NovelToon NovelToon
PENGGANTI 100 HARI

PENGGANTI 100 HARI

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Pengantin Pengganti / Obsesi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:890
Nilai: 5
Nama Author: Anisa Kalista putri

Amara yang tidak percaya pernikahan lagi, kini tiba-tiba ada seorang yang menawarkan pernikahan sebagai pengganti 100 hari tanpa iya duga ternyata dia adalah pria yang pernah menolong nya pria yang selalu dia anggap lemah dan bodoh.

Dalam pernikahan itu kedua nya saling membantu dalam karir dan kekeluargaan walaupun di penuhi dengan saling mengejek dan perdebatan, hingga tepat di hari ke 100, Amara yang di jebak oleh musuhnya meminum obat terlarang dan membuat mereka melakukan hubungan suami istri yang tidak ada dalam pikiran nya, rasa cinta yang baru mulai di sadari justru malah berakhir dengan rasa kecewa karena adiknya sadar dari koma nya.

konflik semakin banyak rahasia masa lalu mulai terungkap saat mantan suaminya mengejarnya, di tambah masalah tentang identitas Amara yang menjadi ancaman bagi nya, siapa kah sebenarnya Amara dan Rahasia Apa yang di sembunyikan mantan suaminya?

Apakah Amara akan memilih kembali dengan sang mantan atau justru malah memilih suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Kalista putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengganti 100 Hari

"Akhirnya Aku sampai juga di negara ini," ungkap Glen dengan senang, Dia mengingat saat dirinya kuliah di sini.

Setelah itu dia berjalan keluar dari bandara lalu masuk ke dalam sebuah taxi menuju ke alamat yang di berikan calon Ayah mertuanya.

Sepanjang perjalanan yang di penuhi oleh pikiran dan takut penolakan, kini akhirnya Glen sudah sampai di depan sebuah mansion mewah, dia berdecak kagum melihat bangunan megah namun terlihat tua itu.

Lalu Dia berpikir keras tentang pertemuan pertamanya dengan sosok Amira, yaitu saat di bandara dan terakhir saat di negara ini dengan kondisi mengenaskan.

"Jika Amira punya saudara di sini, kenapa waktu itu gak minta bantuan yah?" batin Glen bertanya-tanya dalam hati nya.

Tidak ingin berlarut-larut dalam pikiran nya akhirnya Glen memberanikan diri untuk memencet bel.

Hingga beberapa saat kemudian, tampak seorang pria bertubuh besar keluar dan menatap Glen dengan tatapan sangar.

"Ada apa?" tanya Pria itu dengan dingin.

"Mau bertemu Nenek Yuni, katakan saja padanya ada Glen di bawah," jawab Glen panjang lebar membuat pria itu langsung berjalan masuk, menyuruh Glen menunggu.

Setelah lama menunggu akhirnya Glen di persilahkan untuk masuk ke dalam, pria itu langsung masuk ke dalam kamar Yuni yang tampak terlihat Yuni sedang duduk di kursi roda nya.

"Nenek, apa kabar?" sapa Glen dengan suara yang lembut, dia terkejut saat melihat wanita tua itu duduk di kursi roda, pasalnya saat terakhir kali menghadiri acara pertunangan nya dengan Amira dalam keadaan sehat.

"Seperti yang kau lihat, tumben kemari? Kesini sama Amira yah?" jawab wanita tua itu dengan celingukan mencari sosok cucunya.

"Glen sendiri," ucap Glen seolah mengerti apa yang di cari wanita tua itu.

"Ada apa memang nya?" tanya Yuni mengerutkan keningnya heran karena tidak mungkin Glen datang tanpa tujuan.

Glen pun menceritakan tentang apa yang terjadi, dan rencananya yang ingin minta bantuan pada Yuni.

"Dia jarang kemari, Nenek juga gak tau Dia di mana," ucap Yuni setelah mendengar cerita Glen, Dia merasa tidak bisa membantu.

"Tapi Dia akan datang, kalo tahu Nenek di culik," ucap Glen mengajukan ide yang di sarankan calon Ayah mertuanya.

"Siapa yang menyarankan mu begitu," selidiki Yuni dengan tak habis pikir, karena Glen gak mungkin melakukan itu kalo tidak ada yang memprovokasi nya.

"Menantu mu," jawab Glen tertunduk lesu.

"Farel itu sama putri sendiri saja takut," ucap Yuni menghela nafas panjang dengan perilaku menantu nya itu.

