Charol Voldemir adalah seorang permaisuri yang kejam di Kekaisaran Behati. Diakhir hidupnya, ia dihukum oleh suaminya sendiri, yaitu Kaisar Rudine Voldemir lantaran menyiksa selir kesayangan raja. Merasa tidak adil, Charol bertobat di depan tiang gantungan. Ia mendapat kesempatan mengulang hidup, tetapi ini bukan yang diimpikan. Kejadian masa lalu tidak seperti gambarannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon renita april, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kaisar Curiga
Panglima tertinggi di kekaisaran menghadap. Dia seorang pria paruh baya yang masih aktif. Waldon Amera bergelar count yang setahun nanti akan menyerahkan tampuk kepimpinannya kepada Ariel Deroza.
"Salam kepada bulan kekaisaran, Yang Mulia Permaisuri Charol Voldemir. Saya Count Waldon Amera. Ada apa gerangan Permaisuri berkunjung ke tempat latihan prajurit?"
Ini aneh karena permaisuri tidak pernah menginjakkan kakinya ke tempat ini atau bahkan tertarik kepada ksatria. Permaisuri Charol sudah dikenal dengan hal yang serba mewah. Ia lebih menyukai berbelanja, berias serta menarik perhatian dari Kaisar Rudine.
"Bagaimana latihannya, Count Waldon?" Charol bersikap lembut.
"Seperti biasa saja, Permaisuri."
"Asha, perintahkan kepada kepala koki di dapur istana permaisuri. Buatkan cemilan siang untuk semua prajurit."
"Baik, Yang Mulia." Asha lekas pamit undur diri.
"Ada apa ini?" Waldon jelas heran.
"Cemilan yang dibuat oleh kepala koki di istana permaisuri sangat enak. Aku ingin kalian mencicipinya."
"Permaisuri tentu tidak ingin pulang dengan tangan kosong."
"Memang pantas kau diangkat menjadi seorang panglima." Charol tersenyum penuh arti. "Aku ingin bicara kepada seorang pemuda berambut pirang."
"Ada banyak prajurit berambut pirang, Permaisuri."
"Kau benar sekali. Tapi, sangat jarang ksatria yang sudah mencapai tingkat swordmaster pada usia 19 tahun. Aku ingin dia."
"Ariel Deroza!" Waldon memanggil ksatrianya itu.
Ksatria yang dipanggil namanya lekas menghadap. Ia memberi sapaan terlebih dahulu kepada permaisuri.
"Permaisuri ingin bicara. Silakan layani beliau."
Ariel Deroza mengangguk. "Saya siap melayani Permaisuri Charol."
"Ikut denganku." Charol berbalik. Semua menundukkan kepalanya ketika wanita itu lewat.
Sangat aneh memang, tetapi juga membuat penasaran karena permaisuri memanggil seorang ksatria.
Hidangan ringan dan teh disediakan ketika Charol dan Ariel Deroza berada di taman belakang istana permaisuri.
Pelayan Vitasa menuangkan teh untuk ksatria terhebat yang dimiliki oleh kekaisaran Behati.
Charol mengangkat tangan dan dua pelayan segera menjauh dari keduanya. Permaisuri mempersilakan Ariel untuk menikmati tehnya.
"Ariel Deroza. Bukankah kau dari keluarga bangsawan yang bangkrut?" Charol tidak ingin berbasa-basi lagi.
"Benar, Permaisuri."
Pria ini, Charol sangat ingat bahwa dia yang akan menghabisi keluarga Hailon atas perintah kaisar dan dendam pribadi.
"Kudengar kau punya seorang adik perempuan yang akan beranjak dewasa."
"Yang Mulia, apa maksud Anda mengajak saya bicara?"
Charol tersenyum licik. "Jadilah ksatria pribadiku."
"Saya pantas dihukum, Permaisuri. Tapi maaf, saya hanya ingin mengabdi pada kekaisaran."
"Aku tahu kau akan mengatakan hal seperti itu. Bagaimana dengan penawaran ini? Kau tidak ingin adikmu bernasib sama seperti ibumu, kan? Aku membiayai pendidikannya. Kudengar dia menyukai tanaman herbal dan lihai dalam mengobati. Tapi, kau tahu sendiri jika wanita yang terlalu pintar, apalagi bisa mengobati akan dianggap memakai sihir gelap."
Ariel kaget mendengar ucapan Charol. Bagaimana bisa permaisuri mengetahui semuanya? Memang benar ibunya mati setelah terlunta-lunta menjadi mainan para bangsawan, dan adiknya sangat menyukai hal mengenai pengobatan. Jika tidak belajar di sekolah kekaisaran, maka akan dianggap sebagai penyihir hitam. Sementara sekolah kekaisaran hanya untuk para bangsawan.
