NovelToon NovelToon
Rahasia Suamiku.

Rahasia Suamiku.

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pelakor / Romansa
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Deche

Ani Almira mendapatkan kabar dari pihak kepolisian bahwa Fardan suaminya mengalami kecelakaan tunggal. Namun, ketika kecelakaan itu terjadi Fardan tidak sendirian. Ani terkejut ketika polisi mengatakan penyebab kecelakaan suaminya. Ani tidak menyangka Fardan begitu tega kepadanya.
Ardi Akram seorang perwira menengah di kepolisian. Ia merasa kecewa dengan apa dilakukan oleh Nadira istrinya. Ia mengajak Ani untuk balas dendam atas perbuatan Fardan dan Nadira. Ani menolak untuk melakukan balas dendam. Namun, berkat bantuan Ardi rahasia masa lalu Fardan terungkap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengapa Suami Saya Jadi Seperti Ini?

Ani kembali ke ruang tunggu. Ia menunggu sampai dipanggil kembali. Setelah 30 menit menunggu akhirnya ada yang memanggil Ani. “Keluarga Ahmad Fardan.” Seorang dokter muda memanggil Ani.

      Cepat-cepat Ani berdiri dari tempat duduk dan menghampiri dokter itu. “Saya, Dok.” Dokter muda itu menoleh ke Ani. “Ibu keluarga Ahmad Fardan?” tanya dokter itu.

       “Iya, Dok. Saya istrinya,” jawab Ani.

      “Ibu ikuti saya!” Dokter itu masuk ke dalan ruang IGD. Ani mengikuti dokter itu.

      Dokter itu masuk ke ruang IGD khusus laki-laki. Di dalam ruang IGD banyak pasien yang sedang diperiksa dokter. Dokter itu berhenti di depan tempat tidur pasien yang berada di pojok ruangan. Di sebelah kanan dan kiri tempat tidur berdiri tiga orang dokter dan dua orang polisi.

      Dokter muda itu mengatakan sesuatu kepada dokter yang wajahnya lebih tua dan senior. Dokter itu menoleh ke arah Ani. Semua orang memberikan jalan untuk Ani. Pelan-pelan Ani mendekati tempat tidur pasien. Ia melihat seorang laki-laki terbaring di atas tempat tidur dengan wajah penuh luka. Di sebelah tempat tidur ada monitor yang menampilkan grafis kinerja organ tubuh. Di mulut laki-laki itu dipasang selang ventilator.

      Ani belum melihat dengan jelas wajah laki-laki itu, tetapi air matanya sudah mengalir di pipi. Ani mendekati pasien itu. Wajah laki-laki itu semakin terlihat jelas. Ani pun menangis, ternyata laki-laki yang sedang berbaring di tempat tidur adalah suaminya.

      “Mas Fardan.” Ani langsung memeluk suaminya yang tidak sadarkan diri. Ani menangis terseduh-seduh. Polisi dan dokter memberi ruang kepada Ani. Mereka membiarkan Ani menangisi suaminya.Mereka kasihan melihat Ani yang sedang menangis.

      “Mas, kenapa Mas Fardan jadi seperti ini?” Ani mengusap wajah Fardan yang penuh dengan luka.

      “Mas, bangun Mas.” Ani mengguncang-guncang tubuh Fardan.

      Dokter-dokter dan polisi melihat apa yang dilakukan oleh Ani. Ia pun langsung mendekati Ani. “Bu, berhenti! Suami Ibu tidak akan bangun, Ibu malah memperburuk kondisi suami Ibu!” Dokter muda yang tadi memanggil Ani, menjauhkan Ani dari Fardan.

      “Dokter, suami saya kenapa? Mengapa suami saya seperti ini?” tanya Ani sambil menangis.

      “Ibu bisa tanyakan ke pihak berwajib yang membawa suami Ibu ke sini,” jawab dokter.

      Ani menoleh ke polisi yang sedang berdiri di dekatnya. Salah satu polisi itu adalah Edwin. Edwin lah yang menghubungi Ani ketika Fardan mengalami kecelakaan.

