seorang anak sekolah SMA kelas 3 bernama fia yang dipanggil mama oleh seorang anak kecil bernama rio
"uuuuuaaaaaaa papa ana Iyo ndilian dicini"
"fi ... fi ... lo denger suara anak kecil nangis-nangis gak ?"
"ya dit , gw denger tapi dimana tuh anak ya?"
"aduh fi , lo sih udah gw bilang juga ngapain malem-malem kita nyari tuh tukang bajigur ditaman kompleks rumah lo gini ."
"ya mau gimana lagi Adit , Lo tau noh istrinya kakak gw ngidam bajigur malem-malem gini."
"fi , jangan-jangan anak tuyul kali."
"aahh ngaco lo , gak ada ya yang namanya anak tuyul ini jaman now bukan jaman old cuy."
"ih Lo mah kalo dibilang gak percaya sama gw. kalo anak tuyul beneran jangan salahin gw ya."
"iya gak."
"MAMA."
"dit , kalo lo takut jangan tarik-tarik baju gw dari belakang dong."
"apaan sih lo fi , ini tangan gw dua-duanya ada didepan mata Lo.
"kalo gitu yang narik baju gw sapa?"
"jangan-jangan HHH...AAAANTU
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vitae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan Part Dua
Rio yang telah kenyang setelah melahap abis makanan yang disuapin oleh Fia . Selesai makan Rio pun bermain dengan Fia hingga membuat dirinya tertidur akibat kesenangan dan kelelahan yang melanda tubuh bocah tersebut . Fajar pun menggendong Rio ke dalam kamar milik nya agar anaknya bisa istirahat dengan nyaman .
Kini tinggallah Fia bersama dengan kedua orang tua nya Fajar diruangan tamu .
"Nama kamu siapa nak ?"tanya Herman sang papih nya Fajar .
"Nama saya Fia om."jawab Fia yang rada takut salah jawab karena ini adalah perkenalan tanpa rencana .
"Saya Herman papih nya Fajar dan ini istri saya Sri mamih nya Fajar."ucap Herman memperkenalkan diri serta istri nya.
"Kamu kelas berapa Fia?"tanya nya lagi sang mamih.
"Kelas 3 SMA tan , kebetulan saya murid nya pak Fajar tan...."jelas Fia yang terpotong ucapannya oleh Sri sang mamih nya Fajar .
"Sudah berapa lama kamu berhubungan dengan fajar ? Terus gimana kamu udah ada hasilnya belum dari kerjaan anak saya?"selak Sri yang penasaran ingin bertanya apakah sukses anak satu-satunya menanam saham anak ke dalam tubuh wanita yang ada dihadapannya ini . Hal yang ditunggu olehnya adalah cucu kedua dari Fajar anaknya semata wayang .
"Berhubungan dalam hal apa ya Tante ? Terus maksud nya Tante apa ya berbicara soal hasil ? Seingat dan setau saya . Saya dan pak Fajar tidak sedang melakukan kerjasama satu sama lainnya Tante . Emang apa yang dikerjakan sama pak Fajar ke saya tan ?"tanya balik dari Fia .
"Maksud nya mamih nya Fajar itu gimana kamu sudah hamil belum nak Fia ?"ucap Herman to the point.
"Ha ... Hamil ... ?"ucap Fia terbatah batah karena syok mendengar kata hamil .
"Iya hamil."tegas Sri karena rasa penasaran yang melanda .
"Maksud Tante sama Om apa ya ? Kok ngomong soal hamil ? Siapa memang nya yang hamil Om , Tante ?"pikiran Fia pun jadi oneng seketika .
'Tadi ngomongin soal kerjaan nya pak Fajar sekarang hamil . Kok gw ngerasa gagal paham sama pembicaraan disini ya ?'batin Fia .
"Ya kamu."ucap Sri dan Herman bersamaan .
"Aku ?"ucap Fia yang kaget sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Ya nak Fia , apa Fajar sudah loyo . Sampe-sampe kamu beloman tekdung ?"tanya Herman .
"Tu...tunggu Om . Saya sama pak Fajar tidak pernah melakukan tindakan seperti yang..."
"Gak pa-pa nak Fia . Papih sama mamih nya Fajar ingin tau gimana hasilnya dari Fajar ke kamu . Kalo melihat keadaan kamu seperti nya . Fajar kurang lincah dan kurang tahan lama ya ? Buktinya masa kamu beluman hamil . Maklumlah Fajar juga kan sudah tua udah dua puluh tujuh tahun . Beda sepuluh tahun sama kamu . Jangan pernah kamu tinggalin Fajar ya nak Fia . Cuman gara-gara dia sudah rada loyo masalah ranjang . Suruh dia banyak-banyak olahraga nak . Biar cepet kamu hamil . Kalo bisa sehari sepuluh ronde . Yar cepet jadi . Iya kan pih."ucap Sri memotong omongan Fia yang tadi hendak memberikan penjelasan tanpa henti .
