NovelToon NovelToon
One Night With The Emperor

One Night With The Emperor

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi / Anak Genius
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: Reyarui

Cattleya tak menduga pesta kemenangan saat timnya menjuarai kejuaraan akan membuatnya meninggalkan dunianya. Ia terbangun di tubuh seorang antagonis dalam sebuah novel yang dibacanya.

Cattleya yang diketahui mengandung anak kaisar diangkat menjadi selir. Dia tak bisa menjadi permaisuri karena sudah ada Adelle seorang putri Duke yang memang digadangkan jadi calon permaisuri.

Namun bisikan-bisikan yang datang ke telinganya yang mengatakan bahwa dirinya lebih pantas menjadi permaisuri membuat gadis pemalu itu menjadi berambisi. Terlebih Kaisar juga tak pernah mengacuhkan dirinya. Hingga pada akhirnya Cattleya meracuni Adelle dan dirinya dieksekusi mati.

Mengetahui hal tersebut, Cattleya pun memilih jalur aman, dia kabur dan bersembunyi. Namun plot novel tersebut tetap saja membuat dirinya ditemukan.

"Plot novel sialaaaan!!!"

Akankah Cattleya bisa mengubah plot novel tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyarui, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

One Night 03

Klontang!

Drap drap drap

"Ayah, apa Ayah lakukan? Bukannya Ayah baru saja kembali dari istana?"

Seorang pria berusia empat puluh tahunan baru saja melempar sebuah gelas piala yang ia raih dari atas meja. Tak hanya benda itu saja melainkan benda lain yang terletak di atas meja pun tak luput dari tindakannya.

"Yang Mulia Duke, Anda tidak boleh begini."

"Diam! Sialan. Kaisar sialan!!"

"Ayah berhenti! Ayah tidak boleh berkata seperti itu. Jika ada yang mendengar, Ayah akan dianggap melakukan makar."

Seorang gadis cantik dengan rambut panjang sepinggang berwarna perak langsung menghampiri ayahnya. Wajahnya nampak cemas dengan mata yang melihat ke berbagai tempat.

Perkataan sang ayah membuat tubuh gadis dengan mata berwarna biru itu begetar hebat.

"Kalau bukan sialan apa namanya. Dia sama sekali tidak mau bertemu denganku. Dia hanya mengirim ajudannya yang bodo itu. Dan bisa-bisa nya seorang count memerintahku. Brengsek!"

Pria berambut perak itu mengeraskan rahangnya. Tangannya mengepal erat dan nafanya naik turun.

"Putri Adelle," ucap pria paruh baya yang masih berdiri di sana. Keringat dingin mengucur, dan tubuhnya juga gemetaran.

"Pabio, keluarlah! Minta Ate untuk membawakan teh herbal milik Ayah."

Adelle Mortain, putri dari Duke Ramos Mortain itu memerintahkan kepala pelayan kediaman mereka untuk mengambil teh. Sebenarnya itu hanya sebuah isyarat agar Pabio keluar. Adelle membutuhkan waktu berdua saja dengan sang ayah.

Pabio mengangguk. Pria itu membungkukkan tubuhnya dalam lalu keluar dari ruang kerja duke sambil menutup pintu secara perlahan.

Adelle kembali menghampiri Duke Ramos Mortain. Ia meraih tangan ayahnya dan menggenggamnya erat.

"Kenapa Ayah harus marah-marah begini. Ayah hanya perlu menyerahkan hal ini kepada ku. Jangan sampai ada yang mendengar Ayah bicara buruk, bahkan sampai menghina Baginda Kaisar. Kita bisa saja dipenggal nanti."

Adelle berkata dengan pelan namun sangat jelas dan penuh penekanan.

"Menyerahkan padamu? Dengan cara apa kamu bisa membuat kaisar tiran itu menikahimu? Kamu mau menggunakan cara menjijikan itu?"

Duka Ramos Mortain menyipitkan kedua matanya. Kini ia menghadapkan tubuhnya tepat di depan putrinya. Matanya juga menatap dengan sangat tajam.

Dari dulu sebenarnya Duke Ramos sedikit kesal dengan putri satu-satunya. Pasalnya Adelle berbeda dengan putri-putri bangsawan yang lain.

