NovelToon NovelToon
Setelah Diselingkuhi, Aku Dinikahi CEO Misterius

Setelah Diselingkuhi, Aku Dinikahi CEO Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aren Vely

Alya Pramesti kehilangan segalanya dalam satu hari karier sebagai dokter yang dibangunnya bertahun-tahun hancur karena fitnah, dan tunangannya sendiri memilih berpaling ke pelukan wanita lain di depan matanya.

Di titik paling rendah dalam hidupnya, dia justru bertemu Raka Wirawan CEO dingin dan misterius yang menawarkan kesepakatan tak masuk akal: menjadi istri kontrak selama satu tahun. Bukan karena cinta, tapi demi memenuhi permintaan terakhir sang nenek yang sekarat.

Alya menerima, tanpa ekspektasi apa pun selain bertahan hidup dan membuktikan diri.

Namun semua berubah saat sebuah malam krisis memaksa Alya mengambil alih sebagai dokter menyelamatkan nyawa nenek Raka saat semua orang panik. Untuk pertama kalinya, pria yang selalu terlihat tanpa emosi itu melihat Alya bukan sekadar "istri di atas kertas", melainkan seseorang yang nilainya jauh lebih besar dari yang pernah disadari siapa pun termasuk orang-orang yang dulu membuang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aren Vely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Retak Pertama di Dinding Dingin

Ruang tunggu IGD rumah sakit swasta terbaik di kota itu sepi menjelang jam tiga pagi, hanya diterangi lampu neon putih yang menyala terang dan suara samar mesin monitor dari balik pintu-pintu ruang perawatan. Dokter jaga yang menangani Oma Ratna keluar dari ruang observasi dengan wajah lega, menghampiri Raka yang sejak tadi berdiri gelisah di depan pintu.

"Kondisinya sudah stabil sepenuhnya, Pak Raka," kata dokter itu, memeriksa catatan di tangannya. "Kami sudah menetralkan efek interaksi obatnya. Sejujurnya, penanganan awal yang dilakukan sebelum beliau tiba di sini sangat tepat sepuluh menit pertama itu krusial sekali untuk kasus aritmia seperti ini. Kalau terlambat sedikit saja, risikonya bisa jauh lebih fatal." Dokter itu menatap sekeliling. "Kalau boleh tahu, siapa yang menangani sebelum tim kami datang?"

Raka melirik ke arah Alya, yang duduk agak menjauh di kursi tunggu, masih mengenakan piyama tidur dan cardigan tipis yang sudah basah oleh keringat dari ketegangan beberapa jam sebelumnya, rambutnya sedikit berantakan, wajahnya lelah namun matanya masih waspada.

"Istri saya," jawab Raka, singkat.

Kata itu keluar begitu saja dari mulutnya, namun entah kenapa terasa berbeda dari cara dia mengucapkannya di hadapan penghulu kemarin siang bukan lagi sekadar status formal di atas kertas kontrak, melainkan sesuatu yang lebih nyata, meskipun dia sendiri belum sepenuhnya mengerti mengapa perasaan itu muncul begitu cepat.

Dokter jaga itu mengangguk kagum. "Luar biasa. Penanganannya sangat profesional."

Setelah dokter itu berlalu untuk mengurus administrasi lebih lanjut, Raka duduk di kursi kosong di samping Alya. Jarak di antara mereka terasa tidak lagi seformal dan sekaku sebelumnya sesuatu yang halus namun jelas berubah sejak kejadian malam itu.

"Kenapa kau berhenti jadi dokter?" tanya Raka tiba-tiba, memecah keheningan yang sempat menggantung beberapa saat di antara mereka.

Alya menoleh, sedikit terkejut dengan pertanyaan langsung itu. Dia terdiam sejenak, menimbang apakah akan menjawab jujur atau sekadar memberi jawaban singkat seperti biasanya. Tapi ada sesuatu dari cara Raka bertanya tanpa nada menghakimi, hanya rasa ingin tahu yang tulus yang membuatnya akhirnya memilih untuk jujur.

"Saya tidak berhenti," jawabnya pelan, menatap lantai keramik putih di depannya. "Saya dipecat. Difitnah oleh rekan kerja saya sendiri, seseorang yang seharusnya saya percaya sebagai kolega, didukung penuh oleh tunangan saya sendiri yang ternyata sudah lama berselingkuh dengannya."

Raka terdiam mendengar penjelasan itu, rahangnya sedikit mengeras, matanya menyipit reaksi yang tidak biasa muncul dari pria yang selama ini selalu tampak begitu terkendali dalam mengekspresikan emosi.

"Nama mereka?" tanyanya, suaranya lebih rendah dari biasanya, ada nada tajam yang tersembunyi di baliknya.

Alya mengernyit, sedikit bingung dengan pertanyaan itu. "Kenapa kau mau tahu?"

Raka tidak langsung menjawab. Dia hanya menatap lurus ke depan, ke arah lorong rumah sakit yang sepi, rahangnya masih mengeras, seolah sedang menahan sesuatu yang lebih besar dari sekadar rasa penasaran biasa.

"Karena orang yang membuang permata tanpa menyadari nilai sesungguhnya," katanya akhirnya, pelan namun tegas, "biasanya akan sangat menyesal ketika melihat permata itu bersinar terang di tangan orang lain."

Alya menoleh cepat, terkejut mendengar kalimat itu begitu jauh berbeda dari pria dingin dan transaksional yang menandatangani kontrak pernikahan tanpa emosi hanya beberapa hari lalu, yang bahkan tidak repot-repot berbasa-basi saat menawarkan kesepakatan gila itu di ruang pertemuan Wirawan Tower.

Untuk pertama kalinya sejak pernikahan kontrak yang aneh ini dimulai, Alya merasakan sesuatu yang berbeda mungkin, mungkin saja, ada sesuatu yang nyata mulai tumbuh perlahan di balik dinding es tebal yang selama ini dibangun oleh Raka Wirawan di hadapan dunia. Sesuatu yang tidak pernah dia duga akan muncul dari sebuah kesepakatan bisnis semata.

Namun jauh di kota yang sama, di sebuah apartemen mewah milik keluarga Vania, layar ponsel menyala terang menampilkan berita utama yang baru saja viral: foto pernikahan CEO Wirawan Group dengan seorang wanita yang wajahnya kini mulai bisa dikenali dengan jelas.

Vania menatap layar itu lama, jari-jarinya mencengkeram ponselnya erat-erat hingga buku-buku jarinya memutih.

"Bimo," panggilnya pelan, suaranya bergetar antara marah dan tidak percaya, memanggil pria yang tidur di sampingnya. "Bangun. Kamu harus lihat ini sekarang juga."

Bimo terbangun, mengucek matanya, lalu terdiam kaku begitu melihat wajah yang muncul di layar ponsel kekasihnya wajah yang sangat dia kenali, wajah wanita yang baru beberapa hari lalu dia campakkan tanpa rasa bersalah sedikit pun.

"Itu... Alya?" gumamnya, suaranya nyaris tak percaya. "Menikah dengan... CEO Wirawan Group?"

Di ruang tunggu rumah sakit yang tenang, jauh dari gejolak yang baru saja pecah di kota yang sama, Alya belum menyadari bahwa dunia lamanya baru saja mengetahui rahasia besar tentang kehidupan barunya. Dan dia juga belum tahu, bahwa Vania dan Bimo dua orang yang sudah menghancurkan segalanya dalam hidupnya hanya beberapa hari lalu tidak akan pernah tinggal diam melihat kebangkitannya yang begitu tak terduga.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!