Ariana merasakan bahwa dirinya tengah dalam bahaya,keluarga nya yang dibantai namun sang ayah tidak ditemukan,lalu ariana bertemu dengan 3 pria tampan Siapakah mereka? baca kisahnya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sansan ryn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awal Masalah
"Rudi,orang tua anak ini sangat menginginkan lahanmu untuk mereka berani membayar mahal,ayolah rudi"
"Maafkan saya adi,tapi ini bagian dari rumahku istriku, anak anakku merasa sudah nyaman tinggal di desa ini"
"Tawaran nya lumayan besar rudi,kamu, istri dan juga anakmu bisa tinggal lebih layak mencari rumah yang megah juga pasti bisa"
"Untuk apa kemewahan jika tidak ada kebahagian di dalamnya,aku lebih baik tinggal di dalam sebuah gubuk tapi bahagia dengan keluarga kecilku daripada hidup bergelimang harta tapi menderita dan tersiksa!"
Mendengar perkataan ayah ariana anak laki laki itu kaget dan tertunduk seperti sedang memikirkan sesuatu,untuk anak seusianya beban apa yang dia tanggung?
"Manusia itu memang munafik ya,bagaimana jika sebagai uang muka 500 juta cukup?"
"Tidak adi aku tidak akan menjualnya!"
Ayah ariana bersikeras menolak tapi semakin dia menolak adi terus saja menekannya.Ariana yang kala itu masih kanak kanak tidak mengerti dengan semua yang dia dengar.
Ariana yang tahu bahwa ayahnya sedang tak baik baik saja segera menghampirinya lalu dipegang lah tangannya.
"Ayah,sudah jangan marah mari kita berkebun lagi?"
"Maafkan ayah ariana,adi sebaiknya kamu pergi jika tidak ada kepentingan disini"
"Baiklah rudi,jika kamu tertarik dengan tawaran nya segera hubungi aku"
Adi pergi meninggalkan rudi dan ariana dengan memendam kecewa karna dia tidak bisa berbuat banyak untung membantu majikan nya.Sementara anak laki laki itu tidak banyak bicara sepanjang jalan dia hanya diam saja seolah sudah muak dengan semuanya.
"Tuan muda apa ada yang mengusik hatimu,bicarakan saja pada saya?"
Anak itu menatap dingin pada adi dan mempercepat langkah kakinya.Sesampainya diparkiran seperti halnya yang dilakukan seorang pelayan yaitu melayani dengan senang hati.
Dua minggu berlalu sejak kejadian itu,ariana memilih untuk tetap dirumah dan tidak ikut ayah nya ke ladang.Sang ibu yang melihat perlakuan anaknya ada yang berubah mulai khawatir.
Terlepas dari itu semua sang ibu tahu bahwa ariana sangat sulit sekali jika di nasehati untuk tidak selalu ikut ayah nya berladang.
"Ariana sayang,tumben kamu tidak ikut ayah ke ladang?"
"Ibu boleh ariana bertanya pada ibu?"
Ibunya menghampiri ariana,lalu di peluknya ariana dengan rasa hangat.
"Tentu saja boleh sayang,kamu mau bertanya soal apa?"
"Ibu apa kemewahan itu lebih penting daripada kebahagiaan?"
Ibunya hanya terdiam lalu mengelus lembut pipi ariana.
"Sayang percuma kita hidup mewah tapi kita tidak bahagia,lebih baik hidup sederhana tapi kita nyaman dan merasa bahagia daripada hidup dengan penuh kebohongan"
"Ternyata apa yang di ucapkan ibu sama seperti yang di ucapkan ayah"
"Memang nya kapan ayahmu mengatakan itu sayang?kamu mendengarnya dimana?",tanya sang ibu khawatir.
"Sekitar dua minggu yang lalu ada seorang bapak bapak sedikit tua dia bilang teman nya ayah, lalu dia juga mengatakan akan memberi uang pada ayah 500 juta ibu"
Mata sang ibu terbelalak kaget,nafasanya mulai tergesa-gesa di tatap nya ariana dengan serius,kedua tangan sang ibu memegang bahu ariana seolah pertanda ingin anak nya benar benar meyakinkan ibunya.
