NovelToon NovelToon
ASISTEN DUDA TAJIR MELINTIR

ASISTEN DUDA TAJIR MELINTIR

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Duda
Popularitas:724
Nilai: 5
Nama Author: Flaura Charisma

Asisten Duda CEO Tajir Melintir

Grizella Madeline Dealova, seorang anak magang yang ambisius dan berani, tidak pernah menyangka akan terlibat dengan Galaxy Adelion Wesley, CEO kaya raya yang dingin dan terluka karena pengkhianatan masa lalu.

Pertemuan mereka dipenuhi pertengkaran, tetapi perlahan rasa benci berubah menjadi ketertarikan. Saat Galaxy memintanya menjadi asisten pribadi dan tinggal bersamanya, keduanya mulai menghadapi perasaan yang tidak bisa mereka hindari.

Namun, ketika cinta mulai tumbuh, mantan istri Galaxy kembali membawa rahasia lama yang mengancam hubungan mereka.

Akankah Grizella menjadi alasan Galaxy kembali percaya pada cinta, atau justru menjadi luka baru dalam hidup sang CEO?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Flaura Charisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

mantan istri yang kembali

Suasana penthouse yang biasanya tenang berubah menjadi begitu dingin.

Galaxy masih berdiri di depan pintu, menatap wanita yang sudah lama tidak ia lihat.

Vanessa Hartley.

Wanita yang pernah menjadi istrinya.

Wanita yang pernah ia cintai lebih dari siapa pun.

Namun juga wanita yang meninggalkan luka paling dalam dalam hidupnya.

"Apa yang kau lakukan di sini?"

Suara Galaxy terdengar datar.

Tidak ada kebahagiaan.

Tidak ada kerinduan.

Hanya jarak.

Vanessa tersenyum kecil, meski sorot matanya menyimpan kesedihan.

"Aku datang untuk berbicara denganmu."

"Kita tidak punya apa pun untuk dibicarakan."

Jawaban Galaxy begitu cepat hingga Vanessa terdiam.

Dari tangga, Grizella masih berdiri tanpa sengaja menyaksikan semuanya.

Ia tahu seharusnya ia pergi.

Namun ada sesuatu dalam ekspresi Galaxy yang membuatnya sulit bergerak.

Pria itu terlihat berbeda.

Bukan CEO dingin yang selalu mengendalikan keadaan.

Melainkan seseorang yang sedang berusaha keras menahan luka lama.

Vanessa akhirnya melangkah masuk.

"Aku tahu kau membenciku."

Galaxy tertawa kecil tanpa humor.

"Benci?"

Ia menatap wanita itu.

"Aku bahkan tidak tahu apakah masih punya perasaan untuk marah."

Kalimat itu membuat Vanessa terdiam.

Grizella menunduk.

Ia tidak pernah melihat Galaxy selemah ini.

"Kau masih tinggal di sini?"

Tatapan Vanessa beralih ke arah Grizella.

Nada suaranya berubah.

Grizella segera turun dari tangga.

"Ya."

Vanessa memperhatikan pakaian kerja Grizella.

"Lalu siapa dia?"

Sebelum Grizella menjawab, Galaxy berbicara lebih dulu.

"Dia asisten pribadiku."

Vanessa tersenyum tipis.

"Asisten?"

Matanya menatap Grizella dari atas sampai bawah.

"Menarik."

Grizella bisa merasakan nada sindiran itu.

Namun ia memilih tetap tenang.

"Saya Grizella Madeline Dealova."

Vanessa tidak membalas perkenalannya.

Ia hanya kembali melihat Galaxy.

"Aku tidak menyangka kau akan membiarkan wanita lain tinggal di rumah ini."

Galaxy mengeraskan rahangnya.

"Jaga ucapanmu."

"Kenapa?"

Vanessa mendekat sedikit.

"Dulu rumah ini adalah tempat kita."

Suasana langsung berubah.

Grizella merasa seperti sedang berdiri di tengah cerita masa lalu yang bukan miliknya.

Ia hendak pergi agar memberi mereka ruang.

Namun suara Galaxy menghentikannya.

"Grizella."

Ia menoleh.

"Tetap di sini."

Grizella terkejut.

"Kenapa?"

Galaxy menatapnya.

"Karena tidak ada alasan bagimu untuk pergi."

