Samanta tidak menyangka,setelah ia bertemu dengan pria bernama Alfin ia meras hidup di antara dua alam, akankah tumbuh perasaan di antara mereka, bisakah hantu dan manusia bisa bersama.
Yuk ikuti kelanjutan ceritanya,,..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deii Haqil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CINTA DUA DUNIA
Bab 03
" ADUHH.. SAMY.. kenapa sih kamu segala nekat mau jadi pahlawan segala,ujung2 nya kamu juga yang celaka kan.. untung kamu masih selamet "
Omel Kak Sinta saat ini di ruangan samy.
Suasana pagi ini terasa berbeda dengan kemarin,Sam pun tampak lebih baik sekarang,ia pun sudah berjalan jalan tadi pagi supaya meregangkan otot agar lekas pulih.
Sambil memakan buah apel bemberian kak Sinta ,Sam mendengarkan ocehan Kak Sinta yang membuat seisi ruangn menjadi bising
" iya kak,gak papa mungkin ini udah jalan nya kan musibah siapa yang tau,yang penting aku baik baik aja kan..hehe.."
bela Sam sambil cengengesan
Ibu hanya tersenyum memperhatikan kedua nya,tak menyangka ternyata,Sinta orang yang sangat baik,dan perduli pada putri nya.
.
.
" TOK,,TOK.."
Suara ketukan pintu mengalihkan perhatian tiga wanita yang sedang asyik mengobrol itu.
" Maaf permisi,apa ini ruangan nya nona Samanta.."
Tanya seorang ibu paruh baya dan masih terlihat cantik itu,masuk menghampiri Samanta yang sedang duduk di ranjang pasien.
" iya ,, saya sendiri. Maaf ibu siapa yah," tanya Sam penasaran, begitupun dengan ibu Sam dan Sinta,melirik nya dengan penuh penasaran.
" Maaf sebelum nya ,perkenalkan saya ibu Irma,saya ibu nya Alfin pria yang mencoba kamu selamatkan nak,," ucap ibu itu,dengan wajah sedikit berkaca
" ibu kesini mau mengucapkan terimakasih,nak Sam sampai mengalami semua ini karna mencoba menyelamatkan putra ibu,,tapi..." sambung nya terbata
" oh,tante mama nya Alfin yah,iyah gak apa apa tante,maaf juga,karna akhir nya kita sama sam terjatuh waktu itu. Tapi Alfin katanya di rumah sakit ini juga kan tan,,di ruangan berapa. Apa sudah boleh pulang.." tanya Sam antusias
Ibu irma hanya menatap nya dengan sorot mata sendu,dan mengguratkan kesedihan
" Maaf nak,tuhan berkata lain, karna Alfin tidak berhasil selamat, ia sudah meninggal dan kemarin proses pemakaman nya" ungkap ibu itu menitikan air mata.
Semua yang ada di sana pun terkejut,dan yang lebih terkejutnya lagi adalah sam, ia merasa tidak percaya,jelas jelas semalam ia mengobrol bersama alfin di taman.
Tapi mana mungkin ibu itu berbohong saat Sam melihat nya menangis
" maaf bu,bukan nya Alfin baik baik saja,kami juga sudah mengobrol dan berkenalan semalam. Alfin terlihat baik baik saja." Sangkal Sam,tak percaya
Sontak ibu itu,terheran mendengar perkataan Sam.
" maksud nak,Sam apa.. putra tante sudah meninggal satu hari yang lalu,mungkin kamu salah orang nak,,"
agar lebih meyakin kan,ibu irma pun mengeluarkan ponsel di dalam tas nya,dan menunjukan beberapa foto alfin yang masih sehat dan yang sedang di rawat.
Hingga membuat Samanta Syok bukan main,
" ini benar Alfin.... terus yang sama aku semalam,,jangan jangan.. TIDAKK ..." ucap Sam dalam hati mulai merasa ketakutan.
Akhirnya ia menenangkan perasaan nya sendiri agar tidak membuat ibu irma merasa tersinggung.
