NovelToon NovelToon
MIRRA (Pacar Pura-pura)

MIRRA (Pacar Pura-pura)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah / Teen
Popularitas:591
Nilai: 5
Nama Author: Mila Kylla

" Gue suka sama lo...lo harus jadi pacar gue!!" Suara berat seorang pria membuatnya cukup gugup.

"Maaf, tapi gue suka nya sama orang lain." Mirra dengan penuh keberanian menolak pria tinggi tegap yang berada di hadapannya.

"Nggak bisa, lo harus jadi pacar gue, titik!!!" Tegas pria itu sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Mirra.


Mirra Afessya, gadis belia yang baru saja duduk di bangku kelas satu SMA itu harus dihadapkan dengan pria yang ternyata diam-diam dan pura-pura mengagguminya.

Akankah Mirra menerima pengakuan paksa itu? Ataukah Mirra akan menolaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila Kylla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PACARAN

Esoknya...

Mirra berjalan menuruni anak tangga, dan dia melihat ke arah mamanya yang saat ini tengah menikmati sarapannya.

"Pagi ma..." Sapa Mirra sambil duduk di bangku ruang makan.

"Pagi sayang..."

"Ma, mama beneran ngizinin aku pulang pergi ke sekolah bareng Angkasa?" Tanya Mirra penasaran karena dia semalam tidak sempat bertanya kepada mamanya.

"Iya sayang, Angkasa udah tau soal alasan mama nggak ngebolehin kamu bergaul sama laki-laki, dan dia juga udah janji sama mama cuma berteman sama kamu dan nggak punya maksud lainnya."

"Iya sih ma, aku juga sempet kaget ternyata Angkasa tau semuanya."

"Mama juga nggak kepikiran kalo dia bakal sekolah di sekolah kamu, dia itu seharusnya jadi kakak kelas kamu, cuma karena kecelakaan dan dia sempet koma, jadinya dia nunda sekolah selama setahun."

"Iya ma, aku tau soal itu, Angkasa udah cerita sama aku."

"Yaudah kalo gitu, mama udah selesai sarapan, mama berangkat duluan ya."

"Iya ma...hati-hati di jalan."

"Iya sayang..."

Setelah mama nya pergi meninggalkan ruang makan, kini giliran Mirra yang tengah asik menikmati sarapannya, dan baru dia melahap nasi goreng buatan mamanya, tiba-tiba saja Mirra mendengar suara klakson motor Angkasa. Mirra pun mulai menghentikan aksi makan nya itu dan beranjak dari duduknya.

"Sa, pagi banget?" Tanya Mirra sambil membukakan pagar rumahnya.

"Gue mau sarapan di kantin dulu soalnya, lo udah sarapan?" Jawab Angkasa lalu kemudian dia mulai bertanya pada Mirra.

"Yaudah, lo parkirin dulu motor lo di dalem, trus ikut gue masuk bentar." Pinta Mirra sehingga Angkasa menuruti apa yang baru saja Mirra katakan.

Dia pun mulai berjalan mengikuti langkah kaki Mirra masuk ke dalam rumahnya. Dan begitu sampai di ruang makan.

"Lo sarapan disini aja, kebetulan masih ada nasi goreng satu porsi lagi, cukuplah buat lo sarapan." Ujar Mirra sambil mengambil piring lalu dia mulai menyendokkan nasi goreng ke piring tersebut." Nih, kita sarapan dulu aja baru berangkat." Mirra pun meletakkan piring berisikan nasi goreng tepat di hadapan Angkasa.

"Gue jadi nggak enakan nih Mirr." Ujar Angkasa.

"Udah makan..."

Angkasa pun mulai mengangguk dan mereka akhirnya menghabiskan sarapan mereka bersamaan.

"Gue ambil tas gue dulu ya, lo tunggu bentar." Pinta Mirra lalu beranjak dari duduknya. Dan tidak lama setelah itu dia pun kembali." Ayo Sa."

Lalu mereka pun keluar dari rumah Mirra, keduanya langsung berangkat ke sekolah menggunakan motor Angkasa, dan setibanya di sekolah, lagi-lagi ada beberapa pasang mata yang melihat ke arah mereka, dan beberapa pasang mata itu tak lain adalah milik, Ajun, Satria, dan juga Zian.

"Lagi-lagi dia bareng sama Angkasa...nggak bisa dibiarin nih." Gerutu Ajun.

"Trus lo mau ngapain? Mau nyamperin mereka dan bikin Mirra makin ilfil sama lo?" Tegur Satria.

Ajun pun langsung memalingkan wajahnya dan melempar bola basket yang sempat di genggamnya dengan sembarang.

"Jangan-jangan mereka beneran ada hubungan Sat?" Tanya Zian dengan tatapan mengamati.

"Belum tentu juga, nggak usah asal nyimpulin kalo belum ada bukti Zian..." Jawab Satria lalu dia mulai berjalan meninggalkan lapangan basket.

