NovelToon NovelToon
Susahnya Jadi Mantan Pacar

Susahnya Jadi Mantan Pacar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / CEO
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Muhammad Robby Ido Wardanny

Menceritakan tentang Novita gadis berumur 27 tahun yang bekerja di sebuah perusahaan besar PT Kencana samudra jaya. perusahaan yang sangat bagus untuk memperbaiki kehidupannya. Namun semuanya tidak berjalan sesuai keinginannya saat mantannya dulu muncul sebagai direktur di perusahaan. Andra yang dulu dia kenal sebagai Arya muncul kembali. Dia berusaha keras menghindar dari masa lalunya namun masa lalunya justru datang kepadanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Robby Ido Wardanny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 24

Andra terbangun dengan napas terengah di atas sofa ruang tamunya. Keringat dingin menempel di pelipisnya meskipun pendingin ruangan menyala sejak malam. Ia menatap langit-langit beberapa detik, mencoba menenangkan diri.

"Sial... mimpi itu lagi," gumamnya pelan.

Ia mengusap wajahnya kasar. Mimpi tentang masa lalu yang selama ini berusaha ia kubur kembali muncul tanpa permisi. Dalam mimpi itu selalu ada satu sosok yang sama.

Novita.

Wanita yang kini bekerja sebagai staf administrasi di perusahaan ayahnya.

Andra duduk perlahan. Dadanya masih terasa sesak setiap kali mengingat nama itu. Bagi orang lain, Novita mungkin hanya pegawai baru yang terlihat sopan, rajin, dan tidak banyak bicara. Namun bagi Andra, gadis itu adalah bagian dari masa lalu yang paling ingin ia hapus.

Dulu, hanya Novita yang mampu menembus dinding keras yang Andra bangun di sekeliling hatinya. Gadis sederhana itu pernah membuatnya percaya pada sesuatu yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya—perasaan tulus.

Namun kepercayaan itu hancur.

Andra masih mengingat dengan jelas malam ketika ia mengetahui kenyataan pahit tentang Novita. Wanita yang ia cintai ternyata menjadi penghibur bagi pria-pria hidung belang. Bukan satu orang. Bukan dua. Dan semuanya dilakukan hanya demi uang.

Ingatan itu membuat rahang Andra mengeras.

"Wanita seperti itu... sekarang pura-pura jadi gadis baik," desisnya.

Ia berdiri dari sofa dan berjalan ke kamar mandi. Air dingin dari wastafel ia percikkan ke wajahnya beberapa kali. Pantulan wajahnya di cermin terlihat tegang.

"Kenapa dia harus muncul lagi dalam hidupku?"

Beberapa menit kemudian Andra sudah berpakaian rapi dengan setelan kerja. Jas abu-abu gelap yang biasa ia pakai membuat penampilannya terlihat tegas dan dingin.

Sejak Novita bekerja di perusahaan itu, hari-harinya selalu dipenuhi rasa kesal yang sulit dijelaskan. Ia bahkan sengaja membuat kehidupan kerja Novita tidak nyaman.

Ia sering menyuruh gadis itu membawa barang-barangnya ke mobil, sesuatu yang jelas bukan tugas staf administrasi.

Kadang ia menyuruh Novita mengambil makan siangnya di restoran yang jaraknya cukup jauh dari kantor.

Bahkan beberapa laporan yang sebenarnya sudah benar sengaja ia kembalikan.

"Ini salah. Kerjakan ulang," katanya waktu itu dengan dingin.

Padahal ia tahu laporan itu tidak memiliki kesalahan berarti.

Namun yang membuat Andra semakin kesal, Novita tidak pernah melawan.

Gadis itu hanya mengangguk.

"Baik, Pak Andra. Saya perbaiki," jawabnya lembut.

Seolah semua perlakuan itu wajar.

Dan yang lebih membuat Andra tidak nyaman adalah kenyataan bahwa Novita tetap bertahan bekerja di perusahaan itu.

Padahal sudah hampir semua cara ia lakukan untuk membuatnya menyerah.

Andra menatap jam tangannya.

"Pasti karena Bu Rika," gumamnya.

Bu Rika adalah staf HRD sekaligus sahabat dekat ibunya. Wanita itu sejak awal terlihat melindungi Novita. Setiap ada keluhan kecil tentang gadis itu, Bu Rika selalu bersikap seolah Novita adalah pegawai yang tidak boleh diganggu.

Andra tiba-tiba berhenti melangkah.

Sebuah ide muncul di kepalanya.

"Kalau Bu Rika tahu masa lalunya..."

Ia menyipitkan mata.

"Apa dia masih akan melindunginya?"

Pikiran itu membuat sudut bibir Andra terangkat tipis.

"Mungkin itu cara tercepat menyingkirkannya."

Pagi itu kantor sudah mulai ramai ketika Andra tiba. Para karyawan menyapanya dengan hormat saat ia berjalan melewati lorong utama.

"Selamat pagi, Pak Andra."

Ia hanya mengangguk singkat.

Namun langkahnya tidak menuju ruang direktur seperti biasa. Ia justru berbelok menuju lantai tempat divisi HRD berada.

Di dalam ruangan HRD, Bu Rika sedang duduk di balik meja kerjanya. Beberapa map dokumen terbuka di hadapannya.

Wanita itu tampak fokus membaca lembar rekomendasi pegawai baru yang masuk minggu ini.

