Kematian misterius yang ada di rumah ujung membuat siapa saja akan ketakutan, bahkan puncak nya para warga sama sekali tidak kenal dengan penghuni rumah tersebut.
satu keluarga di bantai dan mayat mereka membusuk di dalam rumah tersebut, warga menguburkan secara layak namun seram nya rumah itu membuat siapa saja yang lewat akan ketakutan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27. Darius membuat masalah
Para warga melakukan aktivitas seperti biasa dan terus bergerak untuk mengambil apa saja di tempat ini, karena misi mereka adalah membuat jalan menjadi sebagus mungkin agar tidak ada lagi yang lewat dekat rumah Sayuti itu, kasihan yang tidak memiliki nyali karena mereka tidak ingin nanti semakin terganggu dengan hantu yang ada di sana.
Pardi menghilang itu masih menjadi perbincangan namun mereka tidak seberapa peduli karena merasa Pardi adalah orang yang tidak baik, Pak Lurah dan Pak RT sudah mengetahui bahwa Pardi telah kembali dan mengira bahwa pria itu hanya pergi sementara di desa sebelah atau mungkin ada urusan lain ketika kemarin menghilang.
Jadi sudah tidak ada apa yang peduli dengan hal itu dan tidak ada lagi yang bertanya karena merasa juga tidak urusan mereka, toh selama ini Pardi juga tidak pernah peduli dengan para tetangga dan mengabaikan mereka semua sehingga sekarang para warga pun memilih untuk abai terhadap pria itu.
Lebih baik mereka fokus dengan apa yang sedang mereka kerjakan ini dari pada harus mengurus pria tidak tahu diri seperti Pardi, kadang mereka ingin mengajukan Pardi sebisa mungkin tapi masih kasihan kepada Suminah yang selama ini begitu baik kepada para warga, jadi mereka baik karena mempertimbangkan kebaikan yang ada di dalam diri Suminah.
"Siapa yang ada di rumah Sayuti itu?" Davin berbisik kepada Andi karena dia melihat ada orang di rumah tersebut.
"Emang ada orang di sana?" Andi justru balik bertanya karena dia tidak tahu.
"Iya, tadi aku melihat ada seorang wanita keluar dari dalam rumah itu dan ada yang lain juga." angguk Davin.
"Mungkin keluarga dia, tapi apa dia tidak mencari Pak Lurah untuk bertanya ke mana Sayuti itu pergi?" Andi melongo Karena bila memang saudara maka pasti mencari keberadaan Sayuti.
"Barang kali dia sudah mengetahui dan sudah bertanya juga kepada Pak Lurah." tebak Davin karena dia memang belum tahu juga.
Tadi hanya sempat melihat bahwa ada seseorang di rumah itu dan keluar dari dalam rumah Sayuti, Davin tentu mengira bahwa itu adalah saudara dari Sayuti itu sendiri sehingga dia bebas keluar masuk dari rumah tersebut tanpa ada rasa sungkan sama sekali, hanya saja dia tidak tahu bahwa orang tersebut adalah Angelina dan juga Darius yang sudah berdebat dengan Pak Lurah.
Pak Lurah juga tidak mengatakan kepada semua orang bahwa dia telah bertengkar dengan keluarga Sayuti itu, sebab menurut dia nanti malah jadi semakin lebar dan para warga merasa kesal dengan tingkah Darius dan juga Angelina yang sudah kelewat batas karena menghina mereka semua di malam itu.
"Eh itu bukan sih, tapi kau bilang tadi dia wanita?" Yanto juga ikut mendekat karena melihat keberadaan Darius.
"Mengapa dia datang ke sini dengan wajah yang begitu aku seperti itu?" Davin juga ikut ngeri melihat Darius yang sangat arogan.
"Orang kalau dari kota pasti akan bersikap seperti itu dan merasa bahwa kita adalah orang kampung." tutur Andi.
"Gila apa, kalau orang kampung seperti ini kan kita juga punya harga diri dan tidak pernah mengganggu dia." sewot Davin.
"Lah sudah biarkan saja karena aku malas mencari masalah dengan orang seperti itu." Andi mengajak mereka untuk mengerjakan jalan kembali.
Darius berdiri di dekat mereka sambil bersidekap tangan dengan wajah yang memang sangat angkuh serta tidak bisa untuk diajak berbicara baik, tidak ada raut sopan sama sekali di wajah pria itu sehingga membuat mereka semua menjadi bingung tidak karuan namun masih berusaha untuk mengabaikan tanpa ada pertanyaan yang keluar.
