NovelToon NovelToon
Dia Yang Tak Dapat Kuhindari

Dia Yang Tak Dapat Kuhindari

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Roslaniar

Halllooowww.....para readers yang asyik-asyik mampir yuk dinovelku. Maaf ya kalo banyak typo-typonya.

Haiii....namaku Hanum Anastasya wijaya, saat ini aku sudah menyelesaikan S2 ku diharvard university dan dengan kecerdasan diatas rata-rata yang kumiliki sehingga aku bisa bekerja diperusahaan GMT Coporation perusahaan terbesar diamerika.

Namun saat ini aku harus pulang ketanah air karena desakan mamaku tersayang.

Menjadi anak tunggal merupakan beban yang sangat berat kurasakan.

Ketika tiba ditanah air dan bertemu dengan masa lalu, disinilah ceritaku dimulai...

"Terus maju dengan masa lalu atau meninggalkan masa lalu adalah sebuah pilihan yang menjadikanku tak bisa menghindarinya"
(Hanum Anastasya Wijaya)

"Sekian lama kumencarimu, kini kau datang dihadapanku membuatku tak akan melepaskan dirimu lagi"
(Saputra Mandala)

Penasaran????? dengan cerita mereka dan yang akan terjadi dengan mereka selanjutnya???

Baca yuk novel karya pertamaku berjudul "Dia yang Tak Dapat Kuhindari" yang diterbitkan oleh Mangatoon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roslaniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3. Interview

Pagi-pagi Risa dan Kykan sudah siap berangkat kekantor, Hanum pun sudah bangun sejak subuh. Kebiasaan dinegri orang bangun pagi mengurus segala sesuatunya sendiri.

"Num...lo udah kirim belum lamaran???"

"Udah dong...tenang aja, gue gercep kalo masalah kerjaan soalnya gue nggak mau lama-lama jadi pengangguran".

"Makanya terima aja tawaran papamu, jadinya kan kamu nggak susah-susah nyari kerjaan".

"Udahlah...jangan dibahas lagi. Pokoknya belum waktunya dan kuharap kalian tetap menjaga identitas ku supaya tidak ketahuan orang lain. Ok????"

"Kalo situasinya wajar-wajar aja, kami pasti jaga rahasia lo, tapi kalo kepepet...nggak janji lho, ya..."

"Ehh...yuk sarapan dulu bareng-bareng sebelum berangkat, papa dengan mama udah dimeja makan.."

"Selamat pagi tante, om.."Kykan dan Riska bersamaan.

"Selamat pagi gadis...yuk sarapan bareng, kalian juga bawa bekal ya, tuh bi ina udah siapkan buat kalian"

"Makasih tante...jadi nggak enak, nih...hehehe". Riska cengengesan

Merekapun sarapan dalam diam. Hanya bunyi sendok dan garpu yang terdengar beradu dengan piring. Acara sarapan pun akhirnya selesai.

"Om, tante...kami berangkat dulu dan terima kasih bekalnya".

"iyya...sama-sama, kalian kerja yang bener ya, biar karier kalian bagus".

"Insya Allah tante..."ucap mereka bersamaan. "Num,,,telpon kami ya, kalo udah ada kabar lamarannya.."lanjut Kykan.

"Ok...Siipplah".

Selang tak berapa lama, pak Atma Wijaya pun bersiap kekantor.

"Ma...papa. berangkat kekantor, ya..".

"iyya pa...hati-hati".

"Oh ya, Num...kalo bisa kamu skali-skali berkunjunglah kekantor papa".

"Iyya pa...nanti Hanum usahain deh".

"Telpon papa kalo mau kekantor, supaya ditungguin sama Rima atau Rony ".

"iyya pa...".

"Assalamualaikum.." pak atma wijaya pun masuk ke mobil setelah pak seto membukakan pintu mobil.

"waalaikumsalam.."balas bu yana dan Hanum bersamaan.

Merekapun masuk ke rumah setelah mobil pak atmaja tidak terlihat lagi.

Perusahaan Wiwaro Group Company

Tampak semua karyawan mulai dari lobby sampa lantai 20 semua sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Nampak bahwa mereka yang bekerja di perusahaan ini memang berdedikasi tinggi pada perusahaan. Hal itu tidak terlepas dengan pimpinan mereka yang tidak pernah menerima toleransi terhadap karyawan yang melakukan kesalahan.

Ketika Wiwaro Group Company masih dipimpin oleh bapak Wiwaro Mandala, para karyawan masih bisa sedikit bersantai, akan tetapi setelah diambil alih oleh anak tunggalnya yaitu Saputra Mandala maka para karyawan seakan tidak ingin bersantai. Mereka ngeri dengan sifat dingin dan arogan CEO baru mereka. CEO mereka tegas dan tidak segan-segan memecat mereka yang tidak bisa melakukan pekerjaan mereka dengan benar.

