NovelToon NovelToon
THE AGENTS : Perburuan Aset

THE AGENTS : Perburuan Aset

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Thriller / Mata-mata/Agen
Popularitas:34.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Sequel Kembalinya Sang Agen Rahasia & Heroes

Zyan kembali menjalani misi. Kali ini akan menjadi misi terakhirnya, mencari keberadaan Arkan, juniornya.

Siapa sangka kembalinya pria itu ke lapangan malah menemukan konspirasi sejumlah petinggi menggagas Project Black Lock. Diam-diam mereka mengembangkan virus yang diberi nama Regalis-V.

Ada enam target yang sedang dibidik untuk memproduksi Regalis-V. Salah satunya adalah Arsela, anak presiden.

Ketegangan semakin bertambah ketika Zyan tahu target terakhir adalah anaknya sendiri.

Bersama dengan Arkan, pria itu berjibaku, berusaha menyelamatkan target dan menghancurkan Black Lock.

Dalam aksinya, mereka mendapatkan bantuan dari seorang agen tambahan.

Siapakah agen tersebut?

Jangan lupa ikuti medsosku di
FB : Khairunnisa (Ichageul)
IG : ichageul9563
TT : @novelme @ichageul21
Threads : Ichageul

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Turtle and Strike

“Menunduk!”

Kael menggunakan sebelah tangannya untuk menekan kepala Arsela agar menunduk. Pria itu juga ikut menunduk sambil terus menjalankan kendaraannya.

“Aaaaa!!”

Terdengar teriakan Arsela ketika peluru menembus kaca jendela di mana kursi Kael berada. Sang penembak kembali menembakkan lagi senjatanya dan kali ini mengenai kaca jendela kursi Arsela. Serpihan peluru mengenai pelipisnya.

Dengan cepat Kael membanting setir ke kanan. Sambil terus menekan gas dia mendorong mobil yang mengejarnya hingga menempel ke pembatas jalan. Untuk beberapa saat Kael masih mempertahankan posisi mobilnya seperti itu.

Mobil yang dipepet Kael tidak bisa mempertahankan posisi hingga naik ke trotoar. Kael langsung memanfaatkan kesempatan. Dia menekan pedal gas lebih jalan, melaju secepat mungkin.

“Kamu tidak apa-apa? Coba kulihat lukamu.”

Arsela menolehkan kepalanya. Sambil sesekali melihat ke jalan di depannya, Kael memeriksa luka di pelipis Arsela.

“Kamu hanya terkena serpihan kaca. Tekan lukamu dengan tisu agar darahnya berhenti keluar.”

Arsela melakukan apa yang diperintahkan Kael.

Di saat Arsela sedang mengurus lukanya, Kael menghubungi kembali timnya.

“Mana bantuan yang kuminta? Kami dikejar dan ditembaki!”

“Aset sedang berjalan ke arahmu bertahanlah!”

Kael terus melajukan kendaraannya. Matanya melihat ke arah spion. Rupanya mobil yang tadi berhasil dipepetnya kembali mengejar.

“Sh*t!” maki Kael. Dia mengambil pistolnya dari balik pinggangnya. “Apa kamu bisa memegang setirnya sebentar?” tanya Kael sambil melihat pada Arsela.

“A-Aku ti—“

Belum selesai Arsela berbicara, Kael sudah melepaskan tangannya dari setir. Pria itu sedikit mengeluarkan tubuhnya dari jendela sambil menembakkan pistol di tangannya beberapa kali.

Arsela cukup kesulitan memegang setir dengan posisinya sekarang. Tapi sebisa mungkin dia mengendalikan jalannya kendaraan.

“Ooh … Kael … Kael!!” teriak Arsela, membuat Kael menolehkan kepalanya. Pria itu kembali masuk dan mengambil alih kemudi, tepat ketika mobil hampir menabrak tiang di sisi jalan.

Jantung Arsela hampir bergeser dari tempatnya. Rupanya kejadian yang memacu adrenalin masih belum selesai mengikutinya.

Dari kaca spion, Kael melihat dua mobil mendekat. Dia tahu kalau itu bantuan yang dikirimkan rekannya. Perasaannya sedikit lega sekarang. Pria itu terus memacu mobilnya sambil sesekali melihat jalan di depannya.

BRAAKK!

Sebuah mobil menghantam bodi bagian belakang mobil yang dikendarai Kael. Mobil berputar beberapa kali, sampai akhirnya berhenti ketika menabrak trotoar.

