[cp akan terlambat]
negara : Indonesia
sinopsis:
Mati setelah seumur hidup bekerja sendirian itu melelahkan. Ketika Olyvia Arabella membuka mata, ia kembali ke usia 20 tahun—tepat saat calon ibu mertua menyodorkan amplop "uang perpisahan" yang ternyata hanya berisi seratus ribu. Dunia sudah gila: nilai uang menurun 10.000 kali lipat, dan hanya Olyvia yang sadar karena rekening bank masa depannya ikut terbawa. Sekarang ia menjadi satu-satunya konglomerat di dunia yang mendadak miskin. Tapi kekayaan tak membuat hidupnya lebih mudah, terutama saat para pria dari masa lalunya kembali—kali ini dalam keadaan jauh lebih melarat. Balas dendam tak cukup dengan uang. Tapi setidaknya, Olyvia bisa membeli waktu untuk memilih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloudia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
gif live
Sepanjang sore, ia berkeliling dari satu live room ke live room, menebar gift seperti menebar benih. Nama Queens mulai dikenal di komunitas DouDou. Banyak yang penasaran siapa di balik akun tersebut. Beberapa streamer bahkan secara khusus menyapanya ketika ia masuk ke live room mereka.
Streamer1: Queens is here! Welcome, Your Majesty!
Streamer2: Woah, the legend herself! Thank you for the gifts earlier!
Olyvia merasa seperti selebriti. Padahal ia hanya duduk di kasur apartemennya, mengenakan piyama butut, sambil mengunyah keripik kentang.
Ini hidup yang gue mau. Santai, bebas, dan gak ada yang ngatur-ngatur.
Malam harinya, setelah puas berfoya-foya di DouDou, Olyvia membuka WeChat. Ia melihat beberapa permintaan pertemanan baru. Sebagian besar dari streamer yang tadi ia hujani gift, termasuk ChenYu. Ia menerima semuanya.
Tak lama, sebuah pesan masuk dari ChenYu.
ChenYu: Queens, xie xie ni jintian de liwu. Ni zhen de tai hao le. Women keyi jiao pengyou ma? (Terima kasih untuk hadiahnya hari ini. Kamu baik sekali. Boleh kita berteman?)
Olyvia membalas dalam bahasa Mandarin yang masih lumayan lancar.
Olyvia (Queens): Dangran keyi. Hen gaoxing renshi ni. (Tentu saja boleh. Senang berkenalan denganmu.)
ChenYu: Ni zhu zai nali? Zhongguo ma? (Kamu tinggal di mana? China?)
Olyvia (Queens): Wo zhu zai Yinni. Dan wo yiqi zai Shanghai xuexi guo. (Aku tinggal di Indonesia. Tapi aku pernah belajar di Shanghai.)
ChenYu: Wa! Ni de zhongwen hen hao! (Wah! Bahasa Mandarinmu bagus!)
Mereka mengobrol ringan tentang musik, drama China, dan kehidupan sehari-hari. ChenYu ternyata seorang mahasiswa musik di Beijing yang sedang mencoba peruntungan sebagai streamer. Olyvia merasa nyaman mengobrol dengannya. Tidak ada tekanan, tidak ada drama, hanya percakapan ringan antara dua orang asing yang baru bertemu.
Enak juga ngobrol sama orang yang gak tau latar belakang gue. Dia cuma kenal gue sebagai Queens, bukan Olyvia yang punya mantan toxic.
Ponselnya bergetar lagi. Kali ini dari grup WhatsApp sahabat.
Karina: Vy, lo ngapain? Tumben seharian sepi.
Sela: Jangan-jangan lagi nangis di pojokan gara-gara si Monyet.
Olyvia menyengir dan membalas dengan foto iPhone barunya.
Olyvia: [Gambar iPhone 17 Pro Max warna biru] Sibuk jadi Ratu di dunia maya. 🥱👑
Karina: WOY! IPHONE 17 PRO MAX! LO BELI CASH?!
Sela: Gila. Lo beneran kaya sekarang. Bisa beli hp semahal itu kayak beli gorengan.
Olyvia tertawa membaca respons heboh sahabatnya. Kalo lo tau harganya cuma Rp3.800, lo mungkin pingsan, Sel.
Olyvia: Iya, cash. Gapapa lah, sekali-sekali. Lagian gue butuh hp buat reconnect sama temen-temen lama di China.
Karina: Temen lama di China? Jangan-jangan lo punya mantan di sana juga?
Olyvia: Enggak lah. Temen biasa. Gue kan dulu exchange student.
Sela: Hati-hati ya, Vy. Jangan sampe lo ketipu cowok China. Banyak yang ganteng tapi modus.
Olyvia menggeleng membaca pesan Sela. Kenapa semua orang selalu mikirin cowok sih? Gue lagi happy sendiri juga bisa.
Ia menutup obrolan grup dan kembali membuka WeChat. ChenYu mengirim pesan lagi.
ChenYu: Queens, mingtian wo you yige xiao xing yanchu zai wo de livE room. Ni hui lai kan ma? (Besok aku ada pertunjukan kecil di live room-ku. Kamu mau datang nonton?)
Olyvia (Queens): Dangran. Wo yiding lai. (Tentu. Aku pasti datang.)
ChenYu: Tai hao le! Wo hui wei ni zhunbei yi shou tebie de ge. (Bagus sekali! Aku akan siapkan satu lagu spesial untukmu.)
Olyvia tersenyum. Dih, manis juga. Tapi gue gak boleh baper. Ingat, Oly. Cowok itu cuma bonus. Kebahagiaan lo yang utama.
Ia meletakkan ponsel barunya di meja dan merebahkan diri. Hari ini ia berhasil mengusir kebosanan dengan cara yang tidak terduga. Ia kembali terhubung dengan dunia yang dulu ia cintai: budaya China, bahasa Mandarin, dan teman-teman virtual yang tidak menghakimi.
Besok gue lanjutin lagi. Siapa tau bisa jadi legend di DouDou. Ratu dari Indonesia yang gak ada yang tau identitas aslinya.
Ia memejamkan mata, membayangkan animasi roket dan kastil yang tadi memenuhi layar ponselnya. Senyum masih mengembang di bibirnya.
Queens. Nama yang pas. Gue memang Ratu. Ratu atas hidup gue sendiri.