Hari ini divisi HRD sangat sibuk menyeleksi calon sekertaris dan karyawan untuk divisi keuangan yang kemudian akan diinterview siang ini juga. Sesuai perintah boss yang lolos seleksi akan diinterview langsung oleh beliau, mengingat posisi kedua calon karyawan sangat penting bagi perusahaan.

Akhirnya ada 5 berkas yang lolos termasuk berkas Hanum. Dan divisi HRD sudah menghubungi mereka.

Hanum pun tiba di lobby Wiwaro group, dengan terburu-buru menghampiri meja resepsionis tanpa memperdulikan tatapan kagum orang-orang akan kecantikannya.

"Permisi mba...saya Hanum, mau interview". sambil tersenyum manis

"Oh..silahkan mba,,,langsung lantai 20 ya, ruangan CEO"

"Makasih mba.."sambil menunggu lift, beberapa karyawan yang juga antri melirik Hanum, ada yang kagum akan kecantikannya tapi ada juga yang menatapnya dengan sinis. Tapi semua tidak dihiraukan oleh Hanum.

Ting

Pintu lift terbuka, Hanum juga ikut masuk dan memencet lantai 20 sesuai petunjuk resepsionis tadi. Tak butuh waktu lama, akhirnya lift sampau dilantai yang dituju

Ting

Hanum keluar dari lift dan menuju kemeja tunggal didepan ruangan yang bertuliskan ruangan CEO dengan pintu besar. Nampak beberapa wanita dan laki-laki berdiri dekat pintu. Hanum pun ikut bergabung menunggu untuk dipanggil.

Satu per satu mereka dipanggil dan yang keluar dari ruangan besar itu, baru satu orang yang tersenyum manis. Hanum tersentak kaget ketika mendengar namanya dipanggil

"Hanum Anastasya Wijaya..."terdengar suara berat

"yaa...saya pak".

"Silahkan mba masuk".

tok tok tok

ceklek

"Masuk..."terdengar suara besar dan berat dari balik ruangan besar.

"Permisi pak..."

"Silahkan duduk."katanya sambil membaca berkas yang kuberikan

"Terima kasih, pak". balasku masih tertunduk. Baru kali ini aku interview dengan jantung tidak sehat begini, mungkin terpengaruh dengan orang-orang yang keluar dengan wajah sendu. batinku.

"Hanum Anastasya Wijaya, lulusan terbaik harvard university, pernah bekerja pada GMT Cooproration,,, dengan pengalaman kerja yang bagus kenapa harus melamar di perusahaan Wiwaro Group???"

Sebelum menjawab terlebih dahulu Hamum mengangkat wajahnya dan..

deeggg

Ingin rasanya Hanum berlari keluar dari ruangan ini, orang yang membuatnya keluar negeri belajar kini ada dihadapannya dan menjadi bossnya jika aku diterima. Tapi Hanum akan menjawab seadanya supaya Hanum tidak diterima, mungkin waktunya Hanum bekerja di perusahaan papanya.

"Kenapa nona Hanum terdiam..apakah nona sedang merenung???"

Setelah pikiran Hanum terkumpul kembali, Hanum menjawab seadanya.

"Maaf pak,,,saya hanya coba-coba melamar saja".

"Oh...jadi maksud nona hanya ingin menjajal kemampuan perusahaan kami???begitu???"

"Skali lagi maafkan saya pak, saya minta berkas saya kembali. saya tidak jadi melamar ditempat bapak. Permisi..."Ucapku datar seraya berdiri.

"Duduk kembali nona Hanum!!!saya belum memutuskan anda diterima atau tidak!!"

"Tapi pak, saya yang tidak bisa melanjutkan interview ini, dan itu berarti saya tidak bisa diterima kerja di perusahaan bapak".

"Ini perusahaan saya nona, saya berhak menentukan siapa yang bisa kerja disini dan siapa yang tidak bisa".

"Terserah bapak,,,apa boleh saya keluar pak??"

"Interview anda belum selesai nona, sekarang kita lanjutkan. Berapa lama anda bekerja di GMT Coorporation???"

"Kurang lebih 2 tahun, pak".

"Kenapa anda keluar dari GMT Coorporation..".

"Orang Tua saya sudah tua pak, mereka memanggil saya pulang".

"Apakah nona sudah menikah???"

"Apa itu penting dipertanyakan, pak??? apakah status seseorang menjadi acuan untuk diterima di perusahaan bapak???"

"Jawab saja pertanyaan saya, nona...jangan menjawab dengan pertanyaan, tidak sopan sebagai calon karyawan".

"Bapak bisa baca kan???"

"Hmmm...ok. Kalo pacar???"

mana mungkin aku punya pacar, waktuku di sana habis untuk kerja dan kuliah. batin hanum.

"Pacar tidak punya pak, tapi tunangan iyya saya punya". maafkan hamba mu ya Allah...aku harus berbohong supaya orang di depanku ini tidak besar kepala.

