"Seharusnya dia adalah adik iparku! tapi kini malah menjadi istriku!" ABIAN NUGRAHA.
"Pria itu seharusnya menjadi kakak Iparku, tapi sekarang dia adalah suamiku!" MAHARAYA FADILLA.
bagaimana jadinya dua orang yang sebelumnya tidak saling mengenal namun tiba-tiba dinikahkan. semua itu bermula karena Andira Fadillah atau yang akrab di sapa Dira selaku kakak Maharaya atau Raya, kabur tepat di hari pernikahannya dengan seorang pria yang telah di jodohkan oleh orangtuanya bernama Abian Nugraha. Dira yang tiba-tiba saja menghilang saat akad akan di mulai membuat Ayah Faizal panik. karena insiden itu Ayah Faizal meminta Raya putri bungsunya yang masih duduk di bangku SMA kelas 12 itu untuk menjadi pengantin pengganti Kakaknya. Demi menjaga nama baik keluarga.
Bagaimana kah kelanjutan kisah keduanya. apakah mereka bisa saling menerima satu sama lain? dengan rentang usia yang lumayan jauh.
Yuk! ikuti kisah mereka!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon QueenShafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
"Em...Xel, sorry ya, gue harus pulang. Mungkin ngobrolnya lain kali saja!" Ucap Raya setelah selesai menerima panggilan telepon. Hari ini memang mereka pulang lebih cepat sebab ini baru hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang. Atau (MPLS)bagi siswa baru biasanya itu berlangsung selama tiga hari. Dan selama tiga hari itu belum berlaku mata pelajaran.
"Oke!" Sahut Axel lemas yang tidak bisa menyembunyikan raut ke kecewaannya sebab lagi-lagi gagal mengajak Raya ngobrol.
Setelah mengucapkan itu Raya dan gengnya pun meninggalkan kantin itu. Axel masih menatap punggung Raya yang hilang di lorong sekolah.
"Alah..Xel, elo terlalu lambat gerak, dari dulu loe terlalu slow! Keburu di embat orang si Raya nanti!" Ucap Doni yang tiba-tiba saja sudah duduk di samping Axel bersama Boby.
"Iya loh, nanti kalau loe kalah gercep ama cowok lain gimana? Nangis loe entar di pojokan!" Timpal Boby yang gemas melihat temannya yang kurang gercep menyatakan perasaannya pada Raya.
"Brisik kalian!" Ucap Axel sambil berdiri dari duduknya meninggalkan teman-temannya.
"Oi...Xel, mau kemana loe!" Teriak Boby namun tak ada sahutan dari Axel. "Asem tuh Axel, malah ninggalin kita!" Ucap Boby padahal dia baru saja pesan gado-gado.
"Loe sih, baru juga duduk disini udah pesan makan aja!" Ucap Doni yang mau tidak mau harus menemani Boby di kantin.
"Ya, mau gimana lagi! Gue laper, tadi pagi nggak sempat sarapan, gue bangun kesiangan!" Balas Boby santai.
**********
"Ya, emangnya siapa sih yang nelpon tadi, kok elo jadi buru-buru pulang!" Tanya Fikha yang mewakili ketiga teman lainnya. Mereka merasa penasaran.
"Tadi yang nelpon itu Kak Bian, dia tanya udah pulangan atau belum! Ya aku jawab udah, dan kak Bian nyuruh aku tunggu di depan gerbang soalnya dia sedang berada di sekitar sini abis pertemuan dengan client katanya!" Ucap Raya menjelaskan pada teman-teman nya.
"Ciye.....buketu di jemput ama suami....!" Seru ke empat teman-teman Raya yang sukses membuat Raya memelototkan matanya.
"Ups! Sorry, kita lupa!" Kompak semuanya lagi mengucapkan maaf saat menyadari jika mereka sudah keceplosan.
"Raya, kita duluan ya! See you tomorrow!" Seru ke empat temannya yang sudah bersiap melajukan kendaraan nya masing-masing.
"See you guys! Hati-hati di jalan!" Raya membalas lambaian tangan para sahabatnya itu.
Raya berdiri di depan gerbang saat sebuah mobil Terios warna merah itu berhenti di depannya. Seorang pria tampan keluar dari dalam mobil sambil mengulas senyum nya yang mampu menghipnotis lawan jenisnya. Pria itu tiada lain adalah Abian.
Abian membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Raya masuk. "Silahkan Nona!" Ucapnya mempersilahkan layaknya seorang majikan. Raya terkekeh merasa lucu dengan tingkah suaminya itu.
Dari kejauhan Axel memperhatikan Raya.
