NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara
Popularitas:403.1k
Nilai: 5
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 Kota Makassar

Bandara Sultan Hasannudin, Makassar

     Di tempat yang berbeda, jauh dari suasana ketegangan yang dirasakan di kediaman Pak Idris, Nayra baru saja turun dari pesawat Batik Air.   

     Setelah pesawat sempat delay selama dua jam, akhirnya sekitar jam empat sore pesawat Batik Air itu take off. Nayra sudah was-was saat itu, sebab ia takut kalau kepergiannya keburu diketahui atau dilacak Ardana.

     Namun, kini rasa lega menggelayuti dadanya, setelah tadi melewati perjalanan udara sekitar dua jam. Ia tiba dengan selamat di kota Makassar, kota para Daeng, kota yang baru pertama kali ia injakan kaki di sana sepanjang hidupnya.

     Saat ia sampai, hari sudah malam. Ia tiba di kota Makassar tepat jam 18.00 WIB, atau jam 19.00 WITA.

     Nayra keluar dari Bandara Sultan Hasannudin, menuju salah satu kursi tunggu, tepat di emper bandara. Ia sengaja menunggu di sana agar orang yang menjemputnya tidak kesulitan mencarinya.

    Nayra segera merogoh HP di saku roknya, lalu menghubungi seseorang.

     "Bu Ghina, ini saya Nayra. Saya baru sampai di Bandara. Maaf, tadi pesawat sempat delay selama dua jam. Ini nomer baru saya untuk sementara, nomer lama sudah tidak saya gunakan karena beberapa hal," beritahu Nayra pada seseorang di telpon yang ia sebut dengan Bu Ghina.

     "Ya ampun, kamu Nayra? Saya sempat berpikir yang nggak-nggak tadi, karena nomer kamu yang lama tidak aktif. Syukurlah kalau kamu selamat. Oh, ya, kamu tunggu sebentar di sana. Tiga puluh menit lagi supir saya akan datang menjemput kamu," jawab Bu Ghina, sempat terkejut, tapi akhirnya lega.

     "Baik Bu Ghina, maaf merepotkan." Nayra membalas dengan emot kedua tangan ditangkup.

     Untuk beberapa menit, Nayra masih harus sabar menunggu supir Bu Ghina datang menjemput.

     Koper berukuran sedang dan tas jinjing, setia di sampingnya. Sejenak Nayra menatap kedua benda itu. Tidak ada yang istimewa, hanya sedikit pakaian dan benda penting miliknya di dalamnya.

     Kesedihan kembali merasuki dadanya. Padahal Nayra sudah berusaha untuk tidak sedih. Namun, bayangan kedua orang tua dan mertuanya yang sedih karena kepergiannya, justru menari-nari di pelupuk mata. Nayra yakin mereka akan sangat terpukul setelah tahu bahwa dirinya pergi.

     "Mafkan Nay, Pak, Bu. Mama juga Papa. Nay, tidak bermaksud menyakiti hati kalian. Semua terpaksa Nay lakukan, Nay hanya ingin membuang jauh-jauh bayangan Mas Arda dan kenangannya," gumamnya. Air mata kembali meluncur bebas membasahi pangkuannya.

     Nayra memutar kembali memori di mana dirinya memutuskan untuk benar-benar pergi.

     Sesaat setelah kepergian Ardana ke kantor, Nayra pun segera bersiap. Ia berlari menuju Sanggar Mini memasukkan map yang isinya adalah dokumen penting yang sudah ia siapkan beberapa hari yang lalu.

     Tempat pertama yang ia kunjungi adalah kantor kesatuan Ardana. Meskipun Nayra sempat was-was kalau suaminya masih berada di kantor, namun sepertinya siang itu Ardana sudah menuju RSAU untuk menangani Tiana.

      Nayra menyerahkan map yang berisi pengajuan cerai kepada atasan Ardana dengan menyertakan bukti yang kuat salah satunya surat resmi dari dokter yang menyatakan bahwa dirinya tidak bisa hamil.

     "Jadi, surat ini yang membuat Anda mengajukan cerai? Tapi, bukti ini masih perlu diuji dan mendapat persetujuan kedua belah pihak bahwa kalian sepakat berpisah." Sang atasan terlihat mengulur waktu.

