NovelToon NovelToon
PESONA BRONDONG UGAL-UGALAN

PESONA BRONDONG UGAL-UGALAN

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Senja_Puan

"Mantan kabur, adiknya malah melamar? Dunia ini sudah gila!"
Bagi Cantik (26 tahun), hidupnya berakhir tragis saat rencana pernikahannya hancur karena Satria, sang calon suami, ketahuan selingkuh tepat sebulan sebelum hari H. Di tengah rasa sakit hati dan niatnya untuk menutup diri dari laki-laki, sebuah kekacauan muncul di depan pagarnya.
Bukan Satria yang datang meminta maaf, melainkan Juna (18 tahun), adik kandung Satria yang baru saja pamer foto ijazah SMA. Tidak tanggung-tanggung, bocah ugal-ugalan itu datang membawa rombongan motor sport, spanduk lamaran, hingga surat izin menikah dari ibunya sendiri!
Bagi Cantik, Juna hanyalah "bocil" bau matahari yang tidak tahu diri. Namun bagi Juna, Cantik adalah bidadari yang sudah ia incar sejak ia masih memakai seragam putih-abu.
"Lu itu berlian, Kak! Nggak pantes nangisin kerikil kayak Bang Satria. Daripada jadi mantan kakak, mending jadi istri adek. Gaskeun?!"
Sanggupkah Cantik mempertahankan tembok gengsinya mengahadapi pesona Juna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja_Puan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16. Debaran hati cantik

Malam semakin larut saat motor sport hitam Juna membelah jalanan kota yang mulai lengang.

Setelah "sidang meja makan" yang menguras emosi di rumah besar tadi, Juna tidak langsung mengantar Cantik pulang.

Ia seolah tahu bahwa Cantik membutuhkan oksigen lebih banyak untuk mencerna keberanian gila yang baru saja ia saksikan.

Juna membawa Cantik ke sebuah bukit di pinggiran kota, tempat favoritnya untuk menatap kerlap-kerlip lampu kota dari ketinggian.

Angin malam berembus lembut, menerbangkan helai rambut Cantik yang kini tersandar di bahu Juna saat mereka duduk di atas kap depan mobil pikap modifikasi miliknya.

Cantik terdiam seribu bahasa. Pikirannya melayang kembali ke ruang makan tadi. Ia masih tidak menyangka, Juna—pria yang baru berusia 18 tahun—bisa memiliki pemikiran sedalam itu.

Keberanian Juna untuk berdiri tegak di depan ayahnya, menampar wajah kakaknya dengan fakta kemandirian, dan pasang badan untuk kehormatan Cantik, benar-benar meluluhkan logika Cantik yang selama ini kaku.

Dia bener-bener beda, batin Cantik. Satria yang usianya hampir kepala tiga saja masih bersembunyi di balik ketiak orang tua, sementara Juna... dia sudah membangun kerajaannya sendiri dari noda oli.

Tanpa sadar, Cantik terus menerus menatap wajah Juna dari samping. Ia memperhatikan garis rahang Juna yang tegas, hidungnya yang bangir, dan sisa-sisa oli di pipinya yang justru membuat pria itu terlihat sangat maskulin. Decak kagum tak henti-hentinya bergema di hati Cantik.

Juna, yang sedari tadi sebenarnya sadar sedang "diaudit" lewat tatapan, tiba-tiba menoleh. Dengan gerakan kilat yang ugal-ugalan namun lembut, ia menangkap wajah Cantik dengan kedua tangannya.

"Puas belum liatin guenya, Kak?" tanya Juna dengan suara rendah yang serak, namun diiringi seringai nakal yang khas.

Cantik terkesiap, napasnya seolah tertahan di tenggorokan. Jarak mereka sangat dekat, hingga Cantik bisa mencium aroma parfum maskulin Juna yang bercampur dengan bau besi yang samar.

"Jun... lu..."

"Ganteng ya? Baru sadar kalau brondong yang lu panggil 'adik' ini ternyata lebih jantan dari semua cowok mapan yang pernah lu kenal?" goda Juna. Matanya menatap dalam ke mata Cantik, seolah sedang membaca setiap inci keraguan yang tersisa.

Cantik tidak menepis tangan Juna. Ia justru membiarkan jemari pria itu mengusap pipinya.

"Gue cuma... gue nggak nyangka aja. Pemikiran lu, tanggung jawab lu... lu kok bisa seberani itu di depan Papa lu tadi?"

Juna tersenyum, kali ini senyumnya tulus tanpa bumbu kesombongan.

"Karena gue punya alasan kuat buat berani, Kak. Alasannya ada di depan mata gue sekarang. Gue nggak mau lu ngerasa salah milih orang lagi. Gue mau lu tahu, meskipun gue lebih muda, bahu gue cukup lebar buat jadi tempat lu bersandar selamanya."

Cantik merasakan debaran di dadanya kian kencang. Ia menyadari satu hal: ia bukan sedang jatuh cinta pada seorang "brondong", tapi ia sedang jatuh cinta pada seorang pria sejati yang kebetulan lahir belakangan.

