Cinta sejati itu mengikhlaskan, merelakan dan melepaskan. Membiarkan bahagia orang yang kita cintai. Meskipun bahagianya dengan orang lain dan bukan bersama kita. Manusia hanya bisa berencana tapi tetap Allah yang menentukan bagaimana ke depannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shofiyah 19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Setelah kerja bakti, seluruh santri mendapat jeda untuk istirahat. Kegiatan pesantren akan dimulai setelah sholat ashar.
Sedari tadi Rara tak henti hentinya menggoda Asya yang akan dilamar oleh gus Kafka. Asya hanya menatap malas ke arah Rara.
"Cie yang mau dilamar sama gus Kafka," goda Rara
"Apaan sih," ucap Asya kesal
"Udah, nggak usah malu-malu kucing gitu," ucap Rara lalu tertawa pelan
Asya mendengus kesal menatap Rara.
"Diem deh kamu Ra," ucap Asya malas
"Halah dulu aja sok nolak. Eh sekarang malah klepek klepek hahaha," ucap Rara sambil tertawa pelan
"Allah maha membolak balikkan hati manusia," jawab Asya pelan
"Iya sih. Benci sama cinta itu beda tipis ya, Sya," ucap Rara terkekeh
"Udah deh Ra. Mending kita fokus belajar dulu. Besok kan udah mulai ujian," ucap Asya sambil membolak balikkan buku belajar
"Iya-iya, Ning," jawab Rara
Skip
Asya dan Rara tengah bersiap untuk pergi ke masjid. Hari ini setelah sholat ashar, ada kajian bersama yang biasa diisi oleh pak kyai. Asya dan Rara berjalan beriringan menuju masjid.
Setelah selesai sholat ashar berjamaah, seluruh santri tetap berada di masjid untuk mengikuti kajian rutin di pesantren. Terlihat pak kyai Ahmad sudah berdiri dan bersiap akan menyampaikan materi kajian kali ini.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," salam kyai Ahmad mengawali kajian
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh," jawab seluruh santri serempak
"Baiklah, pada kajian kali ini saya akan menyampaikan tentang Gadhul Bashar, Perintah untuk Menjaga Pandangan dalam Islam.
Allah SWT memerintahkan umat-Nya untuk gadhul bashar atau menjaga pandangan. Pernah mendengar pepatah yang mengatakan bahwa mata adalah jendela hati? Barang siapa menjaga pandangannya, maka akan bagus hatinya. Inilah tujuan dari gadhul bashar.
Gadhul Bashar berasal dari Bahasa Arab gadda dan basara. Gadda artinya menundukkan, merendahkan, memejamkan, atau tidak mengindahkan. Sedangkan basara memiliki makna pengetahuan terhadap sesuatu atau menerobos penglihatan.
M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al Misbah menulis menahan pandangan adalah mengalihkan arah pandangan serta tidak memantapkan pandangan dalam waktu yang lama kepada sesuatu yang terlarang atau kurang baik.
Perintah untuk menjaga pandangan tertuang dalam Alquran surat An-Nur ayat 30 dan 31 yang artinya:
...“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu, lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat.”...
Melansir Kemenag, dalam ayat ini Allah memerintahkan orang-orang yang beriman, baik laki-laki maupun perempuan untuk memelihara pandangannya dari hal-hal yang diharamkan. Apabila pandangan tersebut terjadi secara tidak sengaja, maka umat Muslim harus segera mengalihkan pandangannya. Ini merupakan bentuk ibadah kepada Allah.
...“Setiap Muslim yang melihat kecantikan seorang perempuan, kemudian dia menundukkan dan memejamkan matanya, Allah mengganti sebagai suatu ibadah. (Riwayat Ahmad dari Abu Umamah)”....
Jika seseorang tanpa sengaja memandang wanita atau laki-laki yang bukan mahram, maka hal tersebut diperbolehkan, namun ia harus segera membuang pandangan.
Rasulullah Saw bersabda:
...“Wahai Ali, janganlah kamu susulkan pandangan pertamamu dengan pandangan kedua, karena yang dibolehkan untukmu hanya pandangan pertama (yang tidak disengaja) sedang pandangan yang kedua tidak lagi dibolehkan" (Riwayat Abu Daud dari Buraidah)....
Memandang lawan jenis juga diperbolehkan jika ada kepentingan darurat. Misalnya keperluan mengobati pasien serta menerima atau memberikan kesaksian.
