NovelToon NovelToon
Manual Book: Obsesi Tersembunyi Sang CEO Dingin

Manual Book: Obsesi Tersembunyi Sang CEO Dingin

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / CEO / Mantan / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:22.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Zel, kita cuma nikah kontrak! Berhenti kirim kurir obat ke sekolah, aku malu sama guru-guru lain!"
Dazello Zelbarra, CEO dingin itu justru menarik Runa ke pelukannya. "Di catatanku, jam segini lambungmu mulai perih karena kamu lupa sarapan. Aku tidak peduli kamu malu, Runa. Aku hanya peduli kamu tetap hidup untuk melunasi kontrakmu padaku."
Runa Elainzica, guru honorer yang ceroboh dan pelupa, terpaksa menikahi mantan pacarnya, Dazello ‘Azel’ Zelbarra, demi menyelamatkan sekolahnya dari kebangkrutan.
Runa mengira Azel membencinya. Namun, ia tak pernah tahu bahwa di ponsel Azel terdapat aplikasi rahasia berjudul "Runa’s Manual Book". Sebuah catatan obsesif berisi ribuan detail tentang kebiasaan kecil Runa, pantangan makannya, hingga cara melindunginya saat badai datang.
Dunia mereka berbeda, tapi di buku catatan Azel, nama Runa sudah tertulis sebagai milik sahnya... selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Sabtu pagi di Puncak menyambut mereka dengan kabut tipis dan aroma tanah basah yang menenangkan. Villa keluarga Zelbarra berdiri megah di lereng bukit, jauh dari kebisingan kota. Begitu sampai, Mama Sofia langsung menarik Runa untuk melihat kebun mawar, sementara Azel terpaksa meladeni beberapa telepon penting dari kantor di beranda paviliun.

Sore harinya, saat udara Puncak mulai menggigit, Azel mengajak Runa berjalan ke area taman belakang yang lebih privat. Di sana, sebuah kursi panjang kayu sudah dilapisi bulu-bulu sintetis yang hangat.

"Duduk di sini," perintah Azel sambil menyodorkan segelas cokelat hangat yang asapnya masih mengepul.

"Zel, udaranya enak banget ya. Aku nggak pernah nyangka Puncak bisa sesunyi ini," Runa menyesap minumannya, matanya menatap hamparan lampu kota di kejauhan yang mulai menyala satu per satu.

Azel duduk di sampingnya, menjaga jarak hanya beberapa sentimeter. Ia hanya memakai turtleneck hitam yang membuatnya terlihat lebih santai namun tetap berwibawa. "Senyap itu mahal, Runa. Sama seperti ketenanganmu."

Runa menoleh, menatap profil samping Azel. "Zel, sebenarnya... kenapa kamu sampai sesiap itu? Dari obat, powerbank, sampai air jahe kemarin? Kadang aku merasa kamu itu kayak cenayang yang tahu semua butuhku."

Azel terdiam sejenak, menatap lurus ke depan. Bukannya mengeluarkan ponsel untuk mengakui bahwa dirinya mencatat semuanya di folder HPnya, ia justru mendengus pelan. "Cenayang? Jangan konyol. Aku hanya punya ingatan yang terlalu bagus untuk kebiasaan-kebiasaan burukmu."

Azel menoleh, menatap mata Runa dengan intens. "Aku ingat semua hal sekecil apa pun tentangmu karena kamu itu ceroboh, Runa. Kamu gampang sakit, sering lupa makan kalau sudah asyik belajar dan mengajar, dan yang paling parah... kamu itu tipe orang yang nggak enakan sama orang lain sampai sering mengabaikan kesehatanmu sendiri. Kalau aku tidak 'siap', kamu mungkin sudah pingsan berkali-kali."

Hati Runa bergetar. Ia menatap cangkir cokelatnya, lalu memberanikan diri bertanya, "Zel... selama lima tahun kita putus, gimana kabar kamu? Apa kamu... punya wanita lain?"

Azel tertawa hambar, sebuah tawa yang terdengar sangat kesepian. "Lima tahun itu aku cuma fokus ke karir. Membangun Zelbarra Group dari nol sampai seperti sekarang." Ia terdiam sebentar sebelum melanjutkan dengan suara lebih rendah. "Lagipula, nggak ada wanita yang menarik di mataku. Tidak ada yang seberantakan kamu, Runa. Mengurus perusahaan besar ternyata lebih mudah daripada mengkhawatirkan satu wanita ceroboh yang tiba-tiba minta putus tanpa alasan jelas."

