NovelToon NovelToon
Aku Jadi Miliarder Dalam Satu Malam

Aku Jadi Miliarder Dalam Satu Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam / Identitas Tersembunyi
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: BRAXX

Miles Sterling hanyalah seorang menantu miskin yang dihina dan direndahkan oleh istri dan keluarganya. Saat ibunya sakit parah dan butuh biaya operasi $250.000, istrinya justru menghabiskan $300.000 untuk pesta mantan kekasihnya.

Namun takdir berkata lain. Miles ternyata adalah satu-satunya pemilik 50 koin NexaChain—mata uang kripto yang nilainya kini melonjak menjadi $40 miliar. Dalam semalam, ia berubah dari pengemis menjadi miliarder sekaligus CEO NexaChain Global. , perusahaan raksasa di balik koin tersebut.

Kini, dengan kekayaan dan kekuasaan yang tak terbayangkan, Miles siap membalas semua penghinaan. Tapi akankah ia mampu mempertahankan segalanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRAXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terasa Seperti Mimpi!

Perjalanan menuju pusat kota berlangsung mulus dan cepat.

Miles duduk di kursi belakang, matanya terpaku ke jalan di depan sambil berusaha mencerna bagaimana hidupnya bisa berubah sedrastis ini. Dari dipermalukan di depan puluhan tamu, diceraikan oleh wanita yang dulu ia sebut sebagai istrinya, hingga kini sedang menuju sebuah rumah yang bahkan tak pernah ia impikan untuk ditinggali.

Namun, tak ada yang mampu mempersiapkannya untuk pemandangan yang muncul di hadapannya.

Matanya membelalak, bibirnya sedikit terbuka, tak mampu menyembunyikan keterkejutannya saat gerbang mansion itu perlahan mulai terlihat. Bahkan dari dalam mobil, Miles bisa mengetahui bahwa ini bukanlah tempat tinggal biasa.

Lambang NexaChain, berbentuk koin kripto dengan huruf N, terukir di bagian tengah gerbang.

"Ini... nyata?" gumam Miles pelan.

Di kursi pengemudi di depannya, Laura tersenyum lembut, seolah-olah ia memang sudah menunggu pertanyaan itu.

"Properti ini dibangun oleh NexaChain Global agar sepenuhnya tertutup bagi publik," katanya dengan tenang. "Hanya CEO dan personel pilihannya yang memiliki akses. Dan sekarang, Tuan Sterling, kaulah satu-satunya pemilik tempat ini."

Miles berkedip. "Tempat ini... tiga kali lebih besar dari rumah keluarga Wycliff. Mungkin bahkan empat kali lipat lebih besar."

Laura terkekeh pelan. "Itu karena ini bukan sekadar mansion, Tuan. Ini adalah kediaman kerajaan. Tempat ini dirancang untuk menerima tamu-tamu pribadi, mengadakan pertemuan berkeamanan tinggi, serta konferensi teknologi yang bersifat rahasia. Di bawah tanah terdapat pusat data, di atap tersedia landasan helikopter, dan ada lebih dari lima puluh area hunian yang terpisah."

Miles menoleh perlahan ke arahnya, masih berusaha memahami semuanya. "Dan aku memiliki akses ke semua itu?"

"Benar," jawab Laura. "Dengan kartu itu."

Dia menunjuk ke saku Miles tempat dia menyimpan kartu yang diberikan Laura sebelumnya—Kartu Akses Tingkat Tertinggi berwarna hitam.

"Kartu itu bukan hanya memberimu akses ke rumah ini. Kartu itu juga mengidentifikasimu sebagai seseorang yang berada di atas seluruh tingkatan di NexaChain. Dan dalam kasusmu... yah, kaulah yang berada di puncak tertinggi."

Mobil itu mendekati gerbang. Bahkan sebelum berhenti, seorang penjaga berseragam keluar dari pos keamanan, membungkukkan badannya dengan hormat, lalu segera menekan tombol pembuka gerbang. Pintu gerbang raksasa itu perlahan terbuka.

Penjaga itu tidak mengucapkan sepatah kata pun.

Miles hanya menganggukkan kepala dengan sopan, masih belum tahu bagaimana harus bereaksi.

Mobil itu meluncur melewati gerbang dan memasuki garasi pribadi yang di dalamnya terparkir tiga mobil sport supermewah; sebuah Bugatti La Voiture Noire senilai 18,7 juta dolar, sebuah Pagani Zonda HP Barchetta senilai 17,5 juta dolar, dan sebuah Rolls-Royce Arcadia Droptail yang diperkirakan bernilai 31 juta dolar.

"Semua mobil ini..." ujar Miles. Matanya berkaca-kaca karena syok. Kalimat yang ingin ia ucapkan tertahan di tenggorokannya karena keterkejutan, sementara Laura sudah menjawab pertanyaannya bahkan sebelum ia selesai berbicara.