Kalimat sederhana itu membuat Vanessa mengepalkan tangan.

Jelas sekali Galaxy sedang melindungi Grizella.

Sesuatu yang dulu pernah menjadi miliknya.

Malam semakin larut.

Vanessa akhirnya duduk di ruang tamu.

Galaxy berdiri berhadapan dengannya.

"Apa tujuanmu datang?"

Vanessa menarik napas.

"Aku ingin memperbaiki semuanya."

Galaxy menatap dingin.

"Sudah terlambat."

"Aku berubah."

"Kau mengatakan hal yang sama dulu."

Vanessa terdiam.

Grizella yang mendengar dari kejauhan mulai memahami satu hal.

Pernikahan Galaxy dan Vanessa tidak berakhir karena hal kecil.

Ada pengkhianatan besar yang membuat Galaxy kehilangan kepercayaan.

Namun sebelum ia sempat mengetahui lebih banyak...

Vanessa mengeluarkan sebuah amplop dari tasnya.

"Aku membawa sesuatu."

Galaxy menatap amplop itu dengan curiga.

"Apa itu?"

Vanessa tersenyum tipis.

"Sesuatu yang akan membuatmu tahu bahwa selama ini kau salah menilai seseorang."

Tatapan Galaxy berubah tajam.

Sedangkan Grizella merasakan firasat buruk.

Karena ia tidak tahu...

Bahwa rahasia dalam amplop itu akan menjadi awal dari kesalahpahaman terbesar antara dirinya dan Galaxy.

Ruang tamu penthouse terasa semakin dingin.

Galaxy masih berdiri di depan Vanessa, sementara wanita itu memegang sebuah amplop putih yang terlihat sederhana.

Namun entah mengapa, hanya melihat benda itu saja membuat ekspresi Galaxy berubah.

"Aku tidak tertarik dengan apa pun yang kau bawa."

Suara Galaxy terdengar tegas.

Vanessa menatapnya dengan tatapan terluka.

"Kau bahkan belum melihat isinya."

"Aku tidak perlu."

Galaxy berjalan mendekati meja.

"Bertahun-tahun lalu, aku sudah memberimu kesempatan untuk menjelaskan."

"Dan apa yang terjadi?"

Vanessa menunduk.

Keheningan memenuhi ruangan.

Grizella yang masih berada tidak jauh dari mereka memperhatikan tanpa sengaja.

Ia tidak tahu apa yang terjadi di masa lalu mereka, tetapi ia bisa merasakan luka yang sangat besar di antara keduanya.

Vanessa akhirnya meletakkan amplop itu di meja.

"Aku tahu kau membenciku."

"Tapi sebelum kau memutuskan untuk membenciku selamanya, lihat ini."

Galaxy tidak langsung mengambilnya.

"Aku tidak punya alasan untuk mempercayaimu."

Vanessa tersenyum pahit.

"Begitu juga dulu aku tidak punya alasan untuk menyangka kau akan meninggalkanku."

Mata Galaxy langsung berubah dingin.

"Jangan membalik keadaan."

Nada suaranya membuat Vanessa terdiam.

Grizella memilih kembali ke kamarnya.

Ia merasa tidak pantas berada di tengah masalah mereka.

Namun pikirannya tidak bisa berhenti memikirkan ekspresi Galaxy.

Pria itu terlihat sangat kuat di depan semua orang.

Tapi malam ini...

Ia terlihat seperti seseorang yang sedang berusaha menyembunyikan luka.

"Kenapa aku jadi memikirkan dia?"

Grizella menggelengkan kepalanya.

"Dia hanya atasanku."

Sementara itu di ruang tamu...

Galaxy akhirnya mengambil amplop tersebut.

Ia membukanya perlahan.

Di dalamnya terdapat beberapa dokumen dan foto.

Semakin lama membaca, wajah Galaxy semakin sulit ditebak.

Vanessa memperhatikan reaksinya.

"Aku tahu ini sulit dipercaya."

Galaxy mengangkat pandangannya.

"Apa maksud semua ini?"

Vanessa menarik napas.

"Aku ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi saat pernikahan kita berakhir."

Galaxy menggenggam dokumen itu lebih erat.

Selama ini ia percaya bahwa Vanessa mengkhianatinya.

