"Hanya karena arloji murah ini, kau membuang tiga tahun hubungan kita?"
Vandiko Elhaz hanyalah pemuda miskin yang bekerja keras demi masa depan kekasihnya, Clarissa. Namun, di hari ulang tahun Clarissa, Vandiko justru dipermalukan di depan kaum elit dan dicampakkan demi seorang pewaris kaya.
Di titik terendah hidupnya, di bawah guyuran hujan dan hinaan yang membakar dada, sebuah suara mekanis menggema di kepalanya
Sejak malam itu, hidup Vandiko berubah total.
Orang-orang yang dulu meludahi kakinya, kini mengemis di depan kantornya.
Wanita yang dulu mencampakkannya, kini menangis memohon kesempatan kedua.
Dengan kekayaan tak terbatas dan sistem yang terus memberinya misi rahasia, Vandiko akan menunjukkan pada dunia: Siapa yang sebenarnya berkuasa?
"Dulu kau bilang aku sampah? Sekarang, bahkan seluruh hartamu tidak cukup untuk membeli satu jam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ginian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3: Tamu Tak Diundang di Lantai Dansa
Vandiko melangkah keluar dari RS Medika setelah memastikan Ibunya ditangani tim dokter terbaik, Ia menuju sebuah butik mewah yang masih buka .
Dengan satu gesekan Black Card, ia mengganti pakaian lusuhnya dengan setelan jas custom seharga dua ratus juta rupiah
Aura kemiskinannya lenyap, digantikan oleh karisma seorang penguasa yang dingin .
"Klub malam The Abyss," ucap Vandiko singkat kepada sopir limusin yang kini ia sewa.
Tiba di depan klub milik keluarga Evan, Vandiko disambut oleh tatapan merendah dari para penjaga
Namun, saat ia menunjukkan kartu VIP emas yang baru saja dibeli sistem untuknya, mereka membungkuk hingga dahi mereka hampir menyentuh tanah .
Vandiko masuk ke area VVIP Lounge
Di sana, ia melihat Evan dan Clarissa sedang tertawa sambil menenggak sampanye mahal
Evan sedang membual tentang bagaimana ia baru saja mengusir "sampah" bernama Vandiko dari hidup Clarissa .
"Oh, lihat siapa ini? Si pengemis sudah datang mencari kerja haram
" teriak Evan saat menyadari kehadiran Vandiko "
Clarissa tertawa mengejek, "Vandiko, kau terlihat lumayan dengan jas sewaan itu .
Berapa harga sewa per jamnya?
Vandiko tidak marah, Ia duduk di sofa tepat di depan mereka, memesan botol Armand de Brignac yang paling langka .
[Mata Dewa Aktif] Di atas kepala Evan, muncul tulisan:
[Aset: Bisnis klub ini sedang di ambang kebangkrutan karena hutang judi 20 Miliar ke Mafia.]
"Hanya 20 miliar?" gumam Vandiko pelan
"Apa kau bilang?" bentak Evan
Vandiko melemparkan cek kosong ke meja
"Aku akan membeli klub ini sekarang juga, dan syarat pertamanya adalah Seret pria ini dan wanita di sampingnya keluar dari gedungku"
Manajer klub yang baru saja datang langsung berlutut setelah memeriksa validitas saldo Vandiko
"Baik, Tuan Elhaz! Keamanan, seret mereka keluar!" berkata sang manajer
Wajah Clarissa pucat pasi, Evan berteriak histeris saat tangannya dipiting oleh penjaga keamanannya sendiri
Malam ini menjadi saksi bahwa sang sampah telah berubah menjadi sang pemilik takdir
Suara teriakan Evan dan tangisan Clarissa perlahan menjauh saat mereka diseret keluar dari The Abyss
Para tamu klub malam itu terdiam, suasana yang tadinya bising mendadak senyap .
Semua mata tertuju pada Vandiko yang duduk tenang sambil memegang minumannya, seolah baru saja mengusir lalat yang mengganggu .
[Ting! Misi Sampingan Selesai: Mengambil Alih Properti Pertama]
[Hadiah: Peningkatan Level Sistem ke Level 2]
[Fungsi Baru Terbuka: 'Deteksi Potensi' — Anda kini bisa melihat bakat dan loyalitas seseorang]
Vandiko memperhatikan manajer klub yang masih bersujud di depannya
"Siapa namamu?" tanya Vandiko dingin
"B-Bambang, Tuan," jawab si manajer gemetar
Vandiko menggunakan fungsi baru sistemnya
Di atas kepala Bambang muncul indikator: [Loyalitas: 85%] [Bakat: Manajemen Bisnis Kelas Menengah]
"Bangunlah dan Kelola tempat ini dengan benar
Jika aku melihat orang-orang seperti mereka masuk lagi, kau yang akan kuseret keluar," ucap Vandiko
Baru saja Vandiko hendak beranjak, pintu lift VVIP terbuka
Seorang wanita berjalan keluar dengan langkah anggun yang memancarkan aura wibawa luar biasa
Ia mengenakan gaun sutra hitam sederhana, namun kalung berlian di lehernya setara dengan harga sepuluh klub malam ini .
[Peringatan! Deteksi Karakter Level Tinggi!]
[Nama: Isabella Wijaya]
[Identitas: Putri Tunggal Wijaya Group (Konglomerat Nomor 1 di Negeri ini)]
[Status: Sedang mencari investor rahasia untuk proyek teknologi medis]
Isabella berjalan melewati kerumunan dan berhenti tepat di depan meja Vandiko
Matanya yang tajam menatap Vandiko dengan rasa ingin tahu
Sebagai pewaris tunggal keluarga terkaya, ia jarang melihat pemuda dengan aura sekuat ini, apalagi seseorang yang baru saja membeli klub ini secara tunai dalam hitungan detik
"Aku tidak menyangka pemilik baru The Abyss adalah seseorang yang begitu... muda"
suara Isabella terdengar merdu namun penuh penekanan
Vandiko mendongak...
Menggunakan Mata Dewa, ia melihat sesuatu yang tidak diketahui orang lain .
[Rahasia Isabella: Sedang ditekan oleh dewan direksi keluarganya sendiri dan membutuhkan dana segar sebesar 500 Miliar malam ini juga]
Vandiko tersenyum tipis, ia menunjuk kursi di depannya
"Duduklah Nona Isabella, Sepertinya kau tidak ke sini hanya untuk memuji usiaku
Kau butuh 500 miliar, bukan?"
Langkah Isabella terhenti, Wajahnya yang semula tenang berubah menjadi keterkejutan yang nyata
"Bagaimana kau bisa tahu?"
Vandiko menyandarkan punggungnya, terlihat sangat santai
"Di mataku, tidak ada rahasia yang tidak bisa dibeli .
Duduklah, mari kita bicara tentang bagaimana aku akan membeli 10% saham perusahaanmu"
Di luar sana, Clarissa yang masih menangis di trotoar melihat melalui celah pintu betapa mesranya Vandiko berbicara dengan Isabella Wijaya—wanita yang bahkan di dalam mimpi pun Clarissa tidak berani menyapanya
Penyesalan mulai menggerogoti hati Clarissa layaknya racun yang mematikan .