Ketika pintu diketuk pelan, ia mengangkat kepala.

"Masuk."

Pintu terbuka.

Andra muncul dengan senyum yang dibuat seramah mungkin.

"Pagi, Tante Rika," sapanya.

Bu Rika menghela napas kecil begitu melihat siapa yang datang.

"Pagi, Andra," jawabnya datar.

Meskipun ia tetap bersikap sopan, jelas terlihat bahwa wanita itu tidak terlalu senang dengan kedatangan anak sahabatnya tersebut.

Namun ia tetap kembali fokus pada dokumen di tangannya.

"Ada perlu apa pagi-pagi ke sini?"

Andra menarik kursi di depan meja lalu duduk santai.

"Cuma ingin ngobrol sebentar, Tante."

Bu Rika mengangkat alis tipis.

"Biasanya kalau kamu bilang begitu, pasti ada masalah."

Andra tertawa kecil.

"Tante terlalu mengenal saya."

Beberapa detik ruangan itu hanya diisi suara kertas yang dibalik.

Kemudian Andra bersandar di kursinya.

"Tante, saya mau tanya sesuatu."

"Tanya saja."

"Bagaimana kalau di perusahaan ini ada pegawai yang melakukan hal tidak bermoral?"

Bu Rika menghentikan aktivitasnya.

Ia perlahan mengangkat kepala dan menatap Andra dengan pandangan tajam.

"Hal tidak bermoral seperti apa maksudmu?"

Andra pura-pura berpikir sejenak.

"Misalnya... menjadi selingkuhan pria hidung belang demi uang."

Ekspresi Bu Rika langsung berubah kesal.

"Andra."

Nada suaranya kini lebih tegas.

"Kamu datang ke ruangan HRD hanya untuk membicarakan gosip seperti itu?"

"Bukan gosip, Tante. Saya hanya bertanya."

Bu Rika menutup map dokumen di depannya dengan pelan.

"Perusahaan ini punya aturan yang jelas," katanya.

"Jika ada pegawai yang melakukan tindakan yang merusak reputasi perusahaan dan itu terbukti, tentu akan ada tindakan disiplin."

Andra menyipitkan mata sedikit.

"Jadi bisa dipecat?"

"Bisa saja," jawab Bu Rika.

"Jika memang terbukti dan berdampak pada perusahaan."

Andra tersenyum tipis.

"Menarik."

Namun Bu Rika belum selesai.

Ia mencondongkan tubuh sedikit ke depan.

"Tapi ada satu hal yang harus kamu ingat."

Andra mengangkat alis.

"Apa itu?"

Tatapan Bu Rika kini benar-benar tajam.

"Jika tuduhan itu tidak terbukti, maka orang yang menyebarkan informasi palsu juga akan saya tindak."

Suasana ruangan tiba-tiba terasa lebih dingin.

Andra menatap wanita itu beberapa detik.

"Termasuk kalau yang memberi informasi itu saya?" tanyanya.

Bu Rika tidak ragu sedikit pun.

"Termasuk kamu."

Jawaban itu membuat senyum Andra perlahan memudar.

Bu Rika bersandar di kursinya.

"Jadi sebelum kamu menuduh seseorang melakukan hal yang tidak bermoral, pastikan dulu bukti yang kamu punya benar-benar kuat."

Andra terdiam sejenak.

Namun di dalam kepalanya, rencana itu tidak sepenuhnya hilang.

Justru kata-kata Bu Rika membuatnya semakin yakin bahwa ia harus mencari cara lain.

Cara yang tidak akan membuatnya terlihat sebagai penuduh.

Ia berdiri dari kursinya.

"Baiklah, Tante. Saya hanya ingin tahu aturan perusahaan saja."

Bu Rika menatapnya curiga.

"Semoga memang hanya itu."

Andra tersenyum tipis.

"Tentu."

Namun saat ia keluar dari ruangan HRD, pikirannya hanya dipenuhi satu nama.

Novita.

"Kali ini aku akan benar-benar menyingkirkanmu," bisiknya pelan.

Langkahnya kemudian menghilang di balik lorong kantor yang mulai sibuk dengan aktivitas pagi.

1
viellia
next yuuuk kaaak
Black Rascall: udah aku buatin update terjadwal sampai 48 bab jadi di tunggu ya kak tiap jam 9
total 1 replies
Siti Nugraheni
seneng aja bacanya, kosakatanya rapi, alur ceritanya menarik buat dibaca, dan selalu bikin penasaran lanjutan ceritanya
gaby
Resign dong. Bukannya wkt itu Novita bikin beberapa surat lamaran. Masa iya satu pun ga ada yg manggil. Atau jgn2 othornya lupa sm jalan critanya. Gimana nasib surat lamaran itu smua
Black Rascall: mengingatkan saat itu belum ada 19 JT lapangan pekerjaan jadi susah nyari dan Novita bisa kerja berkat om Danu yang merekomendasikan Novita ke HRD jadi tunggu ya kak 19 JT lapangan pekerjaannya 🙏🙏🙏
total 1 replies
falea sezi
bos kurang ajar mundur aja resain
Black Rascall: tunggu 19 JT lapangan pekerjaan dulu kak baru resain
total 1 replies
falea sezi
moga bagus ampe ending
Black Rascall: gak yakin karena baru pertama kali nulis genre seperti ini jadi mohon maklum
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!