Bahwa semua yang ia lihat saat itu adalah kenyataan.

Namun dokumen di tangannya membuat pikirannya mulai dipenuhi pertanyaan.

"Aku tidak pernah bermaksud menghancurkan pernikahan kita."

Vanessa menatapnya.

"Ada seseorang yang sengaja membuat kita saling menghancurkan."

Galaxy tetap diam.

Ia tidak mudah percaya.

Trauma membuatnya selalu waspada.

"Aku akan memeriksanya sendiri."

Vanessa mengangguk.

"Aku tidak meminta kau langsung memaafkanku."

Ia berdiri.

"Aku hanya ingin kau tahu kebenarannya."

Sebelum pergi, Vanessa berhenti di dekat pintu.

Matanya beralih ke arah tangga.

Ke tempat Grizella tadi berdiri.

"Dia terlihat seperti wanita yang baik."

Galaxy tidak menjawab.

"Tapi hati-hati, Galaxy."

"Kadang orang yang terlihat paling jujur justru bisa menjadi orang yang paling menyakiti."

Setelah mengatakan itu, Vanessa pergi.

Keesokan paginya...

Grizella sudah berada di meja kerja kecilnya di kantor.

Ia berusaha fokus menyelesaikan jadwal Galaxy.

Namun pikirannya terus kembali pada kejadian semalam.

Tanpa sadar, ia memperhatikan Galaxy yang sedang membaca laporan di ruangannya.

Pria itu kembali memakai wajah dinginnya.

Seolah kejadian semalam tidak pernah terjadi.

"Tuan Galaxy."

"Hm?"

Grizella menyerahkan beberapa dokumen.

"Jadwal rapat hari ini sudah saya susun."

Galaxy menerimanya.

"Bagus."

Grizella ragu beberapa detik.

Lalu bertanya,

"Apakah Anda baik-baik saja?"

Galaxy berhenti membaca.

Pertanyaan itu membuatnya menatap Grizella.

Tidak ada seorang pun yang pernah menanyakan hal itu kepadanya.

Biasanya orang hanya peduli pada kekuasaan dan hartanya.

"Bukan urusanmu."

Jawaban Galaxy terdengar dingin.

Grizella sedikit tersinggung.

"Benar. Saya lupa."

Ia mengambil dokumen lain.

"Saya hanya bertanya sebagai manusia."

Kalimat itu membuat Galaxy terdiam.

Untuk pertama kalinya setelah lama...

Ada seseorang yang melihat dirinya bukan sebagai CEO.

Melainkan sebagai manusia biasa.

Namun sebelum suasana berubah lebih baik, ponsel Galaxy berbunyi.

Sebuah pesan masuk.

Wajahnya langsung berubah.

Pesan itu berasal dari nomor tidak dikenal.

"Kalau kau masih percaya pada Grizella, kau akan menyesal."

Galaxy menatap layar ponselnya.

Lalu tanpa sadar menoleh kepada Grizella.

Dan untuk pertama kalinya...

Benih keraguan mulai muncul.

Pesan misterius itu masih terpampang di layar ponsel Galaxy.

"Kalau kau masih percaya pada Grizella, kau akan menyesal."

Tatapan Galaxy berubah dingin.

Ia tidak mudah terpengaruh oleh ancaman atau permainan orang lain. Selama bertahun-tahun memimpin perusahaan, ia sudah terbiasa menghadapi banyak orang yang ingin menjatuhkannya.

Namun kali ini berbeda.

Nama yang disebut dalam pesan itu adalah Grizella.

Wanita yang baru beberapa hari masuk ke dalam hidupnya.

Wanita yang tanpa sadar mulai menarik perhatiannya.

Galaxy meletakkan ponselnya di meja.

"Siapa yang mengirim ini?"

Grizella yang sedang memeriksa jadwal rapat menoleh.

"Ada masalah?"

"Tidak."

Jawaban Galaxy terlalu cepat.

Grizella memperhatikan wajahnya.

Ia tahu ada sesuatu yang disembunyikan pria itu.

Namun ia tidak memaksa bertanya.

Hari itu berjalan seperti biasa.

Grizella tetap menjalankan tugasnya sebagai asisten pribadi.

Ia mengatur jadwal rapat, menyiapkan dokumen, dan memastikan semua kebutuhan Galaxy terpenuhi.

