NovelToon NovelToon
ANAK RAHASIA SANG SUPERSTAR (REVISI)

ANAK RAHASIA SANG SUPERSTAR (REVISI)

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Single Mom / Anak Genius
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: HANA ADACHI

Bertemu kembali dengan Althan Alaric, mantan pacarnya yang sekarang menjadi aktor terkenal, bukanlah kabar baik bagi Vivi. Ia berusaha menjauh, tapi pria itu seolah sengaja mendekatinya untuk membalas dendam.

Vivi bisa memahami alasan Althan bersikap demikian. Namun masalahnya bukan itu. Jika Althan terus berada di dekatnya, Vivi takut pria itu akan mengetahui keberadaan Mikaila, anak yang dirahasiakan Vivi selama ini. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Sanggupkah Vivi terus menyembunyikan anak itu dari sang superstar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HANA ADACHI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 : Papa Mikaila dimana?

"CUT!"

Teriakan sutradara membuat Althan terkejut.

"Althan, are you okay? Kenapa dari tadi nggak fokus?"

Althan berdecak sembari memejamkan mata. Gara-gara wanita itu, aku jadi kepikiran...

"Minum dulu Than," Roni, manajernya, menghampiri sambil memberikan sebotol air mineral. "Kamu nggak papa kan, Than? Apa kamu kecapekan? Sorry ya, gara-gara aku kamu harus ke sini hari ini, padahal seharusnya kamu istirahat," Roni menunjukkan raut wajah menyesal.

"Nggak kok Bang, aku cuma agak nggak fokus aja tadi," Althan menggeleng, lalu meneguk air dari botol. "Bang, boleh aku minta tolong?"

Roni mengangguk. "Minta tolong apa?"

"Cari tau siapa nama cewek yang tadi make-upin aku,"

"Hah?" alis Roni bertaut. "Buat apa?"

"Adalah pokoknya, penting, please,"

"Oke, oke, nanti aku carikan," Roni tanpa bertanya lagi segera mengangguk.

"Althan," Natasya menghampiri Althan dan menyodorkan sebuah tisu, lalu mulai mengelap pelan keringat Althan. "Kamu kenapa?"

"It's okay," Althan menepis tangan Natasya. "Jangan di lap, nanti make-up nya hilang. Aku nggak mau make-up ulang lagi,"

"Oh, oke," Natasya menurunkan tangannya dengan wajah kecewa.

"Gimana, Than? Aman? mau lanjut apa istirahat dulu?" tanya pak sutradara.

"Lanjut, lanjut," Althan mengangguk dan kembali ke posisi semula.

Sementara itu, Roni, manajer Althan, pergi ke ruang make-up. Tapi ternyata di sana sudah tidak ada orang. Roni pun menjadi heran, karena biasanya make-up artist akan pergi kalau syuting sudah selesai, kenapa sekarang sudah tidak ada?

"Permisi," Roni menghampiri salah satu staf yang ada di dekat sana. "Kamu tau dimana MUA yang tadi make-up in Althan?"

"Oh, cewek tadi? Udah pulang kayanya, kenapa emangnya bang?"

"Memangnya sudah boleh pulang? Kan syuting masih berlangsung. Kalau nanti Althan mau retouched gimana?"

"Oh, iya bang. Soalnya kami memang bayar dia cuma buat sekali make-up doang. Kami pikir, Althan kan cuma jadi special cameo, pasti waktunya nggak panjang, jadi waktu pamit pulang kami bolehin,"

"Oh..." Roni mengangguk-angguk mengerti. "Lu tau siapa namanya?"

"MUA tadi? Kalau nggak salah namanya Maya sih bang,"

"Maya? Lo punya nomer kontaknya?"

"Oh, ada bang. Tapi bukan kontak pribadi sih, ini nomer salon tempat dia kerja. Gimana?"

"Nggak papa deh, sini gue scan,"

Staf itu pun mengeluarkan ponsel dan Roni mengscan nomor salon itu.

"Makasih ya,"

"Sama-sama bang,"

Setelah mendapatkan informasi tersebut, Roni pun segera kembali ke lokasi syuting. Ia menunggu sampai Althan selesai. Untungnya Althan sudah mulai fokus dan syuting berakhir dengan lancar.

"Than," Roni langsung menghampiri Althan sesaat setelah sutradara berteriak cut. "Namanya Maya, ini aku udah dapat nomor salonnya. Mau diapain?"

"Maya?" Althan tampak kecewa saat mengetahui hal itu, karena ia sedikit berharap nama yang muncul adalah nama orang lain. "Sekarang dia dimana?"

"Udah pulang katanya, soalnya kontrak nya emang cuma make-up sekali doang. Apa perlu gue telepon dia buat datang?"

