NovelToon NovelToon
Takdir Alina

Takdir Alina

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi
Popularitas:617
Nilai: 5
Nama Author: Nur Mei

seorang gadis bernama Alina Harus hidup menderita tinggal bersama bibinya sejak kecil selalu di perlakukan dengan kasar oleh sang bibi

hingga dirinya bertemu pria arogan bernama Devano Dirgantara seorang pengusaha mempunyai sifat dingin cuek galak berstatus duda Alina harus kerja di tempat Devano karena ganti rugi

bagaimana kisahnya? apakah Alina akan dapat kebahagiaan karena kehidupan nya begitu menyedihkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

datang ke perusahaan Devano

PAGI HARI KEMUDIAN..

Pagi ini Devano bersiap berangkat kerja sebenarnya di ajak ke tempat proyek tapi Devano menolak karena merasa malas berada dekat anak dari sahabat sang mamah, Devan sadar kalo dirinya sedang di dekatkan oleh wanita pilihan sang mamah namun Devano sama sekali tak tertarik..

"Kak, ayo sarapan!"Ajak Devina sang adik membuat Devano menghela nafas.

"Aku harus, berangkat kerja!"tolak Devano membuat sang adik ngangguk saja.

Devano pun pergi dari Mension membuat Devina menghela nafas merasa rindu kakak nya waktu dulu tapi sekarang sang kakak benar benar dingin cuek, sejak istri nya meninggal sungguh miris dunia sang kakak seolah tak seperti dulu padahal Devi sangat merindukan kakaknya..

"ini karena mamah!"celetuk Devina membuat sang mamah mengerutkan keningnya.

"andai saja, di restui pasti kakak ipar ngga Bun*h diri!"gerutu Devina merasa sebal.

__________________________________________________

Sementara itu Alina pagi ini sedang bersama temannya di kantin sedang sarapan karena dirumah ngga sarapan bahkan tak pernah sarapan dirumah, untung mempunyai teman baik seperti Anisa Dan Alina sangat bersyukur dengan hal itu sementara teman di sekolah banyak yang pilih pilih..

"Nisa, ngapain sih mau berteman dengan gadis culun!"cibir Kayla membuat Anisa mendengus.

"kamu sepupunya, tapi ngga pernah hargai Alina sepupu macam apa dirimu!"cibir Anisa.

"Sudah Nis, jangan hiraukan,"ucap Alina membuat Anisa ngangguk.

Alina sudah cape berhadapan dengan Sepupu nya yang selalu bully dan hina diri nya sungguh Alina sebenarnya ngga mau hidup seperti ini, tapi Alina ingin kejar cita cita nya agar tak menyusahkan bibi nya lagi yang selalu di katain benalu itu sungguh buat Alina sakit hati..

"kamu kenyang kan?"tanya Anisa membuat Alina ngangguk.

"terimakasih Nisa, aku bersyukur punya teman seperti mu!"jawab Alina membuat Anisa tersenyum.

Setelah selesai sarapan bell masuk pun bunyi membuat Alina terkejut lalu segera pergi menuju kelas bersama Anisa, untung tadi malam bisa mengerjakan tugas sekolah nya jadi ngga di hukum guru nya karena akhir akhir ini dirinya selalu dapat hukuman oleh sang guru..

"Kamu sudah kerjakan tugas kantor?"tanya Anisa membuat Alina ngangguk.

"Tentu saja sudah, karena takut tidak naik kelas eh lulus!"jawab Alina membuat Anisa tersenyum.

_

_

_

SORE HARI KEMUDIAN..

Sore ini Alina berada di sebuah perusahaan milik Devano sesuai keinginan Devano dirinya disuruh ganti rugi tapi dengan kerja bersama Devano menjadi asisten pribadi Devano, Alina hanya bisa menurut karena takut di tuntut padahal itu ngga akan terjadi..

"Dimana pria itu?"gumam Alina merasa bingung.

"kamu cari apa?!"tanya Devano membuat Alina terkejut.

Alina pun segera menoleh saat dengar suara berat dari Devano lalu menghela nafas entah kenapa saat melihat Devano seperti takut, apalagi Devano pria pemarah tentu saja takut akan lakukan kesalahan saat kerja bersama Devano, lalu Devano hampiri Alina..

"saya tentu saja, mencari tuan!"jawab Alina dengan menunduk.

Devano pun beri isyarat pada Alina agar mengikuti nya membuat Alina ngangguk saja tak bisa menolak bisa bisa marah nanti nya, Alina ngga tau apa tugas nya kali ini karena tak pernah kerja sebagai Asisten pribadi karena masih sekolah kalo pun kerja itu untuk biaya sekolah..

"Aku benar benar takut, bekerja dengan pria ini,"gumam Alina.

Alina terus mengikuti Devano dari belakang namun merasa malu karena pakaian nya sederhana pasti mungkin akan buat Devano malu, tiba-tiba saja Devano berharap melangkah membuat Alina terkejut dirinya menabrak punggung Devano..

"Maaf tuan!"ucap Alina dengan menunduk membuat Devano menoleh.

"kamu seperti nya, sengaja cari kesempatan agar dekat dengan saya!"cibir Devano membuat Alina terkejut.

"Ngga tuan, saya tak bermaksud dekati anda!"ucap Alina merasa sebal.