Namun ada satu hal yang berubah.

Galaxy menjadi lebih diam.

Jika sebelumnya ia mulai menunjukkan sisi yang lebih lembut, hari ini ia kembali memasang jarak.

"Tuan Galaxy."

"Hm?"

"Rapat dengan investor akan dimulai sepuluh menit lagi."

Galaxy hanya mengangguk.

"Letakkan dokumennya."

Grizella meletakkan berkas di meja.

Ia hendak pergi ketika Galaxy tiba-tiba berkata,

"Grizella."

"Ya?"

Galaxy menatapnya beberapa saat.

Seolah ingin mengatakan sesuatu.

Namun akhirnya ia mengurungkan niatnya.

"Tidak apa-apa."

Grizella mengerutkan kening.

Aneh.

Biasanya Galaxy selalu terlihat yakin dengan setiap keputusan.

Tapi hari ini...

Ia seperti sedang melawan pikirannya sendiri.

Malam harinya, setelah kembali ke penthouse, Grizella menemukan Galaxy masih bekerja.

Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam.

Laptop di meja masih menyala.

Dokumen berserakan.

"Kau belum makan malam."

Galaxy tidak mengangkat kepala.

"Aku tidak lapar."

Grizella menghela napas.

"Kebiasaan buruk."

Galaxy akhirnya menatapnya.

"Kau selalu mengkritikku?"

"Kalau memang salah, iya."

Untuk sesaat, suasana terasa seperti awal pertemuan mereka.

Perdebatan kecil.

Tatapan tajam.

Namun kali ini berbeda.

Tidak ada rasa marah.

Hanya ada sesuatu yang tidak mereka mengerti.

Grizella meletakkan makanan di meja.

"Makanlah."

"Aku bisa mengurus diriku sendiri."

"Saya tahu."

Grizella menatapnya.

"Tapi bukan berarti orang lain tidak boleh peduli."

Kalimat itu membuat Galaxy terdiam.

Kata-kata sederhana itu kembali mengingatkannya pada sesuatu.

Dulu...

Ia juga pernah memiliki seseorang yang mengatakan hal yang sama.

Namun orang itu akhirnya menjadi alasan terbesar mengapa ia sulit percaya.

Saat Grizella hendak pergi, Galaxy tiba-tiba bertanya,

"Kenapa kau melakukan ini?"

Grizella berhenti.

"Melakukan apa?"

"Peduli."

Pertanyaan itu terdengar sederhana.

Tapi bagi Galaxy, itu adalah sesuatu yang sulit ia pahami.

Grizella berpikir sejenak.

"Lalu kenapa tidak?"

Galaxy menatapnya.

"Karena tidak semua orang pantas dipercaya."

Grizella tersenyum kecil.

"Mungkin benar."

"Tapi kalau semua orang berpikir begitu, tidak akan ada yang pernah memiliki hubungan baik."

Galaxy tidak menjawab.

Ia hanya memperhatikan Grizella yang berjalan kembali ke kamarnya.

Untuk pertama kalinya dalam waktu lama...

Ia merasa ingin mempercayai seseorang lagi.

Namun keesokan paginya...

Sebuah masalah besar menunggu.

Saat Grizella tiba di kantor, beberapa karyawan terlihat berkumpul di depan ruang arsip.

Wajah mereka tampak panik.

"Ada apa?"

Salah satu karyawan menatapnya ragu.

"Nona Grizella..."

"Ada dokumen perusahaan yang hilang."

Grizella terdiam.

"Lalu?"

Karyawan itu menelan ludah.

"Kamera keamanan menunjukkan seseorang masuk ke ruang arsip tadi malam."

"Siapa?"

Semua orang saling berpandangan.

Kemudian seseorang menyerahkan rekaman CCTV.

Grizella menatap layar.

Wajahnya langsung berubah pucat.

Karena orang dalam rekaman itu...

Adalah dirinya.

Dan dari kejauhan, Galaxy baru saja datang.

Matanya langsung tertuju pada layar tersebut.

Tatapan yang dulu penuh ketertarikan...

Kini berubah menjadi penuh pertanyaan.

"Grizella..."

Suaranya terdengar dingin.

"Apa yang sebenarnya kau lakukan di ruang arsip malam itu?"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!