"Nenek, Aku punya sesuatu untuk Nenek, kalo Aku berhasil membuat kaki Nenek baik, Nenek mau membantu?" tawar Glen menggunakan cara terakhir nya karena wanita itu terlihat tidak mau membantu.

"Apa itu?" tanya Yuni menyelidik melihat sebuah Pil yang Glen berikan.

"Ini pil ajaib, jika Nenek mau membantu, pil ini bisa jadi milik Nenek, Aku akan membantu penyembuhan kaki Nenek, sampai sembuh total," ucap Glen panjang lebar seperti seorang setan yang penuh bujuk rayuan.

Yuni awalnya ragu tapi melihat kesungguhan di mata Glen, Dia pun menuruti nya dan langsung meminum pil itu, ajaib nya kaki nya sembuh.

Hal itu membuat Yuni merasa senang dan lupa janji nya yang ingin membantu, Namun Yuni kembali kecewa saat Glen bilang hanya cuma bertahan selama seminggu, akhirnya mau tak mau Yuni membantu Glen .

Kedua orang itu kini berada di sebuah gedung kosong, Yuni duduk di kursi dengan kondisi terikat seperti di culik sungguhan, sedangkan Glen sudah mengatur beberapa anak buah untuk berjaga di depan, itu semua di lakukan untuk memancing kedatangan Amara karena wanita itu pasti akan datang jika menyangkut Nenek nya.

Sementara Di sebuah markas tampak seorang wanita sedang mode devil nya, menatap seorang pria yang tampak terlihat menyedihkan, Dia adalah musuhnya yang kini tertangkap oleh nya.

"Ternyata wajah imut itu cuma kedok belaka, Aku terlalu meremehkan mu," ucap Pria itu menatap wanita itu dengan tatapan tajam.

"Kau terlalu meremehkan ku, justru yang kau anggap remeh itulah yang paling berbahaya," ucap wanita itu sambil menghisap rokoknya, lalu mengeluarkan asapnya ke wajah pria itu, membuat pria itu terbatuk-batuk.

Tidak cukup hanya itu, wanita itu juga memelintir puntung rokoknya di tangan pria itu, sehingga membuat pria itu berteriak kesakitan, tapi justru wanita itu terus menerus menekan puntung rokok nya sehingga menimbulkan bekas.

"Bos, gawat, ada masalah," suara anak buah nya membuat wanita itu menghentikan aktifitasnya, lalu berbalik menatap anak buahnya.

Anak buah itu berbisik di telinga wanita itu, sehingga membuat wanita itu mengepalkan tangannya kuat-kuat merasa marah.

"Kalian semua jaga dia, jangan sampai kabur, sebagian anak buah ikutlah dengan ku," ucap wanita itu menginterupsi anak buah nya.

Wanita itu kini keluar dari markas nya menjalankan mobilnya meninggalkan markasnya, dengan di ikuti 3 mobil di belakang nya yang siap siaga untuk melindungi.

Hanya menempuh perjalanan selama sepuluh menit, kini mobil sudah sampai di depan sebuah gedung kosong pinggir kota, wanita itu langsung turun dan menginterupsi anak buah nya untuk bersembunyi, Dia ingin terlebih dahulu menyerang.

Doooor, Doooor.

Dua buah tembakan membuat dua penjaga langsung tewas seketika, hal itu membuat Glen yang mendengar suara tembakan panik, Dia langsung berjalan keluar tergesa-gesa.

Pria itu terkejut saat dua anak buahnya sudah tewas mengenaskan, dia melihat seorang wanita yang mirip dengan Amira, wanita itu memang wajahnya mirip dengan Amira tapi tidak dengan penampilan nya, karena wanita itu memiliki rambut pirang berwarna merah dengan di ikat menjulang tinggi, memakai pakaian serba hitam mirip seorang penjahat karena terlihat dari pistol yang wanita itu pegang.

"Hentikan, jangan menembak lagi, mereka tidak bersalah," ucap Glen saat melihat wanita itu mengangkat kembali pistolnya.

"Cih, ternyata cuma seorang pecundang," cibir wanita itu dengan tatapan mengejek.

"Berani menculik, tapi tidak punya nyali Lo," lanjut nya berjalan mendekat ke arah Glen, sambil menyodorkan pistol nya ke arah kepala Glen.

"Sasa, jangan.Nenek baik-baik saja," ucap Yuni yang keluar dari dalam karena sudah punya firasat buruk. Melihat Neneknya, membuat wanita itu menurunkan pistol nya, lalu bejalan ke arah neneknya dan memeluk wanita tua itu.

