NovelToon NovelToon
Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah menaklukkan Turnamen Alam Dewa dan mencapai ranah Ascendant, Zhao Xuan dan raksasa perunggu Long Chen kembali ke Benua Fana Tianyun tempat di mana legenda mereka berdua dimulai. Tujuan utama mereka adalah Lautan Kematian, sebuah wilayah terlarang yang menyimpan artefak legendaris.

Namun, turunnya Kunci Asal telah mengubah keseimbangan Benua Tianyun. Energi kuno yang bocor dari Lautan Kematian memicu kebangkitan berbagai warisan rahasia di benua fana. Para jenius lokal tingkat puncak yang merasa diri mereka tak tertandingi mulai bermunculan. Di saat yang sama, pasukan elit dari "Tujuh Penghancur Surga" diam-diam telah menyusup dan memanipulasi sekte-sekte raksasa benua fana untuk menggali Lautan Kematian.

Bagi Zhao Xuan dan Long Chen, Benua Tianyun kini tak ubahnya seperti taman bermain yang terbuat dari kaca tipis. Mereka harus menekan kekuatan destruktif mereka agar tidak menghancurkan benua tersebut, sambil menghadapi arogansi para jenius fana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 16

Bentrokan antara pilar hitam yang patah dan tebasan sabit Ascendant itu menggetarkan seluruh langit Ibu Kota Naga Hitam.

Jian Yi dan Xin'er yang berada tepat di belakang benturan itu terhempas oleh gelombang kejut, namun mereka selamat. Di depan mereka, sosok raksasa perunggu yang tubuhnya telah dipenuhi retakan mengerikan akibat murka God King di Dunia Siluman Kuno, kini berdiri menahan serangan maut demi mereka.

"B-Bocah-bocah keras kepala..." Long Chen menyeringai lemah, darah emas menyembur dari sela-sela giginya. Ia menoleh sedikit ke arah Jian Yi dan Xin'er dengan pandangan yang mulai kabur. "Kerja bagus... kalian tidak mempermalukan nama tuan kalian..."

Setelah mengucapkan kalimat itu, cahaya liar di mata merah Long Chen akhirnya meredup. Otot-ototnya yang sekeras baja kosmik mengendur. Daya tahan fisiknya yang setara Ascendant Menengah telah benar-benar habis.

Tubuh raksasa itu terhuyung ke belakang, pilar hitamnya terlepas dari genggaman, dan ia tumbang layaknya gunung yang runtuh.

"Long Chen!"

Xin'er melesat secepat kilat. Mengabaikan udara yang masih dipenuhi sisa-sisa pedang Qi, gadis yang terkenal memiliki hati sedingin es itu menangkap tubuh bagian atas Long Chen sebelum punggung nya menghantam tanah berbatu.

Bobot Long Chen luar biasa berat, memaksa lutut Xin'er menekuk hingga menghantam puing-puing istana. Namun, gadis itu menahannya dengan erat.

Saat Xin'er melihat wajah Long Chen dari dekat wajah yang dipenuhi bekas luka, rahang yang tegas, dan hidung mancung yang memancarkan ketampanan maskulin liar jantung gadis es itu tiba-tiba berdetak satu ketukan lebih cepat. Darah naga keemasan yang hangat menetes ke jubah Xin'er, membawa aroma maskulin yang anehnya membuat Hati Dao nya bergetar.

"Raksasa bodoh yang luar biasa gigih..." bisik Xin'er tanpa sadar. Tangannya yang biasa digunakan untuk membeku darah musuh kini dengan lembut menyeka darah dari sudut bibir Long Chen. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, sang dewi es dari Sekte Asura menemukan seseorang yang kekuatannya mampu membuatnya merasa aman. Sang naga akhirnya menemukan pawangnya.

Namun, medan perang tidak memberikan mereka waktu untuk bernapas.

Di udara, tiga komandan Ascendant dari Tujuh Penghancur Surga menarik kembali senjata mereka. Mereka menatap pemuda berjubah hitam yang baru saja melangkah keluar dari robekan dimensi dengan tatapan meremehkan.

"Pangeran Bintang! Kau akhirnya muncul dari sarang tikusmu!" ejek komandan utama, tawanya menggelegar penuh kemenangan. Matanya yang tajam langsung menyadari kondisi Zhao Xuan yang luar biasa buruk.

