NovelToon NovelToon
PESONA BRONDONG UGAL-UGALAN

PESONA BRONDONG UGAL-UGALAN

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Senja_Puan

"Mantan kabur, adiknya malah melamar? Dunia ini sudah gila!"
Bagi Cantik (26 tahun), hidupnya berakhir tragis saat rencana pernikahannya hancur karena Satria, sang calon suami, ketahuan selingkuh tepat sebulan sebelum hari H. Di tengah rasa sakit hati dan niatnya untuk menutup diri dari laki-laki, sebuah kekacauan muncul di depan pagarnya.
Bukan Satria yang datang meminta maaf, melainkan Juna (18 tahun), adik kandung Satria yang baru saja pamer foto ijazah SMA. Tidak tanggung-tanggung, bocah ugal-ugalan itu datang membawa rombongan motor sport, spanduk lamaran, hingga surat izin menikah dari ibunya sendiri!
Bagi Cantik, Juna hanyalah "bocil" bau matahari yang tidak tahu diri. Namun bagi Juna, Cantik adalah bidadari yang sudah ia incar sejak ia masih memakai seragam putih-abu.
"Lu itu berlian, Kak! Nggak pantes nangisin kerikil kayak Bang Satria. Daripada jadi mantan kakak, mending jadi istri adek. Gaskeun?!"
Sanggupkah Cantik mempertahankan tembok gengsinya mengahadapi pesona Juna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja_Puan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3 Parade Knalpot dan Lamaran Megafon

Pukul enam pagi. Matahari bahkan belum benar-benar bangun untuk menyinari bumi, tapi ketenangan di Kompleks Perumahan Cempaka Asri sudah hancur berkeping-keping.

Suara raungan mesin motor sport—bukan cuma satu, tapi sepuluh—terdengar seperti sekawanan lebah raksasa yang sedang tawuran di depan pagar rumah nomor 42.

VROOOM! VROOOM! DERRR!

Cantik terbangun dengan nyawa yang masih tertinggal separuh di bantal. Matanya merah dan perih karena kurang tidur setelah drama "pengembalian sampah" di rumah Satria semalam.

Dia mengira ada razia motor besar atau mungkin kiamat kecil sedang terjadi di depan rumahnya, sampai sebuah suara yang sangat dia kenali—dan sangat dia hindari—menggelegar melalui pengeras suara.

TET-TET-TET-TEEEETTT!

"CEK... SATU, DUA... CEK! SELAMAT PAGI WARGA CEMPAKA ASRI! SELAMAT PAGI UNTUK CALON ISTRIKU YANG PALING CANTIK!"

Cantik tersentak, nyaris jatuh dari tempat tidur saking kagetnya.

"Nggak mungkin... si bocah ingusan itu beneran nekat datang?"

Dengan langkah gontai, rambut cepol yang sudah miring ke kanan, dan daster batik bermotif ayam jago, Cantik menyibakkan gorden jendela kamar lantai duanya. Begitu melihat ke bawah, dia ingin sekali memanggil tim SAR untuk mengevakuasi dirinya ke planet Mars saat itu juga.

Di depan pagarnya, Juna berdiri tegak di atas jok motor sport biru mengkilapnya. Dia memakai jaket denim, kacamata hitam yang nyangkut di ujung hidung, dan tangan kanannya memegang megaphone merah menyala.

Di belakangnya, sepuluh teman satu tongkrongannya—yang semuanya tampak baru lulus SMA—berbaris rapi di atas motor masing-masing. Semuanya memakai kaos seragam warna putih bertuliskan sablonan darurat: TIM SUKSES JUNA NIKAH.

"LU NGAPAIN SIH, JUNA?! PERGI NGGAK LU!" teriak Cantik dari jendela. Suaranya hampir tenggelam oleh suara gerungan mesin motor yang sengaja dimainkan teman-teman Juna.

Juna menyeringai lebar, lalu menekan tombol sirine di megaphone-nya lagi.

WIU-WIU-WIU!

"GUE NGGAK BAKAL PERGI SEBELUM LU TURUN, KAK! GUE DATANG BUKAN BUAT MINTA GARAM, GUE DATANG BUAT MENGISI SLOT KOSONG DI HATI LU!" Juna berteriak penuh percaya diri.

Tetangga mulai keluar satu per satu. Bu RT sudah berdiri di depan rumahnya dengan daster motif macan dan tangan di pinggang.

Pak RT yang baru mau memanaskan mobil bahkan sampai berhenti, melongo melihat parade dadakan itu.

"Juna! Malu-maluin gue tahu nggak! Gue panggilin polisi ya lu!" ancam Cantik, mukanya sudah merah padam, antara emosi dan malu tingkat dewa.

"PANGGIL AJA, KAK! POLISINYA JUGA BAKAL DUKUNG GUE KARENA GUE NGGAK SELINGKUH KAYAK BANG SATRIA!" balas Juna tanpa beban.

Dia kemudian memberi kode pada teman-temannya di belakang.

"WOI, BENTANGIN!"

Seketika, teman-teman Juna membentangkan spanduk kain putih raksasa yang panjangnya menutupi hampir seluruh pagar rumah Cantik.

Tulisannya besar-besar, ditulis pakai cat semprot warna hitam yang masih bau menyengat: DARIPADA JADI MANTAN KAKAK, MENDING JADI ISTRI ADEK. GASKEUN?!

"Juna, sumpah ya... gue benci banget sama lu!" Cantik menggeram. Dia buru-buru menyambar kerudung instannya, memakainya asal-asalan, lalu berlari turun ke bawah.

Dia tidak mau ibunya yang baru saja bangun kena serangan jantung melihat keramaian yang lebih ramai daripada pasar kaget ini.