" memang nya Alfin kenapa tan,kenapa sampai bisa meninggal " tanya Sam penasaran
" Alfin di temukan terhanyut di sungai itu setelah tim sar menemukanmu lebih dulu,dan Alfin di temukan empat jam setelah pencarian,alfin di larikan kerumah sakit ini dalam keadaan terluka parah di kepala karna benturan bebatuan.dan tubuh nya pun tak luput dari luka luka goresan untung nya denyut jantung nya masih ada,tapi sangat lemah.
Alfin sangat kritis waktu itu,waktu hidup nya mungkin sangat kecil. Tapi saya yakin Alfin kuat. Tapi tuhan berkehendak lain.
Saya dan keluarga hanya bisa pasrah dan mendoakan nya supaya tenang di sisi nya " ungkap ibu irma.
" kami turut berduka cita ya jeng,semoga almarhum di tempatkan di sisi ALLAH swt, Aminn " ucap ibu nya Sam.
" iya bu,semoga ibu dan keluarga tabah dan sabar ya.." tutur Sinta,merasa sangat prihatin
" iya mungkin sudah takdir saya kehilangan putra saya satu satu nya. "
kata ibu irma,dengan penuh rasa penyesalan ia tak tahan untuk membendung air mata nya yang terjatuh.
Bagai mana tidak ,ia tidak ada saat sang anak membutuhkan nya,ia tidak ada saat sang anak kesepian. Dan membendung semuanya seorang diri. ia hanya sibuk bekerja dan bekerja tanpa memperdulikan alfin.karna dirasa sudah dewasa ternyata hati putranya sangat rapuh.
" yang sabar ya tan.." ucap Sam merasa sedih
"Tidak apa apa nak,tante baik baik saja," ibu irma sambil menyeka air mata nya
" ya sudah,kalau begitu saya mohon pamit,maaf sudah menggangu waktu istirahat nak Samanta.
Sekali lagi terimakasih ya nak, kalau nanti sudah pulih kasih tau tante yah, biar tante yang jemput kamu... walau pun kita baru bertemu,tapi tante menyukaimu. Jadi jangan sungkan yah " ucap ibu irma sambil tersenyum
" Terimakasih jeng,tidak usah repot repot" balas ibu nya Sam
" tidak apa apa Jeng,mulai sekarang Samanta sudah saya anggap putri sendiri,apalagi nak Samanta sangat cantik dan baik,tidak apa apa kan jeng..? "Ucap wanita paruh baya yang sangat ramah itu
" Terimakasih jeng,iya tidak apa apa,saya juga senang . " sang ibu terharu atas keramahan dan kebaikan yang di berikan ibu irma
.
.
.
Setelah kepergian ibu Irma,tak lama kak Sinta pun pamit pulang. Kini hanya tinggal Sam dan ibu nya berada di ruangan itu.
" Bu,, kapan aku bisa pulang,kayak nya aku udah baikan deh. Gimana kalo ibu tanyakan ke dokter nanti.." rengek Sam pada sang ibu
" iya nanti nak,sebentar lagi juga waktu pemeriksaan. Nanti ibu tanyakan,.. memang nya kamu masih kepikiran tentang kejadian semalam itu.." tanya ibu sam merasa khawatir ,sebab setelah ke dua orang tadi pergi. Sam menceritakan pengalaman nya semalam,dan kejadian saat ia kecelakaan waktu itu.
" sudah jangan terlalu di fikirkan,mending kamu istirahat saja ya,agar cepat pulih nanti " ucap ibu Sam menenangkan hati nya.
.
Tak lama.,sang dokter datang dan memeriksa keadaan Sam. Tanpa menunggu lama,sang ibu pun langsung menanyakan apa yang di inginkan putri nya itu pada dokter yang merawat nya
" Maaf,Dok apa anak saya sudah baikan,dan bisa segera pulang..?"
" iya,boleh.kondisi nya berangsur membaik, mungkin besok bisa langsung pulang. Tapi harus selalu cek up yah,jangan lupa obat nya rutin di minum,nanti sisa nya ibu bisa selesaikan di ruang administrasi " terang dokter yang ramah itu
Mendengar kabar bahagia itu,Samanta pun merasa senang akhirnya besok ia bisa pulang. Tapi diri nya masih khawatir mudah mudahan malam ini tidak ada yang aneh aneh lagi padanya..Huuft semoga saja yahh
• Bersambung *