"Iya Fia sayang . Papih juga berharap kamu tetap terima Fajar yang sudah tua . Karena dia satu-satunya anak papih sama mamih . Malah kalo bisa besok kalian menikah gimana nak Fia bersedia kan ? Kalo kalian cepetan nikah kalian bisa buat anak kapan saja ."ucap Herman terkekeh kecil.
"Om Tante , mohon maaf sebelumnya saya masih gak tau arah bicara Om sama Tante . Tapi saya di sini ingin menjelaskan bahwa saya sama pak FA.."
"Fajar sini nak , ini kita lagi ngomongin soal pernikahan kalian berdua."ucap Sri saat Fajar anaknya muncul di belakang Fia.
"Memang kapan sayang , kamu mau aku nikahin nya ?"tanya Fajar sambil memeluk Fia dari belakang.
Fia pun kaget dan tak terima atas perlakuan Fajar yang baru saja memeluk tubuh nya dengan seenaknya .
"Pak kan saya sudah bilang kalo saya mau nikah sama bapak kalo saya udah jatuh cinta sama bapak dan juga setelah saya udah kerja pak."ucap Fia pelan ditelinga Fajar . Saat Fajar menelusup kan kepalanya disamping leher nya Fia.
"Okeh tapi kamu harus nurutin semua perintah aku dan kamu mesti biasain cara bicara kamu ke aku selayaknya kekasih . Kalo tidak jangan salahin saya kalo besok kita nikah."balas Fajar membisikkan kata-kata nya dengan pelan ditelinga Fia terdengar seperti pengancaman secara halus .
"Gimana sayang ? Apa mau besok pagi kalian nikah nya ? Mau seperti apa acara nya biar mamih yang urus."ucap Sri dengan semangat juang .
"Oke pak saya setuju."ucap Fia pelan ke Fajar sambil tersenyum melihat kearah kedua orang tua nya Fajar.
"Jangan besok lah mih , Fia kan masih butuh waktu . Fia juga masih belum lulus sekolah . Ya kan sayang."jawab Fajar membuat Fia bisa terlepas dari pernikahannya besok.
"Yah gak bisa gitu dong Fajar kamu itu udah tua . Lagian apa salahnya jika kalian nikah besok toh Fia hamil dan melahirkan pun dia pastinya saat sudah lulus sekolah . Kalo kelamaan kalian nikah , keburu kamu tua Fajar . Nanti yang ada kamu gak bisa muasin Fia lagi diranjang."ucap Sri yang selalu menjurus ke arah intim .
"Ya ampun mih . Fajar masih kuat kali . Jangan kan sepuluh ronde , buat Fia sampe gak bisa jalan seminggu juga Fajar masih sanggup mih."ucap Fajar yang tidak terima seolah diremehkan kejantanan nya sebagai seorang pria tulen .
"Sudah-sudah . Kasian itu Fia , dia diem aja karena malu membahas soal begituan . Maaf ya Fia , kami jadi gak sopan ngomong soal begituan sama kamu . Habis nya kami cuman gak mau kehilangan kamu jadi menantu kami nak . Kamu adalah orang yang tepat untuk Fajar dan Rio serta anak-anak kalian kelak."ucap Herman.
"Iya sayang . Kamu ikut mamih dulu yuk."ajak Sri .
"Kemana Tan ?"tanya Fia yang digandeng tangannya sama Sri .
°°°°°
Dikamar orang tua nya Fajar
"Sini duduk sayang."
"Iya Tante."
"Ya ampun Fia , panggil mamih jangan Tante kamu itu kan bakalan jadi istri nya Fajar nanti nya."
"Mmm iya nih."ucap Fia mengiyakan agar cepat .
"Ini fi buat kamu."
"Bu..buat aku Tan , eh maksudnya buat aku mih?"
"Iya sayang cincin ini . Dulu nya cincin pemberian dari Oma nya Fajar .Saat itu Oma nya Fajar memberikan cincin ini sebagai tanda Tante memiliki ikatan sama papih nya Fajar . Karena berhubung kamu kini menjadi calon istri nya Fajar mamih memberikan cincin ini untuk kamu sayang."penjelasan Sri .
"Jadi maksud mamih , ini tanda ikatan saya dengan pak Fajar gitu?"
"Iya sayang."
"Maaf mih Fia mau tanya sebelumnya . Tapi mamih jangan marah ya sama pertanyaan dari Fia ."
"Kamu mau tanya apa sayang ? Ngomong aja , mamih gak akan marah kok sama kamu."
"Bukan nya mamih gak suka sama Fia ya ?"
"Kata siapa sayang ? Kok kamu bisa sampe ngomong begitu ?"
"Ya gak mih pas awal kita ketemu tadi tatapan dan cara bicara mamih diawal kita bertemu seakan mamih gak suka sama Fia ."jujur Fia .
"Hahahaha kamu ada-ada aja . Mamih tuh cuman ngetes kamu sayang . Mamih mau tau gimana respon kamu sama sikap mamih tadi pertama kali kita ketemu . Ternyata benar dugaan mamih . Kamu terpaksa kan berhubungan dengan Fajar ."
