NovelToon NovelToon
PERFECT REVENGE

PERFECT REVENGE

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: SuciptaYasha

Berlatar di Seoul, Seo Yerin adalah wanita karier sempurna yang hidupnya hancur setelah diracuni oleh suaminya sendiri dan dikhianati sahabat dekatnya. Namun setelah kematiannya, ia secara misterius kembali ke masa lalu tepat di hari saat dirinya dilamar.

Apa yang akan dia lakukan selanjutnya? Pertama, dia menghajar orang yang melamarnya tepat di hadapan semua orang dan merencanakan balas dendam kepada sahabat dan semua orang yang membuatnya menderita.

Namun di tengah usahanya mengubah takdir, ia tanpa sadar terlibat dengan seorang pria berbahaya dari dunia bawah tanah—seorang mafia dingin yang juga sedang menyiapkan balas dendamnya sendiri.

Apakah pembalasan dendamnya dapat membawanya menuju kebahagiaan? Atau malah membuatnya semakin terseret ke dalam jurang neraka? Saksikan perjalanan Yerin hanya di novel ini ☺️☺️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SuciptaYasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31 Album lama

Sementara itu, di luar kamar, Lee Sunhwa yang sedang berjalan melewati koridor tiba-tiba menghentikan langkahnya ketika telinganya menangkap suara grasak-grusuk dan debuman aneh dari dalam kamar putrinya.

Penasaran sekaligus cemas, ia memutar gagang pintu dan melihat ke dalam.

Lee Sunhwa seketika terpaku di ambang pintu dengan wajah syok.

Kamar yang biasanya rapi itu kini lebih mirip zona pasca-bencana. Isi lemari pakaian tumpah ruah di lantai, buku-buku di rak berserakan tanpa arah, bahkan laci meja rias sudah tercabut dari tempatnya.

Tempat itu benar-benar seperti habis diterjang badai topan. Di tengah kekacauan itu, ia melihat putrinya yang sedang merangkak mencari sesuatu di kolong tempat tidurnya.

"Apa yang sebenarnya kau cari?"

Duk!

"Aduh!"

Suara ibunya yang tiba-tiba membuat Yerin terkejut hingga kepalanya membentur ranjang kayu dengan cukup keras. Ia meringis, lalu perlahan merangkak keluar dari bawah kasur sambil mengusap-usap puncak kepalanya yang berdenyut.

"Ibu... kau mengagetkanku tahu."

Lee Sunhwa langsung menumpu kedua tangannya di pinggang. Ia menarik napas panjang, hendak melayangkan omelan panjang namun buru-buru menahannya begitu sadar bahwa putrinya kini bukan lagi anak kecil yang bisa dimarahi hanya karena kamar berantakan.

"Ibu tanya sekali lagi, Seo Yerin. Apa yang kau cari sampai membuat kamarmu seperti kapal pecah begini?"

Yerin berdeham, "Itu... aku sedang mencari album foto lamaku, Bu. Sepertinya terakhir kali aku menaruhnya di rak ini, tapi dari tadi tidak ketemu ketemu."

Sunhwa mengembuskan napas pasrah, matanya menyapu ruangan sebelum menunjuk ke satu titik.

"Apa kau sudah cari di celah bawah rak buku itu?"

"Sudah, Bu! Aku sudah mencarinya berkali-kali di sana tapi tetap tidak ada," sahut Yerin malas, namun ia tetap bergerak mendekati rak buku untuk menuruti perintah ibunya.

Ia berlutut, merogoh celah sempit di bagian paling bawah rak dengan sedikit malas.

"Tuh kan, sudah aku bilang tidak ada di sin—AKU MENEMUKANNYA!"

Yerin tiba-tiba berteriak girang saat jemarinya menyentuh sudut tebal sebuah buku bersampul kulit beludru. Ia menariknya keluar dengan penuh kemenangan.

Lee Sunhwa hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah ajaib putrinya.

"Memangnya foto apa yang ingin kau lihat sampai seniat itu, hm?"

Yerin tidak langsung menjawab. Ia meniup debu tipis di atas sampul album, lalu duduk di tepi ranjang.

Rasa penasaran akhirnya membuat Sunhwa melangkah mendekat dan ikut duduk di samping putrinya.

Yerin membuka halaman pertama. Sebuah foto usang memperlihatkan sosok bayi mungil yang baru lahir dan tertidur damai di dalam dekapan hangat Lee Sunhwa muda yang tampak pucat namun tersenyum bahagia.

Melihat foto itu, binar nostalgia seketika terpancar dari mata Sunhwa. "Ah... Ibu ingat ini. Meskipun saat itu Ibu sudah melahirkan kakakmu, tapi entah kenapa Ibu tetap merasa sangat gugup saat persalinan yang kedua ini."

Yerin tertawa renyah, mencoba mencairkan suasana. "Ibu pasti kerepotan melahirkan gadis pembuat masalah sepertiku."

"Aih, bicara apa kamu ini," sahut Sunhwa lembut, tangannya terulur mengusap rambut Yerin. "Itu tidak benar. Ibu benar-benar bersyukur bisa melahirkan putri yang cantik dan baik hati sepertimu."

Yerin tersenyum kecil, hatinya menghangat. Jemarinya kembali membalik satu per satu lembaran album, melewati dokumentasi masa-masa balitanya, hingga akhirnya gerakannya terhenti pada sebuah halaman di bagian tengah.

Fokus matanya mengunci satu foto tertentu.