Jubah tempur Zhao Xuan robek di mana-mana. Kulitnya pucat pasi layaknya mayat, dan auranya berfluktuasi dengan sangat kacau. Darah kental terus menetes dari sudut bibir, hidung, dan bahkan pelupuk matanya.

"Hahaha! Lihatlah dirimu! Kau sudah setengah mati!" cemooh komandan kedua. "Luka di Dantian-mu itu... kau pasti baru saja dihajar habis-habisan oleh anjing-anjing Kaisar Siluman, bukan?! Kau membuang Formasi Pertahananmu dan berlari kemari hanya untuk mati bersama murid-murid rendahanmu ini!"

Di bawah sana, Jue Ying, Tie Ba, dan Mu Bai segera berlari mendekati Zhao Xuan. Mata mereka memerah melihat sang Guru yang selalu tampil kuat kini berada dalam kondisi sekarat.

"Guru! Biarkan kami menahan mereka! Guru harus mundur dan memulihkan diri!" raung Tie Ba dengan air mata menggenang.

Zhao Xuan mengangkat tangannya perlahan, menghentikan langkah muridnya.

Ia tidak menoleh, namun matanya yang hitam legam menatap ketiga Ascendant di langit dengan Niat Membunuh yang begitu pekat hingga membuat udara di sekitar Ibu Kota membeku menjadi es hitam.

"Setengah mati..." suara serak Zhao Xuan bergema rendah, terdengar seperti gesekan dua bilah pedang berkarat dari dasar neraka. "Masih lebih dari cukup... untuk mengirim kalian semua ke dasar reinkarnasi."

Zhao Xuan memejamkan matanya. Ia mengabaikan setiap peringatan dari meridiannya yang menjerit hancur. Ia mengabaikan hukum alam fana yang menekan tubuhnya.

Di dalam Dantian-nya, Zhao Xuan melakukan hal yang paling tabu bagi seorang kultivator yang terluka parah.

Ia membakar Esensi Jiwa-nya sendiri!

WUUUUUUUSSSSH!

Api berwarna hitam pekat dan emas meledak dari dalam tubuh Zhao Xuan, membakar darah yang menetes dari wajahnya menjadi uap. Pembakaran jiwa ini adalah pengorbanan absolut; menguras umur, merusak fondasi spiritual, dan membawa rasa sakit yang seribu kali lebih parah daripada tubuh yang dikuliti hidup-hidup.

Namun, Zhao Xuan tidak mengeluarkan satu erangan pun.

Dengan bahan bakar Esensi Jiwanya, Roda Bintang Ketujuh Roda Pemusnahan yang tadinya berhenti berputar akibat luka dari telapak tangan sang God King kini dipaksa berputar kembali dengan kecepatan yang menentang surga!

Kelopak mata Zhao Xuan terbuka. Tujuh pusaran galaksi di pupilnya menyala dalam cahaya.

Ketiga komandan Ascendant di langit seketika berhenti tertawa. Bulu kuduk mereka berdiri tegak. Hati Dao mereka menjeritkan peringatan bahaya yang melampaui nalar. Fluktuasi yang dipancarkan oleh pemuda sekarat di bawah mereka itu bukanlah Qi tingkat Ascendant, melainkan hukum alam konseptual dari dewa sejati!

"B-Bunuh dia sekarang! Jangan biarkan dia merapal tekniknya!" jerit komandan utama dengan suara pecah oleh teror.

Ketiga Ascendant itu membakar Esensi Darah mereka secara bersamaan. Mereka meluncurkan tiga pilar Qi ketiadaan berukuran raksasa yang menyatu menjadi sebuah naga hitam, mengincar langsung untuk melenyapkan Zhao Xuan beserta seluruh kota di bawahnya.

Zhao Xuan tidak menghindar. Ia hanya mengangkat tangan kanannya, mengarahkan telapak tangannya ke arah langit yang terkoyak.

"Seni Bintang Ketujuh Puncak..." bisik Zhao Xuan, suaranya kini terdengar menggema dari segala arah layaknya titah dari sang pencipta.

"...Pemusnahan Semesta."

ZRAAAAAAAAAAAAAAAAAAAASH!

Seketika itu juga, warna di seluruh langit Benua Tianyun memudar menjadi abu-abu. Waktu berhenti sepenuhnya.

Naga Qi ketiadaan raksasa yang diluncurkan oleh ketiga Ascendant itu berhenti di udara, lalu luruh menjadi debu abu-abu dalam hitungan seperseribu detik.