"Makasih ya, Jun. Udah jadi pelindung gue malam ini," bisik Cantik tulus.

Juna mendekatkan wajahnya, hingga dahi mereka bersentuhan.

"Sama-sama, Sayang. Tapi inget ya, mulai besok jangan panggil gue 'adik' lagi. Panggil nama, atau panggil 'Sayang' juga gue nggak keberatan."

Cantik tertawa kecil di tengah suasana romantis itu, ia mencubit pinggang Juna gemas.

"Dih, mulai lagi deh ugal-ugalannya!"

"Hahaha! Tapi lu suka kan?" Juna terbahak, suaranya menyatu dengan angin malam, membawa kehangatan baru bagi hati Cantik yang kini telah benar-benar menemukan rumahnya.

Fajar Baru di Bengkel Juna

Esok paginya, matahari bersinar lebih cerah bagi Cantik. Ia terbangun dengan perasaan yang jauh lebih ringan daripada biasanya.

Tidak ada lagi bayang-bayang Satria yang menyesakkan dada. Yang ada hanyalah pesan singkat dari Juna yang dikirim satu jam lalu: "Kak, bangun. Dunia butuh liat senyum lu, dan gue butuh tenaga lu buat saksiin sesuatu di bengkel jam 10 nanti. Don't be late, Bidadariku!"

Cantik bergegas. Ia mengenakan pakaian terbaiknya—sebuah kemeja putih oversized dan celana kain yang memberikan kesan santai namun tetap elegan. Ia tidak ingin tampil berlebihan, tapi ia ingin Juna bangga memilikinya di sana.

Sesampainya di bengkel, Cantik terperangah. Bengkel yang biasanya penuh dengan motor-motor pretelan kini tampak jauh lebih rapi.

Di depan bengkel, terparkir tiga buah motor besar keluaran terbaru yang sudah dimodifikasi dengan sangat artistik. Ada

sebuah spanduk kecil di sana: "Official Partnership: Juna Modifikasi x International Custom Expo".

Juna berdiri di tengah-tengah kerumunan kecil jurnalis otomotif lokal. Ia memakai kaos polo hitam dengan logo bengkelnya di dada kiri. Begitu melihat Cantik, ia langsung menghentikan pembicaraannya dan melambai lebar.

"Ini dia, alasan kenapa mesin-mesin di sini tetap dingin meskipun kerja lembur," ujar Juna pada para wartawan, membuat Cantik tersipu malu.

Juna menarik Cantik mendekat. "Kak, ini buktinya. Bengkel yang dibilang Bang Satria kumuh ini, baru aja dapet kontrak eksklusif buat pameran internasional bulan depan. Tanpa uang Papa sepeser pun. Murni hasil 'oli' dan 'keringat' gue sendiri."

Cantik menatap spanduk itu, lalu menatap Juna. Kebanggaan yang ia rasakan jauh lebih besar daripada saat Satria naik pangkat menjadi manajer dulu.

"Lu hebat, Jun. Lu bener-bener buktiin omongan lu semalam."

Tiba-tiba, sebuah mobil sedan mewah berhenti di seberang jalan. Satria keluar dari mobil dengan wajah yang sangat masam.

Ia melihat keramaian di bengkel Juna dan membaca spanduk tersebut. Satria terpaku. Ia yang selama ini merasa menjadi "anak emas" karena jabatan kantorannya, kini harus menyaksikan adiknya yang dianggap "bocah bengkel" meraih prestasi internasional atas usahanya sendiri.

Juna menyadari kehadiran Satria. Ia tidak menghampiri kakaknya untuk mengejek. Ia justru hanya memberikan hormat dua jari dari kejauhan, lalu kembali merangkul Cantik dengan erat.

"Dunia bakal liat siapa yang berdiri paling lama, Kak," bisik Juna di telinga Cantik.

1
Yasa
Ceritanya kocagggg, konfliknya pas, ga bertele-tele, sat set kaya Juna. wkwk
D_wiwied
langsung serangan balik ya Jun, gaskeun Jun tunjukkan ke mereka mumpung ada penonton gratis di depan mata, sirik2 dah mereka biar sekalian kejang2 🤭😆🤣🤣
D_wiwied
ga ada kapok2 nya ya mereka ini, udah dipermalukan koq ya ttp ga sadar
D_wiwied
kan emang bang Sat kakakmu satu itu Jun 🤭🤣🤣
Dian Fitriana
update
Ganis
idih najong. PD banget sampean
Senja_Puan: Juna dong🤣
total 1 replies
Ganis
Kalah itu sama seblak juga
Ganis
Juna bener-bener bikin senyum-senyum 😄
Senja_Puan: iya kan kak🤭
total 1 replies
Ganis
Good Thor, ngakak🤣
Anisa675
Ya tuhan, masih mikirin rendang🤣 Bangke banget
Senja_Puan: Alasan Juna itu kak🤭
total 1 replies
Anisa675
bengek Juna🤣
Anisa675
anjay lngsung live stream🤣
Senja_Puan: Mantap ga tuh😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!