Di sana, tampak Yerin kecil sedang berdiri di halaman samping mansion yang asri, berfoto bersama seorang anak laki-laki yang tersenyum canggung dan seorang pria dewasa berpakaian khas pekerja kebun.

"Ini dia..." gumam Yerin lirih.

Sunhwa menoleh, memperhatikan foto yang ditunjuk putrinya. "Oh? Jadi foto anak ini yang kamu cari?"

Yerin mengangguk pelan. "Ibu masih ingat mereka?"

"Tentu saja," jawab Sunhwa, matanya menerawang mengingat masa lalu. "Anak laki-laki itu dulu tinggal di paviliun belakang rumah kita karena ayahnya bekerja sebagai tukang kebun kita. Namanya... siapa ya? Ah, anak itu sangat imut dan menggemaskan. Makannya selalu lahap, dan dia anak yang pemberani."

Sunhwa tersenyum kecil. "Awalnya dia terlihat sangat murung karena baru saja kehilangan ibunya, tapi kau berhasil membujuknya untuk bermain bersama, ingat?"

Yerin tersenyum samar dan mengangguk. Pikirannya melayang. Ia tentu ingat. Ia bahkan masih mengingat dengan jelas bagaimana dirinya mogok makan selama satu minggu penuh karena teman satu-satunya itu tiba-tiba pergi dari mansion tanpa berpamitan sepatah kata pun.

Yerin perlahan melepas foto itu dari perekat album, lalu membaliknya. Di balik kertas foto yang mulai menguning, terdapat tulisan tangan ibunya yang mencatat nama-nama mereka: Seo Yerin, Kim Dae-hyun, dan Kim Hanjin.

"Dae-hyun... Itu pasti namanya, kan?" gumam Yerin, menyentuh tulisan nama tersebut.

Sunhwa mengangguk kagum. "Kau masih ingat padahal itu sudah sangat lama sekali. Ibu saja hampir lupa namanya."

Yerin menatap ibunya dengan tatapan penuh harap. Ada debar kecemasan yang tiba-tiba merayap di dadanya. "Ibu... apa Ibu tidak tahu sesuatu tentang kabar mereka setelah pergi dari sini? Setidaknya, apa tidak ada petunjuk atau kontak yang tersisa?"

Mendengar pertanyaan itu, senyum di wajah Lee Sunhwa mendadak surut. Ekspresinya berubah drastis menjadi tegang, dan pancaran matanya menyiratkan beban berat yang seketika mampir.

Ia terdiam cukup lama, meremas jemarinya sendiri di atas pangkuan.

"Sebenarnya..." Suara Sunhwa mendadak merendah, sarat akan keraguan. "Ada sesuatu yang selama ini Ibu sembunyikan darimu, Yerin."

Jantung Yerin bertalu kasar. "Sesuatu? Apa maksud Ibu? Tolong jelaskan padaku."

Dengan helaan napas yang terasa begitu berat, Sunhwa akhirnya menatap mata putrinya dengan tatapan duka yang mendalam.

"Satu minggu setelah mereka pergi dari rumah ini... tubuh Kim Hanjin, sang ayah, ditemukan sudah tak bernyawa di sebuah danau di pinggir kota. Polisi menyatakan itu kasus pembunuhan."

Yerin tersentak mundur, napasnya tertahan di tenggorokan. "T-tidak mungkin... Lalu... lalu bagaimana dengan anak itu? Bagaimana dengan Dae-hyun?"

Lee Sunhwa memejamkan matanya sejenak, tak tega melihat perubahan ekspresi di wajah putrinya.

"Anak itu... Kim Dae-hyun... beberapa hari kemudian juga ditemukan meninggal dunia di danau yang sama."

1
Rubiyata Gimba
thor abdit cpat tak sabar lagi
Rubiyata Gimba
padahal masih hidup
Kustri
eumm... yg kasih kado yohan yaa
jd emg mrk sdh pernah bertemu tp yerin lupa
Kustri
qu diundang gk nih, pengen jd pagar betis, eh pagar ayu☺
Kustri
nyogok pkai vote biar crazy up😊😍
Caveine: makasihhh😍
total 1 replies
Kustri
klu ayah kandung yohan kakek nara, berarti nara ponakan yohan dong
Caveine: iya kak 😍👍👍
total 1 replies
Kustri
setelah yerin yo han tamat, bisa x thor kisah nara diangkat, unik soal'a☺🥺
Kustri
apa situasi ini ada dikehidupan yerin sblm'a
biasa'a akan mengulangkan kejadian" sblm'a
Kustri
lanjuuut
Kustri
qu terkejut, ternyata nara...waow!
keren crita'a
Kustri
nyogok ☕ biar crazy UP
Kustri
yo han anak terbuang... kebetula sekali yg nemu ayah'a

bagus alur'a... jgn smp gk lanjut ya thor
Kustri
lagi" perebutan warisan
oowh... ternyata anak pungut yg menguasai dunia bawah calon'a yerin, gpp yg penting kuat smua
😂🤭
Kustri
mgkin pas yerin dilamar, blm ada tanda" klu sahabat & pacar'a saling suka
betul g yaa🤔
lanjuuut thor💪
Kustri
siapa dia?
aah inilah org yg akan menolong yerin, seorang dr dunia bawah
Kustri
☕u yerin, semangat cpt sadar kembali u balas dendam
Kustri
thor, kembalinya jendral perang koq blm dilanjut... pdhal qu sukaa lho
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!