"Semuanya milikmu, Tuan Sterling. Apa kau bisa mengemudi?" tanyanya sambil tersenyum melihat Miles yang masih terpaku.

"Belum… aku belum bisa mengendarai mobil" jawab Miles lirih, masih belum pulih dari keterkejutannya.

"Aku akan mencarikan instruktur profesional untuk mengajarimu," kata Laura dengan ramah.

Sorot lampu mobil kemudian menampakkan sebuah bangunan besar lainnya yang berdiri tepat berseberangan dengan mansion utama. Bangunan itu pun terlihat sangat megah—ukurannya hampir sama besarnya dengan mansion keluarga Wycliff.

Alis Miles berkerut. "Itu...?"

"Tempat tinggal para staf," jawab Laura sambil mengangguk. "Di sana tinggal semua koki, pengurus rumah, teknisi, dan petugas keamanan internal yang ditugaskan untuk rumah ini."

Mobil berhenti di dalam garasi beratap kaca. Pintu mobil terbuka, dan saat Miles melangkah keluar, Laura bertepuk tangan dua kali.

Tep. Tep.

Dua wanita anggun mengenakan seragam hitam dan perak segera berlari menghampiri mereka dari area tempat tinggal staf, dengan kepala tertunduk hormat.

"Selamat malam, Tuan," ucap mereka serempak, suara mereka terdengar lembut.

Miles sedikit terkejut.

"Uh... selamat malam," jawabnya canggung sambil menggeser posisi kakinya.

Laura melangkah maju. "Nona-Nona, ini Tuan Miles Sterling—pemilik kediaman ini. Mulai sekarang, kalian harus memenuhi semua kebutuhannya. Kalian tidak melapor kepada siapa pun selain dirinya, kecuali jika dia sendiri yang memerintahkannya."

Pelayan yang bertubuh lebih pendek meluruskan tubuhnya sedikit lalu bertanya, "Tuan, apa yang kau inginkan? Apakah ada sesuatu yang harus kami siapkan?"

Miles ragu sejenak. "Uh... makanan, kurasa. Aku lapar."

Pelayan itu mengangguk. "Baik. Kami akan segera menyiapkan makan malam lengkap. Ada lagi yang kau inginkan, Tuan?"

Miles menggeleng. "Tidak. Hanya itu."

Kedua pelayan itu kembali membungkuk, lalu berbalik dengan sigap dan menghilang melalui lorong di sebelah kiri menuju dapur bagian dalam.

Miles hanya berdiri diam...

Laura memberi isyarat agar ia mengikutinya. "Lewat sini, Tuan."

Mereka menaiki tangga perlahan.

Saat tiba di depan pintu utama yang sangat besar, Laura berhenti.

"Pintu ini," katanya, "hanya bisa dibuka menggunakan Kartu Akses Tingkat Tertinggi. Bahkan aku pun tidak bisa masuk tanpa izin darimu."

Miles mengangguk. Ia mengeluarkan kartu hitam itu dari saku bagian dalam jasnya dan menempelkannya pada pemindai yang terpasang di dinding.

Suara robot terdengar dari pengeras suara internal.

"Selamat datang, Tuan Sterling."

Disusul bunyi mekanis pelan, pintu antipeluru yang diperkuat dengan titanium itu pun bergeser terbuka.

Miles melangkah masuk dan hampir kehilangan napas.

Ia memang mengharapkan kemewahan. Ia membayangkan beberapa perabot mahal. Namun yang satu ini?

Langit-langitnya membentang di atas kepalanya bagaikan kubah sebuah katedral. Lantainya berkilau seperti perak cair. Berbagai karya seni yang dipoles sempurna menghiasi dinding, termasuk beberapa karya yang pernah ia lihat di televisi sebagai koleksi para miliarder.

Setiap lorong membentang tanpa ujung, bercabang menuju sayap-sayap bangunan lainnya. Tangga kaca melingkar naik menuju puluhan lantai di atas.

"Ini..." bisik Miles.

Laura menoleh sambil tersenyum tipis.

"Terasa luar biasa? Ya, pada awalnya memang begitu. Tapi nanti kau akan terbiasa. Mari, akan kutunjukkan kamarmu."

Mereka mulai menaiki tangga utama. Sambil berjalan, Laura menunjuk ke berbagai arah.

"Lorong itu menuju bioskop pribadi. Ke arah sana terdapat spa dan ruang relaksasi. Di bawah tanah, ada pusat kendali, brankas pribadi, dan server komunikasi terenkripsi milik NexaChain."

Miles berkedip. "Tunggu, di sini?"

"Ya," jawab Laura. "Tempat ini lebih dari sekadar rumah. Ini adalah markas komando pribadi. Setiap CEO NexaChain selalu melakukan peningkatan agar kediaman ini memenuhi standar paling canggih di dunia."

Ia berhenti di depan sebuah pintu ganda di tengah tangga besar. "Namun... di sinilah kau akan tidur."

Laura membuka pintu menuju Kamar Utama.

Miles melangkah masuk—lalu membeku.

