NovelToon NovelToon
Pewaris Rahasia CEO

Pewaris Rahasia CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Genius / Mafia
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aren Vely

Dia adalah Black Rose, pembunuh bayaran yang ditakuti dunia bawah tanah.

Dia adalah Adrian Virell, CEO dingin yang diam-diam merupakan pewaris dinasti mafia.

Lima tahun lalu, satu malam mempertemukan mereka tanpa nama dan tanpa janji.

Kini Black Rose kembali bersama seorang anak laki-laki bernama Noah.

Anak yang ternyata memiliki hubungan darah dengan sang CEO.

Namun Noah bukan anak biasa.

Di balik wajah polosnya, tersembunyi identitas lain yang bahkan tidak diketahui kedua orang tuanya.

Ketika masa lalu kembali memburu mereka, mampukah sang CEO melindungi pewaris yang selama lima tahun tidak pernah diketahuinya?

Dan sebenarnya...

siapa Noah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aren Vely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ZERO TURUN TANGAN

Di dalam ruang aman yang dikelilingi dinding baja tebal, Noah duduk dengan laptop kecilnya terbuka di pangkuan, jari-jarinya bergerak cepat di atas papan ketik meski tubuhnya masih sedikit gemetar mendengar suara-suara pertempuran samar yang menembus dari luar.

Elena menatapnya dengan bingung bercampur khawatir. "Sayang, ini bukan waktunya bermain komputer."

"Aku tidak main, Nenek," jawab Noah, suaranya berubah, kehilangan nada takut yang tadi menguasainya, digantikan oleh konsentrasi penuh yang membuatnya terlihat jauh lebih tua daripada usianya yang sebenarnya. "Aku mau bantu."

Dia sudah menghafal, dari berbagai percakapan yang pernah dia dengar diam-diam antara Adrian dan tim keamanannya, bahwa sistem kamera keamanan rumah besar itu terhubung dengan jaringan internal yang sama dengan komputer yang pernah dia jelajahi berbulan-bulan lalu. Dengan cepat, dia mulai menyusup kembali ke dalam sistem itu, kali ini bukan didorong rasa penasaran semata, melainkan tekad untuk melindungi keluarganya.

Layarnya mulai menampilkan berbagai sudut pandang kamera keamanan yang tersebar di seluruh properti, gambar-gambar yang menunjukkan kekacauan di luar sana: sosok-sosok bertopeng bergerak melalui halaman belakang, baku tembak singkat antara tim keamanan Virell dan penyusup, dan di tengah semua itu, sosok yang bergerak dengan kecepatan dan ketepatan yang membuat siapa pun yang menyaksikannya tercengang.

Althea, dengan pakaian gelap yang entah bagaimana sudah dia siapkan sejak lama tanpa sepengetahuan siapa pun, bergerak melalui bayangan halaman dengan gaya yang sama sekali berbeda dari sosok ibu lembut yang biasa dikenal Noah, melumpuhkan satu per satu penyusup dengan gerakan efisien yang minim namun mematikan.

Noah menatap layar itu dengan mata terbelalak, untuk pertama kalinya menyaksikan langsung kebenaran yang selama ini hanya dia duga-duga dari file-file rahasia yang pernah dia temukan di Black Vault.

Namun dia tidak punya waktu untuk terpaku dalam keterkejutan itu. Matanya menangkap sesuatu yang mengkhawatirkan di salah satu sudut layar: sekelompok penyusup bergerak mendekati sisi rumah yang jauh dari perhatian tim keamanan utama, mendekati sebuah pintu masuk kecil yang jarang digunakan, yang, jika Noah tidak salah ingat dari peta rumah yang pernah dia lihat, terhubung langsung dengan lorong menuju ruang aman tempat dia berada sekarang.

Jantungnya berdegup kencang, namun alih-alih panik, sesuatu di dalam dirinya, mungkin warisan dari kedua orang tuanya yang sama-sama memiliki ketenangan di bawah tekanan, membuatnya justru semakin fokus.

