NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Istri Terabaikan

Transmigrasi Ke Tubuh Istri Terabaikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / CEO / Aliansi Pernikahan / Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: eka zeya257

Emma tak pernah menyangka akan mengalami transmigrasi dan terjebak dalam tubuh istri yang tak diinginkan. Pernikahannya dengan Sergey hanya berlandaskan bisnis, hubungan mereka terasa dingin dan hampa.

Tak ingin terus terpuruk, Emma memutuskan untuk menjalani hidupnya sendiri tanpa berharap pada suaminya. Namun, saat ia mulai bersinar dan menarik perhatian banyak orang, Sergey justru mulai terusik.

Apakah Emma akan memilih bertahan atau melangkah pergi dari pernikahan tanpa cinta ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eka zeya257, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Sergey menatap Eleanor dengan ekspresi tidak percaya. Permintaan itu terlalu besar, bahkan untuk sekadar ancaman tutup mulut.

"Kamu gila?" tanyanya dengan nada tajam.

Eleanor mengangkat bahu santai. "Kamu yang bilang ingin aku diam. Aku hanya memberi syarat yang sepadan."

Sergey mengepalkan tangan, rahangnya mengeras. "Aku bisa membayarmu dengan uang tunai, berapa pun yang kamu mau."

Eleanor tertawa kecil. "Uang bisa habis, Sergey. Aku butuh sesuatu yang lebih stabil."

Sergey menatapnya tajam, seolah menimbang sejauh mana Eleanor berani melangkah. "Aku tidak mau!"

Eleanor menuruni satu anak tangga, mendekatinya sedikit. "Kalau begitu, aku pastikan semua orang akan tahu apa yang terjadi dan bagaimana aku bisa berada di rumah sakit. Media, pemegang saham, bahkan orang-orang yang selalu memujamu pasti akan terkejut jika tahu semuanya."

Sergey terdiam. Ia tahu Eleanor bukan wanita biasa tapi selama ini ia tidak pernah bersikap keras kepala seperti ini. Biasanya Eleanor hanya akan meminta waktunya, atau menemaninya belanja dan semua itu masih berada di bawah kendalinya.

Eleanor tidak pernah keluar dari jalur aman, terlebih berdebat dengannya. Wanita itu selalu mengalah dan pasrah dengan semua tindakan dan instruksi darinya, tapi sekarang seolah wanita itu mulai melewati garis aman dan berbelok dari kendalinya.

Beberapa detik sunyi berlalu sebelum Sergey akhirnya mendecakkan lidahnya, frustrasi. "Berapa persen yang kamu inginkan?"

Eleanor tersenyum penuh kemenangan. "Sepuluh persen."

Sergey mengumpat pelan. "Lima persen, dan tidak lebih."

Eleanor berpikir sejenak, lalu mengulurkan tangannya. "Sepakat."

Sergey menjabat tangannya dengan enggan, matanya masih menyiratkan ketidaksukaan. "Aku tidak akan melupakan ini, Eleanor."

Eleanor tersenyum lebih lebar. "Aku harap begitu."

Setelah itu, Eleanor kembali menaiki tangga, meninggalkan Sergey yang masih menatapnya dengan ekspresi marah bercampur heran.

***

Di dalam kamarnya, Eleanor menatap foto pernikahan yang terpajang di atas ranjangnya.

"Wow, betapa cantiknya tubuh ini." Ujar Eleanor kagum. "Sial sekali aku harus memiliki suami menyebalkan seperti Sergey."

Eleanor menghela napas panjang, matanya masih tertuju pada foto pernikahan itu. Gaun putih mewah membalut tubuhnya dengan sempurna, wajahnya tersenyum anggun di samping Sergey yang berpose dengan ekspresi arogan.

Ia mendecak kesal. "Sayang sekali wajah cantikku harus berdampingan dengan pria arogan itu."

Dengan santai, ia berjalan ke meja rias, melepas antingnya satu per satu, lalu membuka ikatan rambutnya. Rambut panjangnya tergerai indah, membuatnya tampak lebih santai dibandingkan sosoknya di foto pernikahan tadi.

Pikirannya masih melayang pada percakapan mereka di tangga tadi. Lima persen saham dari perusahaan Sergey bukan jumlah yang kecil, tapi juga belum cukup bagi Eleanor. Ini baru permulaan.

Ia tersenyum tipis. Sergey pasti mengira ini hanya tentang ancaman sesaat. Padahal, Eleanor punya rencana lebih besar.

Tiba-tiba, ketukan terdengar di pintu. "Nyonya, saya sudah menyiapkan teh untuk Anda," ujar suara pelayan dari luar.