__________________________________________________

Sementara itu di rumah Alina semua orang dirumah merasa heran kemana pergi nya Alina karena biasa nya jam segini Alina sudah pulang namun ini belum, tapi mereka ngga khawatir melainkan karena pekerjaan rumah banyak belum di beresin biasanya menyuruh Alina untuk beresin semuanya..

"dimana anak itu?"tanya Gayatri membuat Kayla menghela nafas.

"untuk apa, cari gadis itu?"tanya Kayla membuat Gayatri menghela nafas.

"buat bereskan rumah lah!"jawab Gayatri membuat Kayla ngangguk saja.

"Aku sih ogah, beresin semuanya!"celetuk Kayla membuat Gayatri geleng kepala.

Paman Alina sebenarnya merasa kasihan dengan keponakan nya karena istrinya selalu perlakukan Alina seperti pelayan padahal masih bagian keluarga, entah kemana pergi nya Alina saat ini ngga biasanya jam segini belum pulang?

"apakah.. Alina kabur dari rumah?"gumam sang paman.

"Mahh.. Mending mamah, yang bereskan!"ucap Kayla membuat Gayatri terkejut.

"awas aja, anak itu kalo pulang!"gumam Gayatri merasa geram.

_

_

_

Sementara itu Alina sedang berada di perusahaan Devano tepat nya di ruangan CEO masih berpikir apa tugas ini kali ini, mungkin kah seperti di rumah nya yaitu membereskan semua tapi perusahaan ini sangat besar mana bisa bereskan semua nya tenaganya tak sebesar itu..

"tugasmu, hanya saya yang berhak perintah kan dirimu!"tegas Devano membuat Alina ngangguk.

"tapi setelah kamu lulus!"ucap Devano membuat Alina mendongak.

"Benarkah tuan?"tanya Alina menatap Devano membuat Devano ngangguk.

",Hemm.. siapa namamu?"tanya Devano balik menatap Alina.

"nama saya Alina!"jawab Alina membuat Devano ngangguk.

Alina kali ini malah takut pulang karena pasti sangat bibi marah karena tak membereskan rumah nya, sungguh Alina selalu dalam ketakutan hidupnya entah kapan dirinya bisa hidup bahagia seperti yang lain, apa mungkin takdir nya tak bahagia? Rasanya Alina ingin tiada saja..

"kenapa gadis ini, begitu kurus?"gumam Devano menatap Alina.

"Kamu ikut saya!"Titah Devano membuat Alina ngangguk.

"kemana tuan?"tanya Alina membuat Devano mengerutkan keningnya.

"Sudah ikut saja!"jawab Devano membuat Alina ngangguk.

_

_

_

Kini Alina berada di mobil Devano yang lumayan bagus walaupun Alina punya mobil milik orang tuanya dulu, tapi tak pernah naik mobil karena ngga pernah di ajak bibinya kemana pun selalu dirumah di perlakukan seperti seorang art Alina hanya menerima saja perlakuan sang bibi..

"Tuan, kok kita ke Restoran?"tanya Alina membuat Devano mengerutkan keningnya.

"Ehmm.. Saya lapar, jadi ingin makan!"jawab Devano membuat Alina ngangguk saja.

"Entah kenapa, melihat gadis ini aku merasa seperti ada sesuatu pada nya?"gumam Devano menatap Alina.

Setelah sampai Restoran Alina pun segera melepas sabuk pengaman nya tapi susah karena belum pernah naik mobil, membuat Devano melirik melihat Alina kesusahan melepaskan sabuk nya membuat Devano menghela nafas lalu mendekat..

"Jangan pikir macam macam, saya ingin bantu dirimu melepaskan sabuknya!"ucap Devano membuat Alina ngangguk.

"kenapa aku jadi gugup gini?"gumam Alina dengan menghela nafas.

1
No4h
kaa? keren banget nyusun kata katanyaa!! 🤭
Ka ayo baca novel ku juga, kalo mau 😼"changes that are becoming more pronounceed"
Nur Mei: hehe ok
total 1 replies
Ariany Sudjana
kamu harus tegas devano terhadap pelacur murahan yang ga tahu diri itu, seperti Novi
Ariany Sudjana
Oh jelas, Novi kan jalang murahan 🤣🤣 beda dengan Alina, perempuan baik-baik dan mandiri
Nur Mei
terimakasih sudah mampir kak
Ariany Sudjana
ini lagi pelacur murahan mau sok bersihkan ruang kerja devano, padahal otaknya kosong
Ariany Sudjana
devano kan banyak punya anak buah kenapa ga suruh anak buahnya cari fakta soal di jalang murahan Novi? karena Novi pasti mau menjebak devano, supaya dia bisa jadi nyonya besar di keluarga devano,
Ariany Sudjana
benar-benar yah Alina ini, sudah dikasih nasehat sama devano, ga mau nurut, pantas saja mudah dibodohi bibinya dan Kayla
Ariany Sudjana
Alina kamu ini bodohnya kebangetan, sudah tahu bibi kamu itu dan Kayla jahat, masak kamu percaya sekali dengan omongan mereka? pantas saja kamu gampang sekali dibodohi mereka, kamu ga pernah belajar dari masa lalu kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!