NovelToon NovelToon
Selamat Tinggal Orang Yg Kusayang

Selamat Tinggal Orang Yg Kusayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Penyesalan Suami / Dunia Masa Depan
Popularitas:803
Nilai: 5
Nama Author: Arsih Mom

"Bukan berarti apa yang dekat dengan kita adalah yang terbaik, bisa jadi kebaikan itu ada jauh dari kita ataupun tidak terlihat"
Aku pergi karena sangat menyayangi kalian, suatu saat nanti jika masih ada kesempatan aku akan menjemput kalian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arsih Mom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ternyata Aku tak sendiri

Sejak hari itu, kehidupan Nur bersama Haya Ibu angkatnya menjadi lebih berwarna. Untuk sementara Haya hanya hidup bergantung dari uang dan bahan makanan pemberian warga Jadi mulia. 

"Sepertinya Aku harus mencari cara untuk mendapatkan pemasukan, Lama-lama uang ini juga akan habis. Tapi bagaimana aku bisa mendapatkan uang untuk hidup kita Nur?"

Sambil memberikan  susu formula pada Nur, Haya memandangi alam sekitar dari jendela kamarnya. Memang tidak banyak yang warga Jadi Mulia beri pada mereka, tapi paling tidak bisa untuk bertahan hidup beberapa hari. 

Ketika Haya hendak menidurkan Nur yang sudah terlelap karena kenyang, sekilas terdengar suara ketukan pintu dari luar. 

(Siapa yang datang malam-malam begini?) 

Haya melangkahkan kakinya dengan pelan karena takut akan menimbulkan suara yang bisa membangunkan Nur. Dengan perlahan pun Haya mulai membuka pintu rumahnya. 

Dua pasang mata yang saling bertemu dan bertatap tanpa berkedip, membuat malam yang dingin karena hembusan angin menjadi terasa hangat. Dengan tersipu malu Haya meminta Indro untuk masuk ke rumah. 

"Ndro kamu... Oh silahkan masuk!"

Indro pun dengan senyum lebar dan hati yang berbunga mengikuti apa kata Haya. 

(Alhamdulillah.. Haya menerima kedatanganku)

Haya mempersilakan Indro untuk duduk dan berjalan ke arah dapur untuk membuatkan secangkir teh hangat. 

"Maaf Ndro, aku cuma punya air minum saja."

"Hemm... tidak apa Haya, itu sudah cukup buat ku. Oh ya di mana anak mu?"

"Maksudnya Si Nur? Dia sudah bobok, mungkin karena sudah kenyang."

Mulai percakapan yang awalnya santai menjadi lebih serius lagi. Haya dengan polos dan jujurnya menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Dia bahkan sempat pula menceritakan tentang kehidupannya setelah kejadian waktu dulu. 

"Jadi, kamu sekarang masih tetap sendiri?"

Saat Haya menganggukkan kepala untuk menjawabnya, saat itu pula hati Indro menjadi lebih tenang dan bersemangat lagi. 

(Alhamdulillah aku masih punya kesempatan lagi, tidak akan pernah ku sia-siakan peluang ini) 

Merasa aneh dengan sikap Indro yang hanya senyum-senyum sendiri tidak jelas, Haya pun menjadi penasaran. 

"Kamu kenapa Ndro, apa ada yang lucu atau aneh padaku?"

Seperti orang yang lagi kasmaran, Indro hanya bisa menjawab dengan senyum yang membuat Haya semakin tenang. 

Karena malam sudah semakin larut, Indro berpamitan untuk pulang.

"Haya, bolehkan besok aku main lagi ke rumah?"

"Hem... boleh kok!"

Semakin bahagia hati Indro, Dia melajukan motor nya dengan penuh ketenangan sambil memikirkan rencananya ke depan untuk Haya. 

Sejak malam itu kehidupan Haya dan Nur semakin tambah berwarna. Untuk memenuhi kebutuhan Nur pula Indro ikut berperan dalam membelikan susu dan pampers. 

Meskipun untuk kehidupan mereka sudah dibantu sepenuhnya oleh Indro, Haya menjadi merasa tidak enak. 

"Ndro, sudah cukup kamu membantu kehidupan kami, kamu juga punya masa depan dan kehidupan sendiri."

Indro dengan tegas dan berani mengatakan pada Haya tentang keinginannya untuk menjadikan mereka bagian dari keluarganya. 

"Haya, kita sudah menjalani kehidupan seperti ini hampir satu tahun dan Nur juga semakin besar. Aku yakin kamu pasti tidak bisa menjalaninya sendiri, apa kamu mau menikah denganku? Aku berjanji akan menerima Nur sebagai anak kandungku sendiri."

Mata yang berkaca-kaca terlihat jelas dari kedua bola mata Haya. Tidak butuh waktu lama Dia memberikan jawaban pada Indro karena memang apa yang dikatakan Indro ada benarnya. 

"Kalau memang kamu mau menerima kami apa adanya, baiklah Aku mau menjadi pendamping hidupmu untuk sekarang dan seterusnya."

Singkat cerita Haya dan Indro menikah dengan sangat sederhana mengingat kedua nya sudah sama-sama anak yatim piatu. Nur pun menjadi anak yang tumbuh seperti anak-anak yang lain yang mempunyai keluarga utuh meskipun bukan darah daging sendiri. 

Keseharian keluarga kecil mereka terlihat sangat harmonis dan bahagia. Waktu terus berjalan dan terus berputar, dari pernikahan Haya dan Indro pun juga dikaruniai seorang anak laki-laki yang begitu tampan dan putih bersih. Kebahagiaan mereka semakin bertambah dan lengkap dengan kehadiran Antoni anak lelaki Haya dan Indro. 

"Mas Indro, meskipun kita sudah mempunyai keturunan sendiri, aku minta kasih sayangmu jangan pernah berkurang untuk Nur."

Indro memeluk Haya dengan sangat erat penuh dengan kasih sayang. 

"Aku tidak akan pernah membedakan mereka berdua, mereka adalah anak-anak ku, sekuat tenaga aku akan terus menjaga dan menghidupi kalian dengan baik."

Tawa kecil dan wajah penuh keceriaan tampak pada keluarga cemara mereka. 

Sebagai bukti tanggung jawab Indro pada keluarganya, Dia setiap pagi buta sudah keluar untuk mencari nafkah dengan menarik angkot. Sedangkan Haya dengan modal yang sedikit dari suaminya membuka warung kecil-kecilan di rumah. 

Hari-hari mereka jalani dengan penuh tawa dan keceriaan. Meskipun ada kalanya ada saat-saat yang terasa perih yang harus mereka lalui bersama. 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!