Dan ketika kedua temannya itu sudah sama-sama meninggalkan lapangan basket, Zian pun dengan segera berjalan menghampiri Angkasa dan juga Mirra.

"Wah...pasangan apa nih?? Baru jadian?" Tanya Zian menyelidik.

Mirra langsung menatap Zian dengan tatapan menajam." Kak, lo aneh banget sih, tiba-tiba nongol, tiba-tiba nanya nggak jelas."

"Sa...cewek lo?" Tanya Zian pada Angkasa mengabaikan ucapan Mirra.

"Bukan urusan lo." Jawab Angkasa dengan tatapan dingin nya.

"Siapa bilang bukan urusan gue, siapapun cewek yang deket sama lo itu urusan gue, termasuk dia, lo tau kan alasannya apa?"

"Mirr, ayo ke kelas, nggak usah dengerin omongan dia, nggak penting." Angkasa pun menarik lengan tangan Mirra dan mengajak Mirra untuk meninggalkan Zian. Namun Zian tidak diam saja, dia juga mulai meraih pergelangan tangan Mirra dan menahan nya.

"Siapa bilang lo bisa seenaknya bawa dia pergi, bisa kan jawab dulu pertanyaan gue?" Ucap Zian masih dengan menggenggam pergelangan tangan Mirra.

"Lo apa-apaan sih kak? Lepasin!!!" Mirra mulai menghempaskan tangan Zian. "Sa, gue duluan aja ke kelas, lo selesein dulu urusan lo sama kakak kelas nyebelin satu ini." Lanjut Mirra lalu dia berlalu pergi begitu saja meninggalkan Angkasa dan juga Zian.

"Mau lo tu apa sih Zi?" Tanya Angkasa cukup geram.

" Lo suka sama Mirra?" Tanya Zian kemudian.

"Bukan urusan lo."

"Kalo lo nggak jawab berarti iya...oke...gue udah dapet jawabannya."

"Terserah...nggak penting juga ngeladenin lo." Ucap Angkasa lalu kemudian dia mulai berjalan meninggalkan Zian.

Zian hanya tersenyum menyeringai, dan Zian juga sudah mulai merencanakan sesuatu untuk memberikan Angkasa pelajaran." Oke fiks, gue bakal rebut orang yang lo suka dari lo Sa. Lo liat aja..."

*****

Jam istirahat.

Mirra, Raya, dan Jeje berjalan bersamaan keluar dari kelasnya, dan tanpa mereka sadari, Zian sudah berada di depan kelas mereka, dan begitu Mirra melewati nya, Zian langsung meraih tangan Mirra.

"Maaf ya, gue pinjem Mirra bentar." Ucap Zian pada Raya, dan juga Jeje, lalu dia dengan paksa menarik pergelangan tangan Mirra sehingga Mirra mau tidak mau mengikuti langkah Zian sampai mereka berdua berada di halaman belakang sekolah mereka.

"Kak...lo mau ngapain sih??" Pekik Mirra sambil menghempaskan tangan Zian dari pergelangan tangannya begitu mereka sudah berada di halaman belakang sekolah.

"Gue suka sama lo, lo harus jadi pacar gue..." Suara berat Zian yang tiba-tiba mengutarakan perasaannya pada Mirra itu membuat Mirra cukup gugup.

"Maaf, tapi gue sukanya sama orang lain..." Mirra dengan penuh keberanian pun menolak Zian.

"Nggak bisa!! Lo harus jadi pacar gue...titik!!!" Tegas Zian sambil mendekatkan wajah nya ke wajah Mirra, lalu Zian dengan cepat tanpa basa-basi langsung mengecup bibir merah muda milik Mirra.

Cuppp...cekrekkk!!!

Mirra mendorong tubuh Zian dengan kencang, dia mengusap bibirnya sampai bibir Mirra memerah dan kering.

"Lo apa-apaan sih kak??" Bentak Mirra.

Zian pun mulai menunjukkan hasil jepretan yang memang sengaja ia ambil saat dia mencium Mirra." Gue punya foto kita lagi ciuman, kalo lo nggak mau jadi pacar gue, gue bakal sebarin foto ini sekarang juga."

"Lo ternyata brengs*ek ya kak..." Kedua mata Mirra mulai berkaca-kaca, apa yang dilakukan Zian cukup keterlaluan karena Zian sudah mencuri ciuman pertamanya dengan paksa.

"Gimana? Nggak ada pilihan lain, lo sekarang jadi pacar gue, dan kita harus umumin hubungan resmi kita ini." Zian berbicara seolah-olah dia sama sekali tidak merasa bersalah.

"Lo bener-bener nggak waras ya kak..."

"Oh, lo mau gue sebarin foto ini?"

Mirra mengerutkan keningnya, dia tidak punya pilihan lain selain menerima Zian sebagai pacarnya, terlebih lagi, Zian mengamcamnya menggunakan foto dirinya yang tengah berciuman dengan Zian.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!