"Jadi intinya, penting untuk menjaga pandangan. Apalagi kepada yang bukan mahram. Semoga yang saya sampaikan bisa bermanfaat bagi kita semua," jelas kyai Ahmad
"Saya akhiri, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," ucap kyai Ahmad mengakhiri kajian
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh," jawab seluruh santri serempak
Pukul 20.00
Masjid sudah sangat sepi karena seluruh santri berhamburan untuk kembali ke asrama. Ingin mengistirahatkan diri karena hampir sehari melaksanakan kerja bakti.
Terlihat seorang gadis cantik sedang duduk sendirian di teras masjid. Dia adalah Asya yang sedang menikmati indahnya langit. Angin berhembus menerpa wajah cantiknya.
"Assalamualaikum," salam seseorang yang sangat dikenali oleh Asya
"Waalaikumsalam," jawab Asya singkat
"Kamu sendirian?," tanya gus Kafka basa basi
"Kelihatannya?," ucap Asya terkekeh
Gus Kafka tersenyum mendengar gurauan Asya. Ia duduk di samping Asya dengan batas tiang masjid. Mereka sama sama menatap indahnya langit malam.
"Besok kamu mulai ujian?," tanya gus Kafka memecahkan keheningan
"Iya Gus," jawab Asya pelan
"Kamu tidak usah khawatir. Saya sangat yakin bahwa kamu mampu mendapatkan nilai terbaik," ucap gus Kafka
"Kenapa bisa seyakin itu dengan saya?," ucap Asya bingung
"Entah kenapa kalo sama kamu saya menjadi seyakin ini. Mungkin feeling kuat seorang jodoh," ucap gus Kafka terkekeh
"Apaan sih, Gus," ucap Asya yang juga terkekeh
"Kamu asik juga ya orangnya," ucap gus Kafka
"Memangnya sebelumnya gimana?," tanya Asya
"Cuek pakek banget," jawab gus Kafka
"Itu pendapat seseorang yang belum mengenal saya lebih jauh," ucap Asya
"Berarti saya termasuk dalam deretan orang yang beruntung dong. Bisa mendapat kesempatan untuk mengenalmu lebih jauh," ucap gus Kafka
"Bisa jadi," ucap Asya singkat
"Asya," panggil gus Kafka lembut
"Iya Gus," jawab Asya pelan
"Kamu serius kan mau memulai semuanya bersama saya? Berjalan beriringan bersama, menemani saya dalam suka maupun duka," ucap gus Kafka tegas
"In sya Allah Gus. Tapi bolehkah saya minta satu hal?," ucap Asya tegas
"Apa itu Asya?," tanya gus Kafka
"Tolong jaga kepercayaan saya, Gus. Saya itu tipe orang yang tidak mudah membuka hati. Tapi jika saya sudah mampu membukanya maka orang itu sangat spesial bagi saya," ucap Asya
"In sya Allah, saya tidak akan mengecewakan kamu. Karena kamu wanita yang berarti bagi saya setelah umi saya," jawab gus Kafka tegas
"Saya buktikan ucapan dari Gus Kafka," ucap Asya sambil menganggukkan kepalanya
"Baiklah Asya," jawab gus Kafka singkat
Hening
"Semangat dalam ujiannya, Sya. Kerjakan soalnya dengan tenang. Jangan pikirkan hasilnya dulu karena saya sangat yakin bahwa kamu mampu menjadi yang terbaik," ucap gus Kafka sambil tersenyum
"Terima kasih, Gus," jawab Asya
"Semangat, ingatlah setelah lulus saya akan datang ke orang tua kamu," ucap gus Kafka
"Ngebet banget Gus," ucap Asya terkekeh
"Niat baik kan harus disegerakan Sya," ucap gus Kafka
"Iya sih," jawab Asya pelan
"Semoga niat baik kita dikabulkan oleh Allah," ucap gus Kafka penuh harap
"Aamiin," jawab dua orang kompak
Refleks gus Kafka dan Asya menoleh ke asal suara itu. Terlihat 2 orang sedang tersenyum menatap Asya dan gus Kafka. Dua orang itu adalah Rara dan Ustadz Malik.
"Berduaan mulu. Inget loh belum halal," goda Ustadz Malik
"Ditungguin di asrama nggak balik-balik. Eh ternyata malah berduaan sama calon di sini," ucap Rara
"Memang sekarang jam berapa?," tanya Asya sambil berdiri dari duduknya
"Jam 9 malam," jawab Rara
"Maklum saja, Ra. Namanya juga lagi kasmaran," ucap Ustadz Malik terkekeh
"Udah, ayo ke asrama sekarang," ucap Asya
"Pamit dulu ya Gus, Ustadz," pamit Rara
"Assalamualaikum," ucap Asya dan Rara kompak
"Waalaikumsalam," jawab gus Kafka dan Ustadz Malik