Putri bangsawan lainnya pasti akan membuat perkumpulan sosial kelas atas dengan membicarakan banyan hal. Mulai dari gaya berpakaian, membuat kerajinan sepeti merajut, merangkai bunga, membuat sapu tangan dan lainnya.

 Namun Adelle tidak. Putrinya itu lebih suka dengan buku dan belajar. Padahal pasar pernikahan lebih suka dengan wanita yang sering pergi ke pergaulan kelas atas. Wanita yang suka belajar dan bahkan pergi ke akademi pada masa itu kurang mendapat perhatian.

Adelle tentu tidak suka dengan anggapan itu. Wanita nampak berkelas tak hanya yang pandai merajut atau merangkai bunga, tapi yang cerdas dan bisa bekerja juga merupakan hal yang berkelas.

Adelle bahkan menjadi salah satu pengajar perempuan di akademi. Dia berada di bawah satu tingkat dengan profesor dimana kemampuannya dalam bidang hitungan sangat diakui.

"Jangan berpikir picik begitu, Yah. Aku bukan wanita culas yang suka menggunakan cara itu. Aku akan mendekati Baginda dengan melamar sebagai pekerja keuangan."

"Apa?"

Duke Ramos membelalakkan matanya. Ia juga langsung berdiri dari duduknya.

"Bekerja? Di istana? Yang benar saja kamu Adelle. Kamu harus masuk ke istana dengan posisi kandidat permaisuri, bukannya pekerja. Tidak, Ayah tidak setuju sama sekali. Sekarang pergilah, Ayah akan berpikir tentang bagaimana caranya memasukkan mu ke Istana."

Duke Ramos mengibaskan tangannya. Adelle yang paham langsung beringsut pergi. Gadis 21 tahun itu membuang nafasnya kasar karena idenya ditolak mentah-mentah oleh sang ayah.

"Putri, ini teh herbalnya," ucap Ate dengan nampan di tangannya.

"Bawa kembali saja. Suasana hati Ayah semakin tidak bagus. Yang ada nanti kamu malah kena semprot," jawab Adelle.

Ate yang merupakan pelayan senior itu langsung mundur dan bergegas pergi. Dia juga tahu tentang bagaimana jika tuan rumah di kediaman ini marah.

Adelle kembali ke kamarnya. Ia menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang.

Gadis itu tidak mengerti mengapa ayahnya menolak idenya. Padahal itu sungguh sangat bagus untuk bisa lebih dekat dengan kaisar, menurut Adelle.

Di ruang kerjanya, Duke Ramos Mortain masih berjalan kesana kemari dengan isi kepala yang penuh. Permintaan pertemuan yang diajukannya ditolak mentah-mentah, membuat pria itu kesal bukan main. Ia hampir lepas kendali, atau malah sudah.

Tapi kali ini sang duke tengah mencoba untuk berpikir dengan tenang. Bagaimanapun caranya dia harus bisa membiat Adelle masuk ke istana sebagai calon permaisuri.

Detik jam terus berbunyi, entah sudah yang keberapa kali Duke Ramos berjalan mengitari ruang kerjanya itu. Sekarang, tubuhnya tiba-tiba berhenti dan senyumnya mengembang.

"Ya dengan cara itu. Harus dengan cara itu untuk membuat Adelle masuk istana. Meski dia harus masuk bersama wanita-wanita lain, namun bukan hal yang sulit untuk membuat para wanita itu mundur dengan sendirinya."

Duke Ramos agaknya sudah menemukan jalannya. Ia lantas pergi ke kursinya untuk duduk dan menyandarkan punggungnya.

"Jika saat itu, dia tak mungkin menolak bukan?" ucapnya.

Sebuah rencana yang matang telah ada di kepala Duke Ramos Mortain. Dan saat hari itu datang yakni hari dimana rapat kenegaraan, ia dengan sangat percaya diri akan membawa masalah ini ke meja rapat.

Saat semua pembicaraan tentang kenegaraan telah usian, Duke Ramos berdiri dan meminta waktu sejenak kepada kaisar dan audiens yang hadir.

"Mohon maaf kalau apa yang saya katakan ini lancang, Baginda Kaisar. Namun hal ini juga harus menjadi perhatian Baginda. Permaisuri, pendamping Baginda dalam memimpin kekaisaran Kallistar. Ibu negara. Anda juga harus mulai memikirkannya. Dan saya mengusulkan bahwa setiap putri bangsawan bisa ikut serta dalam pemilihan calon permaisuri."