"Ini mau buat apa kok terlihat sangat buruk sekali?" Darius bertanya kepada orang yang ada di sana.
Namun tidak ada seorang warga pun yang menjawab pertanyaan dia sehingga Darius mulai kesal dan merasa orang kampung ini juga sangat angkuh bila sudah merasa sakit hati, namun dia tidak melakukan kesalahan apa-apa sehingga semakin kesal dan beranggapan bahwa orang kampung sengaja ingin mencari masalah.
"Hei orang kampung sialan, aku sedang bertanya kepada kalian!" bentak Darius.
"Tidak usah pedulikan dia karena aku malas tidak mau mencari masalah." Davin memberi kode kepada Andi agar mereka tetap diam saja.
"Astaga, dia bahkan bisa angkuh seperti itu." Andi sangat tidak percaya.
Darius yang terus merasa diabaikan seperti itu maka dia mengambil keranjang yang penuh dengan sampah, bahkan tak sungkan dia langsung menghamburkan seluruh sampah tersebut ke area yang sudah bersih sehingga warga yang ada di sana semakin bingung dengan kelakuan Darius ini.
"Apa yang kau inginkan sebenarnya sehingga mengganggu ketenangan kami seperti ini?" Davin maju duluan untuk bertanya.
"Sejak tadi aku sudah bertanya dan kalian tidak ada yang menjawab, apa kalian semua bisu?" Darius menatap dengan sorot mata penuh kebencian.
"Tolong sadar diri bahwa kau adalah tamu di desa ini dan jangan banyak tingkah!" Andi memberi peringatan tegas.
Cuiiih.
Darius meludah tepat di depan kaki Andi sehingga pria ini semakin emosi karena melihat kelakuan orang asing seperti ini, padahal memang bisa dibilang bahwa Darius adalah tamu di desa ini namun dia justru bersikap tidak sopan seperti itu sehingga wajar saja bila Andi merasa kesal kepada dia.
"Gila ya kau, pergi dari sini sebelum kami semua marah kepada dirimu." Davin langsung mengusir Darius.
"Kau berpikir aku akan takut kepada kalian yang tidak berguna ini?" tantang Darius tanpa ada rasa takut.
"Hei orang kota, lebih baik kau ambil seluruh sampah yang tadi sudah kau buang itu dan masukkan kembali ke dalam keranjang!" Yanto juga mendekati Darius.
"Kalau aku tidak mau memangnya kau ingin apa?" Darius tetap dengan gaya yang sangat angkuh.
"Bangsat!" Andi yang emosi langsung maju ke depan dan mengepalkan tinju namun ditahan oleh Davin.
"Jangan main kekerasan seperti itu karena pria seperti ini akan terus mencari masalah." Davin berusaha untuk menenangkan sang teman.
"Pergi saja dari sini sekarang." Yanto kembali mengusir karena dia tidak ingin terjadi pertengkaran besar.
"Dasar orang kampung tidak punya sopan santun dan tidak ada harga diri, tidak bisa menghargai orang!" hina Darius sambil berlalu pergi dari hadapan mereka semua.
"Loh dia itu tidak salah apa berkata seperti itu di depan kita saat ini?" Andi bertanya kepada semua orang yang ada di sana.
"Lagi pula dia itu siapa dan kenapa datang-datang langsung mencari masalah dengan kita seperti ini?" Yanto juga kebingungan dengan sikap Darius tadi.
"Gila ya, ada saja masalah yang datang dan dia ini kenapa juga mencari urusan dengan kita seperti itu." Davin geleng-geleng kepala dibuat tingkah dari.
"Eh Elvi bilang ada yang wanita lho dan bisa jadi malah lebih parah lagi itu istri dia." Yanto baru ingat dengan ucapan istri dia saat itu.
Semua yang ada di sana menjadi kebingungan dengan tingkah orang yang baru datang dari kota tersebut, padahal mereka tidak ada mencari masalah dengan Darius ini tapi dia yang terus mencari masalah dan bersikap angkuh sekali, hanya karena dia datang dari kota dan memiliki banyak pengalaman sehingga terus berbicara kotor kepada para warga sini.
Selamat pagi, jangan lupa like dan komen nya.
dari kota aja lagaknya kaya dewa saja, orang yang dewa iblis aja gak sesombong kamu.
dan
hanya Purnama yang bisa ngadepin Angelina
Arya sama Nolan juga boleh lah kasih pelajaran ke mereka...
di balik kalem nya ada congor nya jg yg kalau ngomong setajam sileeeet
eeee ..... ternyata mlh Pesugihan nya yg di ambil 🤣🤣🤣