Eleanor bangkit, melangkah dengan anggun ke pintu, lalu membukanya. "Terima kasih, Bi. Taruh saja di meja."

Pelayan itu masuk, meletakkan nampan berisi teh hangat dan beberapa camilan ringan. Sebelum pergi, ia ragu-ragu sejenak.

"Nyonya, maaf sebelumnya… tapi apakah Anda baik-baik saja?"

Eleanor menatapnya, lalu tersenyum samar. "Aku baik-baik saja, Bi. Lebih baik daripada yang kamu kira."

Pelayan itu mengangguk patuh, meski keraguan masih terlihat di wajahnya. Setelah ia pergi, Eleanor mengambil cangkir tehnya dan kembali duduk di depan meja rias.

Sambil menyesap teh, ia menatap bayangannya di cermin. Mata cerdas itu memantulkan ambisi, perhitungan, dan sedikit kilatan bahaya.

"Ini baru pemanasan, Sergey," gumamnya pelan. "Kita lihat siapa yang akan menang pada akhirnya."

Sementara itu, di dalam ruang kerjanya. Sergey sedang menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda. Akan tetapi, pikirannya justru tidak fokus pada pekerjaan tapi pada perubahan sikap istrinya.

"Sial, apa yang membuatnya berubah begitu?" gumam Sergey merasa heran.

Ia belum pernah melihat Eleanor bersikap berani seperti tadi, terlebih menyinggung aset perusahaan miliknya. Sejak awal, Eleanor terlihat tidak peduli dengan perusahaan bahkan wanita itu menolak ketika keluarga wanita itu memintanya menjadi penerus Rose Hospitality Group.

Sergey melemparkan pena ke atas meja dengan frustrasi. Sejak kapan Eleanor mulai menunjukkan sisi seperti itu? Selama ini, ia mengenal istrinya sebagai wanita anggun yang lebih suka menikmati kemewahan tanpa terlalu peduli urusan bisnis. Tapi malam ini, Eleanor berubah.

"Rose Hospitality Group…" Sergey bergumam pelan, mengingat kerajaan bisnis keluarga Eleanor.

Sebuah jaringan perhotelan dan vila mewah yang memiliki sejarah panjang di industri perhotelan. Saat menikah dengannya, Eleanor lebih memilih menjauh dari bisnis itu, menolak untuk terlibat meskipun keluarganya memintanya menjadi penerus.

"Kenapa sekarang dia tiba-tiba tertarik dengan saham perusahaanku?" gumamnya lagi, sambil menyandarkan punggung ke kursi.

Sergey tidak bodoh. Ia tahu bahwa dunia bisnis perhotelan bukan sesuatu yang bisa dipelajari dalam semalam. Jika Eleanor mulai menunjukkan minat, pasti ada sesuatu yang berubah dalam dirinya sesuatu yang mendorongnya untuk bertindak lebih jauh.

"Apa yang membuatnya tertarik dengan bisnis?" kata Sergey bertanya-tanya sendiri.

Pikirannya kembali pada saat tatapannya bertemu dengan tatapan Eleanor tadi di tangga. Bukan tatapan seorang istri yang mengancam suaminya dengan emosi semata, melainkan tatapan seseorang yang sudah memiliki rencana matang.

Sergey menyeringai tipis. "Jadi, kamu ingin bermain game, Eleanor?"

Ia bangkit dari kursinya, lalu berjalan menuju jendela besar ruang kerjanya. Dari sana, ia bisa melihat sebagian dari hotel dan vila milik keluarga Eleanor yang berkilauan di bawah cahaya malam.

"Aku penasaran, seberapa jauh kamu bisa menyaingi usahaku di dunia bisnis ini." Seringai terbit di wajah Sergey.

Cukup lama terjadi keheningan, hingga ponsel miliknya bergetar di atas meja. Sergey menoleh, ia berjalan kembali menuju meja kerja dan meraih ponselnya.

Terlihat nama yang tidak asing di layar ponselnya, dengan cekatan Sergey segera membalas pesan tersebut. Setelahnya, ia berjalan keluar dari ruang kerjanya menuju arah kamar sang istri.

Tok. Tok. Tok.

Sergey mengetuk pintu kamar Eleanor tiga kali, namun wanita itu tak kunjung membuka pintunya.

"Eleanor! buka pintunya." Sergey berteriak di depan pintu kamar istrinya.

Suara nyaring menggema di rumah tersebut, tapi sosok Eleanor tak kunjung muncul hingga Sergey langsung membuka pintu kamar tersebut.

"Lea, di mana kamu?" panggil Sergey.

Sergey menoleh ke sekeliling kamar besar itu, namun ia tidak menemukan sosok Eleanor. Perlahan ia masuk dan menutup pintu kamar, saat langkah semakin dekat ia mendengar suara air menyala dari dalam kamar mandi.

