NovelToon NovelToon
Dibuang Saat Hamil

Dibuang Saat Hamil

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / CEO / Single Mom
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Diana Veronika berniat memberi tahu kekasihnya tentang kehamilannya, berharap pria itu akan ikut bahagia.
Namun bukannya bertanggung jawab, Samuel justru meninggalkannya karena tak berani melawan orang tuanya dan memilih wanita dari perjodohan keluarga.
Hamil sendirian, Diana berusaha bangkit demi anaknya, hingga seorang CEO dingin perlahan hadir dalam hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pergi membawa luka

“Selamat tinggal, Westoria.”

Diana menatap kontrakan yang telah ia tinggali selama beberapa tahun terakhir—tempat yang selama ini menjadi pelindungnya sekaligus saksi kisah cintanya bersama Samuel.

Kini semua itu hanya tinggal kenangan. Ia harus meninggalkan kota kelahirannya.

Diana memegang perutnya lembut.

“Doakan Bunda ya, Nak. Semoga di tempat baru nanti, Bunda mendapatkan pekerjaan yang layak untuk kamu,” ucapnya lirih.

Diana mulai melangkah meninggalkan kontrakan itu. Tujuannya adalah bandara. Ia akan meninggalkan kota kelahirannya hanya dengan bermodalkan tabungannya.

Tak lama kemudian, Diana tiba di bandara.

Beberapa menit lagi, pesawat yang akan ia tumpangi akan berangkat.

Saat pengumuman keberangkatan terdengar, Diana segera melangkah masuk ke dalam pesawat.

Ia menyandarkan tubuhnya di kursi pesawat. Di balik kacamata hitamnya, Diana memejamkan mata sejenak, berusaha mengistirahatkan diri karena tubuhnya terasa begitu lelah.

Beberapa saat kemudian, pesawat mulai lepas landas.

Diana menatap ke arah jendela.

“Selamat tinggal, kota kelahiranku. Aku janji akan kembali setelah luka ini sembuh.”

°°••°°

“Pagi.”

Samuel menyapa keluarganya yang sudah lebih dulu berada di meja makan. Di sana juga sudah ada Citra—calon istrinya.

“Pagi, sayang. Kenapa matamu terlihat lelah? Kamu nggak tidur semalaman?” tanya Iren, mama Samuel.

Samuel mengangguk pelan.

“Iya, Mah. Aku harus kerja lembur. Aku kan mau cuti saat pernikahanku dengan Citra,” jawabnya sambil melirik Citra yang tersenyum manis padanya.

“Bagus. Satu minggu lagi acara pernikahan kalian,” ujar Bayu, papa Samuel.

“Tapi siang ini kamu bisa meluangkan waktu, kan? Kita akan fitting baju, sayang,” ucap Citra dengan nada manis.

Samuel kembali mengangguk pelan.

“Bisa. Kirim saja alamatnya, nanti aku ke sana setelah jam makan siang.”

Mereka kembali melanjutkan sarapan pagi sambil membahas persiapan acara pernikahan.

“Ma, Pa berangkat ke kantor.”

Bayu bangkit dari kursinya sambil mengecup kening sang istri, lalu menoleh ke arah calon menantunya.

“Cit, Om duluan.”

Citra mengangguk sambil tersenyum.

“Iya, Om. Hati-hati.”

“Sam, kamu jadi meeting di luar pagi ini?”

Samuel mengangguk.

“Iya, Pa.”

Bayu pun meninggalkan meja makan. Tak lama kemudian, Samuel juga berpamitan hingga hanya tersisa Iren dan Citra di sana.

“Cit, kita belanja, yuk. Daripada kita nggak ngapa-ngapain, nanti jam makan siang baru kita ke butik.”

Citra mengangguk antusias.

“Ayo, Tan.”

°°••°°

Di perjalanan menuju kantor, pikiran Samuel terus dipenuhi oleh Diana.

Bayangan wajah Diana saat marah, kecewa, dan terluka terus terlintas di kepalanya hingga membuatnya tidak bisa tidur semalaman. Apa yang ia katakan pada keluarganya tentang lembur hanyalah kebohongan. Ia sama sekali tidak bekerja semalam—ia hanya terus memikirkan Diana.

“Huft…”

Samuel mengembuskan napas kasar.

“Apa Diana masih sakit, ya?” pikirnya, teringat apa yang telah ia lakukan pada wanita itu kemarin.

Pikirannya benar-benar kacau. Samuel terus memikirkan Diana.

Akhirnya, ia menepikan mobilnya ke pinggir jalan lalu mencoba menghubungi Diana.

“Apa dia memblokirku?” lirihnya.

Panggilannya tidak dijawab oleh Diana. Ia kembali mencoba menghubunginya menggunakan nomor lain, tetapi hasilnya tetap sama—yang terdengar hanya suara operator.

Tiba-tiba rasa cemas menyergapnya.

Apa Diana baik-baik saja?

Mengingat kemarin Diana terlihat sangat pucat setelah melakukan kuret, membuat perasaannya semakin tidak tenang.

Awalnya Samuel merasa semua masalah telah selesai. Namun semakin malam berlalu, wajah Diana justru terus menghantuinya.

Samuel kembali menjalankan mobilnya menuju kontrakan Diana dengan hati yang kacau.

