NovelToon NovelToon
Keira: Tersisihkan Dari Keluarga

Keira: Tersisihkan Dari Keluarga

Status: tamat
Genre:Penyesalan Keluarga / Teen Angst / Teen School/College / Tamat
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Sejak kecil, Keira hidup jauh dari keluarganya. Ketika akhirnya mereka kembali dan ia berharap menemukan kehangatan yang selama ini dirindukannya, kenyataan justru menghancurkan harapannya.

Di rumah itu, ada seorang anak yang diperlakukan bak permata, sementara Keira hanya dianggap sebagai seseorang yang kebetulan memiliki hubungan darah dengan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

"Ayo kita pergi berlibur, Ayah," usul Keyna yang saat itu sedang duduk di pangkuan Bara. Anak itu baru saja diizinkan pulang dari rumah sakit tiga hari yang lalu.

Bara mengusap lembut kepala putrinya. "Mengapa tiba-tiba menginginkan hal itu, nak?" Ia merasa heran. Keyna jarang sekali meminta sesuatu dengan sengaja, sehingga keinginan itu pun membuatnya bertanya-tanya.

"Supaya kita bisa berkumpul bersama," jawab Keyna pelan. Sebenarnya, ia memiliki alasan yang lebih dalam. Hubungan antara kakak-beradiknya dengan Keira ternyata tidak sebaik yang ia harapkan. Keyna ingin membawa Keira lebih dekat kepada keluarganya, menyadari betapa jauhnya posisi gadis itu dari kehangatan yang seharusnya ia rasakan.

"Baiklah, ke mana kau ingin pergi?" tanya Bara dengan nada yang lembut.

"Ke pantai," jawab Keyna seketika.

"Baiklah. Nanti Ayah akan menyiapkan segala keperluannya. Apakah ada hal lain yang kau butuhkan?" Bara memastikan segalanya berjalan sesuai keinginan putrinya.

Segar dan Arya yang mendengar itu hanya mengangguk tanda setuju.

"Jangan terlalu lelah, ya," ucap Gina sambil mengusap lembut wajah putrinya.

"Iya, Ibu. Dan ajak Keira ikut bersama kita," pinta Keyna.

Keheningan menyelimuti ruangan seketika. Mereka yang mendengar permintaan itu hanya terdiam, tak tahu harus menjawab apa. Keyna pun mengerutkan kening.

"Mengapa kalian diam saja?" tanyanya kembali.

"Tentu saja boleh, sayang," jawab Bara akhirnya memecah keheningan.

"Sudahlah, istirahatlah sekarang," ajak Gina lembut sambil menuntun Keyna menuju kamarnya.

Melihat adiknya telah beristirahat, Arya dan Segar pun memilih kembali ke kamar masing-masing. Bara berhenti sejenak di depan pintu kamar sebelum melangkah pergi.

"Jaga dirimu baik-baik, jangan sampai melebihi batas kemampuanmu," ucapnya pelan, lalu pergi meninggalkan Keira sendirian.

"Mengapa kau tidak ikut bergabung bersama kami?" tanya Bibik yang memperhatikan pemuda itu dari kejauhan. Ia pun ikut dalam perjalanan itu, berniat membantu Gina apabila kesulitan atau sesuatu yang tak diinginkan terjadi.

Keira menatap keluarganya yang tertawa bahagia tak jauh dari sana. "Pergilah dulu, Bibi. Aku ingin berdiri di sini sebentar saja."

"Apakah kau yakin tidak apa-apa?"

"Ya. Bibi saja yang pergi duluan. Nanti aku menyusul," jawabnya.

Bibi pun akhirnya melangkah pergi meninggalkannya sendirian. Keira tetap berdiri di tempatnya, memandang ke arah keluarganya yang tampak begitu hangat dan menyatu. Dadanya terasa sesak. Ia ingin sekali mendekat dan ikut merasakan kehangatan itu, namun tahu betul kehadirannya hanya akan mengubah senyum bahagia itu menjadi kaku dan canggung.

"Biarkan mereka menikmati kebersamaan itu tanpa aku," batinnya. "Aku hanya akan menjadi bayang-bayang yang menyusahkan."

Ia pun berjalan perlahan menjauh, menuju tepian pantai yang sepi. Di sana, di antara batu-batu karang dan suara deburan ombak, ia merasa sedikit lebih tenang.

Tak lama kemudian, terdengar langkah kaki mendekat. Keyna berdiri di sampingnya.

"Keira, mengapa kau justru berada di sini?" tanyanya lembut. Sebenarnya, ia sengaja mencari keberadaan kakaknya itu setelah menyadari kepergiannya yang tak berpamitan.

"Mengapa kau datang ke sini?" tanya Keira balik, tak menjawab pertanyaan itu secara langsung.

"Aku datang mencarimu," jawab Keyna jujur.