"Ariana apa bapak bapak itu membawa anak kecil berambut merah menyala?"
"Iya ibu tapi anak itu diam saja,oh iya dia juga menolong ariana waktu terjatuh,dia baik ibu"
Selayaknya anak pada umumnya anak hanya mengingat bagian kebaikan orang kepadanya.
"Ayah kamu sekarang dalam bahaya kamu tunggu disini ya,ibu akan pergi ke ladang untuk melihat ayah"
"Ibu ariana ingin ikut,ariana sama deo mau ikut sama ibu"
"Jangan ariana kamu lebih aman disini, tidak baik jika kamu ikut dengan ibu"
Ibunya segera bersiap dengan mengenakan baju hangat berwarna coklat lengkap dengan syal nya berwarna maroon.
Cuaca hari itu sedang tidak baik,langit mendung,angin bertiup cukup kencang pertanda akan ada hujan angin. Namun sang ibu tidak memperdulikan nya.
"Ibu hati hati ya, jangan lama lama"
"Ariana jaga diri baik baik ya,jaga deo kalian berdua harus hidup rukun"
Belum sempat menjawab sang ibu langsung pergi meninggalkan ariana seorang diri.
"Apa maksud ibu ya,ibu segera pulang ariana takut"
Tidak terasa waktu sudah menjelang malam langitpun berganti.Ariana yang sedari tadi duduk di ruang tengah menunggu sang ibu dan ayah yang tak kunjung datang tidak sadar terlelap begitu saja.
Waktu menunjukan pukul 9 malam namun orangtua nya tidak kunjung datang.
"Ayah ibu ariana takut"
Ariana hanya bisa menangis dalam diam,dalam kesunyian dan ketakutan yang dia rasakan.Hujan disertai angin yang kencang membuat suasana semakin mencekam.
"Ayah,ibu,kak ariana"
Deo yang merasakan ketakutan itupun berjalan keluar kamar, sepertinya dia terbangun dari tidurnya karna suara hujan yang deras.
"Deo sini sama kakak"
"Kakak, ayah dan ibu mana?"
"Hm ibu sedang menyusul ayah ke ladang kita tunggu saja disini ya"
"Tapi ko belum pulang ya kak?"
"Nanti juga pulang ayo deo kita tidur saja,kakak bacakan dongeng ya"
"Asyik ayo kak,deo juga sangat rindu dibacakan dongeng oleh kakak"
Saat hendak masuk kedalam kamarnya,mereka melihat bayangan sesosok manusia di depan jendela luar.
"Deo,deo masuk duluan ya"
"Tapi kak,deo takut masuk sendiri"
"Deo anak baik kan,masuk duluan nanti kak ariana nyusul ya"
"Baik kak,kakak nanti temenin deo ya"
"Iya dek"
Ariana menelan saliva nya,suasana yang begitu mencekam terjadi.Tidak mengerti dengan apa yang terjadi ariana bersembunyi di bawah meja yang cukup aman.
Langkah kaki terdengar,lantai kayu berdecit tanda orang itu sudah mulai memasuki area rumahnya.
Ayah,ibu ariana takut .
"A..ariana kabur dari sini nak cepat.."
Itu suara ibu,tapi kenapa suara ibu pelan sekali
Suaranya pelan tapi ariana yakin bahwa itu adalah ibunya.Saat dia akan menghampiri ibunya sesuatu yang tidak di inginkan nya terjadi.
DOR
Suara tembakan bergema di sepenjuru rumah,deo pun yang mendengar suara itu menjadi penasaran dan menghampiri sumber suara tersebut.
Dua suara tembakan terdengar,membuat ariana semakin ketakutan,tubuhnya dingin seluruh tubuhnya tak karuan.
Dia menangis lagi dalam diam,tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada keluarganya.Sosok itu semakin mendekat ke arah ruang tamu.
"Ariana mau gak ketemu sama ibu, ayah dan adik manis nya? Ha ha ha"