Runa menunduk, rasa bersalah kembali menyergapnya. "Dulu... aku merasa nggak pantas buat kamu, Zel. Kamu terlalu sempurna, sementara aku—"

"Aku tidak butuh kesempurnaan!" potong Azel tajam, tapi nadanya pecah oleh rasa sakit yang tersimpan lama. "Kamu mutusin aku sepihak padahal aku merasa sudah melakukan yang terbaik buat kamu. Kamu pikir aku nggak hancur?"

Azel menarik napas panjang, mencoba meredam emosinya. "Makanya aku paksa kamu nikah kontrak. Bukan karena aku ingin balas dendam, tapi karena aku ingin menebus kesalahanku yang membiarkanmu pergi dulu. Lihat dirimu sekarang, Runa... kamu makin kurus, pucat, kayak orang sakit-sakitan dan nggak terurus. Aku cuma ingin mengurusmu lagi sampai kamu sesegar dulu dan cerah kembali, bahkan aku ingin kamu 'gemoy' lagi seperti dulu." mencubit hidung mancung Runa.

Mata Runa berkaca-kaca. Ternyata di balik sikap diktatornya, Azel hanya ingin ia sehat dan bahagia.

"Zel..."

Tanpa menunggu balasan lagi, Azel menangkup wajah Runa dengan kedua tangannya. Perlahan, ia mendekatkan wajahnya dan mencium Runa dengan lembut—sebuah ciuman yang penuh dengan kerinduan, rasa protektif, dan janji bahwa kali ini, ia tidak akan membiarkan Runa hancur lagi sendirian.

Tepat saat itu, di langit yang gelap, beberapa kembang api meluncur tanpa suara ledakan—hanya bunga-bunga cahaya berwarna-warni yang mekar dengan anggun, menerangi wajah mereka berdua yang akhirnya kembali menyatu di bawah langit Puncak.

Selepas berciuman itu, Runa menatap langit dengan takjub. "Cantik banget, Zel..."

"Masih cantikan orang yang sedang gugup karena ciuman di sampingku ini," gumam Azel pelan, hampir tak terdengar.

"Hah? Kamu bilang apa?"

Azel menarik Runa kembali kedalam ciuman yang lebih dalam dan mengeratkan pelukannya.

1
Aidil Kenzie Zie
benar kata Azel maunya kamu Run diakui oleh Arlan🤔🤔🤔🤔
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 2 replies
Aidil Kenzie Zie
si Arlan tau-tau aja rahasia Runa padahal baru bertemu lagi 🤣🤣🤣
Aidil Kenzie Zie
ya nggak masalah toh Run kalo satu sekolahan tahu kamu istrinya Azel💪💪💪
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
Azel kuat y nahan🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
Azel bisa tau kalo Runa suka ngigau tidur kalo lagi stres penasaran sama hubungan mereka dulu
Ariska Kamisa: Runa terlalu minderan gitu
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
keluarga Azel baik banget
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
liat gelagat Mama Azel sepertinya nggak mungkin mamanya mau menjodohkan Azel wong mamanya senang mereka datang pasti akal-akalan Azel aja 🤔🤔🤔🤔
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
mampir lagi
Ariska Kamisa: terimakasih 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
dwi ka
Runa nyebelin bgt, udh penyakitan gak tau diri pula.
Sok2 omongin harga diri, sok mandiri. Tp gak sadar diri klo hampir aja "ngebunuh" anak kandungnya sendiri.
Pake nangis2 mulu, merasa jd korban yg tersakiti tp gak pernah ngaca, suaminya jd "monster" jg gara2 ulahnya sendiri.

Hrsnya klo udh penyakitan itu nurut aja, pasrah. ini malah kebanyakan tingkah
Mifta Nurjanah
wkwk jebol
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Ayusha
wes karep mu lah run/Sleep/
Ariska Kamisa: Maklum kak ngidam ceunah 🤭
total 1 replies
Ayusha
udah kaya mau beli cilok aja Lo jel 🤣🤣
Ariska Kamisa: enak banget ya jadi Runa 🤭
total 1 replies
Mifta Nurjanah
cie jebol 😭😭
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Katon Kc
menarik juga /Good/
umie chaby_ba
enak banget sih jadi runa🤭🤭🤭
Ariska Kamisa: bayangin aja kaka adalah Runa nya azel🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
Runa anaknya azel kayany🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: lebih cocok yaaa🤣
total 1 replies
Ayusha
"kalo Kamu libur kerja, nanti kamu Miss queen aku gamau sama kamu lagi jel" 🤣
Ariska Kamisa: 😍😍😍😍😍😍
total 1 replies
Ayusha
waah cari penyakit ini sih 😄
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
zel loh kok rajin banget yaaa... /Chuckle/
aditya rian
👍👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: terimakasih jempolnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!