

"Jo ayo berangkat," ucap Mala.

"Dih Bejo, kenapa kamu lihatin aku terus sih?,"

"Mbak Mala juga bisa dandan cantik ternyata,"

"Duh kamu bisa ja Jo. Yok berangkat,"

Kemudian Bejo dan Mala berangkat menuju tempat kondangan, namun baru sampai ujung jalan tempat jalan besar teman-temannya datang yang mau kerumah Bejo.

"Loh.. Jo mau kemana lu?," tanya Jarot.

"Mau kondangan bentar, kalian berdua kesana aja nanti gua nyusul," jawab Bejo.

"Sejak kapan lu punya cewek Jo?," tanya Pendi.

Membuat Mala tertawa pelan mendengar ucapan Pendi yang tidak mengenali dirinya.

"Cewek gundulmu itu. Ini Mbak Mala," balas Bejo.

"Ehhh.. maaf mbak, saya kira tadi ceweknya Bejo," ucap Pendi.

"Sudah gak apa, kalian mau kemana emangnya?,"

"Mau kewarung baru di sana mbak,"

"Oh cafe itu ya!!,"

"Namanya cafe nya itu!!,"

"Dasar bocah oon bener dah, dah jelas namanya tadi Cafe Pojok Kampung di bilang warung aja sejak tadi," seru Jarot memukul kepala Pendi.

"Aduhhh.. gua gak tau,"

Bejo sendiri menggelengkan kepalanya, dia menghiraukan teman-temannya. Bejo memacu motornya menuju kondangan sesuai alamat yang di berikan Mbak Mala.

Setelah sampai Bejo duduk di sepeda motornya, membuat Mala terdiam memandanginya.

"Loh.. ayo Jo ikut kedalam," ajak Mbak Mala.

"Aku beneran ikut kedalam?,"

"Iyalah. Pokoknya kamu diam aja dan bilang iya nanti,"

Bejo kebingungan mendengar perkataan Mbak Mala, seperti terputus dengan maksud tersembunyi. Kemudian Mala memeluk lengan Bejo, masuk kedalam dengan langkah pelan.

Teman-teman Mala yang berada di dalam bertanya-tanya dengan siapa Mala datang. Bejo sendiri hanya bisa terdiam dan mengikuti langkah Mala, dia melihat Mala begitu ceria tidak seperti sebelumnya.

Saat Bejo lebih dekat dengan teman Mala, semua wanita muda itu memandang wajah Bejo. Mereka terpesona melihat ketampanan Bejo, rahang tegas dengan kumis tipis memberikan daya tarik yang mempesona.

Mala melirik Bejo, dia melihat Bejo sedikit gemetaran karena dia baru pertama kali di ajak olehnya ke kondangan dan dia memeluk lengannya.

1
Eliermswati
lnjut lg thor up nya😍
herupratama_
kenapa pocong nya gak ganti cewe thor 🤣
D.P. Auzora.: Nanti ada, tapi di bab selanjutnya. Dia sosok yang belum lama ini tiada, ada sebuah misteri atas kematian. Jadi Bejo akan memecahkan masalah itu, tunggu ya!! mungkin di bab 23 nanti 😊🙏
total 1 replies
Eliermswati
lnjut lg thor seru nih 😍😍smngt thor up nya
Eliermswati
smngt thor up nya lnjut lg dong cerita seru bngt g klh seru sm cerita aldi enk buat d bc nya😂😂
Eliermswati
ih ko serem banget sih thor cerita nya, tp q suka walaupun ad rasa takut klo mau bc gmn dong q g mau kelewatan walaupun 1 bab😂😂😂smngt thor up nya
Andi Akhasay: baca ceritaku kak
total 2 replies
Eliermswati
wah cerita nya mkn seru thor q suka bngt😍😍smngt thor up nya
Eliermswati
wah thor bkin penasaran nih jngn2 d rmh bejo ad tamu tak d undang yg nm nya geser laki sm mb kunti😂😂😂smngt thor up nya
D.P. Auzora.
Kalau itu sudah ada nanti, kemungkinan sama akhir bulan depan Aldi akan kembali juga. ada kejutan pokoknya tunggu saja 😊🙏
Eliermswati
g klh seru sm cerita aldi y thor, tp bnran kn thor nnti d cerita in ad aldi nya jg soalnya dah kangen nih😍smngt thor up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!