Di kota Neo-Veridia, ingatan bisa diperjualbelikan. Rian, seorang penata memori, menemukan kristal ingatan terlarang yang memperlihatkan dirinya di masa depan—atau masa lalu yang telah dihapus dari otaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wildyan NA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jejak wanita bergaun hitam
Hujan deras membasahi lorong-lorong sempit Distrik 4. Rian merapatkan jaketnya, berusaha menyatu dengan bayang-bayang di balik deretan neon yang berkedip redup. Sirine patroli Penjaga Kategori terdengar samar-samar di kejauhan, tetapi Rian tahu mereka tidak akan berhenti menyisir sektor ini hingga berhasil menyitanya.
Sembari ketakutan langkahnya melambat saat memasuki sebuah gang buntu yang diterangi lampu uap kekuningan. Di sana berdiri sebuah kedai kopi tua yang hampir ambruk—tempat bertukar informasi paling aman di Distrik Bawah. Rian mendorong pintu besi kedai yang berderit nyaring dia masuk.
Di balik meja bar, seorang pria paruh baya dengan mata mekanis tengah mengelap gelas. Rian pun mendekatinya sembari mengawasi sekitar. Pria itu adalah Kael, mantan Hacker memori yang kini menghabiskan harinya menjual informasi selundupan.
"Kau terlihat seperti mayat berjalan, Rian," gumam Kael tanpa menghentikan gerak tangannya. "Sesuatu yang buruk baru saja terjadi di Archivia?" tanyanya menduga.
Rian duduk di bangku sudut yang gelap, lalu mengeluarkan silinder kaca berpendar merah itu dan meletakkannya samar di atas meja. "Aku butuh melacak siapa pemilik sinyal ini, Kael. Dan aku butuh mencari wanita yang membawanya padaku. Apa maksud dari semua ini"
Mata mekanis Kael berputar, fokus pada pendar warna merah di dalam silinder. Wajahnya yang penuh kerutan mendadak pucat pasi Ia tampak ketakutan dan sontak menyambar tabung itu cepat-cepat dan menyembunyikannya di bawah kain lap.
"Kau gila!" bisik Kael dengan suara tertahan. "Ini enkripsi tingkat Sektor Nol. Siapa pun yang menyentuh barang ini biasanya akan ditemukan mengapung di Sungai Veridia tanpa otak!"
"Dia mengenakan gaun hitam, membawa aura ketakutan, dan tahu namaku," potong Rian, matanya menatap tajam ke arah Kael. "Dia menyebut soal Proyek Oblivion sebelum Penjaga Kategori mengepungku. Tolong aku, Kael. Aku melihat diriku sendiri di dalam memori ini."
Kael terdiam lama. Suara detak jarum jam dinding tua menjadi satu-satunya bunyi yang mengisi keheningan di antara mereka. Akhirnya, Kael menghela napas panjang dan menarik sebuah terminal portabel dari bawah meja.
"Wanita bergaun hitam itu... hanya ada satu orang di Distrik Bawah yang berani membawa memori tingkat tinggi seperti ini," ujar Kael seraya menekan beberapa tombol di layar terminal. "Namanya Maya. Dia pernah menjadi peneliti utama di Divisi Restorasi Pusat sebelum dinyatakan 'hilang' tiga tahun lalu."
Layar portabel milik Kael menampilkan gambar bergerak dari kamera pengawas di lorong Distrik 4. Terlihat sesosok wanita bergaun hitam melintas cepat menuju wilayah batas—sebuah area terlarang yang dikenal sebagai Pasar Gelap Sinyal.
"Jika kau ingin menemuinya, kau harus pergi ke Pasar Gelap sebelum Penjaga Kategori menemukan tempat persembunyiannya," lanjut Kael, menyerahkan sebuah keping navigasi kecil pada Rian. "Tapi ingat, Rian. Jika ingatan di dalam silinder itu menunjukkan bahwa kau adalah bagian dari Proyek Oblivion, artinya masa lalumu jauh lebih berbahaya daripada para prajurit yang mengejarmu malam ini."
Rian menggenggam keping navigasi itu erat-erat. Rasa takut yang sejak tadi membayanginya kini berganti menjadi tekad yang dingin. Ia berdiri, merapatkan tudung jaketnya, dan melangkah kembali ke dalam guratan hujan malam Neo-Veridia.