NovelToon NovelToon
Angsa Cantikku

Angsa Cantikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Mafia
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: Myz Pena

📢UPDATE TIAP HARI (SENIN - JUMAT) 🚨

​"Tak ada yang lebih menyakitkan daripada melihat orang yang kau cintai,
ragu memilihmu demi seseorang yang paling kau benci.
​Dan di antara amarah yang membakar serta air mata yang bengkak,
dua jiwa yang terluka dipaksa melangkah di jalan yang sama...
tanpa sadar, bahaya sebenarnya justru sedang mengintai dari jarak paling dekat"

​Bagi Lulu, menjadi sosok culun dan tak kasat mata di kantor adalah hal biasa. Namun, di balik penampilannya yang sederhana, senyum hangat dan ketulusannya justru menjadi "racun" paling mematikan bagi dua pria kelas atas.

​Angga, manajer berdingin hati yang membenci kesalahan, mendadak kehilangan fokus tiap kali Lulu berada di dekatnya.

Sementara Riko, CEO angkuh yang awalnya
memandang Lulu sebelah mata, malah terjatuh paling dalam akibat sebuah insiden tak terduga. Ketika dua pria berkuasa ini saling berhadapan demi merebut satu perhatian...

siapakah yang akhirnya memenangkan hati L

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Myz Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2 : SANKSI DAN KEGELAPAN

Tring... tring... tring!

​Alarm di sudut meja berdering nyaring tepat pukul 06.00 WIB. Angga tersentak, mengusap wajahnya yang kusut. Ruangan 2x3 meter itu berantakan. Sebagai Manajer Logistik selama lima tahun, waktu libur adalah kemewahan yang tak pernah ia miliki. Rasa lelah dan bayang-bayang masa lalu terus menghantuinya.

​Angga merapikan kertas yang berceceran dengan sangat telaten dan detail. Setelah selesai, ia mengempaskan tubuh di sofa. Matanya terpejam, melayang pada sosok Anna—kekasih yang meninggalkannya tanpa kabar setelah delapan tahun bersama. Luka itu begitu dalam, membekukan hatinya untuk wanita mana pun.

​Usai membasuh muka dan mengenakan kemeja navy resmi perusahaan, Angga menatap cermin. Model rambut short and spiky mempertegas wajah tampannya yang dingin. Pukul 07.50 WIB, agenda rapat dan pengawasan barang sudah menanti.

​Namun saat melangkah keluar ruangan, raut wajahnya seketika menyipit tajam. ​Di depan meja administrasi, tiga bawahannya yaitu Lulu, Indah dan Rama malah berkerumun. Mood pagi Angga hancur seketika.

​"Ngapain berkerumun? Sudah tak ada pekerjaan?" Tegur Angga dingin, suaranya menggelegar menghentikan obrolan mereka.

​Seketika atmosfer di ruangan itu membeku. Langkah sepatu kulit Angga mendekat dengan aura mengintimidasi.

​"Sial..." gumam Rama, pucat pasi.

​"Lulu, gimana dong?" bisik Indah gemetaran, berlindung di balik punggung Lulu.

​"Tenang, Ndah. Kita hadapi" bisik Lulu pelan.

​"Kenapa diam? Apa kalian sudah bosan kerja dan ingin dipecat?" ketus Angga, menatap mereka satu per satu dengan pandangan meremehkan.

​"A-anu, Pak... Indah bisa jelaskan..." Rama memberanikan diri menunjuk Indah.

​Indah yang terdesak langsung berlutut dan bersimpuh di lantai.

"Maafkan saya, Pak! Saya melakukan kesalahan lagi..."

​Lulu terperanjat melihat tindakan Indah yang berlebihan. Ia berusaha menarik lengan Indah untuk berdiri, namun Indah menolaknya sambil menunduk dalam.

​Angga menghela napas berat, menatap Indah dengan tatapan muak. Indah memang terkenal manja, anak orang kaya yang masuk lewat "jalur belakang" dan sudah puluhan kali membuat kekacauan stok hingga perusahaan rugi.

​"Cepat katakan, kesalahan apa lagi?" potong Angga tak sabar.

​"Saya... belum menyelesaikan pencatatan barang yang Bapak minta. Saya lupa..." Indah gugup.

​Angga memijat pelipisnya yang mendadak pening. Aturan perusahaan harusnya sudah cukup untuk memecat Indah, namun intervensi orang tua Indah membuat posisinya tertahan.

​Melihat Indah yang pucat ketakutan, Lulu akhirnya melangkah ke depan.

​"Saya yang salah, Pak" potong Lulu tegas dan tenang.

"Sebagai pengawas, saya lalai mengingatkan dan memeriksa pekerjaan Indah"

​Sontak Rama dan Indah membelalak. Angga tersenyum sinis, menatap Lulu yang berani pasang badan.

​Melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 09.20 WIB dan rapat pimpinan segera dimulai, Angga menahan amarahnya.

​"Indah, berdiri!" perintah Angga datar. Indah bergegas bangkit.

"Mulai hari ini, gaji kamu dipotong dan kamu dilarang menyentuh tugas apa pun."

​Ajaibnya, Indah justru tersenyum lega. Asal tidak dipecat dan bisa terus melihat Angga, ia tidak peduli.

​Pandangan tajam Angga kini beralih sepenuhnya pada Lulu.