     "Tidak hanya itu, Pak, bukti kuat lain adalah, tentang kedekatan suami saya dengan perempuan lain. Saya merasa kegagalan saya menjadi seorang istri karena tidak bisa memberinya keturunan, adalah penyebabnya." Nayra memberi pernyataan bahwa Ardana terbukti telah berselingkuh.

     "Jadi selain alasan Anda tidak bisa memiliki keturunan, adalah suami Anda telah berselingkuh?" Atasan Ardana yang berpangkat Kapten itu menatap Nayra lekat seperti masih meragukan.

     Nayra mengangguk pelan tapi pasti.

     "Tapi, pernyataan saja itu tidak cukup. Harus ada bukti yang menguatkan bahwa perselingkuhan itu ada," tekannya.

     Nayra terpaku untuk beberapa saat.

     "Tapi, keputusan saya bulat, saya tetap ingin bercerai. Sebab saya tidak bisa memberikan keturunan untuk suami saya. Kasihan suami saya jika ia tidak memiliki keturunan," tekan Nayra sempat emosional.

     Kapten itu tidak membalas, ia fokus dengan berkas-berkas pengajuan yang disodorkan Nayra.

     "Prosesnya tidak singkat. Dan berkas pengajuan ini perlu kami pelajari terlebih dahulu. Setelah itu ada tahapan selanjutnya yang harus kedua belah pihak jalani, seperti mediasi dan lain sebagainya. Nanti akan ada pemanggilan kedua belah pihak di pengadilan jika berkas ini sudah resmi diajukan."

     Nayra sempat bimbang setelah mendengar penjelasan Kapten itu. "Tapi, saya yakin suami saya akan setuju dengan perceraian ini. Sebab selama ini dia tidak pernah mencintai saya, dan saya tidak bisa mengandung."

     "Maaf, benar ini dengan Mbak Nayra dari Bandung?" Sebuah suara tiba-tiba mengejutkan Nayra yang sedang melamun.

     "Oh, i~iya. Saya Nayra. Bapak yang ditugaskan Bu Ghina untuk menjemput saya?" Nayra kemudian bangkit setelah sadar dari rasa kagetnya.

     "Betul Mbak, saya Pak Sakir, supir yang ditugaskan Bu Ghina. Ayo mari, saya masukkan dulu tas dan kopernya." Pak Sakir mengulurkan tangan dan meraih tas jinjing dan koper sedang milik Nayra, kemudian ia masukkan ke dalam bagasi mobil.

     Nayra mengikuti Pak Sakir dan memasuki mobil itu. Kini, mobil itu melaju menuju sebuah tempat di mana Bu Ghina berada.

     Lamunan saat berada di kantor Ardana, sejenak teralihkan dengan perjalanan ke sebuah tempat yang sama sekali belum pernah Nayra singgahi.

     "Selamat datang di kota Tamalanrea." Seorang perempuan paruh baya sekitar 50 tahun, modis, cantik dan berkelas, menyambut Nayra dengan senyum yang merekah. Dia menatap Nayra takjub.

     "Ya ampun, ternyata kamu masih muda, hampir seumuran dengan anak saya. Tapi, sepertinya dia beberapa tahun lebih tua dari kamu."

     Nayra tersenyum malu-malu. Sikapnya masih sangat canggung di hadapan Bu Ghina.

     "Terima kasih, Bu."

     "Baiklah, saya akan bawa kamu ke sebuah apartemen. Kamu bisa tinggal di apartemen untuk sementara. Malam ini kamu bisa istirahat dulu. Besok kita lanjutkan pembicaraan kita." Bu Ghina membawa Nayra ke sebuah apartemen berukuran sedang untuk tempat tinggalnya.

     Untuk saat ini, hatinya sedikit tenang. Namun, tiba-tiba bayang sang Ibu yang bersedih membayanginya. Ternyata Nayra belum bisa tenang meskipun ia sudah berada jauh dari Ardana.

"Ibu... Bapak...."

     Di tempat yang berbeda, di kota Bandung, Ardana masuk RS. Ia segera dilarikan ke RS karena tidak sadarkan diri. Kali ini Bu Karina setia menemani, bagaimanapun juga Ardana merupakan putranya yang dulu saat kecil selalu ia manjakan.