"Ok...interviewnya saya rasa sudah cukup, nona Hanum,,selanjutnya tunggu telpon dari HRD kami, jika anda diberi kesempatan untuk bergabung dengan perusahaan kami."

"Terima kasih, pak...semoga saja saya tidak termasuk dalam daftar bagian dari perusahaan bapak!!! permisi". Secepatnya aku keluar dari ruangan yang membuatku sesak nafas.

"Dit...aku mau nona Hanum menjadi sekertaris ku,,,".

"Tapi boss,,,nona Hanum melamarnya pada divisi keuangan sesuai dengan disiplin ilmunya dan pengalaman kerjanya" .

"Aku nggak mau tau, pokoknya mulai besok dia harus mulai kerja."

Adduuuhh boss, hari ini kamu tiba-tiba berubah sifat profesionalisme mu tiba-tiba hilang hanya karena wanita cantik. batin Aditya. Tapi kok bisa sih si boss tiba-tiba menginginkan nona Hanum jadi sekretarisnya, padahal nona hanum melamarnya di keuangan. Ck si boss bakalan memberikanku pekerjaan tambahan...omel aditya masih dalam hati.

"Ngapain kamu termenung disitu...cepatt hubungi divisi HRD!!!"

"Baik boss".

Perjalanan pulang

Apa yang akan aku lakukan jika diterima diperusahaan itu, ckk...si Risa dan Kykan koq nggak bilang-bilang kalo itu perusahaan pak Saputra sih. Apa sebaiknya aku terima aja tawaran papa untuk kerja diperusahaannya ya, skalian mempersiapkan diri jika papa suatu saat pensiun.

Oh ya..gue lupa kabarin Risa dan Kykan soal interview tadi, kirim pesan aja biar nggak ganggu mereka.

me

Ris...tadi aku udah interview dan berharap gue tidak diterima.

Risa

koq bisa sih, lo ngomong kayak gitu

me

ehh..kunyuk gue marah sama kalian berdua, tega lo sama gue..😡😡😡

Risa

maksud lo, apa nyet...

me

kalian koq nggak bilang sih kalo tempat lo kerja itu punya pak Saputra Mandala mantan dosen kita..

Risa

lo nggak nanya. Lagian juga nggak masalah kan, dia sekarang duda keren, lho

me

nggak ada urusan sama gue. ya udah gue dijalan mau pulang kerumah, bye.

1
Diana Berly
Luar biasa
irma hidayat
bagus ceritanya
irma hidayat
Buruk
Qilla
Ra genah
Qilla
pinter tapi gimana ya si Hanum ini
Lina Suwanti
mampir author,saya tertarik membaca karena lht babnya yg ga terlalu panjang...
Dewilakstri Astini
Luar biasa
fian widy
👍
Heryta Herman
hhuuuh...semudah itu??? masa bodoh laah...
Heryta Herman
gimana sih orru nya hanum ini...ibunya putra sdh menghina anakmunpak,bu...dan tdk ada permintan maaf atau niat baik daei mereka..untuk apa menerima putra jadi menantu?...aaah sdh laaah..terserah author
Heryta Herman
bodo amat lah...
Heryta Herman
terserah author lah...kita ga stuju dgn putra pun,bisa apa...males lah...kaya ga ada orang lain lagi selain putra...
Heryta Herman
yaaaahh..jngn semudah itu hanum menerima putra kembali...
males aku...lbh baik dgn anand yg mencintai hanum apa adanya
Heryta Herman
hihihi...rasain lu putra..kelimpungan kan...makanya jngn sombong jadi orang....
Heryta Herman
dasar duda ga tau diri kau putra...
bagus tindakan mu hanum..
mampuslah lu putra...
Heryta Herman
malas laaaah...semudah itu hanum melupakan kesilapan orang yg sdh menghina nya...dimana harga dirimu hanum...mana nyonya okta yg sombongnya ga ketulungan itu...kenapa tdk beeani minta maaf...hhuuuuhhh...malas malas malas baca
Heryta Herman
hamum...tegas jngn mau di lecehkan...mana harga dirimu hanum...ayoo semangat...hempaskan segala lalat" yg mengganggu..hehehe../Grin/
Heryta Herman
rasain lu nyonya okta dan putra yg terhormat....mana mau taroh tu muka ....
hanum...jngn mau beehubungan dgn putra...merwka kluarga toxic
Heryta Herman
kluarga putra ripikal orang kaya egois.. dia pikir,harta adalah segalanya...merwka lupa akan kuasa yg maha Esa...
lily
tidak membenarkan tindakan mamanya putra karna tiap ibu pasti ingin yg terbaik untuk anaknya ,, harusnya di terima dlu, trus di selidiki dlu calon menantunya itu seperti apa , tidak semua yg kaya itu menjamin akan hidup tanpa kekurangan dan tidak semua yg miskin itu morotin tpi emang ada tpi gk semua intinya selidiki dlu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!