Setelah sampai di sana, suasana kontrakan itu terasa begitu sunyi.

Lampu teras masih menyala, padahal saat itu sudah pukul sembilan pagi. Biasanya Diana tidak seperti ini.

Saat Samuel hendak turun dari mobil untuk menemui Diana, ponselnya tiba-tiba berdering.

Ia tidak punya pilihan selain mengangkat panggilan itu.

“Halo, Pa?”

“Di mana kamu, hah?! Klien marah pada Papa karena kamu nggak datang!” bentak Bayu dari seberang telepon.

Samuel membelalakkan matanya.

Ia benar-benar melupakan pekerjaannya.

“Maaf, Pa. Samuel ke sana sekarang.”

Tanpa menunggu jawaban dari ayahnya, Samuel langsung mematikan panggilan dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

Masalah Diana bisa ia urus nanti.

Setelah pekerjaannya selesai.

°°••°°

“Tante, Samuel mana, ya? Kok dia belum datang?”

Sedari tadi Citra terus menatap pintu, berharap Samuel segera datang. Namun, waktu sudah lewat jam makan siang dan pria itu tak kunjung muncul.

“Sabar, Cit. Mungkin Samuel sudah dalam perjalanan ke sini, hanya terjebak macet di jalan,” ucap Iren, berusaha menenangkan calon menantunya.

Namun, dalam hati ia sudah mengomeli putranya sendiri.

Awas kamu, Sam. Kalau sampai kamu bermain macam-macam.

Citra hanya bisa mengembuskan napas kasar. Wajahnya terlihat jelas dipenuhi kekesalan.

Tak selang lama, Samuel akhirnya datang.

“Maaf, Citra. Ada pekerjaan mendadak yang harus aku tangani,” ucap Samuel dengan nada bersalah.

Citra menatapnya sinis.

“Kenapa kamu nggak ngabarin, sih?”

Samuel menggenggam tangan Citra.

“Maaf, aku nggak pegang ponsel. Sekarang kita fitting baju, ya,” ucapnya lembut.

“Kamu bikin calon mantu Mama nunggu lama,” sahut Iren dengan nada kesal.

“Maaf, Mah.”

Desainer butik langsung mengarahkan mereka dan memperlihatkan pakaian yang akan mereka gunakan.

Samuel menatap pantulan dirinya di depan cermin. Ia memperhatikan setelan yang dikenakannya, lalu memberi tahu sang desainer bahwa ia memilih pakaian itu dan tidak ada yang perlu diubah.

Sementara itu, Citra masih berada di ruang ganti, dibantu oleh pegawai butik.

Tak lama kemudian, Citra keluar.

“Sayang, bagaimana?” tanya Citra pada Samuel.

Samuel menatapnya tanpa berkedip.

Citra memamerkan gaunnya sambil berpose dan memutar tubuhnya perlahan.

Namun, yang terbayang di benak Samuel justru Diana yang mengenakan gaun itu.

Iren menepuk bahu putranya.

“Sampai segitunya kamu kagum sama Citra, sampai matamu nggak berkedip,” godanya.

Samuel tersentak saat bahunya ditepuk. Ia segera tersenyum lalu mengangguk.

“Bagus, Sayang. Sangat cocok untukmu,” pujinya.

Padahal, senyum itu muncul karena yang ia membayangkan adalah Diana.

Citra tersipu malu mendengar pujian Samuel. Ia merasa Samuel akhirnya telah melupakan Diana.

Citra kembali masuk ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya.

“Ma, setelah ini aku mau ke toko kue Mama,” ucap Samuel pada ibunya yang menghampirinya.

Iren langsung menatap tajam putranya.

“Kamu ngapain ke sana, hah? Mau ketemu wanita kampung itu?”

Samuel menggeleng cepat.

“Tidak, Mah. Klienku ingin mencoba kue terbaru Mama,” jawab Samuel.

Selain itu, ia juga memang berniat melihat Diana yang bekerja di toko milik ibunya.

Iren menatap putranya dengan intens.

“Hmm... lagipula wanita kampung itu juga sudah berhenti bekerja.”

“Apa?”

1
Prafti Handayani
Lanjut thor..Gass tross....
Nona Jmn: Besok ya kak😋😍
total 1 replies
Prafti Handayani
Thor di tunggu lanjutannya...
Nona Jmn: Besok ya kak😋😍
total 1 replies
Prafti Handayani
FIX istrimu Pelacur Samm...
Selamat menikmati kesengsaraanmu...
SELAMANYA!!!
Prafti Handayani
Calon suami dan Daddy buat Diana dan Debay.Mudah"an pria ini lebih berkuasa dri kel Samuel dan Citra.Biar Diana bs bls dendam.Dan calin Daddy bs melindungi Diana dan Debay slmnya.Niar debay nti gag bs diambil alih sm samuel dan keluarganya saat nti tau sam dan citra gag bs punya anak.
Mpusss...
Lia Rahmawati
katanya si Diana pergi jauh,tapi ko toko rotinya Deket sama toko rotinya yang punya si jahat?
Nona Jmn
Hai, kak. Akhirnya mampir di novel baruku😋😍
tia
jahat banget iren ,,makany toko u sepi
tia
semoga karma menghampir u Samuel sekuritas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!