"Kembalilah bersama mereka. Kehadiranmu di sini tidak akan membawa kebaikan," ucap Keira tak sudi menatapnya. "Mereka tidak menyukai kehadiranku di tengah-tengah keluarga itu. Dan Ayah pun tak akan membiarkanmu berjalan-jalan bersamaku sendirian."

Keyna justru ikut duduk di sampingnya. "Mengapa kau berkata demikian, Vin?"

Ia menatap samudra yang terbentang luas di hadapan mereka. "Penyakit yang kau derita itu sungguh tidak mudah kualami. Setiap malam kau menahan rasa sakit yang tak terbayangkan, bahkan nyaris pingsan karena tak sanggup menahannya. Sejujurnya, aku sangat berharap kau bisa hidup layaknya orang lain. Hidup yang tenang, tanpa harus memikirkan rasa sakit yang senantiasa menyusahkan orang lain jika kau tiba-tiba jatuh atau tak sadarkan diri."

Keyna berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan suara yang terasa berat. "Namun tahukah kau? Rasa sakit itu memang tak menyenangkan. Namun yang jauh lebih menyakitkan adalah diperlakukan seolah tak berharga, lalu dimarahi dan disalahkan atas segala hal yang sama sekali bukan kesalahanmu."

Keira tetap memandang ke depan tanpa menoleh. "Selama ini bukankah kau pun merasakannya? Sakit hati saat melihat Ayah marah kepadamu, apalagi berbicara dengan nada yang begitu tajam. Kau tak pernah bisa membela diri, tak pernah diberi kesempatan untuk menjelaskan."

"Dan tahukah kau? Bukan hanya tubuhmu yang lelah. Hatimu pun pasti merasa begitu. Jika boleh aku pilih, aku lebih suka menanggung rasa sakit di tubuh daripada luka yang tak pernah terlihat namun senantiasa berdarah di dalam dada."

Di kejauhan, Bara berdiri tak jauh dari sana. Wajahnya memerah menahan amarah yang meluap.

"Mengapa kau membawa Keyna bersamamu?" bentaknya begitu mendekat. Ia tampak panik melihat putri kesayangannya berada sendirian bersama pemuda itu di tepian pantai yang sepi.

"Ayah, bukan aku yang membawanya ke sini..." Keira mencoba menjelaskan. "Keyna sendiri yang datang mencariku."

"Kau terus saja meminta kepercayaan dariku agar dapat menjaganya, namun lihatlah caramu menjaganya!" Bara menatapnya tajam. "Cukup menjaganya dari kejauhan saja sudah seharusnya kau lakukan."

"Aku minta maaf, Ayah..."

"Maaf, maaf! Sudah berapa kali aku mendengar kata itu dari mulutmu?" Suara Bara semakin meninggi. "Lakukan apa pun sesukamu, asal jangan pernah melibatkan Keyna ke dalam hidupmu! Anak itu sudah cukup menderita dengan penyakitnya. Jangan kau tambah penderitaannya dengan membawa pengaruh buruk darimu!"

"Aku minta maaf, Ayah. Tolong jangan berteriak begitu..." Keira menunduk dalam, tak berani menatap mata ayahnya. Ia merasa malu diperlakukan demikian di tempat terbuka di hadapan semua orang. Biarlah ayahnya memarahinya sepuas hati, asalkan tak dilakukan di depan orang banyak.

"Biarkan mereka tahu! Biarkan semua orang tahu bahwa aku memiliki anak yang sama sekali tak berguna! Berhenti tampak seolah kau adalah korban, dan berhenti menjadi beban bagi hidupku!"

Bara pun membawa pergi Keyna menjauh dari sana. Keira tetap terpaku di tempatnya, merasa tatapan semua orang seakan menuduhnya. Ia melangkah perlahan menjauh, menjauhi semuanya.

'Aku sungguh pengecut...' batinnya. 'Tak mampu membela diri sedikit pun. Hanya diam menahan segala amarah Ayah.'

1
Sulati Cus
g usah berharap py temen klu semua palsu, mending sendiri apapun akan aman jika sendiri🤔
Sulati Cus
km nya aneh msh bertahan dg keluarga toxic😔 mending pergi kerja sambil sekolah, ku dulu kg kek gitu pdhl jmn dulu tu susah nyari duit g kek sekarang dg ngoten, nulis online apapun keknya menghasilkan uang😅
Herlina Susanty
buat Keira pergi thor
Herlina Susanty: pergi ke mana aj lah thor yg penting gag kecewa trus 🤣🤣💪
total 2 replies
Cty Badria
karena kamu bodoh 1000% bodoh
Cty Badria
kok cmn 1 up nya
lily
masih membaca kpn bangkitnya ni si keira...
Murni Dewita
ya udah gak usah aja gabung sama orang2 yg spt t
Cty Badria
lupakan saja mereka dari pd sakit hati. buat hekulah hatimu tuk mereka
Cty Badria
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Cty Badria
kenapa g keluar Dr rmh itu setiap hr dipukuli...aj rasanya bodoh banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!