Tubuh Kael dan Arsela terguncang beberapa kali akibat benturan keras tadi.

“Aaarrgghhh,” Kael mengerang kesakitan sambil memegangi keningnya yang terkena goresan sisa pecahan kaca jendela. “Sela … kamu tidak apa-apa?”

“Ya.”

“Ayo turun.”

Beberapa kali Kael mendorong pintu yang macet, hingga akhirnya terbuka. Dia segera membantu Arsela membuka pintu. Begitu membantu Arsela keluar, matanya langsung melihat ke belakang. Mobil yang menabraknya tadi berhenti secara mendadak.

Matanya memicing, mencoba melihat pria yang ada di dalam mobil.

“Ayo!”

Kael langsung menarik tangan Arsela, membawanya menjauh dari jalan. Orang yang dilihatnya di dalam mobil, adalah pria yang tadi mengincar Arsela di rumah.

Melihat buruannya kabur, sang pengemudi kembali menjalankan kendaraannya.

Sambil sesekali melihat ke belakang, Kael terus berlari. Tangannya menggenggam erat tangan Arsela. Jangan sampai gadis itu lepas dari penjagaannya.

Melihat ada jalan kecil di dekatnya, Kael segera menarik Arsela ke sana. Jalanan yang dilaluinya sekarang tidak cukup untuk dilalui kendaraan roda empat.

Arsela mendongakkan kepalanya ketika merasakan tetesan air dari atas. Hujan yang awalnya hanya rintik kecil, kini mulai membesar.

Derap suara kaki terdengar memenuhi jalanan yang digenangi air. Sepanjang jalan hanya terdapat deretan gedung gelap, seperti tidak ada kehidupan di gang ini.

Kael menarik tangan Arsela memasuki gedung kosong yang ada di sisi kiri jalan. Keduanya terus memasuki gedung yang terdapat pilar-pilar tinggi di dalamnya. keduanya bersembunyi di balik salah satu pilar besar.

“Sela … aku mau kamu naik ke atas. Carilah tempat persembunyian di sana. Mengerti?”

“Bagaimana denganmu?”

“Aku akan menghadang musuh di sini. Kamu sebaiknya cepat bersembunyi.”

“A-Aku takut,” suara Arsela terdengar bergetar.

“Tenanglah. Aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi padamu. Pegang ini. Tikam orang yang berusaha menyakitimu,” Kael memberikan pisau lipat taktis ke tangan Arsela. “Bersembunyilah sekarang. Cepat!”

Secepat kilat Arsela berlari menaiki tangga. Wanita itu segera mencari ruangan yang aman untuk bersembunyi.

Kael masih bertahan di tempatnya. Dia melihat dulu peluru yang tersisa di dalam pistolnya. Hanya tersisa empat peluru lagi di sana.

Pria itu tetap bersembunyi di balik pilar besar sambil melihat ke pintu masuk. Dapat dia dengar suara derap kaki mendekat.

“Di mana mereka?!” tanya Enrique.

“Sepertinya mereka ada di sini!” tunjuk Caleb ke gedung kosong di sebelah kirinya.

Pelan-pelan keduanya masuk dengan tangan masing-masing memegang senjata api. Keduanya nampak berhati-hati dan sebisa mungkin tidak menimbulkan suara.

Dengan gerakan tangan, Enrique meminta Caleb naik ke atas. Sementara dirinya akan menyusuri ruangan bawah.

Ketika Caleb mulai menaiki anak tangga, perhatian Kael tertuju pada Enrique. Mereka menginginkan Arsela hidup-hidup, pasti tidak akan menyakiti wanita itu.

Kael mengendap mendekati Enrique yang sedang mencari keberadaannya.

KRAK!

Tanpa sengaja Kael menginjak pecahan beling. Sontak Enrique langsung menolah. Refleks Kael menundukkan kepalanya sambil berlari ke balik pilar untuk bersembunyi.

Suara tembakan terdengar bergema di gedung kosong ini.

Jantung Arsela berdebar tak karuan begitu mendengar suara tembakan. Ketakutannya menjadi dobel. Takut tertangkap dan takut sesuatu terjadi pada Kael.

Wanita itu semakin menundukkan tubuhnya di bawah meja besar yang ada di ruangan tempatnya bersembunyi.

Samar-samar dia bisa mendengar langkah kaki mendekat. Arsela menutup mulut dengan sebelah tangannya. Sebelahnya lagi menggenggam pisau lipat yang diberikan Kael.