NB: Mohon maaf baru bisa up lagi. 😭😭😭😭. Dan karena di bab ini latar tempatnya berada di kota Makassar, untuk itu saya mohon maaf karena tidak bisa menyertakan dialog logat Makassar.

1
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
kok blm nambah up Thor?
Lina Zascia Amandia: Iya nanti ya... 🙏🙏🙏
total 1 replies
Ita rahmawati
ini mau lanjut LG GK sih Thor 🤦
Lina Zascia Amandia: Nanti ada lanjutannya dua bab ya. 🙏🙏🙏
total 1 replies
Sri Agustin
sebaiknya cerai sj bt kebaikan semua, nayra yakinlah pasti akan mendapatkan pria yg lbh baik dan mencintaimu,ga usah mengharap org yg ga mencintai akan lbh menyakitkan
Lina Zascia Amandia: Udah tamat Kak.. Baca sampai tamat ya... 🙏🙏🙏
total 1 replies
mie_moet
lha kok tama bisa2nya mau bantu meluruskan kan nanti jadina salah paham berkepanjangan🙄
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Lina Zascia Amandia: Makasih byk Kak...
total 1 replies
Ellya Muchdiana
ceritanya. bagus tidak bertele tele
Lina Zascia Amandia: Mksh byk Kak...
total 1 replies
yeni kusmiyati
jangan sombong nay ,batas kesabaran juga ada batasnya ,ardana sudah berusaha minta maaf Dan memeperbaikinkeadaan ,jangan terlalunkeras kepala
dora
ih ko gitu sih istri lg sakit jg
Ellya Muchdiana
si Ardha kebanyakan mikirin perempuan gila tuh si Tiana, sampai lupa ulang tahun mamanya dan isterinya pergi entah kemana
Ellya Muchdiana
masa perwira AU mau sama perempuan dengan gangguan mental,,, mikir Ardhana,,, isteri di rumah lebih dari baik dari perempuan masa lalu dengan gangguan mental,,,
Anifa
ribet banget
Anifa
oon banget
Anifa
dikit2 mewek dikit2 mewek klo mau pergi ya pergi aja karakter penulis nya banget, dikit2 mewek 🤮🥴
Lina Zascia Amandia: Ihhh Kakak sok tahu. Datang sini ke Lembang biar ketemu sy, dan lihat apakah sy suka nangis, ohhh no. Ini hanya kisah novel Kakak.
total 1 replies
Anifa
prett lah bacot ae, dikit dikit mewek 🤮🤮🤮🤮🥴🥴🥴🥴
Lina Zascia Amandia: Wkwkwkwk..... 🙏🙏🙏
total 1 replies
Anifa
kirain dh pergi eh ternyata masih stresss nungguin Arda kek cacing 🤮
yeni kusmiyati
semangat thor
kimiatie
hadir Thor
Lina Zascia Amandia: Mksh Kak, lanjut sampai tamat ya.
total 1 replies
Pustanty
Halahh ardan, omonganmu basi.
tau ulet keket habis keguguran
lgi bilang gak sudi
kmrn² lupa ma istri...
Pustanty
ceritanya ngadi2 bgt.. sekelas dokter kejiwaan ko bisa disetir sm. pasien...
Lina Zascia Amandia: Hehhehe.... 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Tamirah
Seorang istri yang merasakan sikap suami lain dari biasanya itu pun bukan hanya beberapa hari saja,namun lebih dr beberapa bulan jelas sdh gak normal alias ada perselingkuhan.
jadi istri jangan pasrah cari bukti yg lain yg suami gak bisa mengelak lagi,toh sdh kedapatan pakaian suami bau parfum lain . Kalau sdh dpt bukti langsung minta cerai , kalau gak mau yg balik gugat cerai,buat apa dipertahankan rumah tangga yg sdh gak sehat.walau ini cerita halu tapi didunia nyata banyak sekali peristiwa spt Ini.
Lina Zascia Amandia: Masya Allah, jumpa lagi dgn Kakak Tamirah. Udah kgn karya sy disambangi Kakak. Selamat dtg ya Kak, semoga betah sampai tamat... 🥰🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!