"Hi, Señorita!" Nero tersenyum miring seraya mengacungkan senjata api tepat di kening Elle.
"Kau ingin membunuhku?!" Elle terisak ketakutan saat pria itu hendak menarik pelatuk senjata apinya. Sebentar lagi dia akan mati.
DOR!
Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Nero ingin melenyapkan wanita yang sangat dicintai.
Penasaran? Ikuti terus kisahnya. Dan jangan lupa, Follow IG Author @Thalindalena
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pesta
"Wow! Sangat sexy, cantik, indah, dan menggairahkan." Nero memuji sesuatu dihadapannya dengan penuh dambah, salah satu tangannya terulur menyentuh permukaannya kulitnya yang glowing. "Sangat ... sangat sempurna, aku tidak sabar untuk mencobanya." Nero tersenyum devil seraya mencium kulitnya dengan perasaan bahagia.
Beberapa anak buah yang berdiri dibelakang Nero pun saling lirik sambil geleng-geleng kepala saat melihat boss mereka memuji berlebihan senapan laras panjang yang baru selesai di rakit oleh satu anggota mereka. Namun mereka tidak ada yang berani protes. Mereka hanya bisa diam, dan menyaksikan tingkah absurd dan kegilaan Nero. Mereka semua masih sayang nyawa, pasalnya Nero adalah iblis berdarah dingin, dan bisa membunuh kapan saja dengan mudahnya.
Nero lebih mengerikan daripada Damon.
Nero mencoba senjata api itu dengan penuh semangat.
Dor
Dor
Suara tembakan memekakan telinga. Nero menembakkan ke sembarang arah yang membuat semua anak buahnya kalang kabut melarikan diri untuk menyelamatkan diri.
"Sudah aku bilang, dia tidak pernah waras selalu saja bertingkah semaunya," keluh salah satu anak buah Nero yang bersembunyi di balik lemari.
"Ah, menyesal aku datang ke sini," sahut rekannnya.
"Penyesalanmu tidak ada artinya. Jangan lemah begitu, sialan!"
Obrolan mereka yang bisik-bisik itu terhenti saat mendengar Nero tertawa terbahak-bahak.
"Ha ha ha. Bagus, dan sempurna. Kau memang selalu hebat dalam merakit segala jenis senjata ilegal. Sekarang, persiapkan semua senjata ini. Kita akan menuju tempat transaksi!" tegasnya seraya menepuk pundak salah satu anak buahnya itu dengan kuat.
"Baik, Tuan."
Nero melepaskan sarung tangan yang digunakan lalu dilemparkan ke tempat sampah. Dia selalu bergerak hati-hati, jejak sekecil apapun akan membahayakan dan menghancurkan dirinya.
"Tuan, Nona Elle sudah sampai di rumah. Anda tidak ingin pulang?"
Nero menatap asistennya itu dengan dingin dan tajam. "Tidak!" jawabnya tegas.
"Baiklah kalau begitu." Ia tidak memaksa, juga tidak bertanya lagi, takut nyawanya melayang.
Nero yang hendak melangkah mengurungkan niat, ia menatap asistennya dengan senyuman sinis. "Pedro, siapkan pesta, seperti biasa."
Glek!
Pedro--pria berdarah Spanyol itu menelan ludahnnya dengan kasar saat mendengar kata 'pesta', karena pesta yang dimaksud Nero bukanlah pesta pada umumnya akan tetapi melihat semua anak buah bertarung di atas ring tinju. Ingin menolak akan tetapi dia takut kalau pria itu murka dan berakhir membantai mereka semua. Pedro melirik semua anak buah yang berada di sana dengan perasaan takut.
Semua anak buah di sana memberikan kode gelengan kepala, akan tetapi Pedro lebih patuh pada boss-nya dan sayang dengan nyawanya.
"Baik, Tuan, akan segera aku siapkan."
Semua anak buah hanya bisa mengumpati Pedro tanpa suara dengan tangan bergerak seperti menebas leher.
*
Elle menghembuskan nafas kasar ketika memasuki rumah mewah dan megah tersebut.
"Nona, kamar Anda sebelah sini."
"Aku sudah tahu jadi berhentilah berbicara!" bentak Elle pada wanita itu dengan nafas memburu karena emosi.
"Baik, Nona." Wanita itu mengangguk patuh.
"Di mana pria tua menyebalkan itu?" tanya Elle melirik wanita tersebut. "Hei! Kenapa diam saja? Aku bertanya padamu!" Elle melotot tajam.
"Nona bilang aku harus diam, dan Anda pasti sudah tahu di mana keberadaan Tuan Nero," jawabnya dengan nada santainya.
"Arghh! Menyebalkan!" umpat Elle, gregetan seraya mengepalkan kedua tangan di udara.
"Anda jauh lebih menyebalkan, Nona," jawabnya tapi hanya berani di dalam hati.
*
Like dan komentarnya, ya!
Ayo Elle langsung cek kehamilan nya
Lanjut lagi kak updatenya 😊
Nero mau marah terhadap Pedro yang semakin terbahak sampai perutnya terguncang.
Nero malah dapat omelan dari Elle, tak boleh bersikap buruk terhadap Pedro. Elle tidak membela Pedro. Elle menjelaskan pada Nero kenapa tidak boleh bersikap tidak baik terhadap Pedro.
Ava melihat keadaan Nero yang seperti Pedro waktu mengalami kehamilan simpatik, lalu menanyakan kapan Elle terakhir kali datang bulan.
Wooow...empat bulan telat datang bulan tak disadari oleh Elle.
Ava kaget mendengarnya - dia sampai memekik keras, menyuruh Elle segera mengeceknya.
nero tidak terima elle belain pedro dan ava😀gantian aja ava dan pedro ledekin nero, gak usah takut lagi elle akan belain...
Nero akan dapat kejutan elle lagi hamil 4 bulan, pastinya nero akan happy sekali akan jadi ayahnya...
sabar ya nero mengalami kehamilan simpatik pastinya akan tersiksa mual dan muntah pusing tapi nikmati aja
😀biasanya nero selalu kuat dan tangguh akhirnya tumbang juga masuk rumah sakit😀makanya jangan suka ngeledekin pedro ketula kan....