NovelToon NovelToon
Rumah Ujung

Rumah Ujung

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Iblis / Horor
Popularitas:232.1k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Kematian misterius yang ada di rumah ujung membuat siapa saja akan ketakutan, bahkan puncak nya para warga sama sekali tidak kenal dengan penghuni rumah tersebut.

satu keluarga di bantai dan mayat mereka membusuk di dalam rumah tersebut, warga menguburkan secara layak namun seram nya rumah itu membuat siapa saja yang lewat akan ketakutan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34. Baju berdarah

"Kenapa baju dia berdarah seperti ini?" Suminah kaget ketika melihat baju Pardi berlumuran dengan darah.

"Ibu kenapa?" Nanang muncul karena dia ingin sarapan setelah Suminah memasak nasi goreng.

"Enggak kok, sana sarapan dulu kamu." Suminah tersenyum kecil karena dia tidak mungkin mengajak Nanang bercerita.

"Aku mau sarapan sama Bapak, tapi dia sudah pergi." ujar Nanang.

Suminah tidak menjawab karena saat ini pikiran dia sangat ketakutan dan juga bercabang setelah melihat darah tersebut, berulang kali dia mencium aroma tersebut untuk memastikan apakah itu memang darah atau bukan, dan ternyata memang menimbulkan aroma amis tidak terkira pada baju yang ada di tangan dia saat ini.

Bukan karena ingin berpikiran buruk kepada suami, tapi selama ini Pardi memang selalu saja banyak tingkah dan menimbulkan masalah untuk dia, nanti bila sudah terlilit masalah tersebut maka Pardi akan angkat tangan dan justru Suminah sendiri yang harus menyelesaikan sebagai orang yang berhubungan dengan Pardi itu sendiri.

Meski Pardi adalah seorang laki-laki namun dia terkadang tidak memiliki tanggung jawab penuh kepada orang yang ada di dalam rumah, dia suka menciptakan masalah namun ketika masalah itu sudah datang menghantam maka dirinya akan angkat tangan, mau tidak mau bila sudah seperti itu maka harus Suminah yang mengurus sampai masalah selesai.

Tapi kali ini masalah itu jelas sangat jauh berbeda karena berhubungan dengan darah yang amis seperti ini, Suminah sangat ketakutan dan dia memang memiliki firasat buruk setelah sempat memergoki sang suami membawa ayam hitam beberapa waktu yang lalu, bukan hanya sekali dua kali tapi dia memang sudah beberapa kali menemukan hal tersebut.

Sering kali dia ingin bertanya untuk memastikan apa keperluan Pardi membawa ayam sebanyak itu menuju dalam gelap malam, namun sang suami tidak pernah menjawab karena dia merasa Suminah terlalu ikut campur dalam urusan yang sedang dia hadapi saat ini, jadi seminar sama sekali tidak bisa untuk mengetahui tentang apa yang Pardi lakukan.

Takut juga di dalam hati karena dia tidak ingin terlibat masalah yang jauh lebih sulit lagi, dulu sudah pernah ketika Pardi membacok salah satu sapi milik warga sini dan Suminah yang harus menyelesaikan masalah tersebut, lalu ini sekarang muncul lagi dengan baju yang sudah penuh dengan darah.

Pikiran Suminah tentu saja ke mana-mana dan dia menduga bahwa sang suami telah melakukan kekejaman itu kembali, entah ternak siapa yang telah dia sakiti sehingga sampai memercik pada baju nya, ini hanya tinggal menunggu waktu bila nanti pemilik hewan itu akan datang kemari untuk meminta pertanggungjawaban kepada mereka.

"Ni uang." Pardi mendadak saja datang dan memberikan segepok uang kepada sang istri.

"Wah uang Bapak banyak sekali dan berwarna merah semua!" Nanang berteriak heboh karena merasa gembira.

"Hus, mulut kau itu kencang sekali nanti malah didengar oleh orang lain." Pardi memberi isyarat agar Nanang tetap diam.

"Dari mana kau mendapatkan uang sebanyak itu dan kenapa baju ini berlumuran dengan darah?" Suminah menatap suami dia dengan pandangan begitu tajam.

"Kau hanya tinggal menikmati uang itu saja dan tidak perlu banyak bertanya!" bentak Pardi.

"Aku bertanya karena bila terjadi masalah maka aku juga yang akan menyelesaikan masalah itu, selama ini kau tidak pernah bertanggung jawab dan hanya membuat aku susah saja!" Suminah berdiri sambil melemparkan baju tersebut.

"Wah aku lihat semakin hari kau semakin sombong saja dan merasa selama ini aku hanya menjadi beban dalam hidup mu." seringai Pardi.

"Ya kau memang hanya membuat aku terbebani dengan ini semua." jawab Suminah.

PLAAAAAAK.

Satu tamparan keras mendarat di wajah wanita itu sehingga dia sampai terjatuh ke samping, sudut bibir tampak mengeluarkan darah karena itu mungkin saja terjadi robekan akibat tamparan yang diberikan oleh Pardi barusan, bocah kecil yang ada di meja makan menjadi tidak berselera setelah melihat pertengkaran di antara kedua orang tua Dia saat ini.