"Ama, Aku tidak bermaksud menculik Nenek mu, itu cuma agar kau datang menemui ku," ucap Glen membuat Wanita itu melepaskan pelukan Neneknya.

"Ada apa memang nya? Sampai Lo ingin menemui Gue?" tanya wanita itu dengan dingin, sorot mata nya sangat begitu tajam seolah ingin memakan Glen hidup-hidup.

Glen pun akhirnya menceritakan masalah nya dan tujuan nya, hingga tawaran untuk menikah karena Glen bingung akhirnya Dia meminta pernikahan 100 hari, setidaknya jika dalam waktu 3 bulan nanti masalah nya sudah selesai dan wasiat itu sudah berakhir karena sudah tidak berlaku setelah 3 bulan.

"Dasar Gila, calon istri Lo itu koma, bukan nya di support malah sibuk jauh-jauh mencari pengganti," umpat wanita itu merasa geram, setelah mendengar permintaan Glen yang menurut nya di luar logika.

"Kalo sakit istirahat, bukan nya terbang ke Amerika untuk cari pengganti," lanjut nya menatap Glen dengan tatapan tajam.

"Ini demi usaha Papa ku," ucap Glen sambil mengiba.

"Gue bisa bantu, kalo itu soal investasi atau apa lah itu,tapi tidak dengan pernikahan," jawab wanita itu dengan dingin.

"Tapi Aku cuma butuh putri keluarga Argadinata untuk itu," jawab Glen dengan penuh permohonan.

"Tapi Sayang nya Gue, bukan lagi putri keluarga Argadinata, sebaiknya menjauh lah," jawab wanita itu dengan dingin, lalu segera berjalan ke arah Yuni, meninggalkan Glen yang membeku.

"Tapi Aku sudah menyembuhkan kaki Nenek mu, kaki nya hanya bisa bertahan selama seminggu saja, jika tidak di obati dengan obat ajaib, kakinya akan membusuk." ucap Glen panjang lebar dengan tersenyum seringai, membuat Wanita itu berbalik dan berjalan ke arah Glen.

"Beraninya Lo mengancam, Gue," sarkas wanita itu dengan tersulit emosi Langsung mencengkram kerah baju Glen.

"Bukan ancaman, tapi sebuah kenyataan," jawab Glen dengan tersenyum tipis.

"Jangan harap dengan menggunakan Nenek bisa menjadi pengantin Gue, Gue tidak mau punya suami yang tidak setia seperti Lo," lanjut nya sebelum akhirnya melangkah keluar dari gedung itu meninggalkan Glen dalam kesunyian.

Glen yang frustasi akhirnya mengikuti wanita itu hingga sampai di depan mansion yang tadi Glen datangi, tapi justru Glen malah tidak di biarkan masuk, pria itu terus menerus menunggu tanpa ingin menyerah.

Namun alam semesta seperti tidak mendukung nya, hingga yang terjadi malah hujan deras membuat Glen kedinginan di bawah guyuran hujan, Dia merasa putus asa dengan apa yang harus di lakukan nya, ingin kembali tapi Dia merasa sudah melangkah sejauh ini.

Sebenarnya Dia sudah lelah dan capek terlebih Dia kurang istirahat, semenjak sadar kemarin Dia tidak tidur selain di pintu kamar calon Ayah mertuanya, sedangkan saat di pesawat Dia tidak bisa tidur, Dia baru sadar tapi otak nya sudah harus melakukan banyak hal kepalanya terasa sakit pada akhirnya dia limbung di bawah guyuran hujan.

Sedangkan Amara wanita itu kini tampak memperhatikan sosok Glen yang hendak pingsan dari kaca jendela lantai 3 kamar nya, wanita itu ingin tidak peduli tapi Dia ingat sesuatu, sesuatu hal yang pernah pria itu lakukan, hingga akhirnya dengan terpaksa Dia langsung berlari menuruni tangga menuju ke arah Glen, saat turun Dia berpapasan dengan Rado sepupunya yang baru pulang, tapi wanita itu tidak sedikit pun menjawab saat sepupunya menyapa.

"Dasar bodoh dan lemah, kenapa harus menyiksa diri sih?" gerutu wanita itu sambil memayungi Glen membuat Glen mendongak, langsung duduk mencoba mengusir pusing di kepala nya.

BERSAMBUNG

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!