Riak pemusnahan itu melesat ke atas, menembus ketiga komandan Ascendant dan ratusan prajurit Soul Transformation di atas kapal perang mereka.

Ketiga komandan itu bahkan tidak sempat berkedip. Mulut mereka terbuka untuk menjerit, namun tidak ada suara yang keluar. Pusaka tingkat dewa yang mereka banggakan, zirah pelindung mereka, daging mereka, dan bahkan jiwa Ascendant mereka... semuanya terhapus dari roda takdir.

Ratusan prajurit di udara berubah menjadi badai abu yang berterbangan ditiup angin. Kapal-kapal perang raksasa hancur menjadi partikel cahaya ketiadaan, meninggalkan langit yang kembali bersih tanpa noda awan sedikit pun.

Pembantaian telah usai. Jutaan nyawa musuh dilenyapkan hanya dengan satu jentikan jari dari sang dewa kematian.

Keheningan mutlak turun menyelimuti Ibu Kota Naga Hitam. Jutaan penduduk fana dan kelima murid Asura mematung tak percaya, menatap langit yang kini kosong melompong. Ancaman kehancuran itu benar-benar menguap begitu saja.

Di pelataran istana yang hancur, Zhao Xuan berdiri dalam diam. Api hitam dan emas di tubuhnya perlahan padam.

Ia menurunkan tangan kanannya yang kini bergetar hebat. Retakan-retakan kecil layaknya porselen pecah mulai muncul di kulit wajah dan lehernya. Pembakaran Esensi Jiwa secara paksa telah menguras habis setiap tetes daya hidup di meridiannya.

Zhao Xuan membalikkan badannya dengan sangat lambat. Ia menatap Jue Ying, Jian Yi, Tie Ba, Mu Bai, dan Xin'er yang masih memeluk Long Chen.

Senyum tipis yang bukan merupakan seringai tiran, melainkan senyum kebanggaan seorang guru, terukir di wajah pucat Zhao Xuan.

"Kalian... menjaga rumah ini dengan sangat baik..." bisik Zhao Xuan parau.

Kelopak mata sang Tiran perlahan menutup. Seluruh kekuatan yang menopang tubuhnya sirna.

"GURU!"

"TUAN ZHAO!"

Jeritan histeris dari kelima muridnya dan Su Qingxue pecah secara bersamaan. Jue Ying dan Tie Ba melesat maju, menangkap tubuh Zhao Xuan tepat sebelum ia menghantam tanah berbatu.

Napas Zhao Xuan nyaris tak terdengar. Detak jantungnya melambat hingga ke titik kritis. Kesadarannya telah tenggelam sepenuhnya ke dalam kegelapan tanpa dasar.

1
Solihin Syamsuddin
Semoga lekas sembuh….
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣😍😍😍😍😄👍👍👍
Markinyo
kenapa tidak menguraa harta sekte & kerajaan yg telah menyerang? itu kn rampasan perang?
Ahmad Nasir
katanya dah jadi dewa... dikit-dikit kalah, dikit-dikit mau mati...🙄😏😏😏
saniscara patriawuha.
sikattttt....
saniscara patriawuha.
sikattttt.,
saniscara patriawuha.
serappppp sampeeee keringggg...
saniscara patriawuha.
sikatttty manggg guuuu,, tunjukann kejantananmuuu...
saniscara patriawuha.
sikattttt dannn serapppppppp....
saniscara patriawuha.
mangapppp manggg otorrrr,,, gasssss
eka suci
syafakillah Thor, semoga cepat sembuh 🤲🏻 biar bisa beraktifitas normal n crazy up lagi💪
eka suci
semakin naik ranah yg dibutuhkan pun semakin sulit tapi bukan berarti tidak bisa💪
saniscara patriawuha.
zrasssdsssss....
saniscara patriawuha.
gasssddd deuiiii...
saniscara patriawuha.
jarahhhh harta sektenya...
saniscara patriawuha.
hancurrrkannnn sudahhhhh
saniscara patriawuha.
istirahat dulu....
saniscara patriawuha.
gassddd pokokerr
Sang_Imajinasi
2 BAB UNTUK HARI INI YA PARA READER, KARENA AUTHOR DEMAM JADI TIDAK FOKUS UNTUK MEMBUAT LANJUTAN NYA. DOAKAN AUTHOR CEPAT SEMBUH SUPAYA BISA CRAZY UP 🤭
saniscara patriawuha.
gasssdd polllll...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!