      “Pak Polisi! Apa yang terjadi dengan suami saya?” tanya Ani kepada Edwin.

      “Kami masih menyelidiki kejadiannya, Bu. Jika sudah ada titik terang, kami akan segera memberitahu Ibu,” jawab Edwin.

      Dua orang perawat laki-laki masuk ke dalam ruangan. Mereka membawa tempat tidur. “Bu, suami Ibu harus dirawat intensif di rumah sakit. Suami Ibu akan dipindahkan ke ruang ICU,” kata dokter yang lebih senior.

     “Lakukan yang terbaik untuk suami saya,” jawab Ani.

      Kedua perawat laki-laki mendorong tempat tidur yang mereka bawa ke sebelah tempat tidur yang ditempati Fardan. Mereka mengangkat tubuh Fardan dengan hati-hati. Tubuh Fardan dipindahkan ke tempat tidur yang dibawa oleh perawat. Mereka membawa Fardan keluar dari ruangan tersebut. Ani mengikuti ke mana para perawat membawa suaminya.

      Beberapa jam kemudian orang tua Fardan datang. Mereka ingin melihat keadaan putra mereka. Nita dan Aldo terkejut ketika melihat Fardan dalam keadaan koma. “Mengapa Fardan bisa jadi begini?” tanya Nita setelah melihat keadaan Fardan. Wajah wanita setengah baya itu terlihat sedih. Pipinya basah oleh air mata. Ibu mana yang tidak sedih melihat putranya dalam keadaan koma?

      “Ani juga tidak tahu, Ma. Polisi belum bisa mengatakan apa-apa. Mereka masih menyelidiki kejadiannya,” jawab Ani.

      “Kita tunggu sampai penyelidikan selesai,” ujar Aldo sambil mengusap punggung Nita agar Nita merasa tenang.

      “Apa kata dokter mengenai keadaan Fardan?” tanya Nita.

      “Dokter hanya bilang kalau Ani untuk bersabar dan banyak berdoa,” jawab Ani sambil menunduk. Ibu mertuanya pasti akan marah jika ia menjawab seperti itu.

      “Hanya mengatakan itu saja?” tanya Nita dengan kesal. Ia tidak puas dengan jawaban yang dikatakan oleh Ani.

      “Kata dokter, mereka akan dilakukan serangkaian pemeriksaan,” lanjut Ani.

      “Sudahlah, Ma. Kita serahkan semuanya kepada dokter. Mereka pasti akan melakukan yang terbaik untuk Fardan.” Aldo berusaha menenang Nita.

      Seorang dokter dan seorang suster masuk ke kamar tempat Fardan di rawat. Nita dan Aldo melihat mereka. “Itu dokternya?” Nita menunjuk ke arah ruang ICU tempat Fardan dirawat.

      Ani menoleh ke kamar Fardan. Ia melihat dokter dan suster masuk ke kamar Fardan. “Iya, itu dokter jaga yang bertugas memeriksa Mas Fardan selama 24 jam,” jawab Ani.

      Nita pun langsung berjalan menuju ke kamar rawat ICU. “Ma! Mau ke mana?” panggil Aldo.

      Nita menoleh ke Aldo. “Mama mau tanya ke dokter jaga,” jawab Nita.

      Aldo mendekati istrinya. “Jangan masuk ke dalam! Kita tunggu sampai dokter selesai memeriksa Fardan,” cegah Aldo. Nita menghela napas mendengar perkataan Aldo. Akhirnya ia pun mengikuti perkataan suaminya.

      Setelah dokter jaga keluar dari kamar Fardan barulah Nita dan Aldo menghampiri dokter jaga. Ternyata jawaban dokter jaga berikan sama seperti jawaban yang diberikan dokter ahli bedah saraf. Keadaan Fardan masih dalam tahap penelitian. Dokter meminta mereka untuk bersabar dan berdoa.

1
falea sezi
uda di selingkuh in ampe punya anak masih cinta🤣🤣 cwekk ooonnnnn
sunaryati jarum
Baru mampit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!