"Siapa dia, apa mungkin itu pacar nya Raya? Tapi nggak mungkin Raya sudah punya pacar, kan selama ini geng Ceriwis terkenal dengan prinsip tidak ingin pacaran sebelum lulus sekolah!" Gumam Axel yang menyaksikan Raya di jemput oleh seorang pria dewasa.
"Wih, siapa tuh cowok yang jemput doi? Jangan-jangan....."
"Jangan-jangan itu pacarnya Raya!" Sambung Doni sambil menatap mobil yang sudah berlalu meninggalkan gerbang sekolah itu.
"Tau ah!" Ucap Axel sambil berlalu. Axel mendadak badmood. Karena melihat Raya di jemput seorang cowok.
Doni dan Boby saling pandang melihat teman mereka yang mendadak badmood.
*
*
"Lapar nggak, mau makan apa sayang?' Tanya Abian sambil mengusap puncuk kepala Raya saat berhenti di lampu merah.
"Laper, tapi makan di rumah aja ya kak, pasti bi Ema sudah masak kan! Kasian kalau kita malah makan di luar!" Sahut Raya. Mengingat jika bi Ema pasti sudah memasak makan siang di rumah.
"Baiklah, kita pulang saja ya. Nggak pengen beli apa gitu?" Tawar Abian lagi.
Raya nampak berpikir sejenak sebelum menjawab. "Beli eskrim mo*0yo aja kak, boleh nggak?" Jawabnya sambil mengulas senyum lebar.
"Boleh dong, apa sih yang nggak buat istri ku yang cantik dan imut ini!" Balas Abian sambil mencubit gemas pipi Raya.
"Ih.... jangan cubit pipi...nanti pipi aku dower kak!" Protes Raya yang kini telah menyembunyikan wajahnya yang merona merah dengan menghadap ke luar jendela.
Abian terkekeh melihat kelakuan lucu istrinya itu. Selalu bikin gemas setiap hari.
Sesampainya di rumah Raya segera memasukkan eskrim nya ke dalam kulkas, akan dia makan setelah makan siang nanti. Bi Ema sudah menyiapkan makan siang untuk mereka berdua.
"Kak, buru-buru nggak?" Tanya Raya pada Abian yang masih duduk di sofa ruang keluarga sambil mengecek Email yang masuk ke ponselnya.
"Setengah jam lagi aku harus balik ke kantor, jam dua nanti ada meeting. Kenapa sayang?" Abian kini meletakkan ponselnya di atas meja dan menatap Raya.
"Nggak, kalau kak Bian buru-buru kita langsung makan siang aja, tadinya aku pengen mandi dulu sih!" Ucap Raya yang masih mengenakan seragam sekolahnya.
"Ya udah, mandi aja dulu gih, aku tungguin nggak apa-apa!" Ucap Bian mempersilahkan Raya untuk mandi terlebih dahulu sebab ia bisa melihat bulir-bulir keringat di kening istrinya itu.
Raya pun segera naik ke lantai dua dimana kamarnya dan Abian terletak untuk membersihkan dirinya sebelum makan siang.
15 menit berada di dalam kamar mandi kini Raya keluar dengan keadaan Fresh setalah mandi air dingin. Raya mencepol rambutnya tinggi membiarkan baby hair nya menjuntai menambah kesan sexy. Raya terlihat semakin imut dengan dress sebatas lutut motif bunga.
"Eh, Kak Bian bawa makanannya ke sini?" Tanya nya kaget sebab Abian sudah duduk di sofa yang ada di dalam kamar mereka itu dengan sebuah nampan berisi dua buah piring penuh makanan lengkap dengan lauk pauknya di atas meja di hadapannya.
"Iya, kita makan di kamar saja, biar kamu nggak kelelahan naik turun tangga!" Balas Abian membuat Raya tersenyum sipu mendapatkan perlakuan romantis dari suaminya itu. Mereka pun makan siang berdua di dalam kamar.
"Kak, makan yang bener dong! Jangan liatin aku mulu, nanti aku nya keselek sendok nih lama-lama!" Tegur Raya saat beberapa kali mendapati Abian yang menatapnya tanpa berkedip.
"Kamu cantik banget yank!" Ucap Abian yang mengulas senyum mempesonanya itu.
"Mulai deh, Om-om ini...." Ucap Raya dengan kedua pipi yang merona merah setiap kali mendapatkan pujian atau godaan dari Abian.
"Ayo makan kak, nanti kakak terlambat balik ke kantornya! Kan katanya tadi mau ada meeting jam 2 an!" Ucap Raya lagi menatap Abian serius. Akhirnya keduanya pun makan dengan baik hingga nasi dan lauk di piring mereka tandas.