"Nggak, nggak usah," Althan menggeleng. "Kalau udah pulang ya udah,"

"Emang kenapa sih, Than? Kenapa Kamu tiba-tiba penasaran sama MUA yang make-up in kamu? Emangnya kenapa dengan si Maya Maya ini?"

Althan terdiam sejenak. "Karena aku pikir dia..." Kata-kata nya menggantung di udara, lalu ia menggeleng kuat kuat. "Nggak, nggak papa. Ya udah yuk, kita balik ke apart,"

Roni mengangguk. Mereka pun berjalan ke arah mobil, tapi tiba tiba Natasya datang.

"Kalian mau kemana? Kita dinner dulu yuk!" kata Natasya sambil menggandeng lengan Althan.

"Sorry," Althan segera menjauh dari Natasya. "Gue lagi diet,"

"Hah? Ngapain diet? Lo aja udah sekurus ini!"

"Eng, Natasya," Roni yang mengetahui kalau sekarang Althan sedang tak ingin diganggu segera maju. "Projek film Althan selanjutnya memang menyuruh dia diet ketat. Maaf ya Natasya,"

Natasya berdecak. "Gue nggak ngomong sama Lo, ya!" ujarnya sambil melipat tangannya kesal.

"Meskipun begitu, sorry Natasya, Althan nggak bisa. Kami permisi..."

Roni dan Althan lantas meninggalkan Natasya begitu saja, membuat wanita cantik itu cemberut karena kesal.

"Ih, sulit sekali sih deketin Althan! Padahal aku sudah se efforts ini loh! Huh!"

...----------------...

Di sisi lain, Vivi telah sampai di rumahnya. Jantungnya yang sedari tadi berdebar cepat, serasa mau meledak. Segera setelah ia berhasil membuka pintu, ia langsung menutup pintunya kembali dan menyandarkan punggung.

"Astaga.. ujian apa ini.. dari sekian banyak orang, kenapa aku harus ketemu sama Althan?"

Vivi berusaha mengatur napasnya kembali. Ia menundukkan kepala, lalu terkejut karena tiba tiba ada sebuah tangan yang menyentuhnya.

"Mama sakit?"

Vivi terperanjat dan otomatis membuka mata.

"Astaga, Mikaila? kamu udah pulang sayang?"

Raut muka Vivi yang tadi tampak lelah sekarang ia buat seceria mungkin. Ia berjongkok, mensejajarkan tingginya dengan putri kecilnya itu.

"Siapa yang antar kamu pulang? Kayanya Mamanya Rika belum nelepon Mama deh buat jemput kamu?"

"Mamanya Rika mau pergi kondangan, jadi Mikaila di anterin ke rumah dulu. Katanya Mamanya Rika udah telepon Mama, tapi nggak diangkat. Untung Mikaila ingat dimana Mama nyimpen kunci. Mikaila pintar kan, Ma?" jelas Mikaila.

"Astaga, apa iya? Ya ampun, maaf, kayanya baterai hape Mama habis deh. Untung Mama punya anak yang pintar banget kaya kamu sayang, sini Mama peluk,"

Mikaila, anak berusia lima tahun itu langsung memeluk mamanya dengan gembira. Di dalam pelukan putrinya itu, Vivi merasa semua beban hidupnya menghilang seketika.

Selama lima tahun ini, Vivi memang membesarkan Mikaila sendirian. Awalnya sulit, tapi setelah waktu berlalu, Vivi jadi merasa semakin kuat. Untungnya, ada orang-orang baik di sekitarnya yang selalu membantunya menjaga Mikaila.

Mikaila sekarang sudah sekolah di Tk nol kecil, dan biasanya saat pulang dari TK, Mikaila akan ikut Rika dan Mamanya ke rumah mereka. Nanti setelah pulang kerja, sekitar jam lima sore, baru Vivi menjemput. Kadang-kadang kalau ia pulang lebih malam seperti hari ini, Vivi akan mengabari. Mamanya Rika sangat baik. Dia bahkan tidak mau dibayar sepeser pun. Jadi Vivi lah yang berinisiatif membelikan sesuatu untuk mereka sebagai ucapan terimakasih.

Tapi hari ini Vivi benar-benar lupa. Gara-gara bertemu Althan, yang ada dipikirannya adalah ingin cepat cepat pulang saja. Dan ternyata setelah dicek, ternyata benar Mamanya Rika sudah meneleponnya beberapa kali. Untungnya Mikaila pintar dan mengingat dimana Vivi biasanya menyimpan kunci cadangan.

Setelah itu, Vivi pun membersihkan diri dan memasak makan malam untuk dirinya dan Mikaila. Selesai makan malam, Mikaila minta dibacakan cerita sebelum tidur. Vivi pun menurutinya.

"Mama, di cerita Mama kan anak kodok nya punya Mama sama Papa. Kok Mikaila nggak punya Papa? cuma Mama aja?'