Kamarnya sangat luas. Tempat tidurnya lebih besar daripada apa pun yang pernah ia lihat sepanjang hidupnya, dilapisi seprai lembut berwarna abu-abu dan putih yang tampak seperti awan.

Ia berjalan perlahan menuju tempat tidur lalu duduk di atasnya.

Kemudian ia merebahkan tubuhnya dan mengembuskan napas panjang.

"Kurasa aku sedang bermimpi," katanya pelan.

Laura tersenyum. "Tidak."

Miles menatap langit-langit, masih berusaha mencerna semuanya.

"Semua ini... milikku?"

"Ya," jawab Laura. "Semua yang sudah kau lihat, dan masih banyak lagi. Perjalananmu masih panjang, Tuan Sterling. Tapi untuk malam ini—beristirahatlah. Biasakan dirimu dengan tempat ini. Besok, kita akan mulai mempersiapkan penampilanmu untuk rapat dewan eksekutif yang akan diadakan lusa pagi."

Miles duduk kembali lalu mengangguk perlahan.

"Terima kasih, Laura."

Laura membungkuk kecil. "Sama-sama, Tuan Sterling. Aku akan berada di bawah."

Setelah Laura pergi, Miles tetap duduk di tepi tempat tidur.

Sekali lagi ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, lalu menoleh ke arah jendela.

Kemudian ia tersenyum.

"Aku benar-benar sangat kaya!”

1
Wega Luna
entahlah jujur jadi agak bosan karena malam pesta butuh berepisode episode,nasib ibunya gimana,,,,
MELBOURNE: sabar guyss tunggu besok lagi
total 1 replies
Was pray
drama muter2nya kesuuuwen... masalah duduk di kursi berlapis emas mbulet gak kelar2
Was pray
bab nya kebalik ya Thor?
MELBOURNE: udah di perbaiki kokk
total 2 replies
Was pray
trik othor untuk mempermalukan miles dua kejadian yg sama, dulu waktu pertama kali memperkenalkan diri sebagai CEO di nexachain dipemalukan Alvaro Krn terpisah dari Laura Krn miles dapat tlpn sehingga mereka masuk ke gedung tidak bmvareng ma laura, sekarang gantian Laura yg dpt tlpn sehg gak bareng Laura lagi doan dipermalukan ma Lily dan Kelvin , kejadian yg super langka selain di novel ini... 🤣🤣🤣
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 dibuang kerikil dipungut berlian si miles ini🤣🤣🤣🤣🤣,
Was pray
kenapa gak dilihat dan disita ponselnya Kelvin dan Lily Theo? itu kan bisa jadi bahan penyelidikan... ntar diberikan lagi tapi disadap jadi tau apabila ada aktivitas yg mengarah ke kasus penculikan ibunya miles, polisi amatir nih. .
Was pray
interogasi malah berubah jadi mbahas pesta . salah tempat nih. gak konsekwen
Was pray
katanya miles mau merahasiakan identitasnya sebagai CEO di nexachain KPD lily dan keluarganya...? ini malah ngasih tau Lily secara tidak langsung ... jadi orang kok pkin plan les miles
Was pray
kesuuuweeen....
Rahmawati
berlagak sok
MRYSS
harus nya di BKIN beda kek Ama novel orng" punya bnyk duit kok g mau beli jas trus di pake mlh pura" miskin naiff bngtt
Was pray
miles berikan no tlpn yg digunakan untuk mengancam kepada polisi agar ditelusuri jejak digital oleh pihak kepolisian
Was pray
baru aja miles jadi horanv hebat udah down lagi, diperdaya dengan begitu mudahnya, keluarga CEO dari perusahaan super besar gak ada prioritas pemberian perlindungan keamanan buat keluarganya. seorang CEO pontang panting sendirian menjaga keamanan keluarganya
express
menarik
ghani pro
ide dan alur ceritanya menarik
Was pray
lega kok lemas? seharusnya perasaan lega bikin kuat bukan bikin lemas!
MELBOURNE: sorry² authornya ngantokk🙏🙏🙏
total 1 replies
Was pray
mulai muncul ketegasannya miles, udah bosan baca ketololan dan ketidak berdayanya miles yg jadi bahan cemoohan tapi gak bisa apa2, cuma bengong kayak sapi ompung
Was pray
lagi dan lagi ketololan miles muncul , sehari aja gak dihina orang miles demam
Was pray: iya je... bisa bikin geretan tuh ma miles yg lama loading otaknya... 😄😄
total 2 replies
@Lion_001
bagus ceritanya,saran jangan samoe miles jadi org yg naif kedepannya manfaatkan kekayaannya sebaik mungkin,dn bersikap tegas pada irg yg menhinanya, jikabmiles naif jafi bosan ceritanya. semangat thorr
MELBOURNE: makasih kk🙏🙏
total 1 replies
@Lion_001
lanjut thorr👍
MELBOURNE: ditunggu besok lagi guyss
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!