Dia mulai mengetik dengan cepat, menyusup lebih dalam ke sistem keamanan rumah, mencari akses menuju kontrol pintu otomatis yang mengunci berbagai bagian rumah dalam situasi darurat. Meski sistem ini dilindungi dengan lapisan keamanan tambahan, pengalamannya menembus Black Vault berbulan-bulan lalu memberinya pemahaman yang jauh melampaui anak seusianya tentang cara kerja sistem semacam ini.

"Noah, apa yang kau lakukan?" tanya Elena, suaranya panik melihat cucunya begitu fokus di tengah situasi berbahaya ini.

"Aku mengunci pintu supaya orang jahat tidak bisa masuk lewat sana," jawab Noah, tanpa mengalihkan pandangannya dari layar sedikit pun, jari-jarinya terus bergerak dengan presisi yang mengagumkan.

Beberapa detik kemudian, sebuah bunyi klik keras terdengar dari sistem, dan di layar, Noah menyaksikan pintu kecil yang tadinya menjadi target penyusup itu tertutup rapat, mekanisme kuncinya teraktivasi otomatis, membuat kelompok penyusup yang mendekatinya berhenti kebingungan, mencoba mendobrak pintu yang tiba-tiba terkunci tanpa penjelasan yang jelas bagi mereka.

Tidak berhenti sampai di sana, Noah kembali menjelajahi sistem, kali ini mencari cara untuk mengaktifkan lampu sorot darurat di area halaman belakang, sebuah fitur yang biasanya hanya digunakan untuk acara-acara khusus, namun cahaya terangnya kini bisa digunakan untuk mengekspos posisi para penyusup yang selama ini bersembunyi dalam kegelapan, memudahkan tim keamanan Virell untuk melihat dan menangani mereka dengan lebih efektif.

Cahaya terang tiba-tiba menyala di seluruh halaman belakang, membuat beberapa penyusup yang tadinya bergerak leluasa dalam kegelapan kini terekspos sepenuhnya, memberikan keuntungan besar bagi tim keamanan Virell yang segera memanfaatkan momen itu untuk melumpuhkan mereka satu per satu.

Di tengah kekacauan itu, Vera, yang memimpin langsung operasi malam ini, menyadari bahwa sesuatu tidak beres. Sistem yang seharusnya mereka kuasai justru bergerak melawan mereka dengan cara yang tidak wajar, seolah ada kekuatan tak terlihat yang mengendalikan setiap detail pertahanan rumah itu dengan presisi sempurna.

"Siapa yang mengendalikan sistem ini?" teriaknya kepada timnya melalui alat komunikasi, namun tidak ada satu pun dari mereka yang bisa memberikan jawaban pasti.

Yang tidak diketahui Vera, dan bahkan tidak sepenuhnya disadari oleh Adrian yang sedang bertempur di garis depan pertahanan rumahnya sendiri, adalah bahwa legenda dunia maya yang selama ini ditakuti kalangan peretas bawah tanah, sosok misterius bernama ZERO yang bahkan berhasil menembus sebagian dari Black Vault yang legendaris, ternyata adalah seorang anak berusia lima tahun yang saat ini duduk dengan tekad penuh di dalam ruang aman, menggunakan kemampuannya untuk pertama kalinya bukan demi rasa penasaran atau kepuasan pribadi, melainkan demi melindungi keluarga yang baru saja dia temukan dan begitu dia cintai.

Elena menatap cucunya dengan campuran rasa takjub dan kekhawatiran yang mendalam, menyadari untuk pertama kalinya betapa luar biasa dan sekaligus rapuhnya anak kecil yang duduk di sampingnya itu, seorang bocah yang seharusnya masih menghabiskan waktunya dengan mainan dan gambar-gambar sederhana, namun kini menjadi salah satu kunci penting dalam pertempuran yang menentukan nasib seluruh keluarga mereka.

1
rifatin jihan
Thor aku mohon banyak kin episode nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!