"Rupanya ia sedang mandi," gumam pria itu.

Sergey memilih menunggu istrinya, ia duduk di ranjang sambil mengamati kamar Eleanor yang terlihat berbeda dari sebelumnya.

Bahkan, foto pernikahan yang terpajang di atas meja rias sudah hilang entah ke mana.

Alis Sergey berkerut. Ia bangkit dari duduknya, melangkah mendekati meja rias, menyapu pandangannya ke sekeliling ruangan. Tidak ada jejak keberadaan foto itu.

"Ke mana perginya foto itu?" heran Sergey.

Tepat saat itu, suara air di kamar mandi berhenti. Sergey berbalik, menatap pintu kamar mandi yang perlahan terbuka.

Eleanor muncul dari balik pintu dengan balutan jubah mandi berwarna putih. Rambutnya masih basah, hingga tetesan air menuruni leher jenjangnya yang putih mulus, namun sorot matanya tampak dingin tanpa emosi begitu mereka saling bertatapan.

"Kamu mencari sesuatu?" Eleanor bertanya dengan nada datar, melangkah ke dalam kamar tanpa menatap suaminya lagi.

Sergey menyelidik raut wajah Eleanor, mencari petunjuk. "Foto pernikahan kita. Kamu masih menyimpannya?"

Eleanor berhenti sejenak, lalu tersenyum kecil. "Aku sudah membuangnya."

"Membuang?" ulang Sergey, berusaha memastikan ia tak salah dengar.

Eleanor berbalik menatapnya. "Ya, aku membuangnya. Bukankah itu hanya pajangan yang tidak berarti?"

Untuk pertama kalinya, Sergey merasakan sesuatu yang aneh di dalam dadanya. Seolah ada yang bergeser, sesuatu yang selama ini ia abaikan. Ia ingin marah, tapi tatapan Eleanor membuatnya menahan diri.

"Kamu mulai bersikap aneh," ujar Sergey akhirnya, mencoba membaca pikiran istrinya.

Eleanor hanya terkekeh pelan. "Mungkin karena aku akhirnya sadar akan sesuatu."

Sergey menyipitkan mata. "Sadar akan apa?"

Wanita itu mendekat, berhenti tepat di depannya, menatap suaminya tajam. "Bahwa aku tidak peduli lagi dengan pernikahan kita."

Udara di antara mereka mendadak teras berat. Sergey menelan ludah, merasakan sesuatu yang tak familiar.

"Apa maksudmu?" tanya Sergey dengan suara penuh kebingungan.

1
Murni Dewita
next
Kim nara
Lea selalu Keren y thor
Zee✨: Hooh, harus dong hehe
total 1 replies
Murni Dewita
double up thor
Zee✨: Bsk yak kalo senggang hehe
total 1 replies
Murni Dewita
💪💪💪💪lea
Murni Dewita
👣
Dsy_Sagitariuzz
mantap lea👍🤣
🍏A↪(Jabar)📍
next
🍏A↪(Jabar)📍
dilepaskan dengan cara di DORR
Zee✨: biar nggak jadi beban mulu kak🤣
total 1 replies
Kim nara
Sargey tuh sebenar nya cinta ga sih thor sama lea ak tak paham sama si sargey
Zee✨: oke, nanti yak aku bikin dulu 😉
Kim nara: Iya Pov sargey thor sebenar nya dia cinta apa ga ama si lea
total 3 replies
rachma yunita
emang ada apa antara Sergey dan Nikolay?
Zee✨: ada masalah hoho
total 1 replies
🍏A↪(Jabar)📍
next
Wahyuningsih
Menyeblkn sekli aria, thor buat buat aria menderta biar nyakho dia n buat noah jga sma2 mendrita d t nggu upnya kmbli thor yg buanyk n hrs tiap hri sellu jga keshtn seeeeeeemaaaangaaaaaaaaaaat
thor 😄😄😄😄😄😄
Dsy_Sagitariuzz
naoaaaaaah kau dlm bhy 😎
Dsy_Sagitariuzz
suruhan siapa tuch🤔
Zee✨: siapa ya??? masih misteri wkwk
total 1 replies
Kim nara
Keren Lea keren
ika yanti naibaho
Luar biasa
Cahaya yani
hadur othor mmbawa kopi utkmu,.
Zee✨: selamat datang kakak🥰🥰
total 1 replies
Aretha Shanum
ko lama bngt kpn pisahnya, jadi bosen alurnya
Kim nara
Lea kamu keren love u lea😘😘😘
Dsy_Sagitariuzz
ajak cerai aja lea 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!