Di ruangan bawah, adu tembakan terjadi antara Kael dan Enrique. Kael menembakkan peluru terakhirnya dan berhasil mengenai lengan Enrique.

“Sh*t!” maki Enrique sambil memegang lengannya yang terkena tembakan.

Kael keluar dari persembunyian dan secepat kilat berlari menuju Enrique. Dia menumpukan sebelah kakinya ke pilar di dekatnya, kemudian melayangkan tendangan berputar pada Enrique.

Tubuh pria itu jatuh terhempas dan pistolnya terlepas jauh darinya.

Belum sempat dia berdiri, Kael sudah berada di dekatnya. Pria itu menduduki perut Enrique kemudian melayangkan pukulan bertubi ke wajah pria itu.

Enrique sudah hampir kehilangan kesadarannya. Tubuhnya sudah terkulai lemas. Darah sudah memenuhi wajahnya.

Kael segera bangun, kemudian mengambil pistol milik Enrique. Pria itu hendak menuju lantai atas, membantu Arsela.

Namun langkahnya tertahan ketika tangan Enrique memeluk kakinya erat. Kael berusaha melepaskan diri, namun pegangan Enrique sulit dilepaskan.

Pria itu mengarahkan senjatanya ke kepala Enrique, kemudian menembakkannya tanpa berkedip.

Seketika tubuh Enrique jatuh dengan kepala bersimbah darah. Tanpa mempedulikan pria itu, Kael segera melanjutkan langkahnya.

Caleb yang belum tahu apa yang terjadi pada rekannya, masih mencari keberadaan Arsela. Sekarang pria itu sudah berada di ruangan di mana Arsela bersembunyi.

“Key-1 di mana kamu?” tanya Caleb.

Arsela semakin tercekat. Kali ini dia menggenggam pisau dengan kedua tangannya. Dia sudah membuka pisau lipat dengan ujung pisau menghadap ke atas.

Langkah kaki Caleb semakin mendekati meja tempatnya bersembunyi. Wanita itu bisa melihat ujung sepatu Caleb semakin mendekatinya.

***

Awas yang tahan napas, jangan sampai jebol dari belakang😁

1
Maure Nia
jantung aku pasti rasanya kayak mau lompat...gemetar udah pasti😔
Ria alia
Ikut deg2n ini mak 🤦‍♀️ kalo jdi c timur ya pasti was2 takut mak 😭
Carlina Carlina
hayu jngn smpe k tangkep timur💪💪💪🏃🏃🏃
Carlina Carlina
dah terkencing" sambil lari thor k',lo aku jd timur🤭🤭😂😂😂😂😂😂🤗🤗🤗🤗
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
cape lahir batin Bun 😭😭😭😭
Carlina Carlina
semoga tdk afa kendala yg sulit dan d lancarkan smua misi nya🤲🤲🙏🙏
Teti Usmayanti
thorr, sy baca sambil tahan nafas keluarkhan pelan pelan. huft.. bnr2 daebak thorr 😍😍👍👍
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
semoga kamu selamat.... do'aQ menyertai Mur ✊🏻✊🏻✊🏻✊🏻
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
Q temenin larinya ya Kael 🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
kaboorrr Timur 🏃🏼🏃🏼🏃🏼🏃🏼
huhah huhah huhahhhhhh🫣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
ya taulah....wong Kael adalah dewa penyelamat mu Timur....makanya kamu harus percaya padanya ☺️
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
wahh Kael pasti ekstra ketas jaga matanya biar gk ngedip.....agar buruannya gk hilang jejak .....takut ke duluan sama anak buah Arman /Determined/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
drama ngecoh musuh di mulai ✊🏻
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
tahan nafas di mulai🤭.....segera kencangkan tali pengaman buat jantung biar berfungsi sesuai kodratnya.....jangan sesekali berpaling.... fokus pada bacaan ...jangan sampe tertangkap sama anak buah Arman kalo reader gugup 🫣....takut jadi sasaran bila gk berhasil tangkap Timur balik arah nangkap Qt 😭
Euis Sri
cemas takut capek
Munas Tuti
aduuh kok tegang teruss yak, kpn santainya
sri supadmi
aduuuubh
Euis Sri
ada eceng berkembang dihati Arsela,.
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sesak nafas
Ayuk Witanto
baca aja udah kayak ngos ngosan aku mak😂😂 apalagi jadi timur
bener2 berasa ikut disitu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!