NovelToon NovelToon
DINIKAHI MANTAN MERTUA

DINIKAHI MANTAN MERTUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyelamat
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Alvaraby

Dunia Andini Kharisma Sulistia (21 tahun) runtuh seketika saat kecelakaan maut merenggut nyawa suaminya, Keenan Adiwijaya. Di tengah duka yang masih basah, Andini harus menghadapi kenyataan pahit tanpa sosok pendamping. Namun, hadirnya Farhady Sastranegara (41 tahun) membawa kebimbangan baru.
​Farhady bukanlah orang asing; ia adalah mantan ayah mertua yang ternyata hanyalah ayah sambung Keenan. Meski tak ada ikatan darah, lamaran Farhady memicu badai emosi dan stigma sosial yang tajam. Terjebak antara kesetiaan pada mendiang suami dan kasih sayang tulus Farhady, Andini harus menentukan arah hatinya dalam balutan dilema cinta yang rumit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaraby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sutra di Lereng Maribaya

​Kabut Lembang tidak pernah benar-benar pergi; ia hanya bersembunyi di balik rimbun pohon eukaliptus, menunggu saat yang tepat untuk kembali memeluk rumah mungil berdinding batu alam milik Andini Kharisma Sulistia dan Keenan Adiwijaya. Di beranda belakang yang menghadap langsung ke arah lembah Maribaya, Andini sedang menyesap teh melati hangat. Hidup di usia 21 tahun terasa begitu genap, selembut kain sutra yang baru saja keluar dari tenunan.

​"Dini, lihat apa yang kubawa!" seru Keenan dari arah pintu depan.

​Andini menoleh, mendapati suaminya berjalan dengan langkah tegap, membawa sebuket besar bunga sedap malam yang aromanya langsung merajai ruangan. Keenan selalu tahu cara menghidupkan suasana rumah mereka yang tenang. Di matanya, Keenan adalah sosok yang kokoh namun penuh kasih, pria yang menghargai setiap detail kecil dalam pernikahan mereka.

​"Tadi mumpung lewat pasar atas, aku ingat kamu bilang vas di meja makan sudah kosong," ujar Keenan sambil mengecup kening Andini lembut.

​"Mas ini... perhatiannya selalu berlebihan," gumam Andini dengan pipi yang merona merah. Ia menerima bunga itu, merasakan batang-batangnya yang masih segar oleh embun pagi pegunungan.

​Sore itu, suasana rumah mereka terasa sangat hidup. Tidak ada bayang-bayang kelam, tidak ada firasat yang menusuk nurani. Yang ada hanyalah rencana-rencana manis tentang masa depan. Mereka duduk bersisian di sofa beludru cokelat, membuka-buka katalog furnitur untuk mengisi sudut ruang tamu yang masih agak kosong.

​"Bagaimana kalau kursi jengki ini? Kelihatannya pas untuk sudut membaca kita," usul Keenan, jemarinya menunjuk gambar kursi kayu dengan desain retro yang elegan.

​Andini mengangguk setuju. "Bagus, Mas. Nanti aku bisa duduk di sana sambil menulis kelanjutan cerita novelku. Mas tahu kan, aku sedang terjebak di bab yang sangat romantis?"

​Keenan terkekeh, suaranya yang bariton terdengar sangat menenangkan. "Tulis saja yang jujur, Dini. Tulis apa yang kamu rasakan saat ini. Karena kebahagiaan kita adalah plot terbaik yang pernah ada."

​Di tengah kemesraan itu, sebuah mobil sedan hitam mengkilap memasuki halaman rumah mereka yang tertutup kerikil putih. Seorang pria paruh baya turun dengan karisma yang masih sangat kuat meski usianya sudah menginjak kepala empat. Farhady Sastranegara (41 tahun) berjalan dengan wibawa seorang pria mapan. Ia adalah ayah sambung Keenan, pria yang selama ini menjadi sosok teladan bagi Keenan dalam hal ketegasan dan tanggung jawab.

​"Ayah!" Keenan segera berdiri dan menyongsong Farhady dengan pelukan hangat.

​Andini mengikuti dari belakang, mencium punggung tangan mertuanya dengan penuh hormat. "Mari masuk, Yah. Kebetulan Dini baru saja menyeduh teh."

​Farhady tersenyum tipis, sebuah senyuman yang menyimpan kedewasaan dan ketenangan. "Terima kasih, Dini. Ayah hanya mampir sebentar karena ada urusan di daerah Setiabudi. Sekalian ingin melihat bagaimana kabar pengantin baru ini. Sepertinya udara Lembang sangat cocok untuk kalian."

​Mereka bertiga duduk di ruang tengah. Percakapan mengalir ringan—tentang pekerjaan Farhady, tentang hobi baru Keenan merawat tanaman hias, hingga tentang masakan Andini yang kabarnya semakin lezat. Tidak ada kecanggungan yang berarti. Farhady menatap menantu wanitanya itu dengan tatapan bangga, melihat betapa Andini mampu mengimbangi Keenan dengan kelembutannya.

​"Kalian terlihat sangat serasi," ujar Farhady tulus. "Keenan, jaga istrimu baik-baik. Wanita seperti Andini adalah permata yang harus dijaga dengan penuh ketulusan."

​"Pasti, Yah. Tanpa Ayah ingatkan pun, Dini adalah pusat duniaku," jawab Keenan sambil merangkul bahu Andini.

​Malam mulai turun menyelimuti Lembang. Lampu-lampu jalan mulai berpijar di kejauhan, terlihat seperti kunang-kunang raksasa di bawah lembah. Farhady pamit untuk pulang, meninggalkan pasangan muda itu dalam keheningan yang manis. Andini menyandarkan kepalanya di bahu Keenan, merasa dunia ini benar-benar berpihak padanya. Tak ada satu pun getaran di udara yang mengisyaratkan bahwa badai akan datang. Di bawah langit yang bersih tanpa mendung, mereka hanya mengenal satu kata: selamanya.

1
ayu cantik
sukaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!