"Kau tidak perlu menjawab sekarang. Aku akan menunggu sampai besok. Dengarkan ini, Ariel Deroza. Kesempatan ini hanya datang satu kali." Charol tersenyum. "Ah, aku ingin menikmati bunga yang indah."
Ariel bangun dari duduknya. "Saya undur diri, Yang Mulia."
Charol hanya diam saja. Ariel lekas berjalan pergi. Ketika pemuda itu sudah menjauh dari mata, barulah Charol dapat bernapas lega.
Tadinya ia sangat sesak berhadapan dengan Ariel Deroza. Pemuda 25 tahun itu adalah panglima besar pada dua tahun mendatang. Ariel direkrut oleh kekaisaran karena dia adalah swordmaster pada usia muda.
Di masa lalu, Luna yang mengetahui bahwa adik Ariel menyukai pengobatan. Namun, di pesta kedewasaan, Anura Deroza beradu pandang dengan kaisar dan Charol tidak suka akan itu. Ia memerintahkan Anura menikahi seorang bangsawan gila yang membuat gadis itu tersiksa, lalu mati.
Saat ini, ia akan membalikkan semua keadaan. Merekrut Ariel sebagai ksatria yang akan melindunginya dan mengubah Anura menjadi seorang dokter nantinya. Bagaimanapun itu semua adalah keuntungan bagi Charol ketika meninggalkan kekuasaannya nanti.
"Yang Mulia, Permaisuri. Keluarga Anda sudah datang." Vitasa menghadap dan tentunya ia masih takut pada permaisuri yang suka menyiksa ini.
"Aku akan berganti baju dulu."
Betapa Charol sangat merindukan keluarganya. Ketika bertemu, ia langsung memeluk ayah, ibu, serta saudara laki-lakinya.
"Ada apa gerangan, Permaisuri?" tanya Duke Hailon. Ia sekeluarga mendadak berkunjung ke istana dengan menggunakan pintu sihir teleportasi.
"Aku hanya merindukan kalian." Charol memeluk secara bergantian.
"Aku dengar kaisar membawa selir dan besok adalah pengangkatan selir menjadi ratu," ucap Derion Hailon, kakak Charol.
"Perasaanmu pasti sangat sakit, Charol." Kristin mengasihani putrinya. Ia tahu perlakuan kaisar terhadap Charol.
"Aku baik-baik saja. Tidak perlu melakukan apa pun. Fokus saja terhadap wilayah kekuasaan kita," ucap Charol.
"Yang Mulia tiba-tiba memanggil, kami jadi khawatir." Hailon mengatakan dengan tatapan sedih. Ia seperti menyesal menikahkan Charol dengan kaisar. Semua sudah tahu bagaimana dengan hubungan keduanya.
"Kami akan baik-baik saja. Kau jangan khawatir." Kristin memeluk putrinya ini.
"Jangan lagi membahas ini. Mumpung kalian berada di sini, kita akan makan bersama. Aku sangat merindukan kalian." Dengan mengatakan kalau dirinya baik-baik saja, maka Charol akan mencegah bencana itu terjadi. "Oh, ya, Ayah. Tolong diperkuat lagi segel di wilayah utara agar para monster tidak menyerang wilayah kita."
"Kau jangan khawatir. Kakakmu ini akan menghadapi semua monster itu." Derion membanggakan diri dan itu membuat semuanya tertawa. Charol bahagia bisa berkumpul dan menyesal pada masa lalu. Kenapa ia tidak hidup secara sederhana saja? Kehidupan dengan tawa dan canda lebih membuat perasaan bahagia.
Kabar mengenai aktivitas permaisuri didengar oleh kaisar. Rudine heran dan curiga atas tindakan istrinya itu.
"Permaisuri memanggil seorang ksatria dan keluarganya?" Rudine tampak curiga.
"Permaisuri memanggil Ariel Deroza, Yang Mulia."
"Swordmaster itu. Bukankah dia adalah bawahan dari Count Waldon dan hanya setia padanya dan kekaisaran?"
"Benar, Yang Mulia. Permaisuri memanggilnya."
"Terus selidiki. Apa Permaisuri Charol merencanakan pemberontakan?" Rudine mengepalkan tangan. "Aku tidak akan membiarkan wanita itu mendapatkan apa yang diinginkannya."
Karena bagi Rudine, permaisuri hanya pandai membuat gaduh saja, apalagi sekarang keuangan istana permaisuri akan diambil alih oleh selir Luna D' Orzas. Permaisuri jelas tidak terima posisinya digeser.
Secara otomatis, Rudine telah membuat pergerakan permaisuri menjadi sempit. Kekuasaannya dibatasi.
"Aku yakin sekali jika Charol akan membalas ini semua karena dia wanita paling jahat yang pernah kukenal. Kau yang membuat ini terjadi, Permaisuri Charol. Menghancurkan segala yang kupunya dan sekarang kau harus menerima ganjarannya."
koq baru dengar ya