NovelToon NovelToon
Di Jual 500 Juta, Istri Kontrak CEO Dingin

Di Jual 500 Juta, Istri Kontrak CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Balas Dendam
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: TheDee

Judul:
Dijual 500 Juta: Istri Kontrak CEO Dingin

Deskripsi/Sinopsis:
Liana dijual bapak tirinya seharga 500 juta untuk jadi istri kontrak Arka Wijaya, CEO dingin yang lumpuh dan membenci semua orang.

Di rumah mewah itu, dia dipermalukan setiap hari. Disiram comberan, diusir ke gudang, dianggap sampah oleh Keluarga Wijaya.

Tapi yang tidak mereka tahu, di dalam tas lusuh Liana ada surat wasiat Ibu yang bisa mengguncang seluruh Keluarga Wijaya.
Surat yang menyebut nama Arka sebagai kunci atas kematian ayahnya 5 tahun lalu.

Dari gadis desa yang dihina, Liana akan berubah menjadi wanita yang ditakuti.
Dia datang bukan untuk tunduk. Dia datang untuk membalas dendam.

Pertanyaannya:
Apakah balas dendam itu akan membuat Arka jatuh cinta padanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TheDee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

Malam itu Arka Masih Lembur dikantor.

Sementara itu, Arka masih terjebak di ruang meeting kantor.

Di depannya duduk tiga orang klien dari luar kota, semuanya mengenakan setelan jas mahal dan membawa map kulit hitam yang tebal.

Mereka baru saja pindah dari ruang rapat ke restoran bintang lima yang ada di lantai 48 gedung itu.

Dari balik jendela kaca, lampu-lampu kota S berkedip seperti bintang yang jatuh ke bumi.

Udara di dalam restoran wangi daging panggang dan wine mahal, jauh berbeda dengan bau debu dan keringat di lapangan tempat Arka biasa bekerja.

Pertemuan malam ini bukan pertemuan biasa.

Mereka sedang membahas proyek besar—pembangunan hotel resor di pedesaan dekat Kota S.

Tempat itu masih asri, dikelilingi sawah dan sungai kecil, tapi lokasinya strategis. Hanya 30 menit dari pusat kota, dan katanya pemerintah daerah sudah membuka akses jalan baru.

“Klien kami ingin hotel ini jadi simbol. Tempat orang kota lari sejenak dari hiruk pikuk,” kata salah satu klien, pria paruh baya dengan jam tangan emas di pergelangannya.

“Desainnya harus menyatu dengan alam, tapi tetap mewah. Bisa, kan?”

Arka mengangguk pelan sambil mencatat.

Bisa.

Tapi kepalanya sedikit melayang.

Di luar sana, Liana pulang sendirian.

Di kepalanya, ada surat misterius yang belum sempat ia buka.

Dan di sini, ia harus tersenyum, menjelaskan konsep arsitektur, sambil menjaga agar suaranya tetap profesional.

Arka menatap gelas air di depannya.

Untuk pertama kalinya, ia merasa—uang dan proyek besar ini… nggak selezat makan malam sederhana bareng Liana di apartemen kecil mereka.

Pertemuan itu selesai hampir jam 10 malam.

Begitu Arka keluar dari restoran, asisten pribadinya yang baru sudah menunggu di depan lift dengan jas rapi dan map di tangan.

Asisten lamanya, Ibu Rina, sudah resmi resign bulan lalu.

Katanya mau fokus ngurus keluarga kecilnya setelah menikah. Arka sempat kaget juga—Rina yang biasanya galak dan nggak bisa diganti itu, akhirnya menyerah juga sama cinta.

Sekarang posisinya diganti sama Reza, pria 27 tahun yang pendiam tapi geraknya cepat dan efisien.

Nggak banyak omong, tapi Arka ngerasa aman diserahkan urusan logistik dan jadwal ke dia.

Malam itu Reza mengantar Arka sampai ke lobi apartemen.

Mobil hitam berhenti pelan di depan pintu kaca otomatis.

Reza membukakan pintu mobil, lalu mengikuti Arka sampai ke depan pintu lift.

“Besok pagi jam 7 ada meeting internal, Pak. Saya sudah kirim rangkumannya ke email,” kata Reza pelan.

Arka mengangguk. “Oke. Makasih, Reza.”

Begitu pintu lift tertutup, Arka baru benar-benar bisa tarik napas.

Kepalanya penuh sama proyek hotel, angka, dan desain.

Tapi yang paling bikin dia gelisah sekarang… adalah tentang Kasus ayah Liana.

Sampai Di pintu apartemen arka lansung masukan pin Pintu, pintu otomatis terbuka.

jam sudah menunjukan pukul setengah 10 malam Arka baru sampai di apartemen, dia lansung masuk kamar mandi, sesudah itu, dia lansung tidur,

"Apakah liana sudah tidur" Batin Arka

Sedangkan liana didalam kamar masih Kepikiran dengan surat Misterius itu.

"Besok aku Bicarakan ini dengan Arka,untuk malam ini aku istirahatkan pikira dulu" batin liana

liana tidur dengan pikiran bercabang malam itu, tapi dia harus, bicara dulu dengan Arka supaya semua rencana bisa disesuaikan.

Bersambung.. 🙏🤗

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!