"Kok mamih tau ?"kaget Fia .
'Mampus gw. 'batin Fia .
"Ya tau lah sayang . Mamih kan perempuan sayang sama seperti kamu . Mamih tau , pas kamu langsung ngomong seakan-akan kesempatan kamu bisa lepas dari Fajar . Lagian Fajar itu kan anak nya mamih . Mamih juga yang melahirkan dia . Jadi mamih tau gimana dia . Pasti dia maksa kamu buat jadi pacarnya kan . Pasti dia ngancem kamu kan ?"
"Iya mih kok tau banget sih mih?"
"Fia sayang . Mamih cuma bisa bilang . Fajar itu mencintai kamu , begitu juga dengan Rio cucu mamih . Mamih harap kamu bisa menerima Fajar sebagai pasangan dunia akhirat kamu sayang . Walaupun sikap nya Fajar yang over protective dan possesive . Itu semata-mata untuk melindungi kamu sayang . Dia tidak ingin kehilangan kamu ."
"Maksud mamih apa?"
"Fia , kamu tau kan Fajar bukan lah pria perjaka . Tapi dia seorang duda beranak satu . Kamu tau kenapa cincin ini bisa ada sama mamih . Itu karena saat Vina mantan istrinya Fajar pergi meninggalkan rumah , dia meninggalkan cincin ini tepat dimana hari kelahirannya Rio . Fajar yang kaget melihat cincin ini serta surat gugatan perceraian yang di ajukan oleh Vina membuat Fajar ingin mengetahui apa alasannya Vina meninggalkan Fajar dan Rio . Saat Fajar mencari informasi kurang lebih satu minggu , ternyata Vina bersama laki-laki lain dan ternyata laki-laki tersebut adalah selingkuhan nya Vina selama enam bulan belakangan saat bersama Fajar sebagai istrinya dengan alasan Fajar yang kurang perhatian , kurang memenuhi kebutuhan kasih sayang ke Vina , Fajar yang terlalu cuek , Fajar yang terlalu kaku , dan seribu macam alasan Vina buat memojokkan Fajar agar hubungan nya berakhir . Mamih dan papih kaget mendengar berita itu . Sampai-sampai Fajar curiga bahwa Rio bukanlah anak kandung nya sendiri . Tapi hasil tes DNA menyatakan Rio adalah anak kandungnya . Akhirnya Fajar pun bertekad untuk membesarkan Rio seorang diri tanpa perempuan disampingnya . Dulu Fajar sempat menolak untuk berhubungan dengan perempuan mana pun . Tapi karena Rio selalu meminta ingin bertemu mama nya dia pun terpaksa menjalin hubungan dengan banyak perempuan diluar sana. Tapi halhasil nihil Rio menolak semua perempuan yang hadir disisi Fajar termasuk calon yang mamih dan papih jodoh kan ke Fajar . Hingga muncul lah kamu sekarang . Dan mamih harap kamu jangan lelah akan sifat dan perilaku Fajar ke kamu . Dia seperti itu karena dia tidak mau kehilangan wanita yang dia sayangi dan cintai untuk kedua kalinya . Kamu bisa janji kan sayang sama mamih kamu tidak akan meninggalkan Fajar dan keluarga ini."ucap Sri dan pinta nya seakan memohon ke Fia agar mengabulkan permintaan nya.
"Ya tapi mih , Fia masih SMA . Masa mamih mempercayai anak mamih ke Fia yang masih bocah?"
"Fia kamu tuh memang masih SMA tapi kamu memiliki sifat dewasa sayang . Mamih sudah melihat perilaku kamu terhadap Rio . Jiwa keibuan kamu luar biasa sayang . Maka nya mamih langsung setuju jika kamu menjadi istri dan ibu dari anaknya mamih."
"Makasih ya mih sudah percaya sama Fia . Tapi Fia gak bisa janji apa-apa , karena yang namanya takdir dijalan hidup orang kan beda-beda mih."ucap Fia yang memang takut merusak harapan nya Sri .
"Iya sayang gak pa-pa . Tapi kamu tenang aja kalo Fajar ampe nyakitin kamu . Tinggal bilang ke mamih biar Fajar mamih yang urus."
Sri pun menjanjikan ke pada Fia bahwa anaknya tidak akan menyakiti nya . Jika sampai Fajar menyakiti hati Fia . Maka berurusan langsung dengan Sri . Pasalnya Fajar takut ke pada Sri , menurut Fajar jika sang ibu sudah mengucapkan sumpah serapah nya pasti akan jadi kenyataan untuk nya . Maka dari itu Fajar selalu menuruti semua permintaan Sri sang mamih . Bukan hanya itu yang selalu jadi prinsip hidupnya Fajar adalah surga di telapak kaki ibu . Sebisa mungkin ia tidak akan menyakiti hati seorang wanita . Jika ia menyakiti hati seorang wanita sama saja dia menyakiti hati ibu nya .
tadi Lio dari toilet,liat mama jadi ngikutin mama