"Ibuuuuu!" Nanang berlari untuk memeluk Suminah.

"Sekali lagi kau berbicara seperti itu maka aku akan menghancurkan hidup mu!" ancam Pardi sangat marah kepada sang istri.

"Kenapa Bapak jahat sekali kepada Ibu?!" Nanang berusaha untuk memukul kaki Pardi.

"Nanang." Suminah segera meraih tubuh kecil itu karena dia tidak mau bila nanti sang anak juga akan mendapat pukulan.

Pardi pergi begitu saja meninggalkan semua yang ada di dalam rumah ini karena dia merasa sudah sangat kesal, padahal tadi dia ingin memberikan uang tersebut dan sekarang dia tinggalkan begitu saja karena rasa kesal yang timbul di dalam hati setelah merasa tidak mendapat dukungan.

"Dasar istri tidak berguna, aku kasih uang sebanyak itu malah masih saja banyak tingkah." Pardi menggerutu marah karena Suminah terus bersikap demikian.

"Mas Pardi Kenapa kok terlihat kesal seperti itu?" tegur seorang janda muda bernama Diana.

"Oh enggak ini, hanya ada sedikit masalah saja." Pardi tersenyum manis ketika melihat belahan yang begitu menawan.

"Udah ngopi belum pagi begini? kalau belum ayo ke rumah saya." ajak Diana dengan senyum mengembang dan suara yang begitu lemah lembut.

Pria mana yang tidak terkesan bila mendapat teguran seperti itu dan seolah ini adalah ajakan untuk datang ke rumah, maka dengan senyum mengembang Pardi segera mengikuti langkah janda muda itu menuju rumah dia karena ingin mencicipi kopi buatan dari sang janda muda.

"Tunggu dulu di sini biar saya buat kopi untuk sampeyan ya." Diana mengelus pundak Pardi sesaat dan menuju dapur.

"Gila, selama ini aku ke mana saja sehingga tidak sadar bahwa memiliki tetangga cantik seperti itu." batin Pardi.

Cara berjalan Diana yang begitu menawan di mata para pria sehingga tanpa sadar bagian bawah sana sudah mengeras, padahal mereka adalah tetangga sebelah rumah namun Pardi dengan sangat tega meninggalkan istri di rumah usai kena tampar dan saat ini malah berdua dengan janda muda tersebut.

"Aku sekarang memiliki uang banyak dan tidak akan mengganggu uang Suminah, tidak masalah lah kalau aku mencicipi nasi lain." Pardi berkata sendirian.

"Mbak Suminah ke mana kok tidak ada suara dia, Mas?" tanya Diana dari dapur.

"Ada di rumah, aku sedang marah dengan dia jadi sudah tidak usah kau tanya tentang wanita itu." Pardi kembali kesal mengingat kelakuan sang istri.

Diana tersenyum kecil mendengar ucapan pria yang ada di rumah dia saat ini, merasa bahwa itu adalah kesempatan emas untuk mendekati pria tersebut, sebab Diana juga mengetahui bahwa Pardi telah memiliki banyak uang dari dulu hingga sampai saat ini.

Selamat siang besti, jangan lupa like dan komentar nya ya.

1
ρυтяσ kang'typo✨
tidak ada yang untung seseorang yang mengambil pesugihan, dan yang ada justru di rugikan karna sudah menduakan sang Pencipta
ρυтяσ kang'typo✨
ho oh u ketahuan,punya pesugihan.... 🤣🤣
Nureliya Yajid
semangat lanjut thor
Nureliya Yajid
lanjut thor
Nureliya Yajid
lanjut thor👍
Nureliya Yajid
lanjut thor
K & T K & T
siksaan di lembah emang ngerii👻👻
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Silvia Andriyanie
tapi kenapa Laila ikut di siksa gitu padahal kan meskipun dy tau mak nya ambil pesugihan ya krn emang mak nya dy bukan lailanya
neni nuraeni
lah berkumpul semua dsana,,, dulu mereka yg menumblkn org skrg mereka sendiri tumbal member purnma,,,, siksaaaa terusss jgn ksih kendor😁😁
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Raffaza Direzky87
kok ambarwati... angelina mungkin
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
eh Ambarwati gak jadi di masukin ke sungai kematian Tah bes ...kok ada di lembah Kematian 🤭
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔: wkwk semangat bes 🤭
total 2 replies
💓ismi💓
maaf thor bukanya ambarwati sudah dibuang kesungai kematian nya sama xavier kok ini masih dilembah kematian.bukanya ambarwati sudah mati karena kepala dia sudah terputus dari badan nya..
Raffaza Direzky87
purnama gak pandang bulu, siapapun yg sudah menghabisi nyawa orang lain hanya untuk ambisi krn pesugihan pasti akan mengalami hukuman yg mengerikan
Eli Rahma
para member sadis² bgt kalo nyiksa mangsa..
Nurr Tika
lanjut
Betri Betmawati
terlalu jahat ngk sich menyiksa Mak darti dan Laila kayk gitu ,
Silvia Andriyanie: sama kk aq kurang suka klw Laila di siksa gitu
total 1 replies
Nurr Tika
cba lo dri awal ga ngambil pesugihan pasti ga kan tersiksa
Apriyanti
lanjut thor 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!