"Dan kamu... temui saya di ruangan setelah rapat. Jangan coba-coba pulang sebelum bertemu saya. Pekerjaanmu malam ini akan sangat banyak"

​"Baik, Pak. Saya tidak akan pulang" sahut Lulu tenang, meski dalam hati ia menelan ludah membayangkan luasnya area gudang di malam hari.

​Malam makin larut dan waktu sudah menunjukkan Pukul 22.30 WIB, kantor logistik sudah sepi dan mencekam. Rama dan Indah sudah pulang lebih dulu setelah sempat mewanti-wanti Lulu agar berhati-hati.

​Lulu yang menahan kantuk akhirnya tertidur di atas mejanya.

​BRAK!

​Setumpuk berkas tebal dijatuhkan kasar ke mejanya, membuat Lulu tersentak bangun. Ia menyambar kacamatanya dan mendapati Angga berdiri tegap di hadapannya.

​"Nyenyak tidurnya?" sindir Angga dingin.

"Cocokkan semua berkas ini dengan barang di gudang malam ini juga. Satu saja ada kesalahan, surat pemecatanmu langsung keluar"

​Tanpa menunggu jawaban, Angga berlalu. Lulu menghela napas, mengatur alarm ponselnya setiap satu jam agar tidak tertidur lalu berjalan menuju gudang penyimpanan yang luas dan remang.

​Di antara tumpukan barisan rak tinggi, Lulu mulai memeriksa barang satu per satu. Namun saat ia fokus mencatat...

​PLEK! TRASSSHH!

​Seluruh lampu gudang mendadak padam total. Kegelapan pekat langsung menelan ruangan.

​"A-apa ada orang di luar?" panggil Lulu, suaranya mulai bergetar.

​Ia meraba saku celananya kosong! Ponselnya tertinggal di meja kerja. Panik mulai menguasai dirinya. Trauma masa lalu saat ia dikunci di ruangan gelap oleh perundung SMA-nya mendadak bangkit, mencekik lehernya hingga sulit bernapas.

​"Tolong! Pak Angga... Tolong!" teriak Lulu histeris dalam kegelapan.

​Tap... tap... tap...

​Bukan jawaban yang ia dapat, melainkan suara langkah kaki berayun cepat di atas lantai semen. Langkah itu bukan langkah santai melainkan langkah mantap yang dengan sengaja bergerak lurus menuju ke arahnya!

​"S-siapa di sana...?" bisik Lulu dengan tubuh gemetar hebat dan keringat dingin membasahi pelipis.

​Sesosok bayangan bertubuh tinggi besar berdiri makin dekat di dalam kegelapan. Sebelum Lulu sempat menjerit, pandangannya menggelap total dan tubuhnya ambruk pingsan ke lantai.

1
ginevra
manusia mah sama, kenapa harus insecure. kita punya keahlian dibidangnya masing-masing
Myz Pena: baru sadar.. bahwa angga lebih ia butuhkan di banding riko 🤧
total 1 replies
ginevra
dia terobsesi sama apa yang dimilikin Angga. mungkin karena marah saat ayahnya diambil
Myz Pena: bener banget kak... 🤭
total 1 replies
ginevra
Angga hanya nggak biasa mengkomunikasikan perasaannya🤭
Myz Pena: lebih tepat ia ingin memastikan makanya dia nggak langsung ke intinya.. pelan2 dia nunjukin perasaannya 🤧
total 1 replies
ginevra
kacamatanya mana thor? aku bayanginya dia selalu kuncir kuda dengan kacamata tebal
Myz Pena: wkwkkwkw macam benar2 beti lafea 🤣🤣 ,,, nggak dia aslinya kayak gini.. cuman ya jarang dandan aja... 🤣
total 2 replies
ginevra
tanggung jawab apa tanggung jawab?
ginevra
cie cie
Myz Pena: modus 🤣
total 1 replies
ginevra
udah aku bilang, dia lagi pengen bareng sama kamu berdua
ginevra
takut sama orang yang ngikutin kamu ya
Myz Pena: dia punya trauma masa lalu 🤭
total 1 replies
ginevra
tuh kan, dia maunya lembur bareng kamu luli
ginevra: nggak papa Lulu, jadikan kesempatan ini buat Deket sama Angga 🤭
total 1 replies
ginevra
dia mau kamu tetap ada di kantor aja, biar bisa diliatin terus
Myz Pena: laki2 emang kayak gitu.. susah ngomong kalau suka... gengsi iya sih
total 1 replies
ginevra
informasi adalah senjata paling kuat dibandingkan pisau ataubyang lainnya
ginevra
nggak habis pikir sama Riko deh, udahlah nggak usah ganggu Angga lagi.
ginevra
idih, apaan sih Rik. lu Ama ana aja, nggak usah ngincer lulu
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
udahlah ngga, lupain masa lalu
ada mbak lulu buat masa depan kau
azekk wkwkwk
-Thiea-
padahal kalo kamu legowo, kamu juga bisa merasakan kehangatan keluarga.
-Thiea-
apa nih si Riko. jangan bilang malah naksir sama Lulu. 😒
-Thiea-
semakin gak bisa berpaling kayaknya ngga. 🤭
Myz Pena: pastinya susah banget itu 🤭
total 1 replies
Xlyzy
memang iya takut banget kan dia di omelin lagi
Myz Pena: bener
total 1 replies
Xlyzy
Ehhh.... hayo pada mikirin apa
Myz Pena: mikirin Lulu 🤭
total 1 replies
Xlyzy
udah siap siap sebelum hari esok tiba, sabar ya lu🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!