Vivi terdiam. Ia tahu, akan ada saatnya Mikaila menanyakan ini. Tapi saat mendengarnya langsung, dadanya serasa sesak.

"Siapa bilang Mikaila nggak punya? Mikaila punya kok,"

"Oh, ya? Terus, Papa dimana? kenapa dia nggak tinggal bareng kita?"

"Papa ada di tempat yang sangattt jauh..." jawab Vivi kemudian. "Nanti kalau sudah saatnya, Papa akan pulang,"

"Benarkah? Asyikkk! Nanti Papa bakalan pulang sambil bawain aku mainan yang banyak kaya papanya Rika kan Ma?"

Serasa ada duri di tenggorokan Vivi. "I... iya," jawabnya dengan terbata-bata. "Oke, sekarang cerita sudah selesai, jadi waktunya untuk tidur!' Vivi kemudian berusaha mengalihkan pembicaraan.

Mikaila mengangguk dan mulai mengambil posisi untuk tidur.

" Berdoa dulu sayang,"Vivi mengarahkan.

"Ya Tuhan," Mikaila mengangkat tangannya. "Semoga besok Mikaila bisa ketemu sama Papa, Aamiin..."

Vivi tercekat. Segera ia memalingkan wajah. Tanpa sadar air matanya menetes.

Maafkan Mama, Mikaila...

1
Muft Smoker
kayakny ny ad yg gx berees niih ,,
semoga althan segera tau kebenaran ny ,, klo vivi ninggalin dy krn Selina ,,
mungkin vivi di bawah ancaman Selina ,,

next kak
Shee_👚
andai kan roni tau kenapa mereka berpisah juga bakalan iba, selina itu emang harus di kasih pelajaran. kapan ya vivi ngaku kalau dia pergi karena atas perintah Selina
Shee_👚
bukan mantan, lebih tepatnya di paksa jadi mantan😏
kalau kamu g membuat mereka berpisah juga g bakalan mereka pisah😡
Muft Smoker: sabar kak ,, jgn emosii ,,
yuuuk mending pecat aj Selina jd kodok ,, jggn jd manusia lgiii ,,
jd org koq licik ,, 😒😒😒😒😒
total 1 replies
Shee_👚
sumber uang selina dari hasil kerja keras althan. dan hidup althan di buat menderita karena ulah selina😏
aliyya
ap yg udh selina katakan ke roni, tentang althan dan vivi sampai roni ky marah bgt bgtu ,,,,
Shee_👚: yang pasti mengatakan yang tidak-tidak kak, intinya dia jelekin vivi
total 1 replies
Muft Smoker
jgn2 yg nyuruh vivi ninggalin althan tu Selina gemezzz ,,
/Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle/
Shee_👚
tes DNA althan biar vivi g bisa ngelak lagi.
sebenarnya vivi juga pengin ngaku kalau Mikaila anak althan, tapi dia takut kejadian masa lalu terulang kembali.
harusnya Vivi terus terang kenapa dia dulu ninggalin althan, biar althan kasih pelajaran sama wanita serakah itu kalau kebahagiaan althan sama Vivi g bakalan menghambat karirnya.
Muhammad lutfi Lutfi
Bagus althan Pepet terus Vivi biar ngaku atau langsung tes DNA diam diam.
Shee_👚
selina orang serakah dan melakukan segala hal hanya demi apa yang dia mau tercapai😏
Shee_👚
astag maen gebuk aja al, sabar dan tanya dulu kenapa sih😂
Shee_👚
dan jawabnya karena althan aja bingung kenapa g melakukan itu🤭
Shee_👚
😭😭😭😭😭😭😭
yang bukan dari harga, tapi dari nilainya siapa yang memberi dan kenanganny😭😭😭😭
Shee_👚
ko sedih ya ngebayangin perjuangan mereka dulu saar kerja di resto, makan seadanya tapi bahagia. sekarang punya segalanya tapi menderita 😭😭😭
Shee_👚
emang betul, karena cinta itu masih sama seperti dulu
Shee_👚
😭😭😭😭😭
sabar vi semua pasti akan terungkap tanpa harus kamu bicara
Shee_👚
andai althan atau di balik vivi melakukan itu semua, althan pasti menyesal dan bakalan marah benget sama agensinya. dia pasti memilih meninggalkan segalanya dari pada harus kehilangan vivi dulu. nyesek nya jadi mereka 😭😭😭
Shee_👚
apa yang kamu pikirkan itu betul semua althan, tpi vivi juga punya rahasia sendiri kenapa g mau mengucapkannya. Vivi takut karir kamu hancur dengan sekejap
Shee_👚
sengaja diem-diem eh malah ketahuan, sia-sia dah gelap gelapan tau gitu tadi nyalain lampu😂
Shee_👚
cantik sekali gelangnya, walau keliatan sederhana tapi bagus
Shee_👚
dah nikmatin aja drama rumah tangga secara live🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!