NovelToon NovelToon
Kesatria Merah

Kesatria Merah

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Perperangan
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: PrinceArslan

Mati di medan perang modern, Alvaro sang prajurit pasukan khusus elit terlahir kembali di Aetheria—dunia yang dikuasai oleh sihir dan aura. Sialnya, ia terjebak dalam raga "Arya Denwick" Anak bangsawan 17 tahun berpenyakitan pewaris desa rawa miskin, yang baru saja didorong ke jurang kematian oleh Musuh yg tidak diketahui.
Tanpa "sistem" ajaib layaknya kisah pahlawan lain, Arya menolak takdir pecundangnya. Memadukan pernapasan yang ia ketahui di militer untuk memanipulasi energi aura dan mematikannya seni pedang dari Bumi, ia merakit ulang tubuh rusaknya.
dan menjadi penguasa sejati di kerajaan bahkan dunia tersebut!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PrinceArslan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Terjatuh, atau Sengaja Didorong?

Arya menyandarkan punggungnya yang gemetar pada akar pohon raksasa yang mencuat dari tanah berlumpur. Ia mendongak, menyipitkan mata menatap ujung tebing terjal yang menjulang belasan meter di atasnya. Kabut tipis menyelimuti pepohonan di puncak tebing itu, membuatnya terlihat suram.

Rasa perih kembali berdenyut di pelipisnya. Sambil mengatur napasnya yang pendek dan tersengal-sengal, ia menggali lebih dalam memori terakhir sebelum kegelapan merenggut nyawa pemilik asli tubuh ini.

Pagi itu, Arya yang asli bangun lebih awal dari biasanya. Pemuda itu mengambil sebuah belati berburu berkarat dari gudang tua, lalu menyelinap keluar dari kastil tanpa sepengetahuan Hans maupun ibunya. Niatnya sederhana, namun tragis: ia ingin berburu. Ia ingin membawa pulang seekor hewan, apa pun itu, sekadar untuk membuktikan kepada ayahnya bahwa ia bukan sekadar parasit yang menunggu mati di ranjang karena penyakit.

Namun, semangat saja tidak cukup untuk menopang raga yang hancur. Baru berjalan beberapa kilometer menembus pinggiran hutan rawa, napasnya sudah habis. Keringat dingin membasahi tubuhnya. Pandangannya berkunang-kunang.

Ketika ia tiba di tepi tebing untuk mencari udara dan melihat kondisi di bawah, napasnya tersengal parah. Ia membungkuk, bertumpu pada kedua lututnya, mencoba memulihkan kesadarannya yang mulai kabur.

Di titik itulah insiden terjadi.

Arya memejamkan mata, memutar ulang detik-detik terakhir itu dengan ketelitian analisis seorang mantan prajurit. Dalam memori tersebut, tidak ada pijakan yang licin. Tidak ada bebatuan yang runtuh. Pemuda malang itu tidak kehilangan keseimbangan karena kelelahan.

Tepat saat ia menunduk, ada suara gemerisik daun yang sangat pelan dari arah belakang. Lalu, sebuah dorongan keras menghantam punggungnya. Sensasinya sangat spesifik—tekanan dari dua telapak tangan yang diarahkan tepat di bawah tulang belikat, dengan kekuatan yang dihitung pas untuk melempar tubuh lemahnya melewati bibir tebing tanpa sempat berteriak.

Mata Arya langsung terbuka. Sorotnya sedingin es.

"Itu bukan kecelakaan," gumamnya pelan, suaranya nyaris terdengar seperti desisan di tengah sepinya rawa.

Sebagai seseorang yang terbiasa mempelajari cara membunuh, ia tahu betul perbedaan antara orang yang tergelincir dan orang yang disingkirkan. Jika seseorang tergelincir secara alami, insting dasar manusia akan membuatnya mencoba meraih sesuatu—akar, batu, atau sekadar memutar tubuh. Tetapi dorongan di punggung Arya sangat cepat, presisi, dan terencana. Sang pelaku tahu persis bahwa tubuh selemah Arya tidak akan memiliki refleks untuk melawan gravitasi.

Sebuah pertanyaan logis muncul di kepala Arya. Siapa yang repot-repot ingin membunuh anak berpenyakitan yang bahkan diperkirakan tidak akan hidup melewati usia dua puluh tahun?

Apakah ini ulah bangsawan tetangga yang ingin memutus garis keturunan Denwick untuk mengklaim wilayah rawa ini? Atau... apakah ada musuh politik ayahnya dari masa lalu yang akhirnya menemukan mereka di tempat pembuangan ini?

Arya tidak memiliki cukup data intelijen saat ini. Namun satu hal yang pasti: pelaku pembunuhan itu kemungkinan besar masih berkeliaran, entah di sekitar perbatasan atau bahkan di dalam baroni miliknya sendiri. Mengira bahwa targetnya sudah mati membusuk di dasar sungai.

Arya menyeringai tipis, sebuah senyuman berbahaya yang sangat tidak cocok dengan wajah pucat dan rapuh milik remaja itu. "Kau salah memilih mangsa," bisiknya pada udara kosong.

Ia mengalihkan pandangan dari tebing dan mulai memeriksa kondisi tubuhnya. Selain luka robek di pelipis, beberapa tulang rusuknya terasa memar, dan sendi pergelangan kakinya sedikit terkilir. Masih bisa digerakkan, meski rasa sakitnya akan sangat menyiksa.

Dengan gerakan lambat namun efisien, Arya merobek ujung kemeja linennya yang basah kuyup. Ia memeras air keruh dari kain tersebut, lalu mengikatkannya erat-erat mengelilingi kepalanya untuk menghentikan pendarahan di pelipis. Ini adalah pertolongan pertama dasar di medan tempur.

Setelah memastikan pendarahannya tertekan, ia mencari dahan kayu yang cukup kokoh di sekitarnya untuk dijadikan tongkat penyangga. Dengan gigitan kuat di bibir bawahnya untuk menahan erangan sakit, Arya memaksakan diri untuk berdiri. Kakinya bergetar parah, memprotes beban yang ditimpakan, namun kemauannya yang terbuat dari baja memaksa otot-otot lemah itu untuk patuh.

Memanfaatkan posisi matahari yang mulai condong, serta ingatan spasial yang perlahan menyatu di kepalanya, Arya menentukan arah. Ia harus segera kembali sebelum malam turun dan predator rawa yang sebenarnya keluar.

Sambil menyeret langkah kakinya melintasi lumpur tebal, Arya Denwick memulai perjalanan pulang.

1
palupi
semangat thor👍🥰
palupi
semakin seru...👍🥰
palupi
❤️
PrinceArslan: halo kak' Jika kaka suka karya ku.. aku akan merekomendasikan karya ku yang lain yaitu "Goblin Emperor" barangkali kaka tertarik terimakasih
total 1 replies
palupi
semakin seru 👍
palupi
👍
palupi
langsung tertarik ceritanya 🥰
👍
PrinceArslan: terima kasih 👍
total 1 replies
marsabat hindom
sangat bagus
PrinceArslan: terima kasih 🙏
total 1 replies
Sung Jin Woo
bagus
Akagami Shanks
suka cerita yg seperti ini 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!