Semua mata langsung tertuju kepada Duke Ramos. Mereka melayangkan tatapan penuh keheranan. Bahkan ada yang bergumam, apa yang direncanakannya.

Mereka semua tahu ambisi Duke Ramos tentang menjadikan anaknya seorang permaisuri. Jadi ide untuk memberi kesempatan kepada para putri bangsawan sebagai kandidat cukup membuat mereka merasa janggal.

Sedangkan Lucien, sang kaisar yang duduk di singgasananya itu hanya menatap lurus. Tangan kanannya menopang dagu dan tangan kirinya mengetuk-ngetuk pegangan kursi. Dia mengamati secara seksama wajah Duke Mortain yang tampak percaya diri.

"Kau mau melakukan itu?" ucapnya.

"Benar Baginda. Sudah tiga tahun Anda menjadi Kaisar, sudah sepatutnya pula Anda memikirkan tentang keturunan."

Lucien menarik satu sudut bibirnya. Ia sangat malas dengan hal ini. Namun jika tak segera diselesaikan, maka nanti pun akan berkepanjangan.

"Lakukanlah. Urus sendiri usulan mu itu. Tapi tempat yang akan mereka gunakan adalah istana mawar yang ada di belakang sana."

Duke Ramos langsung tersenyum lebar. Dia juga membungkuk dalam.

"Terimakasih Yang Mulia Kaisar. Saya akan melakukannya dengan baik."

Lucien bangkit dari duduknya. Dia melenggang pergi meninggalkan aula di susul oleh Erson.

"Apa Yang Mulia sungguh-sungguh akan mencari Permaisuri?"

"Siapa bilang?"

Erson mengerutkan kedua alisnya mendengar jawaban Lucien.

"Tadi?"

"Aku hanya mengizinkan dia mengumpulan para putri bangsawan. Tapi aku tak pernah berkata akan memilih permaisuri dari hal itu."

Aaah

Erson menghela nafanya panjang. Dia pikir sang kaisar sudah ada keinginan untuk memiih istri. Ternyata tidak sama sekali.

TBC

1
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
aku yakin itu caty cucumu
GiZaNyA
nahhh jangan2 Catty ada hubungannya d3ngan Duke Winter yaa...
Pelangi Jingga
kurang bnyk up nya tor 😂🙏🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
waah kita tunggu saja ap yg cocok
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
baru bgtu ajh dah malu gmn NNT KLO tau km cm mimpi
GiZaNyA
hohoho... sekarang semua orang tau kan kalo Adelle cuma ngibul... 🤣🤣
GiZaNyA
yaampuuunnn... pedeee kebangeten yaaa si Adelle sama Bapakke.... ckckck.... coba cari kaca dulu sana... udah bikin gosip deket sama Kaisar lhaaa malah cewe gak dibolehin masuk... keki gak tuhhh..? 🤣🤣🤣
Pa Muhsid
kok melempem katanya ketua sekaligus pelatih beladiri tapi mental anak mamih
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
hahaha 🤣🤣🤣🤣 mng enk di usir secara g lngsng
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
huh,sayangnya g akan mungkin pede sekali anda
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ya ya ya akan tiba waktunya km malu semalu malu ny
Pelangi Jingga
kurang bnyk tor 😂
GiZaNyA
hahahaha ngarep beneerrr si Adelle ini... ckckck.... keep manaaaa ngirinyaaaa dia pas tau Sang Kaisar udah punya Permaisuri ples Putra Mahkota... serius kalah langkah sangaaatttt jauh si Adelle... 🤣🤣🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
🤣🤣🤣🤣🤣mimpimu ketingian awas jatuh sakit loh
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
mengundang kali ka,typo itu
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
yang pasti 22nya
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
km loh penyebab shock ny catty
Wahyuningsih
thor klau up jgn lma2 tk iiinaaak menunggu upnya yg buanyk thor n hrs tiap hri sehat sellu jga keshtn tetp 💪💪💪 dlm upnya
GiZaNyA
heh Lucien.. kamu kan terkenal sebagai kaisar sadeesssss... ya jelas takut lah si Cattleya... ada2 aja...
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
trauma terbesar ternyata kamu loh lucien
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!