Begitu pintu depan dibuka, Cantik langsung lari menuju pagar. Dia meraih kerah jaket Juna dan menarik cowok itu turun paksa dari motornya.

"Bubar nggak lu sekarang! Lu gila ya? Ini jam berapa? Lu mau gue diusir dari komplek karena dianggap piara geng motor?!"

Juna malah tertawa, tawa yang terdengar sangat ringan seolah dia tidak baru saja melakukan kerusuhan massa. Dia menyodorkan satu plastik besar yang uap panasnya masih mengepul.

"Wangi, kan? Ini seblak spesial level pedas mampus, martabak manis keju susu, sama bubur ayam tanpa kacang kesukaan lu. Makan dulu, baru maki-maki gue lagi sepuasnya. Gue jabanin."

Cantik melongo, menatap plastik makanan itu lalu menatap wajah Juna bergantian. "Lu... lu beneran ugal-ugalan ya?"

"Kan gue sudah bilang semalam, Kak. Gue nggak main-main kalau soal lu," Juna melepas kacamata hitamnya, menatap Cantik dengan mata yang tiba-tiba berubah sangat lembut, membuat amarah Cantik mendadak macet di tengah jalan.

"Gue tahu lu belum sarapan karena semalam sibuk nangisin laki-laki nggak guna. Jadi, gue bawain sarapan sekalian pasukan buat jagain rumah lu. Biar kalau Bang Satria datang lagi mau minta maaf, dia harus lewat sepuluh knalpot brong ini dulu."

"Gue nggak butuh dikawal geng motor SMA, Juna!"

"Ini bukan geng motor, ini saksi lamaran gue, Kak Cantik," Juna kembali mengangkat megaphone-nya, menatap para tetangga yang makin ramai menonton dari balik pagar masing-masing.

"BAPAK-BAPAK, IBU-IBU! SAKSIKAN YA! HARI INI JUNA RAKSA RESMI MENDAFTAR JADI CALON SUAMI KAK CANTIK! DOAKAN YA SUPAYA KITA CEPAT NAIK PELAMINAN!"

"JUNA!!! GUE NGGAK MAU NIKAH SAMA LU!!!" teriak Cantik frustrasi sampai urat lehernya menonjol.

"BELUM MAU, KAK! NANTI JUGA KETAGIHAN!" Juna mengedipkan sebelah mata dengan sangat menyebalkan.

Dia lalu berbalik ke teman-temannya.

"WOI! TARGET SUDAH AMAN! BAGIKAN MARTABAKNYA KE TETANGGA BIAR KITA DAPET RESTU! BILANG KE MEREKA, JANGAN ADA YANG BERANI DEKETIN KAK CANTIK KARENA SUDAH DI-BOOKING JUNA!"

Cantik cuma bisa menutup wajahnya dengan kedua tangan. Sumpah, dia ingin menghilang ke inti bumi saat itu juga. Dia bisa melihat Bu RT tersenyum-senyum sambil menerima kotak martabak dari teman Juna. Benar-benar suap yang nyata!

"Lu bener-bener ya, Jun... gue benci banget sama lu," bisik Cantik sambil menyambar plastik seblak dari tangan Juna.

"Benci itu beda tipis sama cinta, Kak. Hati-hati ketuker," sahut Juna santai.

Dia menyandarkan tubuhnya di motor, menatap Cantik yang berjalan masuk ke rumah dengan langkah menghentak-hentak.

Cantik menutup pintu rumahnya dengan bantingan keras. Dia bersandar di balik pintu, jantungnya berdegup sangat kencang.

Bukan cuma karena marah, tapi ada secuil rasa hangat yang menyelinap. Selama sebulan ini, semua orang hanya menatapnya kasihan karena gagal nikah. Hanya bocah ugal-ugalan ini yang membuatnya merasa... hidup kembali, meski lewat cara yang memalukan.

Di luar, Juna masih berteriak lewat pengeras suara. "KAK! SEBLAKNYA DIHABISIN YA! BIAR LU KUAT MENGHADAPI KENYATAAN KALAU JODOH LU ITU GUE!"

Cantik memaki dalam hati, tapi tangannya mulai membuka bungkus seblak yang aromanya sangat menggoda iman itu. "Dasar bocil... lu bener-bener bikin gue pusing," gumamnya sambil mulai menyuap seblak itu.

Patah hatinya memang belum sembuh, tapi pagi ini, rasa pedas seblak dan suara berisik knalpot Juna berhasil membuat nama Satria sedikit menghilang dari pikirannya.

1
Yasa
Ceritanya kocagggg, konfliknya pas, ga bertele-tele, sat set kaya Juna. wkwk
D_wiwied
langsung serangan balik ya Jun, gaskeun Jun tunjukkan ke mereka mumpung ada penonton gratis di depan mata, sirik2 dah mereka biar sekalian kejang2 🤭😆🤣🤣
D_wiwied
ga ada kapok2 nya ya mereka ini, udah dipermalukan koq ya ttp ga sadar
D_wiwied
kan emang bang Sat kakakmu satu itu Jun 🤭🤣🤣
Dian Fitriana
update
Ganis
idih najong. PD banget sampean
Senja_Puan: Juna dong🤣
total 1 replies
Ganis
Kalah itu sama seblak juga
Ganis
Juna bener-bener bikin senyum-senyum 😄
Senja_Puan: iya kan kak🤭
total 1 replies
Ganis
Good Thor, ngakak🤣
Anisa675
Ya tuhan, masih mikirin rendang🤣 Bangke banget
Senja_Puan: Alasan Juna itu kak🤭
total 1 replies
Anisa675
bengek Juna🤣
Anisa675
anjay lngsung live stream🤣
Senja_Puan: Mantap ga tuh😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!