"Aku balik ke kantor dulu ya sayang, kamu istirahat ya! Mau titip sesuatu nggak sore nanti?" Abian berdiri di hadapan Raya yang duduk di tepi ranjang sambil membalas pesan dari grup les privatnya.
"Oke! Nggak nitip apa-apa dulu deh kak! Kan masih ada es krim ku di kulkas, hati-hati di jalan ya!" Sahut Raya yang mendongak menatap suaminya sembari mengulas senyum manisnya. Abian pun membalas senyum manis istrinya itu.
"Sini cium dulu dong! Penambah mood booster nih!" Abian meraih pinggang Raya hingga kini keduanya tanpa jarak.
Abian menempelkan bibirnya di atas bibir lembut Raya yang terasa manis. Raya tidak menolak sedikitpun. Raya sudah mulai terbiasa dengan perlakuan intim suaminya itu. Kedua benda kenyal itu saling menyatu menyalurkan perasaanya masing-masing.
Abian mengusap bibir Raya yang basah dengan ibu jarinya. "Jangan keluar kamar ya sayang, di bawah ada tukang! Kamu di sini saja kunci pintunya kalau butuh apa-apa panggil bibi saja oke!" Pesan nya setelah melepaskan tautan bibirnya. Abian harus menyudahi kegiatannya sebab jika diteruskan dirinya akan malas kembali ke kantor lagi. ingin berduaan terus dengan istrinya.
"Baik kak!" Sahut Raya yang menyembunyikan wajahnya di dada bidang Abian. Raya selalu malu setiap kali usai bercumbu dengan Abian.
"Ya udah, aku pergi dulu!" Pamitnya sebelum benar-benar keluar dari kamar Abian tidak lupa mengecup kening Raya. Setelahnya pria itu segera keluar dari kamar sambil membawa nampan yang berisi piring bekas makan mereka tadi. Raya segera menutup pintu kamarnya dan menguncinya sesuai perintah suaminya. Sebab di halaman belakang sedang ada pembangunan Cat room untuk tempat hunian Joko.
*
*
SORE HARI DI SEBUAH APARTEMEN.
Dira berdiri gelisah menunggu kedatangan Valdo seperti yang di janjikan pria itu sesekali melirik jam yang melingkar di tangan kirinya.
"Hah, Valdo mana sih, ini sudah lewat setengah jam tapi dia belum datang juga! Di telfon juga nggak di angkat!" Kesal Dira sambil menghentak-hentak kan kakinya di lantai marmer itu.
Dira kembali menghubungi nomor Valdo namun lagi-lagi tidak di jawab oleh pria itu.
"Arggh.....!" Kesalnya. Dira meraih tasnya memilih untuk pergi saja dari Apartemen itu setelah menunggu Valdo hampir satu jam lamanya namun pria itu tak kunjung menunjukkan batang hidungnya.
Saat membuka pintu Apartemen itu ternyata Valdo sudah berdiri disana. Sepertinya pria itu baru saja tiba. Dira melengos kesal melewati Valdo. Sudah terlanjur kesal menunggu kedatangan pria itu.
"Beb! Jangan ngambek dong! Maafin aku ya! Tadi ada urusan sebentar yang nggak bisa di skip! Please!" Valdo gelabakan melihat Dira ngambek karena dirinya terlambat datang satu jam.
"Lepas, aku mau pulang!" Dira menepis tangan Valdo yang mencegahnya. Wanita itu benar-benar sangat kecewa.
"Beb, please! Sebagai permintaan maafku kamu boleh deh meminta apapun dariku. Hm!" Rayu Valdo lagi yang sudah hafal kelemahan Dira.
"Kamu janji mau nurutin apapun permintaan aku?" Tanya Dira yang sudah mulai melembut mendengar ucapan Valdo.
"Ya, apapun yang kamu inginkan Baby! Udah dong, jangan ngambek lagi yuk masuk!" Balas Valdo sambil membawa Dira kembali masuk ke dalam Apartemen itu.
"Awas loh kalau kamu bohong Valdo!" Ucap Dira lagi masih memasang wajah kecut.
"Tenang aja beb, selama ini aku nggak pernah mengingkari janjiku kan? Aku selalu memberikan apapun yang kamu inginkan!" Tukas Valdo lagi sambil mencium leher jenjang Dira tangan nya mulai mengusap-usap punggung wanitanya itu.
GUYS! KASIH SEMANGAT OTHOR DONG!!
Jangan lupa likom rate bintang 5 dan favorit ya😘😘